
Minggu, 23 Februari 2017
Hari ini adalah hari peresmian kantor cabang milik David. Semua tamu yang diundang sudah banyak yang datang acara peresmian tersebut Tentu saja sangat mewah dan meriah, hidangan sajian pun sudah lengkap dan tersusun rapi di atas meja.
Dirumah So Yun masih harus bersiap-siap untuk menghadiri pesta tersebut, papanya yang sudah siap menunggu gadisnya yang sedang berdandan di kamar.
" Yunyun Sudah selesai belum? Papa kamu sudah dari tadi nungguin kamu ini." Panggil mamanya.
" Iya Ma ini aku udah siap ntar lagi aku turun " jawab So Yun dari dalam kamar.
" Pa, nanti di sana sekalian saja carikan Kan jodoh untuk anak gadis kita itu " Kata mamanya.
" Papa juga berpikir seperti itu mah, Tapi anak itu bersikeras mau mencari pasangan sendiri. Papa juga tidak mau terlalu memaksanya" kata Jian menanggapi perkataan istrinya itu.
" Hayoo.. Papa sama Mama lagi ngomongin siapa tuh? " kata So Yun yang tiba-tiba muncul mengagetkan mereka berdua.
" Nggak kok, kita hanya bicara soal kantor " jawab mamanya ngeles.
" Mama jago banget cari alasan ya... " kata So Yun sambil menggelitik mamanya.
" Hahaha Yun hentikan Mama tidak tahan geli hahaha " ucap mamanya kegelian.
" Sudah sudah kalau kamu sudah siap Ayo kita berangkat. Nanti kita telat loh " kata Papanya melerai.
" Biarin aja telat, lagipula dia bukan siapa-siapa. Kenapa harus datang lebih awal? Mau telat atau enggak juga tidak ada urusannya dengan dia " Papa So Yun dengan muka kesal.
Kedua orang tuanya yang melihatnya pun hanya senyum-senyum dan saling lirik-lirikan melihat ekspresi wajah So Yun itu. Sadar dirinya sedang diperhatikan suyun langsung melihat kedua orang tuanya itu.
" Mama sama Papa ngapain senyum-senyum gitu? Ayo Pah kita berangkat katanya takut telat " kata So Yun dengan wajah merah.
Jian dan So Yun pun berangkat menuju Tempat pesta diselenggarakan. Di dalam mobil So Yun tampak gugup Papanya pun bertanya.
" Nak, apa kamu merasa gugup? "
" Ha gugup? Nggak kok Pah. aku hanya berpikir di sana pasti akan sangat ramai, Aku tidak suka menghadiri acara seperti ini " kata So Yun menjawab Papanya
" suka atau tidak kamu harus menghadiri acara-acara seperti ini karena sebentar lagi kamu akan sering menghadiri pesta. Kamu juga akan Jadi penerus perusahaan papa jadi kamu harus terbiasa." jelas Papanya.
__ADS_1
So Yun hanya mengangguk mendengar ucapan Papanya Itu.
Mereka pun akhirnya sampai di kantor cabang milik David. Suasananya sangat ramai banyak orang penting yang datang menghadiri pesta itu. So Yun mengikuti langkah kaki ayahnya masuk ke pesta tersebut.
" Tuan Jian. Ku pikir karena kesibukan Anda tidak akan datang kemari " siapa David sambil berjabat tangan dengan papa So Yun.
" Bagaimana mungkin saya tidak datang lagi pula Anda secara khusus datang mengundang saya " jawab Jian Papanya So Yun.
" Siapa gadis di sebelahmu itu? Kenapa tidak mengenalkannya padaku tuan Jian." tanya David seolah tidak mengenal So Yun.
Sial Kenapa orang ini bertanya seperti itu? Bahkan dia berpura-pura tidak mengenalku, tapi bagus deh kalau seperti ini setidaknya aku bisa menjauh darinya. Gumam So Yun dalam hati.
" Oh ya, saya Hampir lupa Perkenalkan ini putriku namanya So Yun. Dia lah yang membuat desain untuk anda." Kata Jian kepada David. " Yun perkenalkan ini tuan David. Presdir perusahaan ini" Kata Jian kepada So Yun.
" Hallo Nona, senang bertemu denganmu " siapa David pada So Yun sambil mengulurkan tangannya.
