
Mereka pun berhenti di sebuah toko roti, Liana dan Joko pun keluar dari mobil. Mereka pun memasuki toko dengan bergandengan tangan. Liana pun mulai melihat beberapa kue di sana. Kemudian ia tertarik dengan roti gulung berisi coklat. Liana pun memberi kode pada Joko.
“btw mama kamu suka roti yang bagaimana mas?” tanya Liana.
“Mama suka roti yang manis, apa lagi coklat.” Terang Joko.
“Pas dong kalau begitu. Itu sepertinya enak, mas.” Kata Liana sembari ia menunjuk pada roti yang di maksud.
“Boleh. Sekalian aku mau beli bakpia kukus ya.” Kata Joko.
“boleh. Silahkan.” Kata Liana sembari tersenyum.
Kemudian mereka pun memberitahukan pada pegawai roti yang ingin mereka beli. Dan setelah semuanya siap, Joko pun langsung membayarnya di kasir. Setelahnya mereka kembali bergandengan tangan dan meninggalkan toko roti tersebut. Sesampainya di mobil, Liana pun meletakkan roti yang baru saja di belinya di atas dasbort mobil.
Liana kini tampak gugup ketika mobil sudah memasuki kompleks perumahan elit. Joko pun menyadari kegugupan Liana. Ia pun langsung menggenggam tangan Liana.
“kamu gugup, dek? Tanya Joko.
“iya mas.”kata Liana dengan canggung.
“tenang. Mama aku orangnya baik kok. Di tambah lagi kamu dekat dengan Santi. Mungkin Santi sudah sedot cerita ke mama.” Terang Joko mencoba menenangkan Liana.
“Iya, mas.” Kata Liana dengan senyum indah menghiasi wajahnya.
Tak berapa lama sampailah mereka di sebuah rumah yang sangat megah bak istana. Liana memang bukan dari kalangan orang kaya namun karena ke keuletan dan gigih ia bisa sampai di posisi sekarang ini. Bisa membukakan klinik kecantikan yang sekarang di kelola oleh Danu yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami.
“Tenang, sayang. Mama baik kok.” Kata Joko.
Liana pun hanya tersenyum. Ia pun kini keluar dari mobil dengan bersamaan, dan Liana pun tak lupa membawa roti yang tadi mereka beli. Joko pun menggandeng Liana memasuki rumah. Saat sudah berada di depan pintu, Joko pun langsung membukanya. Dan ia langsung melihat sesosok wanita yang selama ini sangat ia rindukan tengah duduk sendiri di ruang tamu.
Joko yang tak kuasa menahan rindu pun langsung berlari dan memeluk sang mama. Sedangkan Melati, terkejut melihat ada yang tiba-tiba memeluknya.
“Jeck? Kaulah itu?” tanya melati sembari memandang wajah sang putra dan ia kini mulai menitihkan air mata.
“mama, jeck kembali.” Kata Joko sembari terus memeluk sang mama. Liana pun kini merasakan haru atas pertemuan ibu dan anak tersebut.
__ADS_1
“Mama, sampai lupa. Jeck bawa oleh-oleh buat mama.” Kata Joko sembari ia beranjak dari duduknya dan mengayunkan kaki ke arah liana yang masih berdiri di dekat pintu. Sedangkan Melati kini tersenyum melihat Joko menghampiri Liana.
“Mama, ini mantu buat mama. Namanya Liana.” Kata Joko sembari ia mendudukkan Liana di samping sang mama.
Liana pun menjabat tangan melati dengan penuh hormat.
“cantik. Liana, apa kabar? Bagaimana ceritanya kamu bisa menjinakkan jeck?” tanya melati sembari terkekeh.
“Sebelum saya mengenal mas Joko, saya sudah mengenal Santi terlebih dulu Tante.” Terang Liana sembari tersipu.
“ oh berarti kalau anak itu sudah memberi kalian lampu hijau, berarti kamu memang yang terbaik untuk jeck.” Ucap melati.
“Tante, ini ada sedikit roti, aku taruh di piring ya “ kata Liana sembari ia berjalan ke arah dapur.
