
Tak terasa kini Ansel sudah menginjak usia 1 tahun, walaupun selama masa pertumbuhan ia jarang sekali bersama ayahnya namun hal itu tidak membuat Ansel kekurangan kasih sayang. Semua orang dirumah begitu menyayanginya apalagi tingkahnya yang semakin hari semakin menggemaskan membuat semua orang selalu ingin dekat dengannya.
*Masih kecil aja udah tebar pesona nih, apalagi kalo udah gede..
Hari ini tepat diusia Ansel yang ke 1 tahun, So Yun merayakannya dan mengadakan sebuah pesta kecil. Tak lupa dia mengundang David di acara itu. Pesta tersebut hanya mengundang anggota keluarga saja karena bisa dibilang pesta itu sederhana tapi terlihat sangat mewah.
Namun yang membuat semua orang terkejut adalah saat David datang bersama seorang wanita disampingnya, ya siapa lagi kalau bukan Liora. Awalnya suasana tampak bersitegang namun So Yun berhasil membuat keadaan menjadi damai kembali.
"Woh ternyata CEO super sibuk masih bisa dateng ya ke acara kecil seperti ini, dan juga membawa pasangan pula.. Sungguh luar biasa " sindir sang kakak.
"Maaf saya sedikit terlambat tadi di jalan terkena macet " kata David tak menanggapi ucapan Joon.
"Kamu tidak datang juga tidak berpengaruh di acara ini, lagi pula kami tak ingin mengganggu waktumu mengurus peliharaanmu itu " ketus Joon.
"Cukup kak! Tolong jaga sikap, ini acara ulang tahun Ansel jangan buat kegaduhan! " sahut So Yun.
Tanpa berlama-lama lagi acara pun segera dimulai, David menggendong Ansel dan berdiri disebelah So Yun. Sementara Liora? Dia terabaikan dipojok ruangan.
Idih kenapa sih kak David harus berdiri disitu, aku dicuekin lagi... huft.. " gumam Liora dalam hati.
Sungguh pemandangan yang luar biasa dan sebuah momen yang jarang sekali terjadi, Ansel seakan tahu jika kedua orang tuanya kini ada dan mendekapnya.
Suasana begitu bahagia dan acara berjalan dengan lancar. Namun saat dipenghujung acara tiba-tiba terdengar suara gelas pecah.
Pyar....
Sontak semua orang menoleh kesumber suara tersebut dan ternyata itu ulah Liora.
"Maaf nona saya benar-benar tidak sengaja.. Maaf " kata pelayan yang ada didekat Liora.
"Sudah tak apa lagi pula ini bukan apa-apa kok. Maaf sudah mengganggu acara kalian.. " kata Liora bersandiwara.
"Kamu kenapa Li? " tanya David.
"Tidak apa-apa kak tadi pelayannya kurang hati-hati " jawab Liora.
Karena melihat gaun yang dipakai Liora basah terkena minuman, So Yun meminjamkam bajunya untuk wanita itu.
__ADS_1
"Ini cepat ganti yang ini, nanti kamu masuk angin jika terus pakai gaun itu " kata So Yun memberi sebuah baju.
"Iya Li, sebaiknya cepat ganti dulu bajumu. Nanti kamu sakit " ucap David.
Karena tidak ingin sandiwaranya ketahuan akhirnya Liora menurut dan terpaksa memakai baju yang tadi diberikan oleh So Yun.
Baju apaan nih? Kalau bukan karena David, aku nggak akan mau pake baju wanita sialan itu.. " kata Liora menggerutu.
Setelah selesai berganti pakaian Liora ikut bergabung kembali dan lagi lagi ia terabaikan. David sedang asik bermain bersama putranya itu. Membuat suasana hati Liora menjadi buruk.
Saat acara ulang tahun itu selesai David berpamitan ingin pulang tetapi saat ia mau menyerahkan Ansel pada So Yun tiba-tiba Ansel menangis dan tak ingin melepas ayahnya itu.
