So Yun

So Yun
1 Tahun kemudian


__ADS_3

Sudah 1 tahun berlalu, karir So Yun mulai berkembang. Keahliannya dibidang menggambar dan bisnis membuatnya menjadi desainer terkenal di perusahaannya. Sementara David sudah menyelesaikan gedung yang akan menjadi kantor barunya di Cina. David berencana untuk mengadakan pesta peresmian untuk kantor cabang barunya itu.


Beberapa hari persiapan telah di mulai, undangan sudah di buat untuk tamu-tamu yang akan hadir. Tak lupa pula David membuat undangan untuk So Yun, bahkan David secara khusus mengirim undangan langsung dan bertemu Jian papa So Yun.


" Tuan muda Richard, Apa kabar? Senang bertemu dengan anda " Sapa Jian sambil mengulurkan tangan hendak berjabat tangan.


" Ya saya baik, senang juga bertemu Anda. Saya datang kemari untuk mengundang anda sekaligus putri anda yang telah mendesain kantor itu" Kata David menyambut tangan Jian.


" Kenapa anda harus repot mengantar sendiri undangannya, tentu kami akan datang. Mari silahkan duduk dulu" balas Jian mempersilahkan David duduk.


" Tidak usah paman, saya hanya sebentar memberikan undangan ini. Setelah ini saya masih ada urusan " kata David.


" Wah sayang sekali padahal saya masih ingin berbincang denganmu." jawab Jian mengiringi langkah David.


" Hari ini saya tidak bisa, mungkin lain kali kita akan mengobrol panjang paman. Kalau begitu saya permisi dulu" David pamit dari ruangan papa So Yun.


" Iya hati-hati dijalan. Riko Antar kan tuan muda Richard " kata Jian sambil menyuruh asistennya.


" Baik pak. Mari tuan." kata asisten itu.


Ketika hendak keluar dari perusahaan milik keluarga So Yun, tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrak David.


BRAAKKK....


" Maaf.. Maaf saya tidak sengaja. Maaf kan saya " kata So Yun sambil membereskan beberapa dokumen yang jatuh.


" Hey nona, kamu telah menabrakku. Kamu harus mengganti rugi." Kata David mengulurkan tangan hendak menyambut So Yun.


Suara ini terdengar familiar, tidak mungkin itu dia kan. Duh aku ini kenapa sih jadi ke inget sama dia terus. Gumam So Yun dalam hati. Dan ia pun segera bangkit setelah mengambil dokumen-dokumen yang jatuh.


" Maaf saya tadi buru...KAMU ?!!" Belum selesai So Yun mengucapkan kalimat maaf nya tetapi ia kaget melihat pria yang baru saja di tabraknya itu.


" Ada apa nona, kamu kok marah. Bukankah kamu yang menabrakku duluan " Kata David melepas kacamata hitamnya.


" Kamu.. Kamu pasti sengaja kan menabrakku? Kamu selalu cari gara-gara setiap bertemu denganku. Ngapain kamu disini " ucap So Yun nyolot.


" Tak ku sangka, ternyata nona muda keluarga So begitu kasar ya. Aku disini tentu saja karena ada urusan " jawab David sambil tersenyum.

__ADS_1


" Sudah lah lebih baik kamu cepat pergi ! Menjengkelkan sekali " Kata So Yun sebal dan berlalu melewati David.


David hanya tersenyum melihat So Yun yang begiti lucu, terkadang hatinya senang saat melihat wajah So Yun yang sedang marah.


David pun pergi menuju kantor barunya. Sementara So Yun menuju ke ruang kerja papa nya.


" Pa aku sudah membawa berkas yang papa minta." Kata So Yun memasuki ruang kerja papanya.


" Kebetulan sekali nak kamu datang. Kemarilah duduk di samping papa" kata Jian mempersilahkannya duduk.


" Ada apa pa? kenapa papa terlihat begitu gembira? " tanya So Yun yang bingung menatap ekspresi wajah papanya yang begitu senang.


" Jelas papa senang, semua ini berkat dirimu nak. Perusahaan yang kamu buatkan desain nya beberapa waktu lalu mengundang kita ke acara peresmian kantor baru mereka."


" Maksud papa kantor cabang perusahaan X? " tanya So Yun.


