Suami Bayangan

Suami Bayangan
mencari maksud dan arti


__ADS_3

Setelah kejadian bungkus ganja yang ditemukan nya dirumah. sikap yogi semakin hari semakin aneh. seolah olah yogi ingin menunjuk kan siapa sebenarnya diri nya. atau setiap kuburukan yang selama ini yogi simpan simpan dengan sendiri nya terbuka..


Raisya menjalani masa kehamilan yang sulit, yogi sama sekali tidak perduli. bahkan untuk mengantar raisya kontor ke bidan pun yogi tidak pernah ada waktu.. syukurlah ada panji, adik bungsu raisya. panji lah yang setia dengan sabar menemani sang kakak untuk pergi kontrok ke bidan bahkan kedokter kandungan. panji adik bungsu si raisya saat itu kelas 3 SLTP dan sedang mempersiap kan lelulusan sekolah nya..


Yogi seakan tidak mau tau kondisi raisya.. bahkan untuk persiapan keperluan calon bayi nya pun yogi belum memikirkan nya.. raisya lah yang mencicil membeli perlengkapan bayi.. Ditemani sang ibu yang datang sesekalo dari kampung raisya pergi kepasar untuk membeli perlengkapan bayi. perlengkapan itu raisya beli dengan uang nya sendiri.. karena setelah kejadian tempo dulu, waktu yogi menyuruh raisya merincikan semua uang yang telah raisya belanjakan, raisya pun tak mau tahu uang gaji yogi.. dan memang gaji yogi selalu habis untuk yogi sendiri. karena raisya tidak perduli masalah gaji nya, yogi pun tidak pernah bertanya masalah uang gaji raisya. Raisya selalu menyembunyikan semua tingkah yogi dari keduq orang tua nya, hanyq adik nya panji lah yang mengetahui cerita kehidupan raisya..


hari itu saat usia kehamilan raisya menginjak bulan ke tujuh. yogi pulang kerumah setelah satu harian keluar. kebetulan hari itu hari sabtu mereka pun libur kerja.


"sya, kita ke jalan mangga nanti ya, mama datang" ucap yogi


jalan mangga adalah alamat rumah abang yogi.. yaa, ibu dan ayah mertua raisya rajin dan sering datang ke kota, tapi tidak pernah singgah atau pun bermalam kerumah mereka. mertua raisya selalu kerumah abang yogi. raisya maklum karena abang yogi yang bernama alex itu tergolong mapan dan istri nya pun anak dari orang berada, tidak seperti raisya hanya anak seorang petani.


Raisya tidak menjawab perkataan yogi.. sejujurnya di hati kecil nya raisya sangat malas untuk pergi kesana. tapi apalah daya raisya tidak bisa menolak..


raisya telah siap membereskan rumah, semua pekerjaan rumah telah selesai dia kerjakan. raisya duduk selonjoran di depan tv, meluruskan urat urat yang pada pegal karena capek mengemas rumah.. melihat raisya duduk di depan tv yogi pun ikut duduk di samping raisya. "ayok sya kita ke jalan mangga" ucap yogi lagi


"bentar lagi bisa bang, masih capek.. istirahat sebentar ya bang" ucap raisya


"nanti keburu orang mama sama papa pulang kampung" ucap yogi


dengan berat hati karena masih letih raisya berdiri dari duduk nya berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaian..


"hughhh datang nya kapan pun gak tau" gerutu raisya didalam hati..


setelah raisya siap, mereka pun pergi kejalan mangga..


"Assalamualaikum" ucap raisya sambil membuka gagang pintu rumah bang alex.


tak ada jawaban raisya nyelonong masuk kedalam rumah abang iparnya tersebut.. tak berapa lama yogi menyusul dibelakan raisya.


"tu kan kamu lama banget sih siap siap nya, mungkin mama sama papa udah pulang" gerutu yogi.


raisya hanya terdiam mendengar yogi menggerutu..


tidak berapa lama mbak ika keluar dari dalam kamar nya..


eh raisya, sehat dek sapa mbak ika.. alhamdulillah sehat mbak jawab raisya..


"orang mama udah pulang ya mbak" tanya yogi


"nggak, mama pergi kepasar sama abang" ucap mbak ika.


"duduk dek" ucap ika kembali


ika dan raisya duduk di ruang menonton sambil menunggu ibu mertua pulang dari pasar. sementara yogi duduk di teras rumah abang nya sambil menghisap rokok nya..


mbak ika, istri abang yogi juga kakak sepupu raisya. nenek ika dan raisya saudara kandung.. oleh karena itu ika kakak sepupu raisya. tapi walaupun begitu ika dan raisya tidak terlalu akrab. mereka berdua tinggal berjauh jauhan sebelum menikah, dan juga ika memiliki sifat sedikit sombong karena mereka keluarga berada..


hening, tidak ada percakapan antara ika dan raisya. ika sibuk menonton tv, sementara raisya sebenar nya tidak lah nyaman dengan posisi seperti ini..

