
"liana, mama sudah siapin acara syukuran buat empat bulanan. Mungkin lusa bisa kita adakan,” terang Melati.
“baik ma,”Jawab Liana.
“Trus kita kapan akan pindah ke sana?” tanya Joko.
“mungkin hari ini mas, barang yang kalian bawa nggak begitu banyak bukan?” tanya Sinta
“nggak sich. Paling Cuma baju dan yang lainnya. Itu pun nggak semua,” terang Joko
“Ya sudah. Nanti aku yang akan sesekali datang ke sini buat beres-beres,” kata Sinta
Kini mereka bersiap untuk mengemas beberapa barang yang memang perlu di bawa, sedangkan Liana kini turun untuk memberitahukan kepergiannya kepada pak Rahmad dan istrinya.
“pak Rahmad, saya mau minta tolong. Nanti saya mau pindah ke rumah mas Jack, jadi pak Rahmad dan istri kembali tidur di sini ya,” kata Liana.
“baik, mbak,” kata pak Rahmad kemudian.
“Dan iya, besuk sore kedai tutup saja pak, karena ada syukuran 4 bulan di rumah. Nanti kalian akan di jemput sama Sinta,” kata Liana.
“baik, mbak. Keluarga pak Danu di undang juga?” tanya pak Rahmad
“harusnya sich gitu pak, tapi aku nggak tau dek nanti. Soalnya mama yang atur, nanti kalau aku usul takut salah,” kata Liana sembari tersenyum.
“iya juga sich mbak, mbak Liana ini uang setoran sekalian di bawa saja,” kata pak Rahmad.
__ADS_1
“baik pak, untuk modal besuk ada?” tanya Liana.
“ada mbak. Semua aman, bahkan omset merangkak naik,” kata pak Rahmad dengan antusias.
“Baik, terima kasih pak Rahmad. Kalau bapak ada masalah apa pun atau merasa kesulitan, jangan sungkan ya buat cerita ke saya. Kita itu keluarga, bukan bos dan bawahan,” kata Liana sembari ia mengambil uang setoran satu Minggu dengan nominal yang sangat fantastis itu.
“iya mbak Liana,” kata pak Rahmad.
“Ini bonus buat bapak sama ibu, terima kasih sudah menjag kepercayaan dari saya,” kata Liana sembari memberikan beberapa lembar uang pecahan berwarna merah kepada pak Rahmad.
“masya Allah, terima kasih mbak. Semoga Allah melipat gandakan rejeki mbak Liana sekeluarga.” Doa tulus yang di panjatkan pak Rahmad
“amiin, semoga Allah mengabulkan doa pak Rahmad,” kata liana,” kalau begitu, saya ke atas dulu ya pak,” Liana pun beranjak dari duduknya dan ia langsung menuju lantai dua. Dan di sana Joko dan ibu serta adeknya sedang duduk menunggu Liana.
Liana pun kini duduk di samping Joko setelah sebelumnya ia menyimpan uang setorannya ke dalam tas, mungkin nanti ia akan menyetorkannya ke bank.
“kalau itu terserah mama dan dan mas Jack aja,” kata Liana sembari bergelayut manja di lengan sang suami.
“Aduh, mesranya. Di depan jomblo ini,” gerutu Sinta.
“Liana memang gini sejak hamil. Manjanya nggak ketulungan,” kata Joko sembari mengecup kening sang istri.
“Mama sich nggak keberatan kalian mengundang siapa saja. Asal Liana nyaman,” kata melati.
“ya sudah, kalau begitu kita undang saja ya,” kata Joko Yang di balas dengan anggukan kepala sang istri.
__ADS_1
“ ya sudah, kita ke rumah baru sekarang aja yuk. Biar nanti sekalian bisa beres-beres di sana,” ajak Joko
“di sana sudah ada pak Yono dan bik sari yang akan membantu kalian, dan bik sari sudah mama suruh membersihkan beberapa kamar, siapa tau nanti mama mau nginep,” kata Melati
“mama baik banget sich,” kata Liana sembari tersenyum.
Kini mereka pun beranjak dari duduknya. Liana dalan di depan sembari mengandeng tangan sang suami. Sedangkan Joko membawa koper. Melati dan Santi mengekor di belakang sembari tersenyum melihat kemesraan Liana dan Joko.
Sesampainya di depan kasir, Liana kembali menghampiri Bu Rahmad dan ia memeluknya.
“Bu, Liana pergi dulu ya, titip kedai.”
“Mbak Liana jaga kesehatan ya,” kata Bu Rahmad sembari mengusap air mata yang mulai meleleh di pipinya.
“Terima kasih, Bu,” kata Liana sembari berbalik.
Sedangkan ibu mertua dan adiknya pun menyalami Bu Rahmad sembari tersenyum. Sesampainya di parkiran, Joko sedang menunggu Melati, ia ingin mengajak melati untuk mengundang Danu sekeluarga.
“Mama, kita ke rumah Danu sebentar ya,” ajak Joko.
“Jack, lebih baik nanti di telpon saja. Bukannya apa, kalau salah satu di telpon satunya di datengi, nanti malah menimbulkan opini yang nggak-nggak. Sedangkan kita nggak mungkin ke rumah Yanu, nanti mantu mama kecapekan,” kata melati sembari mengusap punggung Liana.
“Iya mas. Betul apa yang mama katakan,” kata Liana.
“ Ya sudah, sekarang kita langsung pulang saja berarti ya?” tanya Joko.
__ADS_1
Kini Joko masuk mobilnya sedangkan melati dan Santi memasuki mobilnya sendiri.