" Iya. Tepat sekali. Bahkan presdirnya langsung yang datang kemari mengundang kita" jawab Jian senang.


" Kapan acara peresmiannya pa? " Tanya So Yun lgi Penasaran.


" Acara nya akan diadakan lusa, kamu harus mempersiapkan dirimu untuk datang kesana juga " jawab Jian mengelus kepala anaknya.


" Tidak nak, kamu harus datang. Karena tuan muda Richard yang mengundangmu secara khusus. Ia ingin mengucapkan rasa terima kasih nya padamu " kata Papany.


" Aku tidak akan datang pa. "


" Gadis bodoh ! Kenapa tidak ingin datang? Pokoknya kamu harus ikut papa datang ke acara itu TITIK ! Tidak ada tapi-tapian mengerti? " Tegas papanya


" Oke baiklah aku akan ikut " kata So Yun menyetujui


" Nah begitu baru anak papa yang penurut "


Kedua ayah dan anak itu lali melanjutkan pembicaraan mengenai perusahaan mereka.


Disisi lain David masih senyum-senyum sendiri mengingat muka So Yun tadi yang begitu lucu. Sang asisten pun mengagetkannya.


" Bos kenapa senyum-senyum sendiri? " tanya Hensen yang duduk di sebelah sopir.

__ADS_1


" Tidak ada, jangan mengacau ku ! " Jawab David dengan nada dingin.


" Ya ampun bos ngaku aja. Kamu pasti sedang memikirkan gadis itu ya." goda sang asisten kepada David.


" Diamlah ! Jika kamu tidak berhenti bicara akan ku sumpal nanti mulutmu itu "


" Oke oke aku hanya bercanda."


Bos sekarang benar-benar berubah sejak So Yun datang. Dulu bos tidak pernah tersenyum seperti ini. Atau mungkin bos telah jatuh cinta dengan gadis itu. Tapi kalau di pikir-pikir mereka berdua cocok. Sama-sama keras kepala. Hihihi.. Gumam Hensen dalam hatinya sambil tertawa.


" Kenapa kamu tertawa? Meledekku? " Tanya David yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Hensen.


" Ti..Tidak lah bos. Saya mana berani seperti itu. hehehe " Jawab Hensen kikuk.


Huh bos ini. Dari mana dia tahu kalau aku sedang memikirkannya.. Tapi bos lucu juga ya.. hehehe.


Sepanjang perjalanan asisten Hensen terus memperhatikan pemandangan jalan. Dan David masih diam-dia tersenyum mengingat hal tentang So Yun.


Entah sejak kapan ia tak bisa berhenti memikirkan gadis itu. Hampir setiap hari dak ada satu hal yang ia lewatkan tentang So Yun. Bahkan David sengaja mencetak photo So Yun dan menaruh di dompetnya. Tiap kali ia merasa lelah pasti ia akan memandangi photo gadis itu.


Gadis ini benar-benar terlihat manis, sayang sekali pengalaman pertamanya bukan denganku. So Yun tunggu aku, aku pasti akan mendpatkanmu dan menjadikanmu istriku. Gumam David dalam hatinya.


Hachi....


" Yun kamu kenapa? " tanya rini karyawan dikantornya.


" Aku tidak apa-apa, hanya saja hidungku gatal" Jawab So Yun sambil mengucek hidungnya.


" Biasanya seperti itu ada yang sedang merindu kan mu !" kata Rini meledek.


" Sembarangan kamu ini. Memangnya siapa yang merindukanku. Seumur hidup aku tidak pernah dirindukan orang sampai seperti ini"


" Ya barangkali salah satu penggemar rahasia mu mungkin. Hahaha" kata Rini sambil cekikikan.


" Huh kamu ini. Mana ada penggemar rahasia. Jangan asal bicara kamu !"


" Bisa saja kan, soalnya kamu anak dari Bos perusahaan ini. Mungkin ada karyawan yang naksir kamu. Hahaha" kata Rini terbahak-bahak.

__ADS_1


" Apa sih kamu ni Rin. Sembarangan bicara lagi akan ku pukul kamu ya ! "


Ekspresi wajah So Yun saat itu sangat lucu dan menggemaskan sehingga membuat Rini tertawa geli semakin jadi.


__ADS_2