Suami Bayangan

Suami Bayangan
Pernikan adik ipar


__ADS_3

Ternyata kedatangan mertua raisya bulan yang lalu ke kota adalah untuk membahas tentang rencana pernikan adik yogi yang bernama dendi. Dendi adik laki laki mereka yang paling kecil sebelum bella. Dendi juga seorang pegawai negeri sipil bekerja sebagai seorang guru, dan calon dendi pun adalah seorang pegawai negeri sipil. ibu dan ayah mertua raisya begitu antusias menyambut rencana pernikahan mereka. waktu tanggal bulan telah dipersiap kan.. "sya, nanti pas akad aku pergi ya ke acara pernikahan dendi kerumah mempelai wanita..?" tanya yogi


raisya hanya terdiam, saat yogi bertanya kehamilan raisya sudah masuk bulan persalinan.. "kalau lagi gak hamil, pasti kamu ikut" ucap yogi lagi.


raisya hanya diam menatap layar televisi seolah olah tidak mendengar apa yang yogi ucap kan..


seminggu sudah berlalu setelah yogi mengutarakan niat nya untuk ikut ke acara akad pernikahan adik nya..


"brakkkk" tiba tiba pintu di tutup begitu keras.. raisya yang sedari tadi berkutat di dapur kaget mendengar suara pintu.. raisya buru buru keluar memastikan ada apa.. terdengar yogi menggerutu... "kenapa sih bang" tanya raisya penasaran..


"itu mereka, aku sudah bilang kalau aku mau ikut" tapi ternyata mereka gak ngajak aku"


"hughhhh" raisya menghela nafas, masalah itu toh pikir nya di dalam hati.. raisya meninggal kan yogi di ruang tamu dan beranjak.ke dapur..


hari pernikahan di pihak perempuan pun telah tiba, semua keluarga pergi ke pernikahan tersebut, jarak kota yang kami tempati dengan kota calon istri dendi cukup jauh, 13 jam perjalan.. saat itu raisya mulai merasakan tidak nyaman diperut nya. raisya merasakan diare.. saat raisya dan adik nya tengah asik menonton televisi raisya teringat bahwa dia sudah gajian... "dek kakak boleh minta tolong" tanya raisya pada sang adik


"ya kak, kenapa" jawab panji. "tolong simpen uang gaji kakak ya, nanti perlu sama kakak, gak ada uang kakak" ucap raisya sambil beranjak menuju ke kamar mengambil uang yang dia maksud. tak berapa lama raisya telah memegang beberapa lembar uang seratus ribu dan menyerah kan nya pada sang adik.. "kak, sebetul nya ada yang mau aku omongin" ucap panji... "iya apa" tanya raisya.

__ADS_1


"ada undangan lomba di provinsi, dan dari sekolah nama aku ikut" ucap panji


"trus" tanya raisya.. "menurut kakak gimana? boleh gak aku ikut" tanya panji lagi


"ya sudah ikut aja, gak apa apa kok" ucap raisya.. "tapi kak ongkos perginya gak di tanggung panitia" ucap panji lagi..


"hmmm, ya udah uang yang kakak kasih tadi ambil aja seberapa perlu buat ongkos, sisa nya simpan kan ya dek" ucap raisya lagi..


"iya kak, terimakasih" ucap panji


"kapan berangkat dek" tanya raisya


ke esokan hari nya sakit perut dan diare raisya semakin menjadi jadi.. entah sudah berapa kali dia bolak balik ke kamar mandi..


"kak, atau aku nggak usah pergi" tanya panji


"kenapa tanya" raisya

__ADS_1


"tapi kakak lagi sakit, nanti gak ada teman kakak" jawab panji


"gak apa apa, pergi aja. kan ada abang" ucap raisya mencoba meyakin kan sang adik..


malam pun mulai datang, panji berkemas berangkat ke terminal. raisya pun ikut mengantar panji berangkat..


"kak, aku gak usah di antar, kak kan lagi nggak enak badan" ucap panji


"gak apa apa kok dek" ucap raisya


setelah sampai di terminal, lagi lagi panji berucap "kak, pulang lah, aku gak apa apa kok, bentar lagi kami berangkat" ucap nya lagi..


dan kali ini raisya mengiya kan "karena memang perut raisya gak nyaman, diarenya menjadi jadi"..


"kakak pulang ya dek. kalau berangkat kasih kabar" ucap raisya


raisya pun menyetop becak, dan pulang ke rumah.. di rumah raisya hanya sendiri, kebiasan yogi yang pulang larut malam, dini hari bahkan tak pulang sama sekali.. bagi raisya itu hal biasa, raisya memilih bagus yogi tak pulang dari pada pulang dengan aroma alkohol di mulut nya, yang membuat raisya merasa terganggu..

__ADS_1


ternyata selain seorang pecandu narkoba yogi juga seorang pemabuk.. tak butuh waktu lama untuk yogi menunjuk kan semua sifat jelek nya.. tapi di malam ini raisya terpaksa menelfon yogi, karena raisya takut sakit nya semakin menjadi jadi dan tidak ada orang di rumah.. raisya meraih ponsel nya, mulai menelfon yogi.. terdengar suara jawaban dari yogi "iya, kenapa sya" tanya yogi.. "bang jangan lama pulang nya, aku gak enak badan.. "ok" terdengar jawaban dari seberang dan telfon pun di matikan..


Raisya mencoba untuk memenjam kan mata kali aja sakit perut nya bisa reda.. ntah jam berapa yogi pulang kerumah. saat raisya bangun yogi sudah tertidur pulas di samping nya..


__ADS_2