
Cast Pemeran
Ansel
Halo Uncle, Aunty... Aku Ansel, anak mama dan papa. Kita lagi liburan di Eropa lho, ganteng nggak aku? Hehe.
So Yun
Potret kebahagiaan So Yun yang sedang menikmati liburannya bersama keluarga kecilnya.
Gambar tersebut David yang memotretnya, tetapi David sendiri tidak mau di foto.
David
Setelah puas menikmati liburan mereka selama satu minggu, akhirjnya keluarga kecil itu pun memutuskan untuk kembali ke Amerika.
Malam itu So Yun sedang berkemas mempersiapkan kepulangan mereka besok.
"Sayang, masih sibuk ya? " tanya David yang memeluk So Yun dari belakang.
"Memangnya kenapa? Apa kamu sudah lapar? " sahur So Yun.
"Iya aku sangat lapar, aku ingin memakanmu.." bisik David sambil menciumi leher dan pundak So Yun.
"Duh nggak bisa.. Jangan sekarang ya aku lagi beresin ini " So Yun mencoba melepas dari kungkungan David namun gagal, tenaga David lebih kuat.
"Nanti aja lanjutin.. Aku lagi pengen " David membalikkan tubuh So Yun menghadapnya dan dengan gerakan cepat ia langsung mencium bibir mungil milik istrinya itu.
__ADS_1
"Sebentar.. Aku pindahin kopernya dulu " kata So Yun melepas ciuman David.
"Pakailah lingerie ini.. Aku ingin melihatmu memakai ini " David memberikan sebuah lingerie untuk dipakai So Yun.
"Apa ini.. Bahkan ini tidak bisa menutupi tubuhku " So Yun menampakkan ekspresi terkejut.
"Pakai saja.. Lagi pula itu kamu pakai saat bersamaku saja.. " David mendorong tubuh So Yun ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Apa-apaan sih ini.. Kapan dia membeli baju ini? Setahuku aku tidak pernah punya baju seperti ini.. Sangat tipis.." gumam So Yun dalam hati.
Tanpa berpikir panjang, akhirnya So Yun memakai lingerie pemberian David untuk menyenangkan hatinya. Tak berapa lama akhirnya So Yun keluar dari kamar mandi dengan malu dan canggung ia menutupi dadanya yang terekspose oleh baju yang tipis itu.
David tersenyum melihat istrinya yang malu-malu saat mendekat ke arah tempat tidur.
"Jangan ditutupi seperti itu, biarkan aku melihat kesempurnaan tubuhmu sayang " kata David mengalihkan tangan yang menutupi tubuh So Yun.
"Aku malu.. Bajunya terlalu tipis " kata So Yun lirih.
Tanpa berlama-lama David langsung menggendong tubuh istrinya itu dan meletakkannya diatas ranjang secara perlahan. Dia membuka kaosnya dan menaiki tubuh mungil So Yu, menjamah setiap inci lekuk tubuh wanitanya. David mencium bibir So Yun dengan lembut yang berubah menjadi ciuman panas.
So Yun membalas ciuman itu dan semakin memperdalam menyusuri setiap rongga mulut masing-masing.
David beralih keleher So Yun mencium dan memberi tanda merah disitu. Perlahan mulai membuka kain tipis yang tadi membalut tubuh indah milik istrinya dan menyusuri dua gundukan yang terasa lembut dan kenyal itu membuat So Yun mengeluarkan desahan kenikmatan. Suasana malam dingin kini berubah menjadi malam panas dan bergelora.
Gejolak nafsu semakin memburu dan memenuhi seisi kamar mereka. Namun ditengah permainan Ansel terbangun dan menangis membuat permainan panas itu terhenti sejenak.
"Stop stop.. Ansel nangis tuh.. " So Yun berusaha menghentikan gerakan David
"Biarin aja sebentar lagi nih tanggung.." David menolak dan melanjutkan gerakannya.
