Suami Bayangan

Suami Bayangan
Part Time


__ADS_3

Menyesalkah Renata menyerahkan segalanya pada Bian ? Ya tentu, tapi apa yang bisa Renata perbuat. Dirinya sendiri yang menjatuhkan diri dalam jebakan Bian. Tak ingin terlalu lama meratapi nasibnya, Renata memilih menjalani kehidupannya dan mengisi waktu luang dengan organisasi dan kerja part time untuk membiayai hidup nya sehari-hari.


“ Silahkan tuan .. Selamat menikmati " Ucap Renata saat menyajikan bermacam hidangan di meja pelanggan.


“ Terimakasih, mba nya cantik dan ramah sekali. Bisa betah saya makan disini " Goda pria berusia 30tahunan itu.


“ Saya senang mendengarnya, silahkan kembali kapanpun tuan " Renata masih berusaha menjawab dengan ramah meski sedikit risih.


“ Oh ya ini tips buat kamu, saya bisa lebihin loh "


“ Terimakasih tuan tapi saya rasa ini berlebihan " Renata berusaha menolak lalu mengakhiri pembicaraan. Pria itu nampak tidak terima dengan penolakan Renata yang mengembalikan tips nya dan juga malah meninggalkannya begitu saja.


“ Halah sombong banget Lo, di kasih duit gak mau udah kaya orang kaya aja. " Renata masih melangkahkan kaki nya tidak peduli.


“ Berpa harga Lo ? Gue beli ! " Mendengar itu Renata mengeratkan kepalan tangannya lalu berbalik kembali pada si pria.


“ Maaf tuan. Saya memang tidak bergelimang harta namun harga diri saya tidak semurah itu ! " Tegas Renata.


“ Harga diri haha omong kosong. " Si pria hendak menyentuh wajah Renata sampai sebuah tangan kekar mencengkramnya kuat.


“ Sayang sekali harta anda tidak dapat membeli pendidikan yang layak. Terbukti dari sikap anda yang sangat primitif dan terbelakang. " Sarkas Dirly yang kebetulan saat itu tengah membeli makan malam dan tanpa sengaja melihat adegan penghinaan yang di lakukan oleh si pria.


“ Management restoran ini juga dimana ? Karyawan di perlakukan dengan tidak hormat tapi kalian diam saja. Memalukan ! "


Dirly menarik tangan Renata keluar dari restoran, dengan marah menarik atribut yang di pakai Renata lalu menginjak nginjaknya.


“ Apaan sih kak ? Kamu bisa bikin aku jadi pengangguran " Gerutu Renata.


“ Lo masih mau kerja di tempat kaya gini ? Lihat Lo sama sekali gak di hargain Re. "


“ Mau gimana lagi kak ? Aku butuh, kalo pun enggak siapa yang mau di hina hina kaya gini "


“ Gue bakal bantu cari kerja buat Lo. Gue gak mau lihat Lo disini lagi. " Dengan tegas Dirly memberi ultimatum.


Renata tak melawan lagi argumen Dirly, Renata terhipnotis oleh setiap kata tegas yang Dirly ucapkan. Betapa lelaki di hadapannya ini menunjukkan sikap lelaki bertanggung jawab yang selama ini Renata dambakan dan tak bisa Renata dapatkan dari suaminya.

__ADS_1


Dirly meminta Renata masuk ke mobil nya lalu membawa Renata pulang tepat pukul 10 malam, di perjalanan mereka berbincang, Dirly pun tau sudah dua bulan ini Renata kerja part time karena tidak ingin menghambur hamburkan tabungan peninggalan kakaknya.


Bian juga sudah tiga bulan ini menghilang tanpa kabar, Renata enggan menghubunginya takut mendapatkan kekecewaan yang sama seperti saat pertama kalinya dia menghubungi Bian.


“ Lo butuh kerjaan Re ? Harusnya Lo cerita ke gue. Gue lagi butuh asisten " Celoteh Dirly yang hanya di anggap gurauan oleh Renata.


Asisten ? Memangnya siapa dia sampai perlu asisten.


“ Gue serius Re .. Kenapa Lo pasang tampang gak percaya gitu ? "


“ Asisten presma ? "


“ Haha .. " Dirly tertawa lepas.


