So Yun

So Yun
Jadi Sorotan


__ADS_3

" Lihat itu. Disana! "


" Wah itu nona muda keluarga So. Tak di sangka ternyata tariannya cukup indaah"


" Tapi siapa laki-laki itu? Apa mungkin kekasihnya? "


" Sayang sekali, jika aku punya anak laki-laki pasti aku akan menjodohkannya."


Semua tamu fokus melihat ke arah So Yun dan David yang sedang asik berdansa. Mereka hanyut dalam tarian itu sehingga seakan-akan panggung itu hanya milik mereka berdua. Tapi pada akhirnya tepuk tangan dari para tamu yang menyadarkan mereka.


Prok..Prok...Prokk... (Suara tepuk tangan)


" Wow luar biasa, tidak ku sangka ternyata adik kecilku mempunyai bakat menari sehebat ini " kata Joon yang mendekati So Yun


" Haha Sebenarnya hanya kebetulan saja kak." Jawab So Yun kikuk.


" eh ngomong-ngomong dimana pria itu tadi? Siapa pria yang berdansa denganmu tadi.." kata Joon menggoda So Yun tapi langsung dibantah.


" itu.. Itu bukan siapa-siapa lho. Hanya teman dansa.." kata So Yun dengan gugup.


David, gara gara kamu aku jadi di olok-olok kakak ku!


" Lebih dari sekedar teman dansa juga tak apa. Lagi pula disini banyak para pengusaha muda yang hadir, kalau kamu ada yang suka bilang saja. Haha"


" Apaan sih. Mama lihat lah kakak mengganggu ku lagi" kata So Yun dengan wajah tidak senang.


" Sudah Joon berhenti mengganggu adikmu. Sekarang giliran mu yang berdansa dengan Yani " kata mama So Yun.


" Iya ma.." jawab Joon patuh sambil mengajak istrinya berdansa.


Suasana tampak begitu ramai, semua tamu yang hadir menikmati pesta pernikahan mega nan mewah itu. Disisi lain Jian memergoki David yang secara diam-diam melepas topengnya sehabis dansa.


" Nak David, kenapa kamu berdiri disini? Pesta nya ada disana lho " kata Jian yang muncul dari belakang


" Eh paman Jian.. Itu aku.." kata David sedikit gugup.


" Hahaha tidak apa-apa nak, pamam tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Ngomong-ngomong, tarianmu bersama putriku tadi sungguh luar biasa." kata Jian berbisik ditelinga David dan memuji.


Setelah berbincang dengan David, Jian kembali ke tempat duduk nya sambil tersenyum ke arah David.

__ADS_1


Sementara David terlihat seperti biasa saja namun sebenarnya sangat gugup.


Dan So Yun merasa bosan berada di dalam ia merasa di dalam tidak ada teman sebaya nya untuk di ajak ngobrol, lalu ia pun pergi ke halaman depan yang dipenuhi dengan bunga.


" Wah bunga ini cantik sekali .." kata So Yun memetik bunga.


" Bunga itu memang cantik secantik dirimu Nona.." kata Bi Wati tiba-tiba muncul.


" Eh Bibi, sejak kapan ada di belakangku? Kemarilah." kata So Yun mengajak Bi Wati pelayan rumahnya.


" Kenapa Nona ada disini, kenapa tidak masuk dan menikmati pestanya didalam? " tanya Bi Wati.


" Aku hanya merasa bosan didalam. Bibi temani aku disini ya.." jawab So Yun.


" Baik Non. Ngomong-ngomong kenapa muka Nona terlihat murung seperti itu? " tanya Bi Wati lagi.


" Bi, apa semua wanita harus menikah dan meninggalkan rumah orang tua nya ya? " tanya So Yun sambil duduk di ayunan.


" Kenapa Nona bertanya seperti itu? Semua wanita pasti akan menikah, karena sudah digariskan sejak zaman nenek moyang kita dulu." kata Bi Wati sambil merapikan rambut So Yun.


