So Yun

So Yun
Rencana


__ADS_3

Setelah seminggu menikmati liburan, kini waktunya David kembali ke rutinitas awal. Dia bersiap untuk pergi ke kantor dan mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan yang telah menumpuk setelah 1 minggu ia tinggal.


"Selamat pagi.." sapa So Yun mengambil dasi dan memasang pada kerah baju suaminya.


"Pagi... Dimana putraku? " sahut David.


"Putramu sudah menunggu dibawah untuk sarapan. Cepatlah turun " jawab So Yun setelah selesai memasang dasi.


Mereka berdua pun turun ke bawah menuju meja makan untuk memulai sarapan. Di sana sudah ada kakek dan Ansel yang sudah menunggu.


"Yun semakin hari masakanmu ini semakin enak saja rasanya. Kenapa tidak membuka resto atau caffe saja? " puji sang kakek.


"Ah kakek terlalu memuji, aku belum pandai memasak lagi pula Ansel masih terlalu kecil jika aku membuka usaha restorant " jawab So Yun.


"Kenapa? Kan kita bisa memperkerjakan chef untuk membantumu.. Lagi pula Ansel juga sudah cukup besar kok " kata kakek lagi.


"Yang dikatakan kakek benar sayang, apa salahnya kamu mencoba saran dari kakek " kata David menimpali.


"Ya sudah nanti aku pikir-pikir dulu, sebab untuk membuka sebuah resto juga perlu modal kan " sahut So Yun.


"Masalah modal tidak perlu kamu pusingkan, berapapun modal yang kamu butuhkan tinggal katakan saja pada kakek dan suamimu " ucap kakek.


"Baiklah kakek nanti kita rencanakan lagi ya, sekarang kita habiskan dulu sarapannya " kata So Yun.


...*****...


"Sayang sebaiknya kamu pikirkan lagi tentang pendapat kakek tadi, lagi pula aku kan tidak selamanya akan terus diperusahaan " kata David saat menuju pintu hendak pergi bekerja.


"Iya sih, sebenarnya aku sudah memimirkan soal itu. Tapi nanti saja kita bicarakan lagi, sekarang kamu harus pergi ke kantor nanti bisa terlambat lho " ucap So Yun menyerahkan tas kerja suaminya.


"Ya sudah aku berangkat ya.." David berpamitan tak lupa juga ia mencium kening So Yun dan juga anak kesayangannya.


Setelah kepergian David, So Yun kembali masuk dan tampak menimbang-nimbang pembicaraan kakek dan suaminya tadi. Ada rasa keinginan untuk mencoba usaha restorant seperti yang dikatakan oleh suaminya tadi.


...*****...


Sementara di rumah sakit, keadaan bibi Zhu sang asisten rumah tangga semakin membaik. Beliau sudah berhasil melewati masa kritisnya dan pihak rumah sakit memberi kabar tersebut kepada So Yun.

__ADS_1


"Hallo selamat pagi, apa benar ini dengan kediaman tuan Richard? " tanya suster dari Rumah Sakit.


"Iya benar, maaf ini dengan siapa ya? " tanya So Yun.


"Saya suster yang merawat ibu Zhu Yan, ingin mengabarkan bahwa beliau sudah sadar dari komanya " kata sang suster.


"Benarkah? Syukurlah... Baiklah sus saya akan segera kesana sekarang, tolong jaga beliau ya sus " So Yun senang mendengar kabar tersebut, ia langsung menelpon David untuk memberi kabar gembira ini.


Kring...Kring..Kring...


"Hallo sayang ada apa? " tanya David dari sebrang telpon.


" Sayang, bibi Zhu... Bibi Zhu sudah siuman.. " ucap So Yun antusias.


"Benarkah? Kalau begitu jam makan siang aku akan pulang, kita pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisinya. Dan jangan lupa siapkan makanan untuk bibi Zhu, sayang " kata David.


"Iya sayang kamu benar, kalau begitu aku akan memasak sup untuknya.. Aku tutup dulu telponnya ya... Bye "


Sambungan telepon pun terputus, So Yun segera menidurkan Ansel dan bergegas ke dapur untuk memasakkan sup untuk dibawanya nanti menjenguk Art-nya itu.


...★★★★...


Setibanya di rumah rupanya So Yun sudah siap dan menunggu kedatangannya.


"Sayang Sudah siap? " tanya David yang baru keluar dari mobil.


"He'em " jawab So Yun menganggukkan kepala.


"Ayo berangkat sekarang "


Tanpa berlama-lama mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan menuju rumah sakit tempat dimana Bibi Zhu dirawat.


Senyum ceria terlihat disudut bibir wanita disebelah David yang menggambarkan sebuah kebahagiaan.


Setelah 20 menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan langsung menuju ke ruang rawat bibi Zhu setelah bertanya dengan pihak resepsionis.


Setelah mengetuk pintu mereka berdua pun masuk ke dalam ruang perawatan tersebut dan disana ternyata ada anak perempuan dari bibi Zhu.

__ADS_1


"Bibi Zhu..." panggil So Yun dengan nada yang sangat pelan.


"Tuan muda, Nyonya... " kata bibi Zhu berusaha menunduk memberi hormat namun ditahan oleh tangan So Yun.


"Sudah bi jangan begitu, kami datang kemari untuk melihat keadaan bibi.. Bagaimana kondisi bibi sekarang? " tanya So Yun.


"Saya sudah baikan nyonya, dan kata dokter 2 atau 3 hari lagi diperbolehkan pulang " jawab bibi Zhu.


"Syukurlah kalau begitu, oh iya bi setelah ini jangan masuk dulu bekerja, pastikan kondisi bibi sehat dulu baru boleh kembali bekerja dirumah " sahut David.


"Tapi tuan saya sudah sembuh dan saya tidak mau berada disini lama-lama. Lagi pula gaji saya mana cukup untuk membayar tagihan rumah sakit ini " Bibi Zhu merasa tak enak.


"Masalah biaya tidak usah dipikirkan, semua sudah menjadi tanggung jawabku bi. Aku juga sangat berterima kasih, karena jika tidak ada bibi entah apa yang akan terjadi pada istriku ini " jawab David sambil menatap So Yun.


"Iya bi, setelah ini istirahat saja dulu nanti setelah bibi benar-benar sehat silahkan datang kerumah.. " kata So Yun menggenggam tangan bibi zhu.


"Terima kasih nyonya dan tuan sangat berbaik hati pada saya "


"Ya sudah bi ini aku bawakan sup untuk bibi, makanlah selagi hangat.." So Yun menyerahkan wadah yang ia bawa tadi.


So Yun menyuapi Bibi Zhu dengan tangannya sendiri, karena bagi So Yun tidak ada batasan antara pembantu dan majikan. Dia selalu memperlakukan bawahannya layaknya seorang teman. Sambil menyuapi sesekali So Yun juga tampak mengobrol dengan anak bibi Zhu.


David Riichard




So Yun




.


.

__ADS_1


**Jangan lupa Like, Komen dan juga Vote ya guys.. Bantu author buat meningkatkan karyanya.. Karena komentar kian tu sangat berarti buat aku..


Happy Reading😊**


__ADS_2