Suami Bayangan

Suami Bayangan
karma di bayar kontan


__ADS_3

Joko pulang dari membeli susu dengan tergesa. Ia pun langsung berlari ke dapur dan membuatkan secangkir susu, sampai ia tak menyadari kalau ternyata Liana sudah segar dan duduk melihat kepanikan Joko sembari tersenyum.


Setelah membuat susu, ia pun langsung memberikan secangkir susu pada mamanya, barulah Joko terkejut melihat Liana sudah lebih segar.


“sayang, kamu sudah lebih baik?” tanya Joko.


“Alhamdulilah mas, berkat mama. Sepertinya anakmu akan lebih manja sama neneknya,” kata Liana dengan tersenyum.


Joko langsung memeluk sang istri,karena ia sangat bahagia.


“jangan gitu lagi ya sayang,” kata Joko


“Jack, kapan istrimu bisa minum susu?”tanya Melati sembari meledeknya.


Joko langsung melepaskan pelukannya dan ia langsung tersenyum. Melati langsung memberikan cangkir berisi susu itu kepada menantunya.


“Di minum ya, susu spesial dari suamimu,” kata Melati sembari tersenyum.


“Terima kasih mama,”kata Joko sembari memeluk mamanya. Sementara Liana meneguk habis susu yang ada di cangkir. Sinta hanya tersenyum melihat tingkah kakaknya itu.


“Bang, itu di depan ada suara mobil, kayaknya udah ada yang datang itu,” kata Sinta.


“ya sudah. Ayo kita turun,” ajak melati.


Joko pun membantu Liana untuk bangun dari ranjang dan ia mengandeng sang istri untuk menuruni tangga.


“Mbak Li, pelan-pelan ya. Jaga ponakan aku dengan baik,” kata Sinta dengan meledek.


Sedangkan Liana hanya tersenyum menanggapinya.


Sesampainya di ruang tamu, ternyata keluarga Danu sudah datang. Lengkap dengan Liona dan Cokro, mereka sudah berkumpul di ruang tamu.


“terima kasih sudah datang, selamat datang semuanya,” sambut melati.

__ADS_1


“Sama-sama Tante. Terima kasih sudah mengundang kami,” kata Danu.


“Halo, terima kasih sudah datang,” kata Liana sembari duduk di samping sang mama mertua, dan Joko berada di sebelahnya.


“liana, selamat atas kehamilanmu,” kata Cokro.


“terima kasih papa, Tante Liona, apa kabar?” Tanya Liana.


“baik sayang,” jawab Liona.


Kemudian mereka ngobrol panjang lebar. Sampai tak lama kemudian Yanu dan Clarisa datang. Betapa bahagianya Liana, saat melihat Yanu datang. Namun ia harus menahannya karena menjaga perasaan Joko dan mama mertuanya.


“halo, apa kabar bumil?” tanya Yanu.


“baik. Sekarang menjadi suami siaga juga ya?” tanya Liana sembari tersenyum.


Sedangkan Clarisa hanya tersenyum kecut melihat Yanu sangat ceria ketika berada di sekitar Liana. Joko paham kalau Liana memang sedang merindukan sahabat lamanya itu. Namun ia tak akan menaruh cemburu, supaya Liana tetap nyaman berada di sampingnya.


“liana, kamar mandi di mana ya?” tanya Clarisa.


“oh, mari aku antar,” kata Liana.


“sayang hati-hati,” kata joko.


“Iya mas,” kata Liana.


Dan di situlah, Clarisa memiliki niat jahat pada Liana. Saat sampai di kamar mandi, Clarisa pun menumpahkan minyak, sejenis baby oil yang memang selalu ada di dalam tas nya. Dan Clarisa langsung berteriak kepada Liana.


“ Liana ada kecoak,” kata clarisa.


Liana pun langsung masuk ke kamar mandi dengan spontan. Namun ia selalu berpegangan pada besi yang ada di dinding yang memang di sediakan untuk pegangan.


Liana terpeleset namun ia tak terjatuh, karena tangannya memang berpegangan pada besi.

__ADS_1


“ Mas, tolong,” teriak Liana.


Raut kesal terlihat di Wajak Clarisa. Sedangkan Joko dan yang lain langsung berlari menuju kamar mandi, saat mendengar Liana berteriak.


“Ya Allah, Liana. Apa yang terjadi?” tanya Joko langsung mengendong sang istri.


Sedangkan yang lain hanya bisa menghela nafas melihat Liana selamat.


Joko menggendongnya dan membawanya ke ruang tamu. Setelah duduk dan minum air putih, Liana masih tampak gemetaran.


“Sayang, kamu kenapa sich?” tanya Joko. Saat semuanya sudah kembali ke ruang tamu, kini tinggal Clarisa yang berada di kamar mandi. Ia menghentakkan kakinya karena kesal. Namun apa yang terjadi sungguh di luar prediksi. Kakinya menginjak tumpahan Beby oil yang ia tuang. Dan ia terpeleset.


“Aduh, mas Yanu. Tolong. “ pekiknya sembari memegangi perut. Sedangkan Yanu bergegas menghampiri Clarisa di kamar mandi.


Dan apa yang terjadi seperti yang ia harapkan terjadi kepada Liana. Clarisa mengeluarkan banyak darah, dan ia langsung di larikan ke rumah sakit.


Melati yang duduk si samping Liana pun kini bertanya kepada sang menantu.


“Sayang. Apa yang terjadi?” tanya melati.


“Aku nggak tau ma. Tau- tau lantainya licin,” terangnya.


“sebentar, biar aku cek,” kata Joko.


Suasana tegang masih tercipta. Sedangkan Cokro dan Liona memilih mengantarkan Clarisa bersama Yanu. Tak lama kemudian Joko sudah kembali dengan raut penuh amarah.


“rupanya ini sudah di rencana. Ada yang menuangkan Beby oil ke lantai. Tapi untungnya Liana selamat,” katanya.


“Siapa yang tega melakukan itu?” tanya melati.


“entahlah,” kata Joko.


 

__ADS_1


__ADS_2