“terima kasih sayang “ kata melati sembari tersenyum.
Liana pun berlalu ke dapur dan kini Joko beringsut mendekati sang mama.
“ bagaimana pilihan jeck, ma?” tanya Joko.
“Iya ma. Dia pintar membangun usaha.” Kata Joko.
Kemudian Liana muncul sudah dengan nampan berisi roti coklat dan bakpia kukus kesukaan Joko.
“Silahkan Tante. Tadinya saya mau buat sendiri. Tapi takut nggak enak. Jadi mas Joko menyarankan untuk beli saja.” Kata Liana sembari tertawa.
“kamu bisa aja Liana.”kata mentari dan kini mereka pun tertawa bersama.
Kemudian mereka pun mengobrol panjang lebar, dan kini Liana pun tampak serius ingin mengatakan sesuatu kepada melati.
“Tante, sebelum ini terlalu jauh. Saya harus mengatakan sesuatu yang sangat penting.”kata Liana dengan serius sehingga membuat melati khawatir
“ Ada apa, Liana? Kau membuatku takut.” Kata melati sembari ia memandang Joko dan Liana bergantian. Sedangkan Joko pun tak tahu apa yang akan Liana katakan.
“ Tante, saya saat ini statusnya masih istri orang. Dan baru tadi pagi saya dan mas Joko mendaftarkan gugatan cerai. Namun saya dan suami sudah hampir setahun tidak pernah bertemu. Mungkin Tante berpikir kenapa saya tidak menggugatnya dari dulu? Dulu saya terikat dengan sebuah janji. Janji di mana saya tidak akan pernah menggugat cerai suami saya kecuali dia yang menceraikan saya. Dan karena saya sudah tidak tahan dengan situasi pernikahan kami yang sudah tak sehat, aku pun memilih merantau di Bali. Dan belum lama ini saya bertemu dengan mas Joko. “ terang Liana.
__ADS_1
“ Seperti itu ya?” kata melati.
“Dan mama tau? Seandainya Liana nggak ketemu sama aku, mungkin belum bisa cerai sampai sekarang.” Kata Joko sembari tertawa.
“Kenapa begitu?” tanya melati dengan heran.
“Saat itu suami mencari saya. Dan saya minta bantuan mas Joko untuk pura-pura menjadi suami saya. Setelah dia percaya aku bahagia tanpa dirinya. Maka dia pun mengizinkan saya untuk mengurus perpisahan kami.” Terang Liana lagi.
“Kenapa kamu memilih jujur mengatakan itu kepada saya?” tanya melati dengan nada sedikit dingin. Sedangkan Joko kini merasa was-was dengan perubahan sikap sang mama.
“Saya hanya tak ingin memulai sebuah hubungan dengan kebohongan. Tante harus tau semuanya tentang saya “ kata Liana sembari tertunduk.
"Kamu sudah benar dengan menceritakan semuanya. Tante sakit denganmu. jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Melati.
Keduanya pun hanya melonggo dan tersenyum melihat reaksi melati tentang apa yang Liana katakan.
" Mama setuju dengan hubungan kami?" tanya Joko.
"Tentu sayang. Mama yakin, Liana adalah yang terbaik buat kamu." kata Melati sembari mencium pipi sang putra.
"Terima kasih mama." kata Joko
"Terima kasih Tante. sudah menerima saya." kata Liana.
"Aku yang terima kasih kepada kamu, Liana. Terima kasih sudah mengembalikan Jeck. Jeck, sudah berjanji tidak akan pulang sebelum berhasil membawa istri. Dan sekarang dia pulang membawamu." kata Melati sembari tersenyum bahagia.
" Kenapa begitu?" tanya Liana.
" Iya. Karena Clarisa cinta pertamaku. dan aku susah move one darinya. namun begitu melihatmu. aku langsung bisa menghapus semua tentang dirinya." terang Joko sembari tersenyum.
Dan kini Melati yang melonggo.
" Liana kenal dengan Risa?" tanya Melati.
"iya, tante." kata Liana singkat sembari tersenyum.
__ADS_1