So Yun

So Yun
Perjodohan


__ADS_3

" Sudah larut, paman aku harus segera pamit.." kata Davin meminta izin pamit.


" Lho kok buru-buru banget, nggak nyantai dulu aja? " kata mama So Yun menanggapi perkataan David.


" Tidak usah tante, lagi pula tidak enak jika aku berada disini sampai malam. Nanti bisa jadi gosip tetangga. hehe " kata David bercanda.


" Nak David ini selain baik, ternyata bisa bercanda juga ya.." kata Jian papa So Yun


" Paman terlalu memuji. Kalau begitu saya pamit dulu ya paman, tante. Salam untuk nona So Yun " kata David sambil berjabat tangan dengan kedua orang tua So Yun


" Iya hati-hati dijalan ya.. Jangan ngebut bawa mobilnya.." kata mama So yun mengiringi langkah David.


David pun berlalu menuju ke mobilnya untuk pulang. Setelah David meninggalkan rumah So Yun kedua orang tuanya berinisiatif untuk menjodohkan mereka berdua.


" Sayang, kemarilah sebentar. Biar pelayan saja yang bereskan itu! " panggil mama.


" Iya ma.." saut So Yun dari arah dapur.


" Ada apa Ma, Pa? Kok kelihatannya serius banget? " kata So Yun setelah menghampiri orang tuanya dan duduk disamping mereka.


" Begini lho nak, mama sama papa ingin mempunyai 1 menantu lagi dirumah ini " kata mama nya sambil memegang bahu So Yun.


" Maksud nya mama? " tanya So Yun yang mengernyit heran.


" Maksudnya, kamu itu kan sudah dewasa. Sebaiknya kamu segera menikah sayang.." kata papa seketika.


" Apa? Menikah? Nggak.. Aku nggak mau! " jawab So yun dengan mulut mencucu.


" Eh kenapa? Lagi pula kami berdua sudah tua. Sudah saatnya kami menikmati masa tua kami dan kami tidak mungkin lagi menjaga mu terus.." kata papa So yun lagi.


" Iya nak, lagi pula umurmu sudah bisa dibilang cukup untuk menikah. Mama sama Papa tidak ingin apapun darimu, kami hanya ingin melihat mu bahagia dan menikah. Itu saja.." jelas mama nya


" Tapi Ma.."

__ADS_1


" Nak, mama tahu kalau kamu mungkin sedikit terkejut. Coba kamu pikirkan terlebih dahulu saran dari mama dan papa ya.."


So Yun pun terdiam beberapa saat dan menghela nafas panjang. " Huh... Baiklah Ma, Pa aku akan coba pikirkan lagi. Aku akan bilang jika aku sudah siap.."


" Nah begitu, baru anak nya papa.." kata Jian sambil mengacungkan jempol nya.


Malam semakin larut, mereka bertiga tampak asyik mengobrol diruang keluarga membahas masalah pernikahan. Sesekali mereka tertawa karena candaan yang dibuat oleh papanya.


" Oh iya nak, bagaimana pendapatmu tentang Nak David? " tanya Papa nya.


" A-aku.. David.. " So Yun terdiam sejenak. " Kenapa papa tanya pendapatku tentang dia? " kata So Yun menutupi wajahnya yang merah.


" Tidak apa, Papa hanya bertanya saja. Lagi pula papa pikir dia anak yang baik dan juga sangan sopan " kata papanya memuji David di hadapan So Yun.


" Iya benar, dia juga termasuk kedalam kriteria mantu idaman mama lho.." kata mamanya menimpali.


" Iiih Mama sama Papa apaan sih. Kok jadi muji-muji dia.." Kata So Yun dengan wajah yang semakin memerah.


" Duh nak, sebaiknya kamu sama nak David aja. Kalian berdua terlihat cocok lho.." kata papanya tersenyum yang melihat wajah anak gadisnya itu mulai memerah


" Ya sudah kalau begitu kamu nikah sama dia aja ya.. Biar gak perlu repot cari laki-laiki lain? " usul mama


" Atau kamu mau kami yang carikan? " kata papa nya lagi..