" Hallo saya So Yun. Senang berkenalan dengan anda tuan" jawab So Yun sambil menunduk dan tidak membalas uluran tangan David.
" hehehe maaf tuan Richard putriku ini sangat pemalu. Dia belum terbiasa menghadiri pesta seperti ini" Kata papa So Yun kepada David.
Kenapa orang aneh ini menatapku seperti itu. Benar-benar otak mesum. kata So Yun dalam hatinya.
" Yun, kamu tunggu disini dulu Papa mau menyapa rekan bisnis yang lain" kata papanya yang hendak pergi menyapa teman-temannya.
" Iya pa." jawab So Yun mengangguk.
David yang sedari tadi memperhatikan So Yun akhirnya mencuri kesempatan untuk mendekatinya setelah melihat Papanya menjauh. Tetapi langkahnya terhenti saat ada tamu yang menyapanya.. Pandangan mata David tidak lepas dari So Yun dan dari kejauhan tampak seorang pria mendekatinya.
" Hai Nona, Sendirian saja." sapa laki-laki itu.
" Tidak, aku datang bersama papaku " Jawab So Yun.
" Oh ya? Diaman? Sepertinya aku baru melihatmu. Siapa namamu nona?" tanya laki-laki itu sambil melangkah maju mendekatinya.
" Papaku sedang menyapa rekannya. aku hanya menemani papa aku datang ke acara ini Oh ya namaku So Yun." jawab Seohyun dengan ramah.
David yang melihatnya dari kejauhan merasa kesal, rasanya ingin sekali menghampiri mereka yang sedang asyik mengobrol.
__ADS_1
" Baiklah nona So Yun, ini minum lah satu gelas sebagai tanda perkenalan kita" kata laki-laki itu sambil memberikan gelas berisi minuman.
" Ya terima kasih" kata So Yun mengambil gelas tersebut dan meminumnya dengan satu tegukan.
David tidak lagi melihat So Yun dengan mudahnya menerima minuman dari laki-laki yang tidak dikenal. Dia pun langsung buru-buru Permisi meninggalkan tamunya itu.
" Permisi sebentar saya akan kembali." kata David kepada tamunya dan melangkah menuju tempat So Yun berdiri.
" Ehemm.. Smith, sepertinya kamu sangat luang ya malam ini?" kata David dengan tatapan sinis.
" Hey David. Aku hanya menemani nona manis yang sendirian ini kok." jawab Smith dengan tertawa kecil.
So Yun merasa agak pusing karena ia sudah lama tidak minum, semenjak ia tinggal di Amerika.
Badannya mulai sempoyongan dan pandangannya mengabur.
" David, Apa kamu mengenal nona ini?" tanya Smith.
" Tentu, dia adalah calon tunanganku " jawab David dengan nada sedikit menekan.
" Ternyata calon tunanganmu. Ku kira dia masih sendiri." kata Smith.
"Walaupun dia sendiri jangan pernah berpikir untuk mendekatinya " kata David dengan nada sedikit mengancam.
David melihat So Yun yang sedari tadi memegangi kepalanya pun langsung membawanya pergi meninggalkan Smith dan menuju ruangan khusus untuk istirahat.
" Kamu ini kalau tidak bisa minum Kenapa masih memaksa untuk minum, sembarangan saja menerima jelas dari pria lain. jika aku tidak segera datang Mungkin kamu sudah dilahap oleh Smith Si Playboy itu." kata David sambil membaringkan tubuh So Yun.
So Yun yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi mulai mengoceh tidak karuan.
" Justin... Kenapa kamu mengkhianatiku hah? Kenapa kamu pergi dengan wanita lain? Aku mencintaimu tapi kenapa kamu tega berbuat seperti itu?" kata So Yun menarik-narik tangan David.
" Hey sadarlah! " teriak David sambil menepuk-nepuk pipinya.
" Kenapa kamu marah padaku? Seharusnya aku yang marah. Setelah semua yang aku berikan padamu, bahkan tubuhku sudah kau nikmati kenapa kamu masih menghianatiku?"
So Yun terus mengoceh tentang Justin mantan kekasihnya itu, David sangat kesal mendengar semua yang dikatakan olehnya Ia pun memberi minum So Yun dan menyuruhnya tidur. Lalu David meninggalkannya dan melanjutkan pesta.
__ADS_1