So Yun

So Yun
Dinner


__ADS_3

Sudah 5 hari sejak Papa ditahan di rumah sakit hari ini adalah hari di mana Papa sudah bisa pulang ke rumah dan kondisi kesehatannya saat ini sudah stabil.


" Pa kata dokter hari ini Papa sudah boleh pulang, Aku juga sudah mengemas barang-barang Papa" kata So Yun sambil merapikan barang-barangnya.


" Em iya nak.. Biaya administrasinya Apakah sudah kau urus? " tanya Papanya sambil berusaha duduk.


" Itu.. semua sudah dibayar oleh presdir David tadi pagi " kata So Yun menjawab pertanyaan Papanya.


" Anak itu memang benar-benar baik, waktu itu jika tidak ada dia entah apa yang akan terjadi padaku " kata papanya memuji David.


" Sudah Pa, tidak usah memikirkan kejadian hari itu. Ingat kata dokter Papa tidak boleh terlalu banyak pikiran dan juga stress! Itu tidak baik untuk kesehatan papa " ucap So Yun.


" Iya nak. Papa mengerti."


Setelah selesai berkemas Mereka pun menuju lobi dan menunggu mobil menjemputnya. Saat mobil tiba Mama So Yun keluar dari mobil dan membantu mengangkat barang-barang bawaan.


" Mama kesini juga? " tanya Jian.


" Iya pa, tadi Mama sudah aku larang untuk datang kemari tetapi Mama khawatir terhadap papa " jawab So Yun.


" Yun semua sudah dibawa? Tidak ada yang ketinggalan kan? Bagaimana kondisi papamu? " hanya mamanya yang baru turun dari mobil.


" Ma, aku sudah tidak apa-apa. Kata dokter aku hanya perlu istirahat " kata papanya.


" Syukurlah.. Lainkali Jangan pergi menemui klien sendirian, Bila perlu ajaklah So Yununtuk menemanimu! "


" Iya iya ma.. Mari kita pulang sekarang!"


Mereka bertiga pun masuk ke mobil dan pulang ke rumah, di dalam mobil papa terus bercanda untuk menghibur Mama yang tadinya sangat khawatir terhadap kondisi kesehatan papa. Suasana dalam mobil saat itu sangat bahagia.


" Akhirnya kita sampai. Yunyun, kamu bantu Papa, barang-barang ini biar mama yang bawa! " peritah mamanya kepada So Yun.


" Baik ma"


" Oh ya nak, apa kamu sudah mengucapkan terima kasih kepada nak David karena telah menolong papa?! " tanya papa nya pada So Yun.


" Sudah pa, bahkan aku bermaksud mengundangnya untuk makan malam bersama di rumah kita setelah Papa pulih. Bagaimana apa papa setuju?? "


" Tentu papa sangat setuju. Sebaiknya memang seperti itu."


" Baiklah pa, besok aku akan mengundangnya untuk datang kemari "


" Oh ya nak satu lagi.."


"Ada apa Pa? "


" Kalau bisa besok kamu yang masak karena Papa ingin sekali mencoba masakan buatan kamu " kata Papanya dengan wajah memohon.


" Okey, baiklah kalau itu papa yang minta. Besok Aku Yang Akan masak. Apa papa senang? "

__ADS_1


" Anak baik " kata Papanya sambil mengusap kepala So Yun.


Keesokan harinya, keadaan Papa So Yun sudah semakin membaik. So Yun teringat hari ini akan mengundang David untuk makan di rumahnya sebagai rasa Terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa Papanya. Tetapi ia merasa canggung untuk menelponnya sehingga membuatnya pura-pura lupa lagi Papanya tidak menanyakan hal tersebut.


Akan tetapi Papanya tidak mudah lupa begitu saja, So Yun menerima telepon dari Papanya.


" Hallo Pa.. Ada apa? " So yun menjawab telponnya.


"Apa Kamu masih sibuk bekerja? Bukan kah hari ini ini kita akan makan malam bersama dan kamu sudah berjanji untuk memasak makanannya untuk papa? "


" Eh itu... I-iya Pa aku tadi Hampir lupa, setelah pekerjaan ini selesai Aku akan segera pulang. " Jawab So yun


" Oh ya nak, Jangan lupa untuk mengundang nak David untuk datang !"


" Ya Pa "


Duh papa inget lagi... Kirain papa udah lupa. Sepertinya aku tidak bisa lolos kali ini.. hmm. So Yun menghela nafas.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan membereskan meja tempat ia bekerja So Yun langsung bergegas akan pulang dan mempersiapkan makan malam.


