Suami Bayangan

Suami Bayangan
Gadis Polos


__ADS_3

Renata menyeret tubuhnya ke kamar mandi dengan perlahan karena rasa ngilu tak tertahan di bagian intinya. Tak ada adegan mesra layaknya pasangan yang semestinya minimal membantu berjalan ke kamar mandi, yang ada lagi lagi Bian meninggalkannya.


Tokk .. Tokk


“ Re .. " Panggil Anya begitu melihat Bian pergi keluar.


“ Gak ada jawaban mas, bisa bukain gak ? Aku khawatir. " Pinta Anya pada Alvin.


Alvin yang tau pin kamar Bian pun segera membuka kan nya meski harus melanggar privasi saudaranya sendiri biarlah karena Alvin pun khawatir pada Renata. Dengan perlahan Anya membuka pintu, Alvin menunggu dulu di luar takutnya Renata masih dalam keadaan yang polos.


Renata masuk lalu membukakan pintu dengan lebar memperlihatkan pada Alvin bahwa Renata tidak ada disana. Hanya ada kamar yang berantakan dengan pakaian masih berserakan dan ..


' Ceceran darah ' di ranjang dengan sprei berwarna putih itu.


“ Bian sialan .. " Gumam Alvin saat melihat pemandangan itu, rasa bersalah Alvin semakin memuncak kala mengetahui Renata masih suci saat Bian menyentuhnya.


“ Harusnya kamu tak menyerahkan harga dirimu pada pria breng*sek seperti dia Re " Anya bermonolog.


Mereka mendengar gemericik air di kamar mandi, bisa di pastikan Renata sedang ada di dalam. Anya kembali mengetuk pintu kamar mandi.


“ Rere .. " Panggil Anya.


“ Iya Nya ? " Jawab Renata dengan suara yang serak habis menangis.


“ Lo baik baik aja ? Sorry gue masuk, tapi laki Lo udah pergi gue khawatir. "


“ Gak papa Nya, tunggu aja di bawah gue mau pake baju dulu. Nanti gue nyusul " Jawab Renata berusaha setenang mungkin.


Mendengar Renata yang setidaknya terdengar baik baik saja meski mungkin tidak sepenuhnya begitu, Anya dan Alvin pun pergi menuju lantai bawah terlebih mereka belum makan malam karena menunggu keduanya yang malah tak kunjung keluar.


Sudah jam 10 malam, Renata baru saja turun dari kamar Bian dengan langkah pelan karena menahan sakit.


“ Makan dulu ya ? Kita semua belum makan nungguin Lo " Geurutu Anya.

__ADS_1


“ Sorry ya .. " Kini mereka salfok pada leher Renata yang penuh tanda merah.


“ Ganas banget laki Lo Re " Ucap Anya frontal.


“ Hmm ? "


“ Itu leher kamu Re merah merah " Lanjut Alvin dengan menahan senyum.


“ Ssuutt mas Rere malu " Rengek Renata.


“ Tapi bener kan Lo gak di paksa dia ? Gak di ancam ? Gak di sakitin ? " Anya mengintrogasi Renata yang baru saja menyendok nasi ke piringnya.


“ Enggak Nya, see ? Gue baik baik aja. "


“ Terus kenapa mata Lo sembap gitu kaya yang abis nangis ? " Anya tetap saja curiga.


“ Bohong kalo gue bilang gak nangis, tapi bukan nangis di apa apain ini nangis pure karena ampun sakit Nya Lo mending jangan mau deh ya " Jawab Renata santai.


Alvin pun terkekeh mendengar kejujuran Renata yang begitu polos.


“ Mas gak pro Nya, tapi ya cukup tau haha itu kan emang kemauan keduanya mas gak bisa larang. Yang penting Re kamu masih muda, main aman ya ? Jangan percaya gitu aja sama Bian. Dia tipe lelaki yang gak semudah itu buat jatuh cinta. Mas yakin malem ini aja dia pasti lagi di klub malam "


“ Klub ? Yang tempat dugem itu kan ? Yang banyak cewek seksi nya .. " Tanya Anya penasaran.


