
Setelah David dan So Yun tiba dirumah, Mama Mary sedang berjemur diteras rumah bersama Ansel.
Dan melihat So Yun dan David keluar dari mobil yang sama.
"Kalian kok bisa barengan datengnya? Janjian ya? " tanya Mama Mary.
"Enggak kok Ma, tadi mobil aku tu mogok dijalan dan kebetulan David lewat jadi numpang deh " jawab So Yun.
"Oh berarti kalian masih sehati dong bisa bareng gitu, David juga tadi udah bilang sama Mama kalau mau dateng kesini " Mama Mary menggoda putrinya.
"Sehati apaan sih ma, jangan sebmbarangan deh. " kata So Yun menutupi wajahnya yang malu-malu itu.
So Yun masuk kedalam rumah sementara David ikut duduk diteras bersama Mama Mary dan juga Ansel.
Saat sedang mengajak main putranya itu, Mama Mary memulai percakapan.
"Nak David, sampai kapan kamu akan menutupi semua ini dari So Yun? Apa kamu nggak kasihan sama Ansel kalau keadaan kalian terus seperti ini? " tanya Mama Mary.
"Sebenarnya aku juga tidak ingin seperti ini Ma, tapi apa boleh buat, keadaan yang memaksa kita melakukan sandiwara ini. Aku melakukan ini agar So Yun tidak sakit hati terus menerus " jawab David.
"Ya Mama paham maksud kamu, Mama sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua " kata Mama Mary.
" Kalian lagi ngomongin apa sih kok kelihatannya serius banget? " tanya So Yun yang membawa nampan berisi minuman dan cemilan.
"Nggak ngomongin apa-apa kok, mama cuma tanya soal bisnisnya David saja. Ya sudah Mama mau kedalam dulu ya " kata Mama Mary meninggalkan mereka bertiga.
So Yun duduk dikursi yang tadi diduduki oleh Mamanya, dia memperhatikan David yang tampak gembira bermain dengan putranya itu.
Tetapi tanpa mereka sadari ada Liora yang sedang menguntit mereka dari jauh.
"Sepertinya aku akan menyewa jasa baby sitter untuk Ansel, sebab kasihan Mama jika harus mengasuhnya tiap hari " So Yun membuka pembicaraan.
"Ya itu terserah kamu saja asalkan Ansel bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas seperti Papanya " sahut David.
"Pede banget sih kamu, pokoknya Ansel harus seperti aku! " kata So Yun.
__ADS_1
Mereka berdua berdebat masalah tumbuh kembang anaknya sambil sesekali tertawa riang karena tingkah lucu Ansel yang menggemaskan itu.
Disisi lain Liora mendapatkan sebuah ide untuk merusak kebahagiaan mereka berdua. Liora menyusun rencana akan menyamar sebagai seorang baby sister untuk anak So Yun.
.
.
.
Keesokan harinya Liora telah berdandan menyamar sebagai seorang baby sister dan pergi kerumah So Yun untuk melamar pekerjaan. Dengan Dandanan yang begitu totalitas membuat penyamarannya begitu sempurna
Dengan mengenakan topeng wajah seperti wajah asli, So Yun sama sekali tidak mengenali penyamaran yang dilakukan oleh Liora.
"Permisi bu, katanya disini menerima lowongan sebagai baby sitter? " tanya Liora pada So Yun yang sedang duduk menyuapi Ansel.
"Oh iya betul, kamu yang kemarin menghubungi saya dan akan melamar disini kan? " kata So Yun
"Iya bu, perkenalkan nama saya Sella bu " kata Liora menyebutkan identitas palsunya.
Tanpa menaruh kecurigaan sedikitpun So Yun langsung menerima Sella sebagai perawat bayinya itu.
.
.
Seminggu telah berlalu Liora sukses mengelabui So Yun berpura-pura menjadi seorang baby sitter, namun akhir-akhir ini banyak sekali kejanggalan dan mereka mulai mencurigai gerak-gerik sang baby sitter tersebut.
Pada suatu waktu Liora nekad menculik Ansel dan berniat akan mengancam So Yun sekeluarga.
