So Yun

So Yun
Selamatkan aku!!


__ADS_3

Brakk...


Ponsel milik So Yun dibanting kelantai kemudian diinjak oleh Justin.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau merusak ponselku?! " So Yun terkejut melihat ponselnya kini sudah hancur seperti itu.


"Sayang, kenapa begitu perduli dengan ponsel itu? Apa kamu tidak perduli pada perasaanku yang hancur ini ha? " Justin mencengkram rahan So Yun dengan sekuat tenaganya sehingga membuat So Yun meringis kesakitan.


"Tolong lepaskan aku Justin...Hiks.. Hiks.. Aku mohon padamu jangan lakukan hal ini " air mata yang sedari tadi sudah terkumpul dipelupuk mata akhirnya jatuh mengalir dipipi yang mulus itu, So Yun menangis terisak merasa tak berdaya. Tubuhnya mulai melemah.


"Dengarkan aku sayang!! Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun dan aku akan membawamu pergi jauh dari sini dan kita akan hidup berdua tanpa adanya seorang pun yang mengganggu kita hahaha " Justin tertawa seakan-akan ia telah berhasil menculik wanita itu.


"Tapi apa yang kamu lakukan ini salah Justin, ini tindakan kriminal! Kamu akan dipenjara!! " So Yun kembali menguatkan dirinya.


"Tenanglah sayang, tidak akan ada orang yang tahu kita disini. Karena sebentar lagi kita akan pergi jauh dari sini.. "


Namun tiba-tiba saja pintu ruangan tempat Justin menyekap So Yun terbuka sehingga mengejutkan mereka yang berada didalamnya.


"Ada apa ini? Beraninya kalian masuk dengan mendobrak pintu seperti itu!! " Justin terkejut sekaligus marah dan memerintahkan anak buahnya yang berada disekitar untuk mengurus orang yang menerobos itu.


"Ternyata nyalimu besar juga ya berani menculik istri orang!! " kata seorang pria yang berada diambang pintu itu.


"Siapa kau? "


"Aku adalah suami dari wanita yang kau culik itu! Sebaiknya kau cepat lepaskan dia atau hidupmu akan berakhir disini!! " David melangkah maju dari tempatnya berdiri dan melihat So Yun sudah dalam keadaan pingsan.


"Oh rupanya kamu si perebut kekasih orang ya.. Hahaha sayang sekali kau datang terlambat, lihatlah dia.. Kami baru saja selesai bersenang-senang sampai dia tidak bisa bangun hahaha " Justin menunjuk kearah So Yun memanas-manasi keadaan.

__ADS_1


"Kurang ajar, beraninya kau !! " Satu pukulan mendarat tepat di dekat bibir Justin hingga bibirnya mengeluarkan darah.


"Kenapa kalian diam saja, ayo cepat tangkap dia!! " Justin memerintahkan anak buahnya untuk menangkap David namun suasana begitu hening, tidak ada suara langkah maupun pergerakan. Dan semua anak buahnya sudah tertangkap.


"Ada apa? Kemana anak buahmu yang pengecut itu? " kata David dengan mengeluarkan senyum sinis.


"Kurang ajar, kau apakan anak buahku hah? " Justin merasa tak terima karena anak buahnya berhasil dilumpuhkan. Pada akhirnya terjadilah perkelahian antara dua lelaki berotot di dalam gedung tua tersebut.


Anak buah David berhasil juga menemukan bibi Zhu yang mereka sekap di ruangan sebelah. Melihat So Yun yang terkulai lemas bibi Zhu langsung menghampirinya dan membangunkannya.


"Nona bangun nona.. " bibi Zhu menepuk-nepuk pipi So Yun secara perlahan dan membuka ikatan ditangan dan kakinya.


"Nona bangun.. Maafkan bibi tidak bisa menjaga nona dengan baik.." bibi Zhu masih berusaha membuat So Yun sadar dengan rasa khawatir lalu bibi Zhu meminta bantuan pada anak buah David yang ada didekatnya untuk membawa So Yun keluar dari tempat itu.


Pada saat mereka akan membawa So Yun, Justin yang sudah terjatuh dilantai akibat pukulan David berhasil meraih sebuah pistol dan menembakkannya ke arah So Yun.


"Siapapun tidak akan bisa memilikimu So Yu!! " teriak Justin.


Bunyi suara tembakan membuat semua orang berhenti dan melihat kearah mana tembakan tersebut. Beberapa detik kemudian Bibi Zhu jatuh tersungkur dan peluru itu tepat mengenai bahunya. Dengan cepat David berlari kearah So Yun untuk memeriksa keadaannya dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap Justin.


Mereka pun menuju ke rumah sakit agar bisa menyelamatkan nyawa Bibi Zhu.


.


.


Sesampainya dirumah sakit, bibi Zhu dan juga So Yun segera mendapat perawatan oleh dokter. So Yun hanya pingsan dan tidak ada luka yang serius pada tubuhnya, sedangkan bibi Zhu sedang menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang diotaknya.

__ADS_1


Perasaan David campur aduk, hatinya sakit melihat wanita yang ia cintai terbaring lemah seperti ini. Ia menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa So Yun hari ini. Amarah yang tadinya sudah mereda kini kembali datang dalam hatinya untuk membalaskan apa yang terjadi pada wanitanya itu. David benar-benar murka dan menyuruh anak buahnya untuk mengeksekusi Justin.


Sepanjang malam David tak pernah beranjak dari sisi sang istri. Hanya pergi untuk melihat keadaan bibi Zhu yang baru selesai operasi dan itu pun hanya sebentar. Pikirannya saat ini hanya tertuju pada So Yun saja.


...Saat pagi mulai menyapa sinar matahari menyusup dari balik tirai jendela rumah sakit membuat So Yun mengerjap dan mulai sadar dari tidurnya. Perlahan ia mulai menatap ke sekeliling dan mulai sadar bahwa ia sudah berada dirumah sakit, namun pandangannya terhenti tatkala melihat seorang pria tertidur dengan posisi duduk disamping ranjangnya dan merangkul tangannya. So Yun menyunggingkan senyum saat mengetahui pria itu adalah David, dia mengelus kepala David dengan lembut....


"Sayang, kamu sudah bangun? " David bertanya sambil menormalkan pandangan matanya.


So Yun tersenyum dan mencoba untuk bangun.


"Eh kamu mau ngapain? Sebaiknya istirahat saja dulu.. " David menahannya.


"Aku hanya ingin duduk, badanku akan tambah sakit jika terus-terusan tidur " jawab So Yun.


Dengan sigap, pria itu langsung membantunya bangkit untuk duduk dan memberinya minum.


"Terima kasih..." kata So Yun lirih.


David mengernyit heran mendengar ucapan itu.


"Terima kasih untuk apa? "


"Ya aku berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan aku..."


"Sssttss... Jangan bicara seperti itu sayang, seharusnya aku yang minta maaf padamu karena tidak bisa menjagamu dengan baik " David membungkam mulut So Yun dengan jari telunjuknya, ia merasa bersalah.


Tanpa menjawab So Yun langsung memeluk erat tubuh tegap milik David, meluapkan segala rasa takut yang sempat ia rasakan. So Yun merasa sangat bersyukur atas kesempatan yang Tuhan berikan padanya.

__ADS_1


Mereka berdua pun saling berpelukan menghangatkan satu sama lain. Secercah kebahagiaan datang menghampiri keduanya. Meskipun David pernah berbuat kesalahan namun perasaan cinta yang mengalahkan keegoisan dari dalam hatinya.


.......


__ADS_2