__ADS_1


untuk memulai percakapan raisya pun tidak tau bagaimana caranya. karena setiap pertanyaan raisya hanya di jawab singkat oleh ika..


tak berapa lama suara mobil terdengar berhenti didepan rumah alex..


"sepertinya orang mama udah pulang" ucap ika..


"oh iya kak" ucap raisya


tak berapa lama muncul lah ibu mertua, raisya menghapiri ibu mertua nya dan menyalam tangan ibu mertua nya.


"udah lama kalian" tanya ibu mertua nya ke yogi


"lumayan sih ma" ucap yogi


raisya pun kembali duduk di depan tv, berusaha menyaman kan diri di situasi yang tidak dia sukai..


baim pun berlari membawa pesawat baru nya..


baim adalah putra alex dan ika..


"ichhh bagus banget pesawat nya om" sapa yogi..


"iya, dibeli sama oma" jawab baim sibuk lari kesana kemari membawa pesawat baru nya ini..


"sudah berapa bulan hamil mu sya" tanya mama nya yogi.


"masuk tujuh bulan ma" jawab raisya


"iya ma" jawab raisya


"jangan harap kan aku, uang ku nggak ada" ucap mama mertua raisya


mendengar ucapan ibu mertua nya raisya seketika tersinggung.


"oh tenang ma, alhamdulillah sudah lengkap kok ma" ucap raisya


padahal raisya sengaja merahasiakan perlengkapan bayi yang sudah dia beli dari yogi, raisya berharap yogi ikut memikirkan nya dan memberi uang ke raisya untuk membeli perlengkapan calon bayi mereka. walaupun toh raisya tau uang yang yogi beri selalu tidak pernah cukup setidak nya raisya berharap yogi ikut memikirkan nya..


tapi rahasia itu terucap juga karena raisya geram mendengar perkataan ibu mertua nya.


mendengar perkataan raisya ke mama nya yogi ikut berkomentar..


"bener sya udah dibeli perlengkan bayi nya" tanya yogi


raisya diam tidak menjawab pertanyaan yogi..


tak berapa lama, ibu mertua nya pun berbicara pada ika,


"ka mana bungkusan mama tadi yang pulang dari pasar itu" tanya mama nya yogi ke ika.

__ADS_1


"ika tarok dalam tas mama" jawab ika


ibu yogi pun berdiri beranjak dari tempat duduk nya, dan mengambil sesuatu dari dalam tas nya.


tak berapa lama ibu yogi datang kembali ke ruang menonton dengan membawa bungkusan plastik di tangan nya.


"apa itu ma" tanya alex


"ogh baju baim" jawab ibu nya yogi


"immmm, sini oma" panggil ibunya yogi.


baim datang menghampiri oma nya, ibu yogi membuka bungkusan yang sedari tadi dipegang nya. dia mengeluarkan 2 stel baju anak laki laki..


"coba dulu oma" kata nya ke baim


baim pun memberikan baju tersebut ke mama nya agar mamanya memakai kan baju tersebut me dia.


ika pun memakaikan baju tesebut ke baim.


"wahhhh, ganteng nya anak papa" puji alex


"siapa beli opa" tanya ayah yogi ke baim


"oma dong, bilang im" ujar mama yogi ke baim


"berapa mama beli baju nya" tanya ika


"mahal ka" jawab mama yogi


"biar lah mahal, tapi untuk cucu" celetuk ayah yogi.


"iya dong" jawab mama yogi..


mereka pun tertawa.. raisya hanya bisa tersenyum, senyum yang dia paksakan..


perih hati nya, raisya memang tidak berharap ibu nya yogi menolong dia membeli perlengkapan calon bayi nya, tapi tidak perlu mengatakan tidak memiliki uang. begini lah begono lah, tapi toh kenyataan nya berbeda dari yang dia ucap kan. rupanya di dalam perut ku ini bukan cucu nya, gerutu raisya di dalam hati...


hari itu raisya selalu berdoa di dalam hati, ya allah cepet cepet la mereka pulang kampung, katanya mau pulang kampnung gumam raisya di dalam hati.. petang pun tiba, hari menunjuk kan pukul 15.00 wib, ibu dan ayah mertua raisya siap siap bergegas untuk pulang ke kampung..


setelah berpamitan ibu dan ayah mertua raisya pun berangkat pulang.. tak berapa lama raisya pun mengajak yogi pulang..


"bang kita pun pulang yok" ucap raisya


syukur nya kali itu yogi langsung meng iya kan.


di perjalanan pulang yogi kembali bertanya


"betul sya perlengkapan bayi sudah kamu beli" tanya yogi

__ADS_1


"emmm" jawab raisya dengan malas


tidak ada lagi percakapan mereka sepanjang perjalanan pulang sampai mereka pun tiba di rumah


__ADS_2