
Kini mereka sampai juga di rumah Joko yang baru. Liana tampak kagum dengan rumah yang tampak indah itu. Bahkan di halaman rumah terdapat banyak tanaman buah mau pun tanaman bunga beraneka ragam.
“Mas, halamannya luas. Kenapa banyak di tanami pohon besar? Itu ada alpukat, ada klengkeng, wah itu ada kesukaanku mas,” kata Liana dengan antusias.
“apa?” tanya Joko.
“Blimbing, mangga. Sepertinya semua buah aku suka,” kata Liana sembari tertawa.
“Itu memang memudahkan kamu dan anak kota kalau pas kepengen buah. Terlebih sekarang kalau kamu lagi ngidam dan tengah malam pingin makan buah, kan aku tinggal petik,” terang Joko.
Liana hanya tersenyum. Dan mereka beriringan masuk ke dalam rumah, sedangkan Sinta dan Melati baru saja sampai di rumah itu. Mereka pun langsung bergegas memasuki rumah.
“bagaimana sayang? Kalian suka?” tanya Melati yang berada di belakang Liana.
Liana pun sontak langsung memalingkan tubuh ke arah sang mama Mertua.
“Suka ma, suka sekali. Terima kasih ya mama,” kata Liana sembari tersenyum ke arah Liana.
“Syukurlah kalau kamu suka. Oh iya, kamar kalian ada di atas, kalau kalian mau langsung istirahat. Sementara pak Yono mengeluarkan barang-barang kalian,” kata Melati.
“iha ma, ayo sayang kita ke kamar,” ajak Joko dengan logat genitnya.
Liana dan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah Joko. Kedua Pasangan yang tengah menikmati indahnya nuansa pengantin baru itu langsung bergegas ke kamar. Sedangkan Melati dan Sinta kini tengah beristirahat di ruang tamu. Bik Sri pun datang dengan membawa es jeruk kesukaan Melati.
“Waduh bik, enak ini. Segar, tapi jangan sampai Liana tahu dia pasti kepengen ini. Bisa gawat,” gumam Melati sembari menyeruput es jeruknya.
“Mbak Liana sudah aku buatkan itu wedang uwuh,”terang bik Sri.
__ADS_1
“Bagus. Tapi terlalu banyak jamu pun sebenarnya nggak bagus buat Liana,” kata Melati.
Sedangkan dikamar, Joko dan Liana merebahkan diri setelah ia membersihkan diri dan mengganti pakaian.
“Mas, kok aku lapar ya?” tanya Liana.
Joko langsung beranjak dari pembaringan dan ia dengan sigap langsung duduk sembari menatap istrinya itu.
“kalau begitu, kita cari makan saja. Kamu mau makan apa sayang?” tanya Joko.
“Mie ayam enak mas,” kata Liana.
“oke, kalau begitu mari kita beli mie ayam,”Kata Joko sembari beranjak dari duduknya.
Keduanya kini keluar kamar, Liana berjalan di samping Joko sembari bergandengan tangan. Sesampainya di ruang tamu, mereka melihat melati tengah menyandarkan kepalanya.
“boleh itu bang, aku mau. Sambel di pisah dobel,” kata Sinta.
“Mama juga ya, mie setengah Mateng saja,” kata Melati.
“Oke mam, kami keluar dulu,” kata Liana.
Keduanya pun keluar rumah, sesampainya di teras Joko bingung mau pakai mobil yang mana. Liana yang mengetahui kegalauan suaminya itu langsung menunjuk motor metik yang ada di garasi.
“Mas Jack, pakai itu aja,” pinta Liana.
“Serius?” tanya Joko. Liana dengan antusias menganggukkan kepala.
__ADS_1
“Ya sudah kalau begitu, hayuk aja kalau mas mah,” kata Joko sembari berjalan memasuki garasi dan mengambil motor itu.
Setelah siap, Liana langsung duduk di belakang Joko, dan kedua tangannya di lingkarkan di perut Joko. Dan keduanya pun langsung menyusuri jalan komplek perumahan yang baru mereka tinggali.
Sampai di depan gang, mereka akhirnya berhenti di sebuah kios mie ayam.
“kita makan sini saja ya dek,” kata Joko.
“Boleh mas,” kata Liana menyetujui renjana sang suami.
Kini Joko memesan dua mie ayam untuk merek berdua. Sedangkan Liana memilih duduk di ujung meja yang lumayan jauh dari keramaian. Setelah selesai memesan, Joko pun duduk di samping sang istri.
“Dari aromanya enak banget ini dek,” kata Joko.
“Iya mas,” tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Dan mereka langsung meraciknya. Liana dan Joko langsung menikmatinya dengan lahap. Benar prediksi Joko kalau mie ayamnya sangat enak.
Setelah mereka selesai makan mie, Joko kembali memesan empat mie ayam untuk orang yang di rumah. Setelah semuanya selesai Liana dan Joko pun langsung beranjak pulang.
Sesampainya di rumah, Joko meletakkan mie ayam di meja.
“ma, ini yang dua buat bik Sri sama pak Yono,” terang Joko.
“oke. Kamu sudah makan di sana?” tanya Melati.
“Iya mas, aku sudah makan di sana sama Liana,” kata Joko kemudian mereka duduk di samping sang mama.
Sedangkan Sinta langsung ke dapur dengan membawa dua mie ayam untuk Bik Sri dan pak Yono. Dan mereka pun makan mie ayam di tempat masing-masing. Sementara Liana bergelendot di lengan sang suami sampai terlelap.
__ADS_1