So Yun

So Yun
Maaf


__ADS_3

"Maksud perkataanmu barusan apa? Kejahatan apa? " tanya So Yun.


"Nanti akan aku jelaskan padamu, sekarang kita pulang saja dulu dan tenangkan dirimu " jawab David.


So Yun tak lagi bertanya pada David, ia memilih diam dan mengelus putranya meskipun hatinya masih teringat perkataan David tadi.


Sesampainya dirumah seluruh keluarga telah berkumpul menyambut kedatangan mereka dengan wajah cemas.


"Sayang, gimana keadaan cucu Mama? " tanya Mama Mary saat So Yun turun dari mobil.


"Ansel baik-baik saja ma, untunglah David datang tepat waktu " So Yun menyerahkan Ansel pada mamanya dan dia dibopong oleh kak Yuni untuk masuk ke dalam rumah karena kondisi tubuhnya yang masih syock membuatnya menjadi lemas.


Sementara David masih berada diteras bersama Papa dan kakak So Yun.


"Pa, sekarang kejahatan Liora telah berhasil ku ungkap. Apa ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu So Yun? " David memulai percakapannya.


"Untuk saat ini jangan dulu, sebab So Yun sepertinya masih syock atas kejadian tadi. Lebih baik kamu cari waktu yang tepat agar kalian bisa leluasa ngobrol berdua " saran Tuan Jian.


"Baik pa, aku akan memikirkan hal itu " sahut David.


Setelah selesai berbincang dengan Tuan Jian, David menemui So Yun yang kini sedang berada dikamarnya.


"Apa aku boleh masuk? " tanya David sesaat setelah mengetuk pintu kamar.


"Ya masuklah! "


David masuk setelah mendengar jawaban dari So Yun yang mengizinkannya untuk masuk.


"Bagaimana kondisimu sekarang? Masih syock? " tanya David yang duduk di tepi ranjang milik So Yun.


"Ya sudah mendingan sekarang. Terima kasih kamu sudah menyelamatkan Ansel tadi " jawab So Yun.


"Tidak perlu berterima kasih, itu sudah kewajibanku untuk melindungi keluargaku " kata David memegang tangan So Yun.


"Oh iya maksud perkataanmu saat dimobil tadi apa ya? Katanya mau jelasin ke aku " tanya So Yun.

__ADS_1


"Sekarang bukan waktu yang tepat, pulihkan saja dulu kondisi tubuhmu. Dan juga aku berencana mengajakmu dan Ansel untuk berlibur mengunjungi kakek minggu depan. Apa kamu tidak keberatan? " kata David.


"Oke kebetulan aku juga sangat merindukan kakek, jadi minggu depan kita akan pergi ke Amerika " jawab So Yun bersemangat.


"Ya sudah sekarang istirahatlah dulu, aku akan turun dan mengobrol bersama papa " David pamit dan tak lupa mengecup punggung tangan So Yun.


Ada apa dengannya? Kenapa dia bertingkah seperti itu? Ini sungguh aneh, pasti ada yang dia sembunyikan dariku. Tapi apa? So Yun terus berkutat dengan pemikirannya saat itu.


.


.


.


1 Minggu berlalu kini kondisi So Yun sudah kembali fit dan telah melupakan kejadian yang begitu memilukan itu. Sekarang ia bersiap-siap akan berangkat ke Amerika bersama David.


Ini adalah liburan pertamanya bersama dengan putranya sekaligus mengunjungi kakeknya David.


"Kamu udah siap Yun? " tanya David.


Mereka pun berpamitan dengan kedua orang tua So Yun dan berangkat menuju bandara untuk menaiki pesawat menuju ke Amerika.


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya sekarang mereka sudah tiba di Amerika. Lelah sekali dirasakan So Yun karena beberapa jam harus memangku anaknya. Sejak kejadian itu dia lebih sensitif seakan tak mau orang lain menyentuh anaknya.


"Kakek..." sapa So Yun.


"Kalian sudah datang? Kenapa tidak bilang kan kakek bisa jemput " kata Tuan Richard.


"Sengaja kek, biar jadi surprise gitu buat kakek " sahut David.