Dengan sisa tenaga yang tersisa So Yun mendorong tubuh David dan berlari ke arah ayunan Ansel. Merasa belum puas dengan servisan istrinya, David mengikuti So Yun dan melanjutkannya. Sedangkan So Yun dengan posisi tubuh menunduk memberi susu Ansel hanya bisa pasrah ketika diserang dari belakang.
Dia juga menikmati permainan yang dibuat oleh suaminya itu.
Setelah Ansel kembali tidur, David segera mengangkat tubuh So Yun kembali ke atas ranjang. Dia tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk istrinya itu melarikan diri.
So Yun merasa tubuhnya sangat lelah, tetapi ia tidak bisa menolak kemauan David. Dengan nafas yang hampir habis akhirnya mereka berdua mencapai puncak kepuasan.
Sebuah kecupan lembut mendarat dikening So Yun yang ternyata telah tidur karena kelelahan.
......**********......
Keesokan paginya David sudah rapi memakai kemeja dan sedang memangku Ansel, sementara So Yun terlihat menggeliat dan baru membuka mata.
"Selamat pagi Mama.." kata David mewakili putranya.
__ADS_1
"Pagi sayang.. Ansel udah mandi? " tanya So Yun
"Udah dong kita udah rapi, tinggal mama yang masih tidur.." sahut David lagi.
So Yun tersenyum melihat mereka dan segera bangkit untuk mandi. Tubuhnya yang semula terasa remuk kini sudah hilang terobati saat melihat kedua orang yang ia cintai.
"Kita berangkat ke bandara jam berapa? " tanya So Yun sambil mengeringkan rambut.
"Kapanpun kamu siap, kamunya aja baru selesai mandi kok " ledek David.
"Siapa suruh buat aku sampe lemas gitu.. " sahut So Yun tak kalah sewot.
"Ya deh iya maaf.. Kita berangkat setelah sarapan ya " David mencium kening istri cantiknya itu.
Selesai sarapan dan memasukkan koper kedalam taksi, sekarang mereka melaju ke bandara untuk pulang kembali ke Amerika.
Waktu liburan 1 minggu membuat pikiran mereka menjadi lebih fresh dan juga ada kebahagiaan baru yang tercipta diantara keluarga kecil itu.
Selama perjalanan kedua pasangan itu sangat terhibur dengan tingkah lucu Ansel yang terus berceloteh dengan bahasa bayinya. Bahkan anak itu terus tersenyum dan tertawa ketika ada orang yang melihat kegemasannya.
Ya iyalah aku senang, soalnya aku bakalan dapet adik.. Kan mama sama papa udah wik wik lagi semalem.. " begitulah kira-kira perwakilan kata hati Ansel.
Waktu penerbangan pun tiba, mereka segera menaiki pesawat menuju ke Amerika. Sebelum pulang, tuan Richard selalu menelpon karena sangat rindu dengan cicitnya yang menggemaskan itu. Mereka menaiki pesawat business class, David sengaja memesan pesawat yang hanya mereka bertiga yang menaikinya lebih tepatnya David secara khusus menyewa pesawat tersebut.
Beberapa jam perjalanan ditempuh, akhirnya mereka tiba juga di bandara Amerika. Sudah ada sopir pribadi yang setia menunggu kedatangan mereka.
"Sini aku aja yang gendong Ansel, kamu cukup gandeng tangan aku aja " kata David.
"Kamu yakin? Nanti kamu capek lho.." tanya So Yun.
"Iya sayang, lagi pula kan dari tadi kamu terus yang gendongnya pasti kamu yang lebih capek. Jadi sekarang tugas aku.. "
"Terima kasih ya sayang.. " So Yun memeluk lengan David dan mencium pipi tembam Ansel.
Namun dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka tanpa mereka sadari. Tatapan mata itu penuh dengan kebencian dan juga amarah.
Sepanjang perjalanan mereka menuju kerumah pun ada sebuah mobil yang mengikuti dari jarak jauh, mereka juga tidak menyadari hal tersebut karena sedang menikmati kebahagian keluarga kecil mereka.
.
.
Jangan lupa di like & komen ya.. Terus juga biar Author tambah semangat tolong bantu vote juga ya..
Terima kasih😊
__ADS_1