Saat itu keadaan rumah memang sepi, So Yun bekerja dikantor seperti biasanya. Namun dia mendapat sebuah pesan diponselnya.
Anakmu ada ditanganku, jika kamu mau anakmu selamat maka temui aku di caffe xxs.
__ADS_1
So Yun panik setelah membaca pesan tersebut, dia langsung terburu-buru pergi ke caffe tersebut tanpa memberitahu siapapun. Baginya yang terpenting adalah keselamatan anaknya.
Setibanya di caffe tersebut So Yun mencari keberadaan orang yang mengirim pesan padanya. Tetapi yang ia dapati adalah Liora yang membawa kereta bayi sedang duduk dilantai atas.
"Liora!! Lepaskan anakku! Jangan libatkan anakku dalam masalahmu!! " teriak So Yun.
"Lepaskan? Tidak semudah itu, aku bersusah payah mendapatkan David, tapi semua itu hancur gara-gara kamu! Sekarang kamu harus merasakan kehilangan orang yang kamu sayang!! " sahut Liora.
"Jadi ini semua rencana kamu? Kamu sengaja menyamar jadi baby sitter dan menculik anakku hah? " kata So Yun yang perlahan mendekat kearah mereka.
"Berhenti disitu atau aku akan melempar anak ini kebawah!! Ya aku memang sengaja menyamar dan menculik anakmu ahaha !! " jawab Liora tampak puas.
"Kenapa kamu melakukan ini? Apa salahku padamu? Kenapa kamu tega melakukan hal ini padaku? " tanya So Yun yang sudah menangis mengkhawatirkan putranya itu.
"Aku tidak ingin melihatmu bahagia bersama David, jika aku tidak bisa bahagia bersamanya maka kamu dan anakmu juga tidak akan pernah bisa bahagia " teriak Liora.
Suara tangisan Ansel yang begitu kuat membuat So Yun semakin panik, dia ingin menyelamatkan putranya teteapi dia tidak bisa berbuat apapun. Semua orang di caffe itu tidak ada yang berani mendekat karena Liora mengancam akan menjatuhkan Ansel jika ada yang berani mendekat.
Tibalah David ke lokasi tersebut bersama dengan rombongan polisi.
"Liora, apa yang kamu lakukan? Lepaskan anakku sekarang juga!! " kata David yang baru saja tiba.
"David, aku mencintaimu bahkan sangat mencintaimu. Tapi kenapa kamu tega meninggalkanku dan lebih memilih wanita itu. Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan dia memilikimu " ucap Liora.
"Kamu sakit jiwa Liora, sampai kapanpun aku akan tetap menganggapmu sebagai seorang adik. Jika kamu mempunyai dendam padaku maka jangan lampiaskan itu pada anakku!! " David berusaha membujuk Liora.
"Ya aku memang sakit jiwa dan ini semua terjadi karena wanita itu. Sekarang kalian akan lihat aku mati bersama putra kalian hahaha " Liora berbalik dan hendak melompat kebawah dari lantai 4.
Dengan gerakan cepat, David langsung menarik tubuh Liora dan merebut Ansel dari dekapannya. Akhirnya Ansel berhasil diselamatkan dan Liora berhasil dilumpuhkan oleh polisi yang dibawa oleh David tadi.
"Ansel putraku.. " So Yun menggendong anaknya sambil menangis, memeluknya erat seakan takut sekali akan kehilangan putranya itu.
"Sekarang Ansel sudah aman, mari kita bawa dia pulang " ajak David.
Masih dengan langkah gemetar So Yun menuruti perkataan David dan mereka pulang kerumah.
__ADS_1
"Ini semua salahku, aku tidak bisa menjaga putraku dengan baik hingga menyebabkan dia hampir celaka " kata So Yun merasa bersalah.
"Sudah Yun, jangan menyalahkan dirimu! Ini juga kesalahanku karena terlalu lama mengungkap kejahatan Liora " penuturan David itu membuat So Yun terdiam mencoba menelaah maksud dari perkataannya itu.