
3 bulan berlalu namun So Yun masih belum bisa menemukan pria yang tepat untuknya. Kebanyakan dari pria yang ia jumpai hanya memandang So Yun dari hartanya saja. So Yun tidak mau salah memilih pasangan terlebih untuk pasangan seumur hidup.
Sore itu papa, mama dan kakaknya duduk diruang tamu, juga ada kakak iparnya yang sedang sibuk membuat minuman didapur.
" Aku pulang.." kata So Yun masuk kedalam rumah.
" Eh anak mama udah pulang, cepat sana mandi! pasti lelah kerja seharian." sahut mamanya dengam tersenyum kearah So Yun.
So Yun mengernyit heran dengan sikap mamanya barusan, lalu ia memalingkan pandangan ke arah ruang tamu.
" Eh ada kakak juga ya disini, kakak ipar kemana? " tanya So Yun ketika melihat kakaknya.
" Itu ada di dapur. Buruan sana mandi, bantuin kakak iparmu didapur! " jawab kakaknya.
Tanpa berlama-lama lagi, So Yun langsung menuju ke kamarnya dan segera mandi. Ia heran ada hal penting apa sehingga semua berkumpul dirumah. Tidak biasanya kakaknya datang kerumah jika tidak ada hal yang penting.
" Kakak ipar lagi buat apa? Baunya harum sekali. " kata So Yun menghampiri iparnya yang sedang sibuk didapur.
" Aku sedang membuatkan cemilan untuk papa dan mama, ini juga udah selesai kok. Ayo bantu kakak bawakan ini kedepan " jawab kak Yuni.
" Baiklah.." kata So Yun mengambil hidangan tersebut.
Kedua saudara ipar tersebut lalu membawa nampan berisi cemilan dan teh hangat ke ruang depan. Kebetulan cuaca sedang hujan saat itu, sehingga cocok jika minum teh hangat.
" Ini ma, pa diminum tehnya. " kata kak yuni sambil menghidangkan teh yang ia bawa. Sementara So Yun menghidangkan cemilan.
Saat So Yun ingin kembali kedapur menaruh nampan, tiba-tiba papanya berkata.
" Nak duduklah dulu disini. " kata Jian menghentikan langkah So Yun.
" Ada apa pa? " tanya So Yun yang langsung duduk.
" Papa mau tanya, apakah kamu sudah menemukan calon menantu untuk papa dan mama? " tanya Papanya membuat So Yun terpaku.
" Itu.. Belum pa " jawab So Yun pelan dan menundukkan kepalanya.
" Nak, kamu kan kemarin berjanji dalam waktu tiga bulan kamu akan menikah dengan pilihan papa jika kamu tidak bisa menemukan calonmu. Ini bahkan sudah hampir lewat 3 bulan, mau tidak mau kamu harus terima " kata papanya.
__ADS_1
So Yun terdiam seketika dan berpikir tentang perkataan papanya itu.
" Baiklah pa, aku akan menerima perjodohan ini " jawab So Yun setelah berpikir panjang.
" Sungguh? Kalau begitu besok papa akan suruh kandidat papa datang kerumah besok." kata papa.
So Yun hanya mengangguk dan tersenyum getir. Dia tak ada pilihan lain, dan juga tak ingin membuat orang tuanya kecewa karena keegoisannya.
Setelah mengobrol panjang, So Yun tiba-tiba pamit ingin pergi kekamar. Kakak iparnya yang menyadari hal tersebut langsung mengikuti saudari iparnya itu untuk menghiburnya.
" Yunyun, ini kak yuni. Apa kakak boleh masuk. " tanya kak Yuni dari depan pintu kamar.
" Masuk saja kak, pintunya tidak kukunci. " sahutnya.
" Kamu sedang apa? " tanya kak Yuni yang masuk kekamarnya.
" Tidak ada, aku hanya sedang melanjutkan pekerjaan kantor kak. " jawab So Yun.
" Apakah kamu benar-benar setuju dengan perjodohan ini? " tanya kak Yuni.