" Lalu apakah setelah menikah seorang wanita harus pergi dari rumah orang tuanya? " tanya So Yun


" Kalau wanita setelah menikah ia harus ikut dengan suaminya dimana pun ia tinggal, sekalipun itu ditempat mertua nya." jelas Bi Wati.


" Kata siapa, Justru kita sebagai menantu harus bisa menyayangi mertua sama seperti orang tua kita. Jika nanti Nona menikah maka berbaktilah pada mertua Nona, agar mertua Nona akan menyayangi Nona seperti anak nya sendiri " Jelas Bi Wati sambil memasangkan bunga di kepala So Yun.


" Oh jadi begitu ya Bi. "


" Iya nona, apa saat ini sudah ada pria yang memenangkan hati nona? " tanya Bi Wati sambil senyum-senyum.


" Ha, tidak ada Bi. Aku sendiri saat ini dan masih belum memikirkan hal itu. Aku hanya akan menikah jika pria itu bisa menyayangi orang tuaku sama seperti yang bibi katakan tadi " jawab So Yun tersenyum dan berangan-angan.


" Kalau begitu, Tuan muda David adalah pria yang masuk dalam kriteria Nona... Ooppss.." kata Bi Wati nyeplos.


" Hmm kenapa Bibi menilainya cocok menjadi pasanganku? " tanya So Yun


" karena bibi lihat ia adalah pria yang sopan dan juga punya moral yang baik, tuan David juga sering main kerumah mengobrol dengan nyonya " kata Bi wati


Ooppss.. Ya ampun aku keceplosan lagi.. Aduh gimana ya? Nona kan tidak akur dengan Tuan David.. Sebaiknya aku cepat pergi lah. Gumam bi Wati dalam hatinya.

__ADS_1


" Non, bibi baru ingat harus membereskan dapur. Bibi permisi dulu ya hehe.." kata Bi Wati yang langsung lari.


" Eh tapi bi... Kemana hilang nya? Padahal aku belum selesai bicara sudah pergi saja."


Setelah Bi Wati pergi, So Yun masih duduk di ayunan sambil menghirup bunga yang baru ia petik. Tapi ia tidak tahu diam-diam ada sepasang mata yang memperhatikannya dari jauh.


Gadis ini ternyata suka bunga ya. Dia terlihat begitu cantik di antara bunga-bunga itu.." Gumam David dalam hati.


" Nona, Tuan memanggilmu untuk berfoto bersama di dalam " kata seorang pelayan menghampiri.


" Ya baiklah aku akan segera masuk. Kamu tolong petik beberapa bunga ini dan taruh di kamarku ya." kata So Yun menunjuk bunga bunga itu.


" Baik Nona "


So Yun pun masuk ke dalam dan menghampiri papa nya untuk mengambil photo bersama.


" Dari mana saja kamu nak? Papa mencarimu kemana-mana lho " tanya Jian


" Aku ada di taman depan tadi, aku sedikit bosan didalam." jawab So Yun


" Ya sudah sini. Ayo cepat kita harus mengabadikan momen ini "


mereka pun mengambil gambar untuk mengisi album, tapi papanya tiba-tiba memanggil David.


" Nak David cepatlah kemari kita berphoto " ajak papa So yun


David mendekat dan ikut poto bersama. Tak disangka saat ini So Yun dan david berphoto hanya berdua saja karena keluarga So yun diam-diam menjauj dri mereka.


" Mereka terlihat Cocok ya pa.." kata mamanya


" Iya ma, semoga mereka berdua berjodoh."


So Yun yang sadar akan keadaan langsung buru buru menjauh dan menjaga jarak dari David.


" Saat nya pelemparan Bunga. Siapa pun yang mendapat kan bunga yang dilempar oleh pengantin maka dia akan segera bertemu kekasihnya " kata Mc


1...2...3... Bunga pun di lempar dan mengarah ke David.


David yang sedang mengobrol tak sengaja menangkap nya.

__ADS_1


" Whoa selamat Tuan David, semoga segera di pertemukan dengan kekasih hatimu " Sorak MC tersebut di ikuti oleh hadirin yang lain.


David tersenyum kecil menatap bunga itu dan melihat So Yun yang ada di depannya.


__ADS_2