
Hari ini adalah jadwal So Yun untuk kontrol ke dokter kandungan, rencananya David akan mengantar So Yun. Tapi Liora lagi lagi membuat drama yang begitu membuat hati So Yun jengkel.
"Sayang hari ini aku antar kamu ke dokter ya " David memulai pembicaraan saat sarapan.
"Kalau kamu sibuk mending tidak usah, takutnya mengganggu waktumu bekerja " jawab So Yun.
"Kak aku boleh ikut kan ke rumah sakit, soalnya aku juga mau nemuin dokter juga. Jadi ku pikir bareng aja sekalian.. Boleh kan? " kata Liora.
Ini bocah kenapa ikut-ikutan sih, ganggu aja
"Baiklah kau boleh ikut bersama kami " kata David.
Selesai sarapan akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam mobil yang sama menuju rumah sakit.
Dengan muka ditekuk So Yun masuk ke rumah sakit menuju ke ruangan dokter kandungan, namusn saat tengah asik berjalan tiba-tiba Liora tertabrak orang perawat yang sedang membawa pasien.
"Aduh...aww sakit sekali " Liora meringis kesakitan entah itu disengaja atau tidak tapi kali ini dia terduduk dilantai.
"Liora, kamu tidak apa-apa kan? Kenapa bisa tertabrak gini sih? " kata David menghampiri Liora.
"Tidak apa-apa kak aku yang kurang hati-hati " kata Liora.
So Yun yang geram melihat drama itu pun berkata "kenapa nggak patah sekalian tuh kaki " ketus So Yun
"Sayang, kenapa bicara nya kasar seperti itu sih.. Aku antar Liora periksa dulu, kamu duluan aja temui dokternya " kata David yang saat itu langsung menggendong Liora dan meninggalkan So Yun sendirian.
Sungguh hancur hati So Yun saat itu, suaminya lebih peduli dengan wanita lain dibanding dengan istrinya sendiri. Padahal So Yun tengah mengandung anaknya.
Setelah selesai melakukan kontrol rutin dengan dokter kandungan, So Yun menunggu di lobby rumah sakit tetapi David tak kunjung muncul Akhirnya dia pun memutuskan untuk pulang menggunakan taksi.
__ADS_1
Saat So Yun tiba dirumah hal mengejutkan pun terjadi, matanya membulat seketika ia melihat suaminya sudah berada di rumah dan posisinya saat ini sedang mengoleskan obat pada kaki Liora.
David tak menyadari kedatangan istrinya namun tidak dengan Liora. So Yun merasa semakin sakit ketika Liora dengan sengaja meringis dan membuat posisi mereka semakin dekat.
"Apa apaan ini? Apa yang sedang terjadi disini? " kata So Yun yang mulai marah.
"Sayang kamu udah pulang, maaf tadi..." belum selesai David berbicara namun sudah dipotong oleh So Yun.
" Aku nungguin kamu di rumah sakit udah 1 jam tapi kamu tidak muncul, enggak tahunya kamu di sini sedang asyik berduaan dengan wanita ini! aku ini istri kamu yang seharusnya kamu peduliin bukan dia! " kata So Yun dengan emosi yang meledak-ledak.
"Kamu tuh ngomong apa sih, aku cuma ngobatin kaki Liora itu aja nggak lebih. Kamu jangan kelewatan ya " sahut David.
"Oh begitu, Apakah sekarang orang luar lebih penting daripada istrimu sendiri sehingga kamu tega meninggalkan aku di rumah sakit sendirian menunggu berjam-jam bahkan pulang naik taksi? " ucap So Yun dengan suara bergetar.
"So Yun! " David dan mengangkat tangan hampir memukul istrinya itu.
"Maafkan aku..." kata David lirih.
" Sudah cukup sekarang aku tahu mana yang lebih penting bagi dirimu. Untuk sementara waktu aku akan kembali ke rumah orang tuaku dan di luar kan aku menenangkan diri sampai aku melahirkan anak ini " kata So Yun.
"Tidak kamu tidak boleh pergi, aku minta maaf sungguh..." kata David menarik tangan So Yun.
So Yun yang terlanjur kecewa hatinya tak menghiraukan ucapan-ucapan yang dikatakan oleh David saat itu. Dia pun pergi meninggalkan David yang kini tengah terduduk melihat kepergiannya.
So Yun memutuskam untuk kembali ke Cina sampai ia melahirkan. Rasanya sudah tak sanggup menahan rasa kecewa yang dibuat oleh suaminya berulang kali.
Suami yang seharusnya ada dipihaknya kini seakan tak peka akan perasaan istrinya. Pilu dirasakan So Yun kini ia hanya bisa memendam perasaan kecewanya menahan tangis dalam diam.
So Yun mengunci pintu kamar sambil membereskan baju-bajunya, sementara David masih terduduk dilantai bawah seakan tak percaya apa yang baru saja ia perbuat. Sungguh malang nasibku" begitulah gumam So Yun.
__ADS_1
So Yun Pov
Selesai berkemas, aku langsung membuka pintu dan turun kebawah. Kulihat suamiku masih tak beranjak dari tempat ia duduk, sementara wanita itu terlihat senang melihat rumah tangga kami seperti ini. Bukan aku yang ingin mengalah, tapi aku hanya ingin memberi pelajaran pada suamiku mana yang lebih berarti baginya. Kuharap dengan kepergianku ini bisa membuat suamiku sadar.
"Mau kemana bawa koper? " tanya Suamiku.
Aku tak menjawab pertanyaannya karena sebelum aku masuk ke dalam kamar aku sudah katakan bahwa ingin pulang ke rumah orang tuaku.
"Kak So Yun jangan pergi, maaf ini salahku membuat kalian berdua bertengkar seperti ini..Aw.." sahut Liora.
Wanita ini lagi lagi pintar sekali bersandiwara..
"Aku tidak pergi, aku hanya rindu dengan orang tuaku saja. Aku pergi juga hanya sebentar. " ketus ku.
Suamiku bangkit dan kemudian berlutut padaku memohon agar aku tidak pergi dari rumah.
"Maaf David, kali ini aku harus pergi sementara waktu untuk menenangkan pikiranku. Aku tidak bisa tinggal satu atap dengan wanita lain yang berusaha merebut suamiku. Beri aku waktu sampai aku melahirkan anak ini " kataku sebelum akhirnya melangkah keluar dari rumah itu.
Aku dibantu oleh sopir dan Bibi Zhu mengangkat barang-barangku, ya hanya mereka para pelayan yang peduli denganku. Sementara suamiku masih berkeras membela wanita itu. Andai saja kakek ada disini pasti wanita itu takkan di izinkan tinggal disini.
Sayangnya kakek pergi keluar negeri.
Aku tidak punya kekuatan apapun saat ini, melawan wanita itupun rasanya percuma. Aku hanya ingin menjaga anak yang ada dalam kandunganku, melahirkan anakku dengan tenang.
Hari itu juga aku segera berangkat menuju ke bandara dan langsung mencari tiket untuk pulang ke negeri asalku. Sudah lama sekali rasanya aku tidak pulang, rindu rasanya ingin bertemu dengan Papa, dan Mama dirumah...
Sabar ya nak kita akan bertemu sama kakek dan nenek, nanti kita akan tinggal disana untuk sementara. Kelak jika kamu sudah lahir ke dunia ini jadilah anak yang baik dan pintar. Ibu akan menyayangimu sepenuh hati...
Aku bicara pada anakku yang masih berada dalam perutku, walaupun tidak ada sahutan tapi aku senang karena mengansung seorang anak yang sangat aktif didalam perut ini..
__ADS_1