So Yun

So Yun
Papa Sakit.


__ADS_3

Setelah pesta pernikahan kakak So Yun selesai, semua aktivitas kembali seperti biasa.


Kakak nya pindah ke sebuah apartemen yang sudah dibelinya sebelum menikah.


" Kakak ipar, apa kamu tidak akan tinggal lebih lama disini? Kenapa buru-buru pindah? Apa kamu tdak merasa betah disini " kata So yun dengan banyak pertanyaan kepada kakak iparnya.


" Duh adik iparku sayang, sebenarnya aku masih ingin disini tapi kakak mu yang mengajak ku pindah " jawab kakak iparnya sambil memeluk So Yun.


" Hei kau ini jangan menghasutnya terus. Kamu kan bisa datang kesana kapanpun kau mau " kata kakanya.


" Kakak, kenapa kalian harus pindah? Rumah ini akan sepi jika tidak ada kalian.."


" Adik kecil, jika kami disini terus nanti kamu tidak segera punya keponakan yang lucu." kata Kakak nya mencubit So Yun.


" Aduhh Sakit.."


" Sudah sudah.. Sebaiknya kalian segera berangkat nanti keburu siang lho.." kata mama nya


" Ya sudah Ma kami berangkat sekarang, jaga kesehatan mama dan papa ya ".. kata Kakak nya pamit.


" Hati-hati dijalan ya kak. Semoga cepat kasih aku keponakan lucu ya. hehehe.." kata So Yun sambil cipika cipiki sama kakak nya.


" Maka nya kamu doain kakak terus ya." jawab Joon mengusap kepala adiknya itu.


" Okey.. Pasti slalu ku doain deh.."


Joon beserta istrinya pun pergi meninggalkan rumah dan menuju apartemen mereka untuk memulai kehidupan rumah tangga mereka. Sementara So Yun masih didepan pintu bersama mama melihat kakaknya pergi.


Keesokan harinya...


" Ali, apa papa ku ada diruangannya? " Tanya So Yun kepada Asisten papanya.


" Direktur sedang rapat diluar, kalau nona ada hal penting nanti saya akan hubungi beliau." kata Ali.


" Tidak usah saya akan temui langsung saja nanti. Trima kasih " kata So Yun melempar senyum.


So Yun pun kembali ke meja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan. 15 menit kemudian, ada telpon masuk..


Kriingg...Kringg...(bunyi nada telpon)


" Hallo.. "


" Maaf apa benar ini dengan Nona So Yun? " kata seseorang ditelpon itu.


" Iya betul saya sendiri. "


" Maaf Nona, kami mengganggu waktu anda sebentar. Kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa Ayah anda sedang dirawat dirumah sakit sekarang."

__ADS_1


" Apa? Rumah Sakit mana? .. tanya So Yun yang terkejut setelah mendengar papa nya di rumah sakit. " Ya baiklah saya kesana sekarang."


So Yun langsung bergegas mengambil tas nya dan menutup laptopnya untuk segera berangkat menuju ke rumah sakit.


" Vania saya mau ke rumah sakit sebentar. Papaku tiba-tiba dirawat. Jadi kamu tolong handle pekerjaan ku dulu " kata So Yun kepada Vania rekan kerja nya.


" Apa? Direktur masuk rumah sakit? Hei So Yun tunggu.." kata Vania yang tidak di perdulikan oleh So Yun.


So Yun tanpa basa-basi lagi langsung mengambil mobil dan bergegas ke rumah sakit.


" Ya Tuhan semoga tidak terjadi hal buruk pada direktur.." ucap Vania


Setelah menempuh waktu perjalanan selama 20 menit, akhirnya So Yun tiba di rumah sakit tempat papa nya dirawat.


" Suster, apakah ada pasien yang bernama Jian di rumah sakit ini." tanya So Yun ke meja resepsionis.


" Mohon tunggu sebentar saya akan cek terlebih dahulu." jawab suster itu.


" Pasien atas nama Jian ada di ruang ICU saat ini, beliau sedang dalam penanganan dokter." kata Suster itu lagi.


" Baiklah terima kasih." kata So yun langsung menuju ke arah Ruang ICU.