" Eh Yun, mau kemana? Cepat sekali sudah mau pulang? " tanya Vania sambil melihat jam di tangannya.


" Aku ada janji makan malam hari ini, jadi aku harus pulang lebih awal " jawab So Yun


" Janji makan malam? Oh pasti kamu ada janji dengan presdir Tampan itu ya? " tanya Vania meledak.


" Uuuh apaan sih kamu ini.. Tebakanmu benar tapi kami tidak makan berdua, ada orang tua ku juga." Kata So Yun sambil mencubit pipi Vania gemas.


" Kamu ini ya tidak pernah berhenti meledakku terus. Udah ah Aku mau jalan dulu.. Byee.." kata So Yun berlalu.


" Hati-hati dijalan. Jangan lupa kasih tahu aku kalau kamu memang benar dilamar oleh Nya.." kata Vania meneriaki So Yun.


Dilamar? Apa betul? Duh aku mikir apaan sih kok jadi ngawur gini.. gumamnya dalam hati dan menggelengkan kepala.


" Hallo.. Hensen apakah presdirmu sibuk malam ini? " tanya So Yun menelpon Asisten David.


" Tuan David malam ini tidak sibuk, ada apa nona? " tanya Hensen.


" Tolong sampaikan padanya bahwa aku mengundangnya untuk makan malam di rumahku aku malam ini sebagai rasa Terima Kasihku kemarin " kata So Yun lagi.


" A.. Baiklah Nona, akan ku sampaikan pada tuan segera.."


" Baiklah terima kasih." jawab So Yun menutup telponnya.


Kemudian dia pun langsung mengendarai mobil dan menuju ke rumahnya.


Setibanya di rumah ah So Yun langsung mengganti pakaian dan menuju dapur untuk memasak makan malamnya.


Malam Tiba...

__ADS_1


" Yun, apa semua hidangan sudah siap? " tanya mamanya kepada So Yun.


" Sudah Semua ma " jawabnya.


" Kalau begitu kamu cepat bersiap dan ganti pakaianmu. Segeralah turun jika sudah selesai! "


So Yun mengangguk dan naik ke atas menuju kamar untuk bersiap dan mengganti pakaiannya sesuai perintah mamanya.


Ting..Tong...( suara bel berbunyi )


" Bi Wati, tolong buka kan pintunya.." perintah Mama kepada Bi Wati.


" Baik nyonya.."


Saat Bi Wati membuka pintu, ternyata itu David. Segera Bi Wati mempersilahkannya masuk.


" Nyonya, tuan muda David sudah datang.." kata Bi Wati.


" Segera panggilkan So Yun untuk turun ya.."


" Baik nyonya.."


So Yun yang mendengar dari kamarnya pun mulai berpikir.


Ternyata dia benar-benar datang, padahal aku berharap dia tidak akan datang..


So Yun pun turun dari kamarnya dan langsung menghampiri Papa, Mama, dan David yang sudah duduk di meja makan.


" Yun cepat kesini, nak David sudah datang.." kata Jian melambai kearah So yun.


" Halo presdir David, senang bertemu denganmu lagi.." kata So Yun kaku.


" Nona, tidak perlu terlalu sopan begitu. Kamu bisa panggil aku dengan Namaku " kata David dengan wajah ramah.


" Ya sudah nak sekarang duduklah. Ayo kita makan. Nanti makanannya keburu dingin lho." kata mamanya


Mereka berempat pun menyantap makanan yang sudah tersaji di atas meja.


" Bagaimana makanannya nak David? Apa rasanya ada yang kurang? " tanya papa So Yun.


" Tidak Paman, masakan Tante memang benar-benar enak. " kata David sambil menghabiskan makanan di mulutnya.


" Kamu salah, sebenarnya yang memasak makanan ini adalah So Yun sendiri " kata mama


" Oh begitu.. Karena Nona So Yun setelah repot-repot memasak makanan minyak untuk menyambutku Aku akan memberinya hadiah."


" Tidak perlu repot-repot, aku memasaknya sebagai rasa Terima Kasihku terhadapmu waktu itu " kata So Yun dengan wajah memerah.


" Tidak nona Yun, biarkan aku memberimu hadiah "

__ADS_1


" Hahaha nak David memang pria yang sangat baik ya.." kata Papa So yun


__ADS_2