" Nggak mau! Aku kan udah bilang kalau aku akan nikah sama cowok pilihan aku sendiri pa.."


" Oke kalau begitu papa kasih kamu waktu 3 bulan, kalau dalam waktu 3 bulan kamu belum mendapatkan pria idamanmu itu, Papa sama Mama akan jodohin kamu sama anak temen papa.." kata papa So Yun memberi tantangan.


" 3 bulan? Waktunya terlalu singkat.." kata So Yun


" Itu kamu urus sendiri dan berusahalah mencari pria yang benar-benar tepat untuk menjadi suamimu. Tapi jika dalam 3 bulan tidak ada, maka kamu harus menikah dengan anak teman papa pengusaha itu ! "


" Tapi Pah..."

__ADS_1


" Ya sudah ma , ayo kita ke atas. Ini sudah malam sebaiknya kita tidur.." kata papa nya lalu berdiri.


" Iya pa, ayo.." kata Mamanya juga berdiri menatapnya sambil menahan senyum.


3 bulan? Cari pria? Menikah? Perjodohan? Aaaaarrgghh... Papa sengaja mempersulitku.. Bagaimana bisa aku menemukan pria yang cocok denganku dalam waktu 3 bulan?..


So Yun masih berpikir di ruang keluarga, ia memikirkan perkataan yang diucapkan oleh Papanya tadi. Hal itu membuatnya pusing dan ia pun memutuskan untuk kembali ke kamar dan beristirahat.


Dikamar, So Yun masih terpikir akan hal itu, hal apapun yang diminta oleh kedua orang tuanya pasti akan dituruti tetapi kali ini ini permintaan mereka sedikit membuatnya sedikit bingung untuk menentukan pilihan.


Aku tidak mungkin untuk menolak permintaan Papa dan Mama, dan juga aku tidak mau dijodohkan. Aku hanya ingin menikah dengan pria yang kucintai. Tapi dalam waktu 3 bulan, waktu sesingkat itu apa mungkin aku bisa jelaskan laki-laki yang memang benar-benar mencintaiku? Oh ya Ampun.. Kenapa papa dan mama senang sekali membuatku berada dalam pilihan yang sangat sulit.. kata So Yun mengoceh sendiri di kamar.


Lelah pernah memikirkan hal itu itu dia pun secara tidak sadar Langsung tertidur dengan pulas. Dalam tidurnya dia menunjukkan seorang laki-laki datang membawa bunga dan sebuah kotak cincin untuk melamarnya. Dan didalam mimpinya itu laki-laki itu terlihat samar-samar namun Iya seperti mengenal laki-laki yang ada dalam mimpinya itu.


" David..." kata So Yun dalam mimpinya.


" Aaarrggghh tidaak.. kenapa aku harus mengimpikan laki-laki itu? " teriak So Yun yang kemudian terbangun dari tidur lelapnya.


" Sayang, ada apa? Kamu sudah bangun belum? Cepatlah bangun "


" Ha gawat.. Jam berapa ini.. karena memikirkan pernikahan itu aku jadi tidur kemaleman dan sekarang.. Aaaa sudah jam 9 pagi.. Oh My God.."


" Nak ada apa? Kenapa berteriak..? " Papanya mamanya dari luar pintu kamar


" Tidak apa-apa Ma.. aku sudah bangun Sebentar lagi aku akan bersiap dan turun.." So yun menjawab dari dalam kamar..


" Iya cepatlah mandi dan segeralah turun. Hari ini kamu sudah terlambat pergi ke kantor. Ini sudah siang.."


" Iya ma, aku akan segera turun.." jawab So Yun yang langsung berdiri dan meraih handuk lalu bergegas mandi.


" Ma, .." batas So Yun dari atas tangga hendak turun ke bawah.


" Eh anak mama sudah siap. Ayo cepat sini sarapan.." kata mamanya menoleh ke arah So Yun

__ADS_1


" Papa Sudah berangkat ya ma? " tanya So Yun melihat ke sekeliling.


" Iya tadi papa ada janji bertemu klien. Cepat makan sarapanmu " jawab mamanya


__ADS_2