"Tapi ngapain kalian kesini, bukannya kalian lebih betah berada disana dibanding menjenguk pria tua sepertiku " Tuan Richard sedikit merajuk kepada cucunya itu.


"Kami kesini mau ajak cicit kakek menjenguk kakek buyutnya, kakek jangan ngambek dong " kata So Yun mendekatkan Ansel pada kakeknya tersebut.


Tuan Richard sangat senang dengan kedatangan mereka apalagi membawa cicit yang sudah lama ia nantikan itu. Ya walaupun tadi sedikit ngambek tapi sekarang mood nya jadi bagus lagi setelah melihat Ansel.

__ADS_1


Keesokan harinya David berencana mengajak So Yun untu membicarakan sesuatu, Ansel akan diurus oleh Asisten David dan ada tuan Richard yang akan momong. Jadi mereka berdua bisa leluasa untuk berbicara. David mengajak So Yun ke tempat dimana ia dulu pernah melamar So Yun.


"Kenapa kau membawaku ke tempat ini? " So Yun tampak heran saat berada di taman tersebut.


"Karena disinilah aku menemukan cinta pertamaku, dan sekarang aku mengajaknya lagi ke tempat ini " jawab David.


"Sudahlah jika kamu membawaku kesini hanya untuk bicara omong kosong lebih baik kita pulang sekarang " kata So Yun berbalik badan menuju mobil.


"Tunggu Yun, ada hal yang mau aku bicarakan padamu " ucap David menghentikan langkah So Yun.


"Jika kita belum berpisah, apakah kamu bersedia mengulang semuanya dari awal? " tanya David.


So Yun mengernyitkan dahinya seakan tak mengerti arah pembicaraan David.


"Aku mau kita kembali bahagia seperti dulu, aku mau menata ulang masa depan kita bersama Ansel, beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki segalanya " David mencoba menjelaskan secara perlahan.


"Sudahlah David berbicara seperti ini tidak akan ada gunanya. Kenyataan yang sebenarnya adalah kita sudah resmi berpisah dan kamu sendiri sudah menandatanganinya! " sahut So Yun.


"Aku minta maaf padamu sebelumnya, karena selama ini kita belum berpisah dan kamu masih sah sebagai istriku. Dan surat dari pengadilan itu semua palsu. "


Deg...


Hati So Yun bak tersambar oleh petir setelah mendengar penuturan dari David barusan.


"Apa maksudmu? Kamu.. Kamu memalsukan surat dari pengadilan? Lalu kenapa kamu tinggal bersama Liora selama ini? Apa maksud dan tujuanmu David " kata So Yun meledak-ledak.


"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku tidak ingin berpisah denganmu Yun. Saat itu aku sudah menjelaskan semua masalah pada orang tuamu, aku melakukannya karena aku berencana mengungkap semua kejahatan Liora. " jelas David.


"Tapi kenapa kamu melakukan itu? Kenapa kamu tidak jujur padaku dari awal? Dan semua keluargaku tahu jika kamu memalsukan perceraian kita? " tanya So Yun.


"Maafkan aku, ini semua adalah kesalahanku..." jawab David yang kini tengah berlutut dihadapan So Yun.


"Kamu jahat David, kalian semua tega membohongiku. Menutupi kebenaran ini dariku... " isak tangis pun pecah dari mata So Yun kini ia harus berusaha menenangkan hatinya kembali.


"Ada alasan kenapa aku tidak memberitahumu, apa kamu sadar bagaimana sikapmu terhadapku kemarin? Apa kamu pernah sedikitpun mendengarkan penjelasan dariku? Aku terpaksa menutupi kebenaran ini agar kamu tidak berada dalam bahaya karena aku tahu Liora akan berbuat nekat padamu Yun " David mencoba kembali menjelaskan.

__ADS_1


"Kalian benar-benar tega padaku, aku mau pulang sekarang... Aku butuh waktu menenangkan pikiranku ini " kata So Yun menguatkan jiwa dan mentalnya rasanya seperti mimpi harus menerima semua kenyataan yang dikatakan oleh David tersebut.


__ADS_2