"Ayo sayang sama mama ya, papa mau pulang itu " bujuk So Yun malah semakin membuat Ansel menangis kencang.
"Sudah Yun biar aku saja yang gendong Ansel, mungkin dia lagi kangen sama aku.." kata David sambil mengayun Ayun putranya itu.
"Tapi kamu kan mau pulang dan Liora..." kata So Yun melirik kearah Liora.
David menghampiri Liora yang sedang duduk dan memainkan ponselnya disebuah kursi.
"Liora, maaf sepertinya aku belum bisa pulang. Lebih baik kamu pulang duluan saja diantar sopir " kata David.
"Ansel lagi rewel jadi aku harus tetap disini menemani dia " sahut David.
Tanpa menjawab Liora setuju meski dengan berat hati pulang diantar oleh sopir. So Yun menangkap ekspresi wajah Liora yang nampak masam memvuatnya ingin tertawa.
Sungguh Tuhan itu adil.
Malam itu Ansel terus berada dalam pangkuan David, seakan tak mau lepas lagi. Ayah dan anak itu bermain dan tertawa sampai akhirnya Ansel tidur dalam gendongan Papanya itu.
Entah kenapa ada sedikit kebahagiaan dalam hati So Yun melihat David yang begitu penuh kasih sayang saat mengasuh putranya itu.
Saat Ansel sudah tertidur lelap jam sudah menunjukkan puku 2 malam. Melihat wajah David yang nampak lelah membuat So Yun tak tega jika harus membiarkannya pulang dan membawa mobil sendirian.
"Kamu mau pulang? " tanya So Yun.
"Iya aku akan pulang, besok masih harus kembali kerja " jawab David.
__ADS_1
"Nak David sebaiknya tidur disini saja malam ini, lagi pula ini kan sudah larut kamu pasti capek gendong Ansel tadi. " ucap Mama yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.
"Tidak usah ma nanti malah merepotkan " jawab David.
"Sudah tidak apa-apa nak, kamu jangan merasa tidak enak seperti itu. Menginaplah disini malam ini. Biar So Yun menyiapkan kamar tamu untukmu " sahut papa.
Karena Papa berbicara seperti itu maka David tidak berani membantah dan dia juga sudah lelah seharian ini. Tanpa berpikir lagi David mengikuti langkah So Yun ke arah kamar tamu.
"Kamu istirahat saja dulu, disini kamar mu " kata So Yun sambil menggelar selimut.
David tidak merespon perkataan So Yun dan tiba-tiba kepalanya merasa sedikit pusing dan akan terjatuh namun tidak jatuh karena ada So Yun yang menahannya.
"Kamu kenapa? Ayo cepat baringkan tubuhmu " kata So Yun menopang tubuh sang mantan suami ketempat tidur.
Ya ampun suhu tubuhnya panas sekali, sepertinya dia demam tinggi " gumam So Yun yang memeriksa kening David.
Tanpa berlama-lama lagi So Yun membantunya melepaskan sepatu serta jas yang David gunakan, segera ia mengambil air untuk mengompres tubuh David. Semua ia lakukan secara spontan dan merasa ini adalah rasa balas budinya karena David telah bersedia menemani Ansel tadi.
Semalaman itu So Yun terus berada didekat David sesekali mengganti air kompresannya dan benar-benar merawatnya dengan baik hingga akhirnya tanpa sadar So Yun tertidur disamping tempat tidur David hingga pagi.
.
.
.
.
Hallo para Readers tercinta..
Gimana pendapat kalian tentang novel ini? Jika kalian ada kritik maupun saran boleh tinggalkan dikolom komentar ya.
Author pasti siap mendengarkan... hehe
Jangan lupa dukung terus karya aku ya biar nanti author bakalan kasih hadiah buat para pembaca yang setia mengikuti kisah So Yun dari awal sampai akhir.
Hadiahnya apa thor? (Readers)
__ADS_1
Rahasia dong, makanya ikutin terus dan nantikan kejutan dari aku ya.
Doain author rezeki nya lancar terus biar bisa bagi-bagi hadia buat kalian🥰