
Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Bian membawa langkah kaki nya masuk ke gedung kampus Renata. Seketika keadaan seakan mencekam, ekspresi Bian yang tak biasa seolah menyiratkan ada masalah yang perlu Bian selesaikan.
" Eem .. Ee Pak Bian, ada gerangan apa yang membuat anda ke kampus tanpa pemberitahuan terlebih dulu ? Mohon maaf saya jadi tidak bisa menjamu dengan layak. " Ucap kepala yayasan.
" Hmm apa anda yakin tidak tau kenapa saya kesini ? " Bian mengambil sebatang rokok, tidak menyesapnya. Hanya Bian mainkan lalu Bian patahkan hancurkan hingga hanya sisa serpihan tembakau yang berjatuhan ke lantai.
" Mohon maaf pak jika saya ada kelalaian " Lelaki paruh baya itu bersimpuh di lantai.
" Kumpulkan semua orang di aula "
" Semua ? "
" Iya semua .. Dari mulai mahasiswa dosen staff sampai tukang sapu sekalipun ! "
" Ba .. Baik Pak " Kepala yayasan segera mengintruksikan Dirly untuk mengumpulkan seluruh mahasiswa sedang mengumpulkan yang lainnya menjadi tugas kepala yayasan.
Perkuliahan hari itu di hentikan total selama sehari, seluruh orang di kumpulkan di aula. Tak ada yang tau mereka akan berhadapan dengan Bian. Setiap mata saling menelisik kejadian luar biasa apakah yng membuat seisi kampus gempar.
Setelah semua berkumpul, kepala yayasan pun menghubungi Alvin untuk mempersilahkan Bian masuk ke aula.
Grrttt .. Suara pintu raksasa itu di buka.
Bian masuk dengan ekspresi dingin membunuh, tatapannya lurus kedepan begitu tajam dan mengerikan. Mereka mulai menyadari sesuatu yang buruk akan terjadi. Bian menaiki podium, lalu mulai membuka forum.
" Selamat siang, terimakasih atas kesediaan saudara untuk berkumpul di area aula ini. Ada beberapa hal yang hendak saya sampaikan dan begitu pentingnya hingga mendadak seperti ini " Ucap Bian, belum sampai ke titik didihnya.
" To the point saja. Apakah disini ada yang belum tau bahwa Renata adalah istri saya ? "
Tak ada jawaban, Bian anggap semuanya tau tentang mereka.
" Saya ingin menyampaikan berita yang cukup mengejutkan bukan hanya untuk kalian tapi bagi saya pribadi. Dua hari yang lalu, istri saya Renata masuk rumah sakit dalam keadaan hampir meninggal dunia. "
__ADS_1
Deggg .. Dirly seakan disambar petir. Dirinya menngira Renata libur seperti biasa jika ada Bian.
" Saya sebenarnya tidak ingin membawa ranah pribadi apalagi masalah rumah tangga kami ke area kampus. Namun sayang sekali ada oknum di antara kalian yang menyeret masalah pribadi kami ke kampus yang menyebabkan istri saya nekad melukai dirinya sendiri " Nada bicara Bian mulai berat. Nampak ekspresi geram, wajahnya memerah.
" Kenapa kalian lakukan itu pada istri saya ? Apa disini ada yang merasa keberatan dengan pernikahan kami ? Ada yang terganggu atau bahkan di rugikan ? "
Seketika semua hanya membisu layaknya batu, bahkan bernafas saja merek ketakutan karena khawatir sewaktu waktu Bian akan menunjuk salah satu di antara mereka.
Keringat dingin mulai bercucuran di sekujur tubuh ketua yayasan. Kabar di bully nya Renata sudah merebak namun tak ada yang bertindak membela, semua bungkam seakan melumrahkan kejadian semacam itu tanpa tau beban psikis dan akibat apa yang akan di tanggung si korban.
