
Satu bulan sudah So Yun menjadi istri David, semua kewajibannya sebagai seorang istri telah ia lakukan dengan baik. Perasaannya terhadap sang suami semakin dalam membuatnya lupa akan segala kekalutan yang pernah ia rasakan. Harapan terbesarnya adalah kebahagiaan untuk keluarganya.
Pagi ini masih dirumah kakek belum ada rencana untuk pulang ke Cina karena David sedang mengurus masalah perusahaannya di Amerika. Rindu pada sang ibu? Itu sudah pasti dirasakan oleh So Yun tetapi tugas suami membuatnya menahan kerinduan pada orang tuanya itu.
Saat sedang menyiapkan sarapan So Yun merasa sedikit pusing, mukanya terlihat sangat pucat dan tubuhnya sedikit kurang bertenaga. Tetapi ia tetap memaksakan diri demi melayani sang suami dan kakek mertuanya untuk sarapan.
"Nak kenapa mukamu kok pucet begitu? " tanya sang kakek.
"Nggak kenapa-kenapa kok kek, cuma tadi belum sempat dandan aja..hehe " jawab So Yun.
"Kamu sakit? Apa kita perlu ke dokter? " kata David memeriksa kening sang istri.
"Nggak apa-apa, aku nggak sakit kok beneran deh.." kata So Yun.
Akhirnya David mengalah dan memilih untuk tidak berdebat dengan So Yun. Karena ia sudah tahu jika So Yun paling anti jika diajak ke dokter.
......................................
Saat David dan kakek sudah berangkat ke kantor So Yun merasa lapar dan mengambil sepiring nasi untuk dimakannya. Tapi saat satu suapan masuk kemulutnya tiba-tiba ia merasa mual.
"Huueekkk...huueekkk...uemm..." So Yun muntah-muntah.
"Nyonya kenapa? Kalau sakit biar saya telpon tuan muda ya sekarang " kata kata Bibi Zhu.
"Ah tidak usah bi, nanti malah merepotkan dia. Lagi pula aku hanya perlu istirahat sebentar saja pasti langsung baikan.." kata So Yun.
"Ya sudah nyonya duduk saja dulu, saya ambilkan air hangat untuk nyonya " kata Bibi Zu.
5 menit kemudian....
"Nyonya ini air hangatnya diminum dulu, biar nggak mual lagi.. Eh nyonya merasa mual? " kata Bibi Zhu tersadar.
"Iya Bi, aku merasa mual sejak pagi tadi. Waktu aku makan malah muntah " jawab So Yun.
"Jangan-jangan nyonya..." kata Bibi Zhu dengan ekspresi sedikit tak percaya.
"Aku kenapa Bi? Jangan bikin takut deh.." kata So Yun.
Bibi Zhu berlari meninggalkan So Yun tapi tak lama kemudian ia kembali dan membawa sesuatu untuk diberikan pada So Yun.
"Ini nyonya coba pakai, mumpung masih pagi pasti lebih akurat.." kata Bibi Zhu menyodorkan sebuah testpack.
"Ini benda apa Bi? " tanya So Yun polos membuat sang asisten tertawa.
__ADS_1
Eh kenapa Bibi Zhu malah ketawa? Apa aku salah memberi pertanyaan?. begitu gumamnya dalam hati.
"Ya ampun nyonya beneran nggak tahu? " tanya Bibi Zhu sambil tertawa, So Yun mengangguk menanggapi pertanyaan Bibi Zhu barusan.
"Ini namanya testpack non, ini adalah alat test kehamilan. Coba deh nyonya pake biar tahu gitu.." jelas sang Bibi.
"Cara pakenya gimana ya Bi? " tanya So Yun lagi membuat Bibi Zhu makin tertawa.
"Ya ampun nyonya ternyata benar-benar polos ya, ini kan ada cara pakainya tinggal nyonya ikutin aja.. Ayo non buruan dipake dah nggak sabar bibi pengen lihat hasilnya.." kata Bibi Zhu.
So Yun masuk kedalam kamar mandi dan membaca cara pakai alat test itu terlebih dahulu. Lalu 5 menit kemudian ia keluar...
"Bagaimana hasilnya non? " tanya Bibi Zhu penasaran.
