So Yun

So Yun
Kehamilanku 2


__ADS_3

"Kira-kira anak kita laki-laki atau perempuan ya? " tanya So Yun sambil mengelus-elus perutnya.


"Jika anak ini laki-laki maka kan tampan sepertiku dan jika dia perempuan akan cantik sepertimu sayang.. " kata David lalu mencium perut So Yun.


"Udah ah dicium terus, geli tauu.. Sana gih mandi bau banget kamunya.." kata So Yun.


Malam itu terlewati dengan secercah kebahagiaan yang tak terlukiskan. Pernikahan yang baru seumur jagung itu sudah akan dikaruniai seorang anak. Apalagi saat mereka mengabarkan hal itu pada orang tua mereka.


...........................................................................


Saat usia kandungan So Yun mulai memasuki bulan ke-4 dia merasakan ngidam. Ada hal yang sangat diingikannya, ia pun menyuruh sang suami untuk memberikannya.


"Sayang aku pengen makan pizza yang ada di toko ujung jalan itu " kata So Yun dengan nada manja.


"Kamu mau pizza? Ya udah nanti aku suruh pelayan yang belikan " kata David yang sibuk dengan laptopnya.


"Nggak mau, aku maunya kamu yang beliin. Ini keinginan anak kita lho " kata So Yun.


"Ya udah iya aku beliin nih sekarang, tapi jangan bawa-bawa dedeknya terus dong " kata David segera beranjak dari tempat duduknya.


"Ya habisnya kamu sih nggak mau nurutin " kata So Yun cemberut.


David hanya mengelus dada melihat kelakuan manja sang istri, kesal ia rasakan tapi semua ia lakukan dengan senang hati demi sang buah hati.


Yang biasanya ia memerintah orang tapi kali ini ia yang diperintah dan itu adalah istrinya sendiri..


Setelah selesai memesan dan membayar pizza tersebut David dikejutkan oleh seorang wanita yang memanggilnya..


"Kak David!!! " sapa perempuan itu.


"Liora? " David menoleh kearah suara itu berasal


Liora pun berlari kecil menuju ke arah David kemudian memeluknya.


"Uuuhhh kak David, aku rindu sekali.." kata Liora memeluk erat David.


"Li, cepat lepasin. Nggak pantes kamu bersikap seperti ini dihadapan banyak orang.." kata David yang merasa sesak.

__ADS_1


"Ah iya maaf maaf soalnya aku kangen banget sama kakak.." kata Liora melepaskan pelukannya.


"Kamu dari mana? " tanya David.


"Aku dari rumah mau ketemu sama kakak.. Aku juga ada kabar baik lho buat kakak " ucap Liora.


"Oh ya, kabar baik apa nih." tanya David


"Aku baru saja menyelesaikan pendidikanku di Australi kak, tapi mama sama papa belum bisa balik ke sini, " kata Liora.


"Memangnya mereka kenapa? " tanya David


"Katanya sih masih harus menyelesaikan pekerjaan disana, jadi mereka suruh aku temuin kakak " kata Liora.


"Tapi..."


"Ayolah kak plis aku cuma nginep beberapa hari aja kok, dirumah nggak ada siapa siapa. Nanti kalo mama sama papa pulang Liora langsung pergi.. " kata Liora memohon.


"Ya udah kamu ikut aku dulu.." kata David terpaksa.


Saat sampai di rumah, So Yun yang mendengar suara mobil sang suami pun langsung bergegas menuju pintu untuk menyambut pizza yang ia nantikan dari tadi. Tetapi alangkah terkejutnya ia saat melihat sang suami datang bersama seorang perempuan bahkan merangkul tangan suaminya.


"David.... Ini..." So Yun terkejut dan keheranan melihat perempuan disebelah suaminya itu. Seingatnya perempuan itu bernama Liora yang sempat akan dinikahi oleh David. Lalu kenapa dia datang bersama suamiku? Pikirnya.


