Suami Bayangan

Suami Bayangan
Ingin Hilang


__ADS_3

" Bian .. Aku pengen penjelasan dari kamu tentang semalem. Kenapa kamu jadi kaya gini ? " Cerca Celine.


" Sorry Cel .. Aku udah gak bisa lakuin ini lagi sama kamu. Aku udah janji "


" Janji ? "


" Iya aku udah janji, selama aku masih menikahi Renata dan berusaha buat dapat keturunan. Selamaa itu juga aku gak akan nyentuh wanita lain. Maaf kalo buat kamu kecewa tapi aku gak bisa ngelanggar janji itu. "


" Omong kosong. "


" Cel .. I love you so much but kalo kamu keberatan, Aku pikir hubungan kita sampai disini dulu. Aku gak mau nyakitin kamu "


" Ok fine ! " Celine masuk ke kamarnya lalu membannting pintu, sedang Bian tak bisa berbuat banyak untuk menahannya.


Hari itu juga Bian memilih mempacking seluruh pakaiannya lalu kembali menuju Jakarta. Bian sudah harus kembali pads rutinitas dan pekerjaannya. Menghandle dua wanita ternyata tidak semudah yang Bian pikirkan.


Berbicara tentang wanita wanita yang ada di sampingnya, Bian memikirkan bagaimana keadaan Renata ? Menurut orang kepercayaan yang di pekerjakannya untuk mengamati Renata, Renata menndapat perundungan dari semua pihak di kampus.


" Agak heran gue Vin "


" Why ? "


" Kenapa mereka gak ada takutnya ya ke gue .. Berani berani nya bully istri gue di kampus gue sendiri " Gerutu Bian yang saat itu dalam perjalanan dari bandara menuju ke rumah.


" Di negara kita, adat istiadat itu di junjung dimana resepsi pernikahan itu udah jadi tradisi. Pernikahan kalian terkesan mendadak dan tersembunyi jadinya mereka mikir kalo Renata itu udah Lo apa apain atau dia sengaja ngejual diri demi harta Lo. Itu menurut apa yang gue tangkap dari hate speech yang mereka lakuin. "


" Ya kan emang ngedadak nikahnya " Bian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Udah waktunya Lo resmiin pernikahan kalian ke umum biar si Rere gak di anggap istri simpenan Lo aja "


" Anjir simpenan kaya gimana ? Orang dia satu satunya istri gue. Malah satu satunya wanita yang punya hubungan sama gue. "


" Lah serius ? Emang Lo sama si Celine ? "

__ADS_1


" Everything is over. The end "


" Good job brother. Gitu dong Lo harus tegas. Ya minimal selamaa Lo punya status suami orang, biar gak jelek ke Lo sama ke dia juga kan "


" Hmm .. "


Di lain tempat Renata pun memulai harinya kembali seperti biasa. Makin hari makin terasa banyak kesenjangan. Hanya teman teman dekatnya yang tak menjauh, karena mereka tau Renata tidak seburuk pikiran orang orang.


Renata sedang menikmati jam istirahatnya seorang diri di taman, dirinya tidak mood lagi untuk makan siang rasanya. Dirly yang memperhatikan dari kejauhan pun segera mennyusul.


" Semenjak ketauan jadi istrinya Pak Bian gue lihat Lo jadi gak seceria dulu Re .. Why ? " Dirly membuat Renata terkejut seketika.


" Ih apasih kak .. "


" Lo gak bahagia kan ? Umur Lo paling baru 18 atau 19an kan ? Harusnya Lo nikmatin dulu hidup Re. Kenapa Lo gini ? Apa dia nyakitin Lo ? "


Iyaa sakit .. Sakit banget


Renata hanya menggeleng mengingkari kenyataan hatinya yang selalu merasa sakit.


" Gue gak suka hidup kaya gini kak. Gue kaya gak punya kebebasan, but at least suami gue baik ko. Lo gak usah khawatir " Renata tersenyum getir.


" Kalo Lo butuh sesuatu Lo kabarin gue ya Re " Dirly mengelus rambut Renata.