"I-ini coba Bibi lihat deh, aku masih nggak ngerti.." kata So Yun memberikan alat test tersebut.
"Ya ampun nyonya, selamat... Akhirnya tuan muda akan menjadi seorang ayah dan tuan akan menjadi seorang kakek..." kata Bibi Zhu bersemangat.
"Mak..maksud Bibi apa ya? " tanya So Yun yang masih merasa kebingungan.
"Ini lho nyonya ternyata positif Hamil.. Ini garisnya ada dua berarti nyonya sedang hamil.. Waaah selamat nyonya.." kata Bibi Zhu.
"Sungguh? Aku beneran hamil Bi? " tanya So Yun masih tak percaya.
"Biar lebih jelas nanti nyonya periksa aja ke dokter kandungan ditemani sama tuan muda.." ucap sang Bibi
" Iya betul juga itu bi, eh tapi jangan beri tahu dia dulu ya bi. Biar nanti aku yang kasih kejutan untuk dia " kata So Yun.
So Yun sangat senang karena hari ini tepat 1 bulan pernikahannya ia diberi kejutan yang begitu spesial oleh Tuhan, sehingga membuatnya ingin memberi kejutan pada sang suami ketika ia pulang nanti.
.................................................................
Kamar sudah ia hias sebagus mungkin, sebuah kue telah tersedia dimeja yang berhadapan dengan jendela, hari ini setelah tahu ia hamil So Yun langsung mengajak Bibi Zhu dan pelayan lain untuk menghias kamarnya memberi kejutan untuk suaminya..
Saat David pulang So Yun menyambutnya didepan pintu, ternyata kakek tidak pulang bersamanya karena harus menghadiri sebuah perjamuan. Senyum manis dikembangkan oleh So Yun, David yang melihat sang istri yang tampak begitu cantik didepan pintu merasa seakan lelahnya hilang.
"Sudah pulang? Sini aku bantu bawakan tasmu " kata So Yun menyambut tas sang suami.
David mengernyit heran, tak biasanya istrinya bertingkah seperti ini.
"Ada apa? Kelihatannya kamu berbeda hari ini " tanya David.
"Tidak apa-apa ini kan sudah jadi bagian dari tugasku sebagai seorang istri.." jawab So Yun
__ADS_1
Mereka berdua menuju kekamar dan saat memasuki kamar David dibuat terkejut oleh dekorasi kamar yang sangat indah itu..
"Selamat hari pernikahan sayang.. Eeemmuuaacch.." sebuah kecupan mendarat dipipi David.
David masih terbengong, sedikit terkejut tetapi juga terharu sih..
"Ayo kesini dulu, nanti saja mandinya. Ada hal yang mau aku kasih ke kamu " kata So Yun menarik tangan sang suami..
David mengikuti langkah So Yun, ia berpikir So Yun akan memberi jatah padanya. Tapi saat berjalan melewati ranjang David terhenti.
"Kemana sih yang? Ini ranjangnya lho.." kata David.
"Dih apaan sih kamu, emang kamu pikir aku mau kasih itu? Ya enggak lah.. Ayo sini.." kata So Yun kembali menarik tangan suaminya.
"Duduk sini ya, aku ambilin dulu kadonya.." kata So Yun
"Apa ini? " tanya David.
"Buka aja " So Yun menyuruh sang suami agar membuka kotak kecil yang baru ia berikan itu. Saat melihat isi dalamnya David langsung berdiri dan berlutut dihadapan So Yun.
"Kamu Hamil? Beneran kamu Hamil? Aku akan jadi seorang ayah? " tanya David seakan tak percaya.
"Iya sayang, selamat kamu akan menjadi seorang Ayah..." jawab So Yun..
David begitu terharu mendengar jawaban dari So Yun, seakan tak percaya bahwa hari ini ia akan diberi kejutan yang begitu istimewa dari sang Istri...
.
.
Hai para readersku... Gimana kabarnya? Heheh
Sejauh ini gimana menurut pendapat kalian tentang Novelku?
Kalau ada yang kurang mohon dikomentarin ya, supaya author bisa memperbaiki penulisannya..
Kehadiran kalian sangat berarti buatku..
Trima kasih🙏🙏🥰🥰🥰
Liora
__ADS_1