
"Hallo Far, kamu dimana? "
"Aku dirumah nih ada apa Yun? " sahut Farah dari seberang telpon.
"Bisa minta tolong kesini nggak bantu jagain Ansel soalnya perut aku keram terus ni dari tadi " So Yun berbicara sambil meringis.
"Ya udah ya udah aku kesana sekarang kamu tunggu ya!! "
Farah dengan segera mengambil tas dan kunci mobil bergegas pergi kerumah sahabatnya itu.
Sesampainya dirumah So Yun, Farah pun memencet bel dan mengetuk pintu berulang kali namu tidak ada yang membukakan pintu akhirnya ia memutuskan untuk segera masuk karena khawatir terjadi hal buruk sama sahabatnya itu.
"Ya ampun Yun, kamu kenapa? Aku bawa kerumah sakit aja ya takutnya ada apa-apa sama kamu " Farah panik melihat So Yun terduduk sambil meringis diatas sofa ruang keluarga.
"Nggak usah Far aku baik-baik saja ini cuma kram biasa kok, kamu tolong ambilin air hangat sama handuk ya buat ngompres perut aku. Soalnya para pelayan aku suruh libur semua hari ini " kata So Yun.
"Ya sudah tunggu sebentar aku ambilkan dulu " Farah bergegas menuju kamar mandi dan kembali membawa baskom berisi air hangat dan handuk kecil.
"Ini Yun sini biar aku bantuin "
"Nggak usah Far, mending kamu tolong lihat Ansel dikamar udah bangun apa belum biar aku kompres sendiri ya " ucap So Yun.
Farah pun bergegas menuju kamar Ansel dan benar ternyata anak sahabatnya itu sudah bangun dan bermain sendiri dikeranjang bayinya.
"Hallo ponakan aunty, udah bangun ya sayang? Ayo kita ke bawah susul mama " Farah menggendong Ansel dan mengajaknya turun menemui So Yun diruang keluarga.
" Yun, kamu benar-benar sendirian dirumah? " tanya Farah sesaat setelah sampai diruang keluarga.
"Iya tadinya aku sehat-sehat aja makanya seluruh ART aku suruh libir semua, tapi entah kenapa tiba-tiba perutku jadi kram gini " jawab So Yun.
"Lain kali kamu jangan suruh libur semua, kalau terjadi kayak gini lagi kan bisa gawat. Kamu tahu sendiri kan punya suami kayak apa kalau marah nanti yang ada pelayan kamu yang dipecat " Farah memberi saran pada So Yun sambil terus bermain dengan Ansel.
__ADS_1
"Iya deh iya, ngomong-ngomong makasih banget ya udah mau dateng bantuin aku.. Kamu tu emang sahabat aku paling baik deh "
"Iya sama-sama, lagian aku juga seneng kok main sana ponakan gantengku satu ini " kata Farah mencium pipi Ansel gemas.
Satu jam kemudian pintu depan terbuka dan ternyata itu adalah David dan juga Hensen.
"Sayang, ada apa dengan perut kamu? " tanya David yang melihat istrinya sedang mengompres perut.
"Nggak ada apa-apa kok sayang cuma sedikit kram aja tadi, untungnya ada Farah " jawab So Yun.
"Farah terima kasih ya sudah membantu So Yun, aku nggak tahu lagi harus gimana bales jasa kamu " kata David.
"Udah santai aja, lagi pula dia iti bukan cuma sahabat tapi juga saudara aku. Jadi aku ikhlas kok bantuin dia "
Saat Farah berbicara dengan David dan juga So Yun, mata Hensen tak berhenti menatap Farah. Diam-diam Hensen mulai tertarik dengan sahabat dari kakak iparnya itu. So Yun yang melihat tatapan Hensen pada Farah langsung menyikut perut suaminya dan memberi kode melalui pandangan mata.
David yang mendapat kode mulai mengerti bahwa ada yang sedang jatuh cinta dihadapan mereka.
