
Sesampainya di atas, ia melihat Joko tengah membuat kopi dan coklat panas kesukaan mereka. Liana langsung menmenghampiriny
“Mas jadinya mau makan apa?” tanya Liana.
“Bagaimana kalau kita beli bakso aja dek, kalau mau masak sepertinya kamu sudah sangat lelah,”kata Joko.
“iya bener mas, ya sudah kita pesan online aja ya mas,” usul Liana.
“boleh, sayang. Sekalian pak Rahmad dan yang lainnya beliin juga,”kata Joko.
“Tentu, mas.” Liana bergegas menuju ruang tamu dan mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Tak berapa lama pesanan sudah siap untuk meluncur.
“mas, aku mandi dulu ya. Nanti kalau drivernya sampai uangnya ada di atas meja,”kat Liana sembari ia beranjak dari duduknya.
“Iya. Emang sudah dapet drivernya?” tanya Joko.
“Sudah mas,” kata Liana.
Liana pun mandi, setelah ia selesai mandi langsung menghampiri Joko yang duduk di teras sembari mengecek driver dari ponsel Liana.
“Belum datang mas?” tanya Liana.
“belum dek, gantian mas mau mandi dulu ya,” kata Joko
“Oke. Aku tunggu di bawah aja ya.”liana kemudian beranjak dari tempatnya sembari membawa ponsel dan dompetnya.
Sesampainya di bawah, kondisi kedai sudah mulai sepi, hanya ada beberapa pengunjung yang masih menikmati pesanannya. Sedangkan pak Rahmad sedang melayani seorang driver online yang tengah mengantri pesanan untuk costemernya.
Liana langsung mendekati pak Rahmad dan berbisik.
“Pak, bungkusan dua porsi ayam dan nasi ya, buat bapaknya. Nanti kantongnya di pisah,” kata Liana sembari ia memilihkan ayam untuk bapak driver itu.
“baik, mbak.” Pak Rahmad pun langsung memasukkan ayam itu kedalam minyak panas.
Liana mendekati driver itu sembari tersenyum.
“halo selamat malam bapak, bagaimana orderan hari ini? Ramai?”tanya Liana sembari duduk di depan driver tersebut.
“ Lumayan mbak, baru dapat 5 orderan,” jawabnya.
“Alhamdulilah ya pak. Bapak, sudah menikah?”tanya Liana.
“sudah mbak, anak ada dua, tiga tahun dan tujuh tahun,” jawabnya.
“alhamdulilah itu pak, itu adalah rejeki juga,”kata Liana.
Tak lama kemudian, pesanan Liana datang, ia pun berpamitan untuk beranjak dari duduknya.
“sebentar ya pak, pesanan saya datang,” kata Liana. Yang di balas anggukan kepala oleh sang driver yang berada di depannya.
Liana tersenyum sembari mengambil pesanannya,
“Ini mbak pesanannya, lima bakso kuah jumbo urat,” kata ojol pengantar pesanan Liana.
“Baik mas, berapa semuanya?”tanya Liana.
“seratus mbak,”jawab sang driver itu.
“Ini pak, uangnya,” Liana memberikan uang pecahan berwarna biru dan merah. Sang driver itu terkejut karena uangnya lebih,
“mbak ini kelebihan satu lembar,”kata driver itu.
__ADS_1
“nggak mas, itu saya titip buat anak dan istri di rumah.”liana tersenyum sembari berbalik meninggalkan sang ojol.
“alhamdulilah, terima kasih.”walau sudah tak di dengar Liana pria itu tetap mengucap syukur dan terima kasih.
Sesampainya di dapur, Liana mengeluarkan tiga porsi bakso untuk ketiga pekerja kedai, bersamaan dengan selesainya pesanan kang ojol yang sedari tadi ngobrol dengan liana.
“Sudah selesai pak? Sini biar aku saja yang antar. Itu ada bakso buat pak Rahmad dan yang lainnya. Di makan ya,”kata Liana.
“Baik mbak, terima kasih.”
Liana langsung mengantarkan pesanan itu kepada sang driver yang sudah menunggu. Sebelumnya, ia telah menyelipkan uang di karet pengikat pada nasi.
“Pak, ini pesanannya, tiga ayam goreng kumplit, dan ini ada titipan buat kedua anak bapak,” kata Liana sembari memberikan pesanan sembari tersenyum.
“masya Allah, terima kasih mbak. Semoga semakin laris dan di mudahkan urusannya,” kata driver itu dengan tulus.
.”aamiin, terima kasih doanya.”
Liana langsung berbalik, setelah kang ojol itu berlalu. Liana kini kembali ke atas membawa bakso untuk dirinya dan tentunya untuk Joko, sesampainya di atas rupanya Joko tengah menikmati kopi di balkon.
“mas, ayo makan,”ayak Liana.
“Oke,” jawab Joko. Kini keduanya menikmati makan malam dengan semangkuk bakso jumbo urat yang begitu menggiurkan.
Saat mereka selesai makan, ponsel Liana berdering, ia pun langsung mengambil ponselnya dan cek siapa yang malam-malam melakukan panggilan. Ternyata itu adalah Sinta, Liana langsung menggeser tombol hijau dan panggilan pun tersambung.
“Hai, kenapa?”tanya Liana.
“aku sudah di kedai. Cepat jemput aku,” pinta sinta.
“Oke, tunggu 2 Derik,” kata Liana sembari berlari menghampiri Sinta yang sudah berada di bawah. Sedangkan Joko hanya melonggo melihat apa yang Liana lakukan.
“Aneh, kenapa dia bisa lari-lari begitu?”tanya Joko.
“apa kabar?” tanya Liana.
“hais, mentang-mentang sudah culik Abang, lupa sama adiknya?”gerutu Sinta
“Bukan begitu. Ayo masuk. Abang jeck ada di atas “ kata Liana.