“ Keluarga gue punya pabrik garmen, gak gede sih tapi di kota kita cuman satu satunya ya punya keluarga gue itu. " Cerita Dirly.


“ Terus ? "


“ Ya gue kan udah mau tingkat akhir. Orangtua gue udah minta gue buat jadi pengawas pabrik, tapi gue kewalahan kerja sendiri. Tau sendiri kuliah aja udah sibuk banget " Curhat Dirly.


“ Aku pikirin dulu ya kak " Jawab Renata saat mobil berhenti di depan gerbang kamar kost Renata.


“ Jangan khawatir, gue gak kaya cowok yang udah nyakitin Lo "


Gimana dia tau gue mikirin itu ? Apa dia cenayang ? Dia punya indra ke 6 ? Gue harus jaga omongan nih.


“ Gak usah heran gue cuman asal tebak. Kayanya tebakan gue bener. " Dirly terkekeh.


“ Udah deh kak .. " Renata melepas safety belt nya lalu keluar dari mobil Dirly. Tak lupa sebelum masuk kamar kost Renata berpamitan dan mengucapkan terimakasih lebih dulu.


Renata masuk ke kamar kostnya, menatap kosong langit langit kamar. Jika di ingat tiap hari Renata harus pulang pukul 1 malam lalu bangun kembali untuk kuliah di pagi harinya dan pulang dari kampus sore hari karena banyak kegiatan organisasi. Setelahnya pukul 7 malam dia akan mulai sift malamnya.


Kegiatan yang berulang dan menguras banyak tenaga. Tawaran Dirly begitu menggiurkan untuk saat ini, setidaknya selain pendapatannya yang tentu akan lebih tinggi, waktunya pun akan fleksible menyesuaikan agenda Dirly.


“ Udahlah .. Gue emang butuh kerjaan. Lagian Dirly sama Bian itu beda bagai bumi dan langit gak akan mungkin Dirly semena mena kaya konglomerat pada umumnya "

__ADS_1


Renata bangkit lalu menguncir rambut nya yang terurai panjang. Renata menuju kamar mandi lalu menatap wajahnya di cermin.


“ Ayo Re, Lo pasti bisa. Lo harus buktiin Lo baik baik aja meski tanpa bantuan Bian. Lo mandiri, Lo cantik, Lo cerdas. Lo layak bahagiain diri Lo sendiri. " Ucap Renata yakin lalu mencuci mukanya dan melakukan rutinitas malam sebelum tidur memakai beragam perawatan wajah.


Sebelum menikah dengan Bian, Renata tak begitu peduli dengan perawatan diri. Namun karena saat itu seserahan yang di berikan keluarga Bian termasuk berbagai skincare dan make up bernilai jutaan rupiah, sangat sayang jika tidak di manfaatkan.


Akhirnya dari yang hanya sekedar sayang menjadi seperti kebutuhan dan kebiasaan.


“ Gue anggap ini kompensasi buat keper*awanan gue yang Lo ambil Bian Aditya Mahesa " Celoteh Renata sambil menatap foto pernikahan yang Renata pajang di meja riasnya.


Renata tau tak seharusnya menganggap pernikahan ini nyata, namun setiap sentuhan pertamanya bersama Bian waktu itu merupakan sesuatu yang tak terlupakan dan begitu membekas dalam hatinya. Tanpa hatinya berniat jatuh cinta, namun nyatanya perasaan itu tumbuh dengan sendirinya seiring penyatuan demi penyatuan yang mereka lakukan.


Lamunan Renata buyar seketika begitu sebuah pesan masuk muncul di bar notifikasi ponselnya.


- Dirly -


Jangan ngelamun terus, tidur sana ..


Ish gue merinding lagi lagi tebakan dia bener


^^^- Renata -^^^


^^^Siapa yang lagi ngelamun ? Ini aku mau tidur.^^^


- Dirly -


Jangan boong, pasti Lo lagi mikirin tawaran gue kan ? Pesona gue emang sulit buat di tolak Re. Jadi mending Lo terima aja okay ?


^^^- Renata -^^^


^^^Narsis Lo kak ! Udah gue ngantuk bye besok gue kasih jawabannya^^^


Renata mengerutkan dahinya, membaca lagi pesan terakhir yang di kirimnya.


Kenapa gue jadi seakrab ini sama si pengganggu ? Bener bener kaya virus

__ADS_1


__ADS_2