"Memangnya kenapa bertanya seperti itu, jangan bilang kamu naksir aku ya? " kata Farah meledek David.
"Enak aja kamu ngomong, hati aku cuma buat istriku seorang lah " jawa David dengan nada sewot.
"Ahahaha bercanda kali..." kata Farah tergelak, So Yun yang melihat pun ikut tertawa.
"Jadi gimana kamu udah punya pacar atau belum ?? " tanya David lagi.
"Aku nggak ada waktu buat mikirin pacar, lagian pacaran cuma bikin sakit hati doang ujung-ujungnya juga nggak akan diseriusin " sahut Farah.
"Tapi kalau ada yang mau ajak serius memangnya kamu mau? " celetuk Hensen membuat ketiga orang itu menatapnya.
"Ya kalau itu sih tergantung dia bisa terima kondisi aku apa nggak.. Aku juga nggak mau asal pilih suami, bagi aku pernikahan itu cukup sekali seumur hidup " Farah menanggapi celetukan Hensen.
__ADS_1
"Tuh Hen, dengerin kata Farah..." kata David meledek sahabatnya itu.
"Hei hei kok jadi aku sih..."
"Ya habisnya kamu dari tadi merhatiin Farah terus sih sampe nggak ngedip gitu " tambah So Yun.
Farah menoleh kearah Hensen dan mengangkat alisnya keatas seolah bertanya kebenarannya. Sedangkan Hensen hanya tersenyum manis yang membuat jantung Farah bertalu-talu hampir copot. Rona merah terpancar dari pipi keduanya.
Selama ini mereka berdua adalah orang kepercayaan David di kantor, Hensen bertugas membantu mengatur semua kegiatan David di kantor, sementara Farah menggantikan posisi So Yun sebagai sekretarisnya juga bertugas mengusir perempuan-perempian genit yang mencoba menggoda suami sahabatnya itu.
Hensen memang sudah lama memlerhatikan Farah, tetapi ia hampir tidak sempat mengutarakan isi hatinya karena kesibukan begitu pun dengan Farah yang diam-diam juga memperhatikan Asisten kepercayaan David itu.
"Udahlah dari pada kalian repot nyari pasangan yang nggak pasti, lebih baik kalian saling dekat satu sama lain aja. Kita berdua merestui kok " kata So Yun menggoda kedua sejoli yang tampak malu-malu itu.
"Apaan sih Yun jangan sembarangan deh " sahut Farah.
"Iya kak, lagi pula belum tentu Farah mau sama orang jelek seperti aku " sahut Hensen.
"Kalian jangan malu-malu seperti itu, apa salahnya mencoba dan kami juga lihat kalau kalian berdua itu akan serasi jika menjadi pasangan " tambah David membuat Farah hampir kehilangan muka karena malu.
"Jadi gimana nih Farah, kamu siap kalau aku ajak nikah? " ucap Hensen lagi.
"Nikah? Kamu nggak salah, apa nggak terlalu cepat ya? " tanya Farah terkejut mendengar penuturan Hensen barusan.
"Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu nggak mau pacaran, ya udah sekalian aja aku ajak nikah kamunya " kali ini Hensen bicara dengan nada serius.
Farah terbelalak mendengar ucapan Hensen barusan, rasanya ia seperti mimpi mendengar kata-kata itu. Walaupun hatinya merasa senang tetapi ia takut jika Hensen tidak mau menerima keadaannya yang sudah tidak perawan lagi gara-gara kejadian beberapa tahun silam. Sungguh rasa takut itu selalu muncul jika ia ingin berniat serius pada seorang laki-laki yang dekat padanya.
"Tenang aja Farah, kamu nggak harus jawab sekarang kok.. Aku siap nunggu jawaban kamu sampai kamu sudah memikirkannya matang-matang " kata Hensen lagi.
David dan So Yun pun hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya itu, mereka berharap semoga Farah menerima lamaran Hensen dan saling membuka hati.
__ADS_1