“ Iya Nya "


“ Biarin aja, itu urusan dia Rere gak mau ikut campur " Renata segera menyuap sendok terakhir nasinya, mengunyah pelan agar tak ada yang tahu bahwa bibirnya kini bergetar karena marah.


Renata berdiri di tepi kolam, padahal sudah hampir tengah malam. Anya saja sudah tidur di kamar tamu lebih dulu, begitu Anya tidur Renata keluar mencari udara segar. Alvin dengan tatapan iba mendekati Renata dengan membawa jaket jeans miliknya.


“ Angin malam dingin, gak bagus buat kamu Re " Alvin memasangkan jaketnya di pundak Renata


“ Mas .. Belum tidur ? "

__ADS_1


“ Belum Re, mas gak bisa tidur, ini malam pertama kita tanpa Mami " Alvin menarik nafas panjang menghembuskannya perlahan.


“ Mas pasti kehilangan mami banget ya ? Rere inget waktu kita video call mas nangis terus. Beda sama dia "


“ Dia siapa ? Bian ? Dia juga nangis, cuman gak histeris kaya mas Re. Dia itu paling suka mendem banyak hal " Jelas Alvin.


“ Rere polos banget ya mas ? Rere serahin diri Rere sama laki laki yang bahkan Rere gak kenal apapun tentang dia. "


“ Emang haha kenapa kamu sepolos itu Re ? Mas juga gak setuju Bian ngelakuin ini ke kamu. Tapi gimana lagi udah kejadian, Bian lagi kalut mas yakin dia ngelakuin itu cuman buat pelampiasan " Ucap Alvin jujur.


“ Iya mas Rere tau, cukup ini yang pertama dan terakhir mas. " Ingin tasanya menangis, tapi Rere tak mau menampakkan sisi lemahnya terus menerus terlebih dia pun malu, toh dirinya sendiri yang menyerahkan diri pada Bian.


Tak berapa lama terdengar suara mobil masuk, Bian dalam keadaan mabuk pulang di antar seorang wanita yang berpakaian tidak pantas. Tentu saja Alvin tidak membiarkan wanita itu masuk begitu saja. Alvin mengusir wanita itu tepat di hadapan Renata yang hanya bisa mengepalkan tangan nya. Setelah bercin*ta dengannya lelaki itu tega pergi menemui wanita lain. Dada Renata bergemuruh panas.


“ Apaan sih, Tuan Bian sendiri yang minta di temenin gue. Dia juga udah bayar gue " Ucap wanita itu menolak di usir.


“ Persetan dia bayar Lo atau enggak. Mending Lo pergi sebelum bodyguard yang nyeret Lo keluar, Lo udah dapet duitnya kan ? "


“ Cih padahal bukan cuman duitnya yang gue mau. " Wanita itu pun membalikkan tubuhnya lalu berjalan pergi meninggalkan kediaman Bian.


Bagai jatuh tertimpa tangga, Renata merasakan kekecewaan teramat dalam. Air mata yang sudah di tahannya saat kehilangan kesucian tadi kini pecah mengalir deras mendapati kenyataan suaminya malah menyewa wanita lain setelah dengan seenaknya menyentuh tubuhnya.


Alvin membopong tubuh Bian masuk ke kamar, Bian memang mabuk tapi masih sedikit sadar.


“ Kenapa Lo usir dia ? " Tanya Bian saat mereka sudah di kamar.


“ Gue tau Lo bereng*sek Bi, tapi setidaknya jangan tunjukin sikap bereng*sek Lo di hadapan istri Lo apalagi beberapa jam yang lalu Lo abis ambil kehormatan dia ! " Maki Alvin kesal.


“ Ck .. Service dia gak memuaskan. Bener bener masih gadis polos, gue kurang puas. " Jawab Bian dengan santainya.


“ Anj* ya Lo ! "


Buugghh satu tinjuan melayang di rahang Bian membuat Bian yang mabuk tersungkur seketika.

__ADS_1


“ Malu gue punya sodara kaya Lo, gue yakin Mami juga di sana gak tenang dan malu punya Anak kaya Lo baji*ngan " Alvin menghantam tubuh Bian ke lantai.


“ Mas udah stop Rere mohon " Renata menangis saat melihat Alvin terus menyiksa suaminya yang tak berdaya.


__ADS_2