" Dek, dengerin kakak ya! Kalau kamu sudah menyetujui didepan mama dan papa, kamu harus mempersiapkan diri kamu. Mantapkan niat dalam hatimu, karena ini adalah pasangan seumur hidup " kata kak yuni memegang bahu adik iparnya itu.
" Iya kak, aku akan berusaha mempersiapkan diri untuk ini. Lagipula aku sudah berjanji dengan papa dan mama. " kata So Yun memeluk kakak iparnya itu.
" Ya sudah jangan murung lagi, kalau ada apa-apa kamu cari saja kakak ya. Jangan ragu untuk cerita. " jawab kak yuni.
Kedua saudari ipar itupun berpelukan dan Yuni berhasil menghibur So Yun yang sedang murung. Hubungan keduanya sangat akrab bahkan seringkali So Yun curhat ke kak yuni.
Malam pun berlalu, hari ini mama sibuk mempersiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan calon suami yang dipilih oleh papanya begitu pula kakak iparnya. Hari ini So Yun tidak pergi ke kantor, pekerjaannya akan di kerjakan oleh asistennya.
" Yuni, kamu pergilah temani So Yun berbelanja untuk membeli gaun " kata mamanya.
" Tidak perlu ma, malam ini aku akan memakai gaun yang mama belikan kemarin. " jawab So Yun menuruni tangga.
" Eh kamu sudah bangun, ayo cepat sini. " kata mamanya.
So Yun langsung menghampiri mama dan kak yuni untuk membantu membereskan rumah. Hari ini akan kedatangan tamu tapi persiapannya sudah seperti mau hajatan saja.
__ADS_1
Malam akhirnya tiba, semua orang sudah menunggu diruang tamu. Menunggu So Yun selesai berdandan dan menunggu calonnya datang. 5 menit kemudian terdengar suara mobil berhenti didepan rumah dan bel pun berbunyi.
" Selamat malam pamam, tante.. " kata laki-laki itu menyapa orang tua So Yun.
" Ayo silahkan masuk. " kata Jian. " ma cepat panggilkan anak kita So Yun. " lanjut papanya.
Marry langsung mematuhi perintah suaminya itu dan menjemput So Yun yang berada dikamarnya.
So yun merasa gugup dan tak tahu nanti harus bersikap seperti apa, ia terus membayangkan seperti apa calon yang dipilihkan oleh papanya itu.
" Sayang, orangnya sudah datanng. Ayo kita turun. " kata mamanya mengetuk pintu kamar.
" Iya ma, aku juga sudah siap. " sahut So Yun.
So Yu keluar dari kamar dan menemui mamanya yang sudah menunggu di depan pintu kamar. Terlihat senyum kebahagiaan diwajah mamanya itu. Rasanya tak tega jika So Yun harus membatalkan perjodohan ini.
" Sayang, apa kamu merasa gugup? " tanya mamanya.
" Emm. Iya ma aku sedikit gugup. " jawab So Yun.
" Kamu harus tenang, hari ini kamu hanya akan berkenalan dengannya. Atau mungkim kamu sudah kenal dengan pria itu.." goda mamanya.
" Iiih mama, gimana aku bisa kenal ketemu aja baru hari ini kok. " kata So Yun.
" Hehe.. Mama bercanda, ayo kita turun. " kata mamanya yang merangkul So Yun.
Hati So Yun menjadi tidak karuan saat kakinya menuruni tangga satu persatu, ia terus menunduk sepanjang jalan menuju ke ruang tamu. Rasanya ia baru saja keluar dari kamar tapi tiba-tiba mama bilang sudah diruang tamu.
" Sayang, kenapa berdiri saja? Ayo duduk sini! " kata papanya.
So Yun yang masih menundukkan kepala langsung duduk tanpa menoleh.
" Hei kenapa anakku ini terus menunduk? Lihatlah calon suamimu itu " kata mamanya sambil mendongakkan kepala anaknya itu.
Betapa terkejutnya Seohyun saat melihat pria yang ada di hadapannya itu.
" Kamu...." kata So yun terkejut.
__ADS_1