"Kamu..." Liora terkejut melihat So Yun.


"Kak, kenapa perempuan ini ada disini? Trus itu perutnya kenapa? Apa dia numpang hidup disini? Iya kan, pasti dia hamil diluar nikah dan numpang sama kak David disini! " ketus Liora.


Hati So Yun sakit mendengar penuturan dari Liora, ia dianggap menumpang hidup dirumah suaminya sendiri.


"Li kamu istirahat saja dulu ya kakak mau bicara dulu dengannya.. " kata David.


Liora melenggang masuk kedalam rumah melewati So Yun bahkan sengaja menyenggol lengannya.


"Sayang, ini pizza yang kamu minta! " kata David menyodorkan 2 kotak pizza yang baru ia beli.


"Aku tidak ingin lagi, sekarang yang aku inginkan adalah penjelasan darimu. Kenapa kamu bawa perempuan lain kerumah ini? " kata So Yun menahan amarahnya.

__ADS_1


"Sayang dengarkan aku! Aku membawanya kemari karena dia akan menginap disini untuk beberapa hari " ucap David.


"Apa? Menginap? Lantas kau anggap aku ini apa? Kamu membawa wanita lain datang kerumah bahkan menginap, padahal kau tahu bahwa dia adalah mantan tunanganmu!! " kata So Yun dengan suara tinggi.


"Ssstt sayang dengar baik-baik! Dia menginap tidak akan lama. Aku janji padamu jika orang tua Liora sudah pulang dia pasti akan pergi dari sini " jelas David.


So Yun memilih untuk mengalah dibanding harus berdebat dengan suaminya. Dengan terpaksa ia harus membiarkan Liora menginap satu atap dengannya.


*Yang sabar aja ya Yun...


Tuhan mengapa wanita itu harus kembali muncul diasaat kami sudah akan bahagia.. Apa yang sebenarnya engkau rencanakan.. Batin So Yun seakan menjerit menghadapi kenyataan ini.


Setelah berbicara dengan So Yun, David pun menyuruh para pelayan untuk membantu Liora membereskan kamarnya. Kali ini kamar yang dipilih oleh Liora bersebelahan dengan kamar So Yun dan David.


"Hei kamu! Sini! " kata Liora memanggil So Yun.


"Ada apa ? " tanya So Yun


"Dih belagu banget ya kamu jadi orang, kamu tuh cuma numpang disini! Jangan sok deh! " ketus Liora.


"CUKUP!!! Yang sebenarnya numpang itu kamu, statusku disini adalah nyonya asal kamu tahu. Lebih baik kamu bersikap baik jika masih mau numpang disini " So Yun kesal akan perkataan Liora dan ia menjawab balik membuat Liora tak percaya.


"Hahaha iya aku maklum, orang rendahan kayak kamu memang selalu berkhayal jadi nyonya.." ejek Liora lagi.


"Bibi Zhu! " So Yun memanggil sang asisten dengan nada keras.


"Iya nyonya... Ada yang bisa saya bantu.." Bibi Zhu sedikit takut melihat ekspresi So Yun seperti akan menyantap orang hidup hidup.


"Cepat Bibi layani dia, apapun yang dia butuhkan tolong kasih. Jangan sampai tamu yang tak tahu malu ini merasa kurang puas " perintah So Yun


"Apa kamu bilang? Beraninya kamu mengatakan aku tak tahu malu! " Liora marah dengan kata kata So Yun barusan ia hendak menamparnya namun entah kenapa ia langsung terjatuh dan terbentur meja.


"Aduh.. sss sakit sekali..." teriaknya.


So Yun dan Bibi Zhu hanya melihat drama yang ia buat itu. Sudah seperti artis sinetron aja, berpura-pura jatuh agar dikasihani. Dan benar saja ternyata dia berbuat seperti itu ada alasannya.


"Ada apa ini? " terdengar suara laki-laki dari arah pintu.

__ADS_1


__ADS_2