" Iya kak .. Makasih "


Renata pun memtuskan untuk kembali bekerja minggu depan, dirinya harus tetap mandiri meski kini Bian tak pernah melupakan kewajiban untuk menafkahi seluruh kebutuhan Renata, namun Renata tak ingin bergantung pada Bian.


Seperti sebelumnya, hubungan mereka kembali dingin. Bian seringkali menghilang tanpa kabar, dan kini Renata pun tak peduli jika Bian tak mengabarinya. Dirinya sudah terlalu lelah dengan banyak cemoohan orang orang, jangankan memikirkan Bian. Memikirkan diri sendiri saja Renata sudah kesulitan.


Akhir akhir ini Bian memang sibuk karena sedang ada project di luar negeri, jangankan menghubungi Renata, mengecek pesen pesan yang masuk ke ponselnya saja tidak. Bian fokus pada pekerjaannya karena ingin segera kembali ke Indonesia berharap ada kabar baik dari Renata.

__ADS_1


Project yang Bian kerjakan selama dua minggu itu pun selesai, tinggal di jalankan dan di awasi saja. Bian terbang ke Indonesia dan sampai pukul 8 malam. Karena dirinya sudah cukup santai, Bian pun mulai membuka pesan pesan ke ponsel pribadinya. Bian memang memiliki 2 ponsel, satu untuk bisnis dan satu untuk keperluan pribadinya, hanya keluarga, sahabbat dekat dan keluarga yang memiliki nomornya.


Sesuai dugaan yang pertama Bian cari adalah pesan Renata. Tak ada yang penting sepertinya, hanya menanyakan kabar itupun 2 minggu yang lalu. Beberapa saat sebelum Bian berangkat ke LN. Dan ya ada pesan lain, dari orang kepercayaannya.


Seketika darah Bian serasa mendidih sampai ubun ubun, orang kepercayaannya itu mengirimi foto Renata yang dekat bersama Dirly, cukup dekat untuk di katakan teman biasa. Terlebih sifat pencemburu dan posesif Bian yang berlebihan itu membuat amarahnya semakin bergejolak.


Bian segera menghubungi Renata yang saat itu masih bekerja karena akhir bulan sehingga ada beberapa laporan yang membuatnya harus kerja lembur. Renata sengaja mensilent hp nya agar bisa fokus. Barulah setelah sampai di rumah pukul 10 malam, Renata sadar Bian menghubunginya puluhan kali.


Segera Renata menghubungi Bian.


" Halo mas .. " Ucap Renata.


" Hmm "


" Ada apa mas ? Tadi aku ada kerjaan "


" Oh ya ? Saya kira kamu lupa punya suami Re "


" Kenapa mas bilang gitu ? "


" Ck .. "


" Hmm jujur ya mas gue cape banget dengerin ocehan Lo yang so paling bener dan berkuasa. Iya gue tau Lo tuh suami gue, tapi Lo harus ngaca Lo harus sadar diri Lo udah layak belum di sebut seorang suami. "


" Bagus saya tinggal dua minggu aja bahasa kamu jadi sekasar ini "


" Buat apa gue bersikap baik sama orang yang gak pernah mandang gue baik. Di pikiran mas tuh gue gak ada benernya. Udahlah kalo mas cape, cere aja. Atau mas mau sekalian gue mati ? Yaudah ! "


" Kamu kenapa sih Re ? Harusnya saya yang marah. Saya dapet foto kamu sama Dirly. Kamu ke saya aja jangan nyentuh wanita lain, tapi kamu di sentuh sentuh laki laki lain. "


" Oh jadi selama ini mas mata matain gue ? Mas gak percaya ke gue ? Pikir dong mas, gue tidur sama mas tuh masih virgin. Kalo gue bukan wanita baik baik mana mungkin gue masih virgin "


" Bukan gitu Re. Saya emang nyuruh orang buat mantau kamu. Bukan buat mata matain, tapi buat jaga kamu ! "

__ADS_1


" Terserah deh. Cape banget gue mau out aja dari kampus mas. Gue juga mau pergi ngilang. " Caci Renata lalu menutup panggilan suara. Seketika ponsel Renata pun tidak aktif.


Hal itu berhasil membuat kalang kabut.


__ADS_2