“mbak Liana tau nama bang jeck?”tanya Sinta penasaran .
“iya. Kemarin aku juga sudah ketemu dengan mama,”terang Liana.
Sesampainya di atas, Joko terkejut dengan kehadiran sang adik. Keduanya langsung berpelukan dan melepas rindu terhadap Kaka beradik itu. Mereka pun banyak mengobrol kan banyak hal, sampai tak terasa malam semakin larut.
Hari berlalu begitu cepat. Setelah Liana dan Danu resmi berpisah, kini keduanya menjalani kehidupan masing-masing. Setelah akta cerai keluar, Liana dan Joko langsung menggelar acara pernikahan yang sangat sederhana. Dan resepsi hanya di hadiri oleh kerabat dan beberapa teman dekat saja.
“Liana selamat ya. Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu,” kata Yanu sembari menjabat tangan Liana.
“Terima kasih yan, sudah ada di hidupku. Semoga kamu bahagia dengan Clarisa,”kata Liana
Yanu hanya tersenyum. Dan ia kini berbalik menjabat tangan Joko.
“selamat bro. Bahagiakan Liana. Karena saat satu air mata saja menetes di pipinya. Maka aku akan berusaha mati-matian untuk merebutnya,” bisik Yanu saat keduanya berpelukan.
“Tentu. Liana adalah matahariku. Tenang saja,” kata Joko sembari tersenyum.
Kini berganti dengan Clarisa yang menjabat tangan Liana,
“Selamat ya Li. Semoga langgeng dan segera memiliki momongan.” Kata Clarisa.
__ADS_1
“aamiin. Terima kasih. Kalian juga ya,” kata Liana.
Kini Clarisa beralih menjabat tangan Joko. Keduanya tersenyum.
“Selamat, semoga kalian bahagia,” kata Clarisa.
“Terima kasih.”Joko hanya menjawab dengan senyum.
Kini keduanya turun dari panggung untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan. Setelah selesai acara, keduanya kini kembali ke rumah. Saat ini Liana dan Joko lebih memilih untuk tinggal di kedai. Sedangkan saat ini Sinta tengah bermanja dengan Melati di kediamannya.
Sesampainya di kedai, Liana sudah mengenakan pakaian biasa. Karena sebelumnya ia sudah singgah terlebih dahulu di rumah Melati untuk melepas baju pengantinnya. Sesampainya di kedai, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa. B
Lakinya terasa sangat pegal ketika seharian berdiri. Joko yang berada di belakangnya sedang menutup pintu pun tersenyum melihat istrinya kecapekan.
“Kenapa sayang? Capek ya?” tanya Joko sembari duduk di sampingnya dan mengecup kening Liana.
“iya mas. Lumayan menguras tenaga. Tapi sebandinglah Karen bisa dapetin kamu,”kata Liana sembari memeluk suaminya.
“Dasar kamu ya,” kata Joko sembari mencubit hidung Liana karena gemes.
“sakit, mas,” protes Liana.
“ya sudah, mandi dulu yuk. “kata Joko.
“Yuk? Berarti bareng dong?” tanya Liana sembari melonggo.
“Hahaha, kita berendam aja dulu. Biar lebih rilex,” kata Joko sembari mengendong tubuh istrinya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Karena hanya itu yang ada bad up nya.
Keduanya pun berendam di sana. Joko berasa di belakang, ia menyenderkan tubuhnya. Sedangkan Liana duduk di bagian depan sembari menyenderkan tubuhnya di dada bidang sang suami. Sembari mendengarkan alunan musik jezz yang menenangkan hati.
Joko hanya memeluk Liana dari belakang dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya itu dengan mesra. Sembari ia kadang menggodanya dengan menggosokkan busa yang ada di atas tubuhnya.
“Mas, kita akan melakukan sekarang?”tanya Liana.
“mas ikut kamu aja. Mas nggak mau maksa,” kata Joko sembari mencium kening istrinya.
“Oke. Kalau begitu, nanti saja ya di kamar, kita sekarang mandi dulu. Aku lapar mas,” kata Liana sembari mengalungkan kedua tangannya di leher Joko.
“tentu sayang. “joko kemudian mencuri cium pipi sang istri.
Setelah mereka selesai mandi, dan berbusana, Joko langsung menuju ke lantai bawah, ia memanaskan mobil sembari menunggu Liana siap. Tak berapa lam muncullah Liana dengan pakaian santainya. Hanya mengenakan celana jins pendek selutut di padukan dengan kaus putih bergambar kartun kesukaannya, one peace. Liana duduk di samping kemudi dan tersenyum pada sang suami
“sudah mas. Kita mau makan apa?”tanya Liana.
“Bagaimana kalau sup iga, atau iga bakar?” tanya Joko.
“boleh, hayuk gas.”
Keduanya pun memecah gerimis sore hari menuju restouran iga faforit Joko. Tak berapa lama, sampailah mereka di sebuah restauran. Liana dan Joko langsung duduk di ujung ruangan, yang berbatasan dengan taman di sampingnya. Kemudian mereka memesan menu makan malam.
“kamu mau pesan apa sayang?” tanya Joko.
“Apa aja mas, yang nggak ribet hehehe,” kata Liana sembari tersenyum.
“Ya sudah steak aja ya,” kata Joko.
“Boleh mas. Apapun itu,” kata Liana
Kemudian Joko pun memesan menu yang sudah di pilihnya. Tak berapa lama pesanan pun datang, dan mereka makan malam dengan khidmad. Setelah selesai makan malam dan sudah membayar bill nya. Keduanya pun langsung beranjak meninggalkan restouran dan mereka langsung pulang ke rumah.
__ADS_1