So Yun

So Yun
Terima Kasih


__ADS_3

Keesokan harinya David terbangun dari lelapnya tidur, ia mencoba untuk menormalkan pandangannya dan melihat kesekelilingnya. Pandangan matanya terhenti pada seseorang yang tengah tertidur pulas disebelah tempat tidurnya sambil duduk. David sedikit menyeringai kala mendapati orang tersebut adalah So Yun.


Jadi kamu terjaga semalaman hanya untuk merawatku? Maafkan aku yang telah menyia-nyiakan waktu bersamamu kemarin " batin David yang pada saat itu sedang mengusap kepala So Yun.


David bangun dengan perlahan berusaha tidak membuat suara agar ibu dari anaknya itu tidak terbangun. Dengan hati-hati David memindahkan tubuh So Yun keatas tempat tidur. Wajah So Yun terlihat sangat cantik dengan riasan polos tanpa make up, apalagi saat tidurpun wajahnya sangat imut sekali. Siapapun pasti akan terbuai jika menatap wajahnya yang teduh itu.


Saat David mandi dan bersiap-siap untuk pergi rupanya So Yun masih tidur dengan pulas membuat David tak tega jika membangunkannya. Dia pun berinisiatif menulis sepucuk surat berharap akan dibaca saat So Yun terbangun nanti.


*Saat kau terbangun dan membaca surat ini mungkin aku sudah pergi, maaf aku lancang memindahkanmu keatas tempat tidur.


Terima kasih untuk waktumu semalam yang telah bersedia merawatku.


Aku berhutang nyawa denganmu, aku pasti akan menebusnya... Istirahatlah yang cukup! Jangan sampai sakit. Rawat Ansel dengan baik ya...


David*


Begitulah isi surat yang David tuliskan pada selembar kertas yang ia taruh diatas meja disamping tempat tidur. Setelah semua selesai ia berpamitan dengan kedua orang tua So Yun yang sedang sarapan pagi diruang makan.


"Pagi Ma, Pa... " sapa David.


"Nak David sudah bangun? Kenapa nggak istirahat dulu, kan semalam demam " kata Mama.


"Sekarang sudah mendingan ma, untung ada So Yun yang merawatku.. " sahut David.


"Ya sudah kalau begitu ikut sarapan saja sekalian " ajak tuan Jian.


"Tidak usah pa nanti aku sarapan dijalan saja, sebab pagi ini harus keluar kota untuk perjalanan bisnis " jawab David.


"Ya sudah kalau memang seperti itu, kamu hati-hati dijalan ya. Kan baru pulih dari demam " kata Mama menasehati.


"Iya ma, Pa kalau begitu aku permisi dulu " kata David pamit.

__ADS_1


David pun pergi dari rumah sang mantan istri, meski mereka bercerai tetapi hubungan mereka tetap baik begitu juga dengan orang tua So Yun yang sudah menganggap David seperti anaknya sendiri.


Setelah kepergian David kedua orang tua So Yun melanjutkan perbincangan mereka.


"Kalau dilihat mereka berdua masih ada kecocokan ya Pa ? " kata Mary memulai pembicaraan dengan suaminya itu.


"Iya papa juga merasa begitu tapi kita mau bagaimana lagi, David sudah terlanjur membuat anak kita kecewa " sahut Jian.


"Iya sih, tapi mama juga salut sama mereka pa. Meskipun sudah berpisah tetapi mereka masih bisa akur seperti ini, sangat jarang orang diluaran sana seperti mereka " lanjut Mary.


"Ya kita doakan saja yang terbaik untuk mereka ma, terlebih lagi untuk cucu kita itu "


Mereka pun melanjutkan sarapan pagi setelah tadi sempat membicarakan mantan menantunya yang baru saja pergi itu.


Disisi lain So Yun terbangun dari lelapnya tidur, ia mengerjap ketika mendapati dirinya kini sudah berada diatas ranjang.