" Kenapa kalian hanya diam ? Kalian tau ? Meski diantara kalian tidak ikut membully istri saya namun diamnya kalian saja sudah menjadi salah satu bentuk penindasan ! Saya akan mencari tau siapa saja yang terlibat. "
Aula rangsung terasa riuh, sahabat dekay pun saling tunjuk dan menuduh siapa provokator dan pembully. Tak ada yang mau disalahkan, tentu saja. Jika sudah muncul masalah mereka akan cenderung saling lempar kesalahan.
" Saya Bian Aditya Mahesa selaku pemilik yayasan pendidikan dan kampus ini memerintahkan, mulai saat ini saya mencabut ketua yayasan dan memecat seluruh staff berikut bagi seluruh mahasiswa yang menerima beasiswa dari perusahaan saya, saya hentikan ! "
Terdengar tangisan pecah dari beberapa orang, terlebih bagi mereka yang tak membuat masalah namun harus ikut menanggung resikonya. Mereka memohon, namun Bian tetap dengan pendiriannya tanpa ampun.
Beberapa dari mereka ada yang nekad ingin memberikan nama nama sahabatnya sendiri agar Bian mau bernegosiasi dan dirinya tak harus memecat mereka.
" Saya bilang kejahatan kalian bukan hanya sebagai pelaku namun kalian membiarkan hal ini terjadi bisa di katakan kalian juga komplotan kejahatan sosial ! " Ucap Bian terakhir kalinya begitu keluar ruangan
" Bi Lo yakin ? Kita bakal krisis tenaga kerja kalau gini "
" Buat apa gue gaji Lo kalo Lo gak bisa urusin ini ? Lo rekrut orang orang berkualitas. Dosen dosen terbaik. Dan satu lagi, tutup hal ini dari media manapun. Jangan sampai ke up gue gak mau nama baik kampus kita kecoreng. " Titah Bian.
" Oke deh kalo gitu gue gak akan bisa ngebantah. But gue acung jempol buat keberanian Lo ambil keputusan besar ini. "
" Gue gak mau ada Renata Renata lainnya, jangan sampe kita kecolongan sampe ada insiden baru kita bergerak. "
" Weleh weleh makin dewasa Lo. Ada hikmah nya juga masalah ini. "
__ADS_1
" Terserah deh .. Gue mau ke RS. Lo disini aja urusin administrasi semua staff. Kasih mereka pesangon yang layak sesuai masa kerjanya. Gimanapun mereka, kita wajib menuhin hak mereka "
" Siap Bi .. "
Lain halnya dengan Bian yang harus mengurus beberapa hal dulu sebelum kembali ke rumah sakit, Dirly datang terlebih dulu ternyata. Setelah Bian mennutup forum, Dirly segera ke rumH sakit untuk membesuk Renata. Dirly perlu memastikan keadaan Renata.
" Re .. " Panggil Dirly saat memasuki ruangan.
" Eh ? Kak ? Ko Lo disini "
" Lo baik baik aja Re ? Lo ngilang gue kira karena ada Bian. " Dirly menyentuh tangan, kening hingga kaki Renata.
" Gue udah baik Kak. Sorrygue bikin banyam orang khawatir. "
" Lo kesurupan apa gimana sih sampe mau bundir ? "
" Hah Lo tau dari manaa kak ? "
" Dari suami Lo. Ini lihat " Bian mennyerahkan ponselnya yang tadi di gunakan untuk mendokumentasikan forum.
" Ya ampun si Bian gila malah buka aib istri "
" Bukan buka aib, tapi dia lagi bela harga diri sama martabat Lo. Gue juga kalo lihat bini gue sampe kaya gini, gue bakal lakuin yang sama. Kalo perlu gue cekek leher mereka sampe mati "
" Apa iya ? Ah paling dia gini juga karena malu harga dirinya ngerasa di injak injak. Dia kan jarang peduli sama perasaan orang lain. "
" Kata siapa ? " Suara berat itu tiba tiba terdengar dari arah pintu membuat Renata dan Dirly saliting seketika.
...****************...
Maaf ya othor baru up lagi. Kemarin kemarin cukup sibuk ngurusin anak sakit. Sekarang udah sehat mudah mudahan othor bisa rajin up lagii ..
__ADS_1