
Cia elah judulnya dah kayak lagu aja deh ah..
Jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta..
Wah malah nyanyi nih author.. Hehe maaf yak..
.
.
.
2 Hari sudah So Yun dirawat dirumah sakit, kini ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kondisi So Yun cepat pulih karena David selalu menjaganya, semoga saja kedepannya tak ada perubahan dari sikap David.
Mereka pulang naik mobil David, Mama menggendong cucunya yang lucu itu, sementara So Yun ya jelas saja digendong dengan suaminya. Saat dalam perjalanan menuju kerumah, tidak ada satu mulut pun terbuka kecuali mama yang asik mengajak ngobrol cucu barunya itu.
Sesampainya dirumah mereka disambut oleh kakak dan istrinya, kedua orang itu sudah menunggu didepan pintu.
"Hai keponakan tante yang ganteng udah pulang ya.. Sini sini.." sambut Istri kak Joon itu.
"Kamu! Stop disitu aku mau bicara " kata kak Joon dengan tatapan tajam kearah David.
David tak dapat menolak, ia langsung menghentikan langkahnya saat itu juga. So Yun yang takut akan jadi keributan diantara mereka pun memutuskan untuk menunggu didekat pintu.
"Kemana saja kamu selama ini hah? Kenapa kamu baru muncul sekarang? Apa benar kamu memelihara wanita di Amerika " tanya Kak Joon sambil menarik kerah baju David.
"Itu tidak benar kak, semua bisa aku jelaskan. Kita bicarakan ini baik-baik " kata David menenangkan kakak iparnya itu.
"Sudah terlambat! Rasakan ini.. " Joon emosi dan akan memukul wajah David namun.....
"Hentikan kak! " teriak So Yun yang muncul dari arah pintu.
"Kenapa kamu masih belain dia, dia tu udah nggak peduli lagi sama kamu dek " tegas kak Joon.
"Yang dikatakan David ada benarnya, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Lagi pula ini adalah masalah rumah tanggaku kak, biarkan aku yang menyelesaikannya sendiri " sahut So Yun.
__ADS_1
"Baik kalau begitu cepat selesaikan persoalan ini, aku tidak mau keponakanku punya seorang ayah yang tidak baik! " kata Joon berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan suami istri itu berdua saja.
"Kamu sebaiknya ikut aku, kita harus bicara " kata So Yun berjalan kearah taman didekat rumahnya.
So Yun duduk dibangku taman diikuti oleh David yang juga duduk disebelahnya.
"Aku tidak ingin berdebat denganmu hari ini, aku hanya minta padamu untuk jujur dan jelaskan semuanya. " ucap So Yun.
"Baiklah, sebenarnya saat kamu memutuskan untuk pulang kesini pada saat itu memang Liora masih berada dirumah. Semenjak kamu tidak ada aku selalu menjaga jarak dengannya " jawab David.
"Lalu kenapa kamu tidak seharipun menyempatkan waktu untuk menanyakan kabar ataupun mengunjungiku disini? " tanya So Yun
"Aku minta maaf padamu, saat itu memang ada masalah di perusahaan Aan yang tidak bisa aku tinggalkan sehingga aku memerlukan waktu 2 bulan untuk menyelesaikannya, dan dua bulan kemudian barulah aku memutuskan untuk kembali ke sini. Aku ingin sekali menjenguk mu tapi aku merasa kamu benar-benar kecewa padaku. Jadi aku hanya bisa memantaumu dari kejauhan.. Maafkan aku "
"Dan sekarang apa Liora masih ada dirumahmu? " tanya So Yun lagi.
"Dua hari yang lalu para pelayan bilang Liora telah pergi meninggalkan rumah dan membawa semua kopernya " jawab David.
Suasana hening seketika tak ada jawaban dari bibir So Yun.
Dia tak tahu harus bagaiman namu So Yun memilih berdamai dengan hatinya.
"Baiklah aku memaafkan kamu, tapi soal papa dan kakak kamu sendiri yang harus menjelaskan kepada mereka! " kata So Yun.
"Terima kasih Yun, aku akan berusaha jelaskan masalah ini pada mereka aku tidak akan bersikap seperti itu lagi padamu " jawab David lega dan memeluk erat tubuh istrinya itu.
Setelah mereka berdua menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi akhirnya mereka masuk saling berpegangan tangan. Kakaknya yang melihat pun langsung bertanya.
"Gimana masalahnya, udah kelar? " tanya Joon.
"Udah kak nanti tinggal dijelasin ke papa aja " jawab So Yun
"Baguslah kalo gitu, inget ya kalau sampai terjadi apa-apa dengan So Yun dan anaknya aku nggak akan lepasin kamu! " kata Joon memeberi peringatan.
"Joon, udah donk jangan marah-marah gitu. Kan David sama Yunyun juga udah baikan. Jadi ya udah lupain aja ya.." kata mama.
__ADS_1
Mereka pun kembali sibuk dua bayi kecil yang ada dirumah itu, tangisan mereka bagai berlomba-lomba memenuhi seisi ruangan. Satu anak So Yun dan satunya lagi anak kak Joon. Mamanya sangat bahagia ketika memiliki dua cucu yang akan tumbuh bersama.
So Yun berdiri dan hendak menuju kamar, David sebagai suami yang sigap pun langsung membopongnya. Tapi karena tak tega melihat istrinya sedikit meringis ia pun langsung menggendongnya.
"Baru juga baikan, udah main gendong-gendong aja " celetuk Joon meledek mereka.
So Yun tersipu malu menutupi wajahnya yang pucat itu, tapi David malah tersenyum melihat istrinya yang tersipu itu. Sampai didalam kamar David menurunkan istrinya tepat diatas ranjang.
"Udah aku bisa sendiri, turunin disini aja " kata So Yun meronta.
"udah kamu diem aja disini biar aku yang lakukan. Kamu mau apa? " tanya David merapikan tempat tidur So Yun.
"Aku mau minum " jawab So Yun.
David tersenyum dan menuang air kedalam gelas yang terletak diatas meja. Tapi yang mengejutkan adalah David meminum air tersebut dan menyodorkan langsung ke mulut So Yun.
So Yun terperanjat dan sedikit melakukan penolakan, namun David tak menggubrisnya dan malah semakin erat merangkul tubuh mungilnya itu. Bagi David ini adalah kesempatan karena sudah lama sekali menahan kerinduan pada sang istri.
"Udah cukup, aku belum mandi lho " bisik So Yun.
"Emang kalo udah mandi udah bisa digituin? " goda David.
"Digituin apa? Jangan macem-macem kamu! " sahut So Yun melotot.
David merasa geregetan melihat wajah imut sang istri membuatnya ingin terus mencium bibirnya yang tipis itu. Sungguh kerinduang yang sangat besar dalam hatinya, namun sayang nya mereka tak bisa melakukan apapun. Karena So Yun masih dalam keadaan nifas. Jadi hanya dapat dilampiaskan dengan cara saling peluk dan cium..
*Duh kesian banget ya mereka (author)
"Udah udah aku mau istirahat, kamu jangan gangguin aku. Sana kamu nya asuh anak kita sana " kata So Yun.
"Tapi aku kan masih kangen, masih pengen peluk kamu sayang " kata David manja.
"Nggak boleh, percuma juga kamu disini kita nggak bisa ngapa-ngapain. Udah ah sana " kata So Yun mendorong tubuh David.
Dengan terpaksa David menuruti perkataan istrinya itu, ia langsung keluar dari kamar membiarkan So Yun beristirahat..
__ADS_1