
1 bulan telah berlalu dan tak ada perubahan sama sekali. Kini So Yun masih tetap bekerja dan pekerjaannya pun semakin meningkat. Apalagi baru-baru ini So Yun mendapat kabar bahwa perusahaannya akan bersaing dengan perusahaan David dalam meperebutkan tender dari perusahaan luar. Tentu hal ini semakin membuat semangat dalam diri So Yun berkobar.
"Pa kenapa kita tidak coba ikut dalam tender ini? Siapa tahu kita bisa menang dan perusahaan kita bisa lebih berkembang lagi? " usul So Yun.
"Iya pa, apa yang dikatakan So Yun benar. Kita juga sesekali harus menguji kualitas perusahaan kita agar perusahaan lain juga bisa lebih mengenal kita " sahut kak Joon.
"Emm jika menurut kalian begitu, papa sih setuju saja. Tapi dalam tender kali ini ada perusahaan suamimu nak, kamu yakin akan melawan dia? " tanya papa.
So Yun terdiam dan belum menjawab, namun sang kakak membantu So Yun menjawab pertanyaan papanya itu.
"Ini bukan soal siapa melawan siapa tapi ini adalah persoalan perusahaan mana yang mampu membuktikan kinerjanya pa.. Jadi siapa pun saingan kita nanti ya kita harus bersaing secara sehat " sahut Joon.
"Ya sudah kalau begitu kalian siapkan saja dokumennya. Setelah siap nanti kalian beri tahu papa ya " kata Tuan Jian.
Setelah selesai berdiskusi dengan kedua anaknya itu, Jian pergi keluar untuk menemui kliennya dan kini tinggal Kak Joon dan So Yun yang berada diruang rapat itu.
"Dek gimana kelanjutan hubungan kalian? " tanya Joon.
"Huh... Masih belum ada titik terang kak sepertinya David lebih betah dengan kehidupannya sekarang " jawab So Yun menghela nafas
"Dek sebagai kakakmu, aku hanya memberi saran padamu. Sebaiknya kalian berpisah jika diantara kalian tidak ada kecocokan lagi. Soal anakmu nanti kita rawat dan bersama, kamu masih punya keluarga dek jangan takut " kata Joon memegang pundak So Yun.
"Tapi kak aku tidak mau nanti nasib anakku tidak punya seorang ayah.. Aku tidak mau melihat putraku tumbuh dengan keluarga yang tidak lengkap " jawab So Yun yang kini matanya mulai berkaca kaca.
__ADS_1
"Siapa bilang dia tidak punya ayah, dek kamu masih bisa berpisah secara baik-baik dan David tetap ayah dari anakmu. Didunia ini ada mantan istri/suami tapi tidak ada yang namanya mantan ayah/anak " saran kak Joon.
"Huft... Ya sudah kak nanti aku akan pikirkan lagi soal ini. Aku juga tidak mau terlibat didalam hubungan yang tidak ada kejelasan ini.. Jujur aku lelah kak " kata So Yun yang saat ini sudah menangis.
"Menangislah dek jika itu bisa membuat kamu tenang. Kakak yakin kamu adalah wanita yang kuat, wanita yang tegar. Kamu seorang ibu yang kuat, kamu nggak boleh lemah dek.. Ada kami yang siap membantumu kapanpun " kata kak Joon memeluk tubuh sang adik.
Dengan deraian air mata yang jatuh begitu keras, So Yun hanyut dalam pelukan sang kakak meluapkan semua sesak yang dideritanya selama 1 bulan ini. Biasanya ia hanya bisa menahan dan menyimpan sendiri tapi sulit baginya untuk menyembunyikan hal tersebut dari sang kakak.
Sejak kecil hanya sang kakak yang selalu maju jika So Yun diganggu orang, dan kakaknya selalu melindunginya. Sungguh sebuah ikatan persaudaraan yang begitu kuat diantara mereka.
Apapun kesedihan yang dirasakannya selalu ia curhat pada kakak dan mamanya.
.
.
.
"Hallo sayang mama...Uh mama kangen nih seharian nggak ketemu cama anak mama satu ini " ucap Seohyun sambil menciumi pipi anaknya itu.
"Yun, tadi pagi David datang kesini.. " kata mama.
"Kenapa dia datang ma? " tanya So Yun.
__ADS_1
"Dia melihat Ansel dan juga menanyakan kabarmu, setelah itu dia cerita sama mama katanya dia sangat mencintaimu dan juga putramu nak " jawab mama.
"Ma aku sudah memikirkan ini tadi, setelah ku pertimbangkan sepertinya aku dan David memang harus berpisah. Tidak ada lagi kecocokan diantara kami " kata So Yun sambil mengusap pipi anaknya yang sedang minum susu.
"Tapi nak, apa nggak sebaiknya dibicarakan dulu? kalian itu punya anak dan itupun masih kecil. Butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya! " kata mama mencoba menasehati So Yun.
"Aku sudah pikirkan ini ma, nanti aku akan bicara langsung dengan David tentang perpisahan ini. Aku yakin Ansel akan mendapat kasih sayang lebih dikeluarga ini " jawab So Yun sambil tersenyum melihat putranya yang lucu itu.
Ya So Yun sudah mengambil keputusan akan berpisah dari David. Kali ini hatinya sudah mantap untuk memutus hubungan yang semakin tak ada kejelasannya itu. Jika mengingat kembali selama masa kehamilannya waktu itu, So Yun sangat sedih dan terluka. Apalagi kini sang suami menginap satu atap dengan wanita yang tak lain adalah mantan tunangannya.
Hampir setiap hari Liora mengirim photo kebersamaan mereka, dalam photo tersebut wajah David nampak jelas seperti tak ada beban sedikitpun. Yang membuat So Yun yakin adalah sebuah photo yang memperlihatkan mereka berada di satu ranjang yang sama.
Sungguh derita diatas derita, namun So Yun memilih diam dan tak mau memikirkan hal-hal yang akan membuat dirinya stres. Sekarang yang harus ia pikirkan hanyalah masa depan Ansel yang lebih baik lagi. Meski nanti berpisah tetapi So Yun tak akan membatasi David jika ingin bertemu Ansel seperti yang dikatakan mama tadi. Karena walau sebenci apapapun aku padanya, tetap tak akan mengubah garis takdir bahwa dia adalah ayah dari putraku.
Dimalam yang semakin larut ini So Yun berusaha memejamkan matanya disebelah anaknya itu. Sungguh sulit untuk tidur tenang tetapi kewajibannya dikantor besok membuatnya harus memaksakan diri untuk tidur. Berharap akan datang sebiah mimpi indah yang akan terwujud di hari esok.
Tuhan itu Maha Baik, aku ikhlas jika rumah tanggaku akan berakhir secepat ini.. Oh Tuhan sampaikan ini pada suamiku, semoga dengan perpisahan ini ia dapat menemukan perempuan yang jauh lebih layak untuk mendampinginya. Terima kasih atas waktu 1 tahun 5 bulan ini. Aku sungguh bersyukur diberi kesempatan untuk menjadi seorang istri..
Selamat berpisah sayang...
Itu adalah kalimat sayang terakhir yang akan ku ucapkan untukmu.. Semoga kamu menemukan kebahagiaanmu..
Begitulah kata hati yang diucapkan So Yun sebelum tidur, memandang wajah putranya dengan lekat, mencium keningnya dengan lembut. Barulah So Yun dapat tertidur dengan lelap dan bersiap menyambut indahnya mentari pagi di hari esok..
__ADS_1
Semoga Mimpi Indah😊