Lah kok aku bisa tidur diranjang sih, bukankah seharusnya David yang tidur disini? Lalu kemana dia?


Batin So Yun terus bergumam sambil melihat sekitar namun tak juga ia temukan sosok pria yang ia cari itu.


"Kamu sudah bangun nak? " tanya Mama Mary yang sedang bermain dengan Ansel.


"Udah ma, emm itu si David kemana ya ma? Kok aku cari nggak ada " kata So Yun berhati-hati takut disalah artikan oleh mamanya.


"Oh itu nak David sudah pergi dari tadi pagi, dia sengaja nggak bilang sama kamu. Katanya takut mengganggu kamu yang lagi tidur " jawab mama Mary.


"Ya udah ma kalau begitu aku beresin kamar dulu " kata So Yun berlalu menuju ke kamar tempat David semalam tidur.


Setelah masuk lagi ke kamar tersebut, So Yun melihat ada sebuah surat yang tergeletak diatas meja dan ditindih dengan segelas susu. So Yun mengambil surat tersebut dan membacanya.


Note: Isi suratnya ada diatas ya guys..

__ADS_1


Seperti terkena angin yang begitu sejuk, So Yun merasa senang setelah membaca surat yang ternyata dari David. Tak lupa pula dalam surat tersebut menyuruh So Yun untuk minum susu yang telah disediakan diatas surat tadi. Sebuah ucapan terima kasih yang sederhana begitu membuat hati So Yun bertaburan bunga.


.


.


.


Hari ini So Yun pergi ke kantor dengan suasana hati yang sedang ceria, wajahnya tampak begitu lebih cerah dan bersemangat dari biasanya.


"Selamat pagi bu, wah sepertinya suasana hati ibu sedang bagus ya hari ini " sapa Lingling salah satu karyawan dikantor.


"Pagi.. Ya kebetulan saja hari ini saya sedang bersemangat " jawab So Yun seraya melempar senyuman yang begitu indah.


"Syukurlah, sekian lama akhirnya ibu bisa kembali bersemangat lagi seperti ini. Jadi kan cantiknya nambah gitu.. Hehe " kata Lingling sambil nyengir.


"Kamu bisa aja Ling, jangan bilang kamu ada maunya muji-muji saya seperti ini " sahut So Yun.


"Eh enggak lah bu, mana mungkin saya ada maksud lain. Saya tulus kok memuji kecantikan ibu, asal ibu nggak potong bonus saya aja.. hehe " jawab Lingling bercanda.


"Tuh kan kamu ini ada-ada saja Ling, emang mau saya potong beneran bonusmu? " kata So Yun meladeni.


"Ih jangan lah bu jangan ya " kata Lingling


So Yun pun tergelak melihat ekspresi Lingling yang polos dan lugu itu.


Ya seperti itulah kegiatan So Yun sehari-hari jika sudah dikantor seringkali mengajak para karyawan mengobrol sebelum memulai pekerjaan, terkadang So Yun juga bisa serius jika sudah bekerja.


Tetapi walaupun dalam pekerjaan So Yun selalu tegas dan disiplin, semua karyawannya tidak ada satu pun yang mengeluh. Apalagi So Yun sering memberi bonus tiap bulan pada karyawannya saat mereka berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan baik.


*Wah salut ya sama So Yun, author kapan dikasih bonusnya?

__ADS_1


Karir So Yun semakin hari semakin menjulang, ia sampai terkenal sebagai seorang wanita yang sukses diusia muda. Apalagi statusnya sebagai seorang janda membuat para pengusaha laki-laki banyak yang ingin dekat dan berkenalan dengannya, bahkan ada juga yang siap melamar. Tetapi So Yun belum ada pikiran untuk mencari pendamping hidup yang baru terlebih ia memiliki seorang putra yang tidak mungkin semua orang akan menerimanya dan menganggapnya seperti anak sendiri.


Biarlah saat ini ku sendiri " begitu katanya.


__ADS_2