" Papa...hiks..hiks..hiks.." So Yun menyebut papanya sambil megusap deraian air mata nya itu.


" So Yun.." suara laki-laki memanggilnya.


" So Yun tenanglah, saat ini paman sedang ditangani oleh dokter." kata David merangkul So Yun.


" Kenapa ini bisa terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi pada papa..Hiks..Hiks.." tanya So Yun yang langsung jatuh ke pelukan David.


" Sudah jangan menangis seperti ini. Kamu berdoa saja agar paman segera sadar." kata David menenangkan So Yun sambil mengeratkan pelukannya.


Kliikk...( Suara Pintu terbuka )


" Dokter bagaimana keadaan papa saya? " tanya So Yun yang langsung menghampiri sang dokter yang baru keluar itu.


" Saat ini kondisi pasien sudah stabil, tapi saya tidak bisa apa-apa jika tuan David lambat membawanya kesini." kata Dokter itu.


" Memangnya ada penyakit apa pada papa saya dok? " tanya So Yun lagi.


" Pasien punya riwayat penyakit jantung dan juga darah tinggi. Jika beliau tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik, mungkin.."


" Mungkin apa dok? "


" Sudah lah So Yun, sebaiknya kamu lihat papa mu sekarang. Dokter saya mau bicara dengan anda sebentar.."


So Yun mengangguk dan langsung masuk menjenguk papa nya. Sementara David berbicara dengan dokter mengenai penyakit Papa So Yun.

__ADS_1


" Papa.. Kenapa papa bisa seperti ini? " kata So Yun menangis duduk di sebelah papa nya.


Perlahan tangan papa nya itu bergerak, dan mulai membuka matanya..


" Yun.." kata Jian dengan suara berat.


" Pa.. Papa sudah sadar.. Aku panggil dokter sebentar.." kata So Yun.. " Dokter.." So yun memanggil dokter.


" Bagaimana keadaan papa saya dok? " tanya So Yun kepada dokter


" Pasien sekarang sudah stabil, tolong jaga beliau agar jangan emosi dan banyak pikiran. Usahakan makan dengan teratur " jawab Dokter itu.


" Baik dok, terima kasih.."


" Pa, ada apa dengan papa? Kenapa bisa seperti ini. " tanya So Yun kepada papanya itu.


" Tenanglah, papa tidak apa-apa. Oh ya dimana nak David? " kata papanya mencari David.


" Papa ini gimana sih, aku khawatir sama papa tapi kok papa begitu sadar langsung cari orang lain." kata So Yun dengan nada sebel.


" Aku disini paman.." kata David yang masuk ke ruang rawatvtersebut.


" Yun seharusnya kamu berterima kasih pada nak David. Dia lah yang menolong papa tadi.."


" Paman jangan bicara seperti itu. Sudah kewajibanku untuk membantu." kata David.


" Ya sudah pa, sekarang papa istirahat saja dulu ya. Aku akan mengobrol dengannya sebentar." kata So Yun pamit.


" Iya nak."


David dan So Yun pun keluar dari ruangan tersebut meninggalkan papa nya untuk beristirahat.


" Terima kasih.." kata So Yun canggung.


" Siapa yang sedang kau ajak bicara itu? " kata David yang kurang puas dengan ucapan So Yun


Duh kayak nya dia sengaja ya bilang gitu. Kenapa hatiku dag dig dug gini sih. Canggung sekali. gumam So Yun dalam hati.


" Ehem. Tuan David, trima kasih telah menolong papa ku tadi. " kata So Yun tertunduk.


" Sudah lah tidak usah terlalu formal begitu. Lagi pula aku senang membantu. " Kata David mengangkat dagu So Yun.


" Oh ya, setelah papa sadar kamu datanglah kerumah untuk makan malam bersama sebagai rasa trima kasihku padamu " lanjut So Yun.


" Tentu aku pasti akan datang jika Nona Yun sendiri yang mengundangku. Baiklah aku permisi dulu." kata David pamit dengan gaya sok Cool padahal girang.


Apaan sih, kok aku malah ngundang dia makan bareng dirumah.. Aduhh

__ADS_1


__ADS_2