SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
PENAWARAN APRIL


__ADS_3

Pagi itu, Aprillia baru saja mendapatkan informasi mengenai identitas dan foto-foto Sarah bersama Zayyan sewaktu dinner dipinggir pantai, namun untuk liburannya kepulau xxx tidak dapat dijangkau karena akses menuju pulaunya sangat pribadi.


"Shitt!" April membanting berkas itu diatas meja kerjanya sembari mengacak-acak rambutnya. "Jadi nama wanita jal*ang ini adalah Sarah?"


"Apa istimewanya wanita ini!? Aku jelas diatas segalanya!"


April mengambil botol anggurnya dan meneguknya secara brutal "Aah. . . Bahkan anggur yang biasanya serasa membakar tenggorokanku saja sudah tidak berasa. Aku benar-benar tersakiti kali ini!" lalu melempar botol anggur yang masih bersisa kedinding kamarnya


"Prang" dinding putih itu berhasil ternodai oleh sisa anggur "Benar-benar sial!" gumamnya, tanpa memikirkan nasib pembantu yang akan kesusahan membersihkan pecahan kaca dan noda anggur yang mengenai karpet dan dinding kamarnya.


Kemudian mengambil kembali dokumen yang sempat ia buang, dan membaca ulang riwayat Sarah "Oh. . . Kau ternyata bekerja disalah satu perushaan milik Raditya? Cih. . aku yakin wanita ini pasti telah memohon- mohon pada Zayyan untuk bekerja disana. Karena perusahaan yang ditempatinya ini terbilang besar, tidak bisa sembarangan orang bisa masuk dan bekerja disana"


April menyeringai saat menemukan cara untuk memulai permainannya "Ck. . Dasar jal*ang! Ayo kita bermain-main dulu Nona, setelah itu aku baru akan menyiksamu"


****


Batavia Resto


Aprillia memainkan sedotan yang ada didalam gelas berisikan jus jeruk itu. Ia terlihat sedang menunggu seseorang. Jelas dari caranya yang sedari tadi melihat jam dipergelangan tangannya dan sesekali menengok kearah belakang


"Shit! Kemana laki-laki itu!? Berani sekali dia membuat Nona Mahveen menunggu sampai menghabiskan jus sampai 2 gelas seperti ini" gumamnya


Tiba-tiba seseorang laki-laki berpenampilan necis dengan memakai kaca mata hitam, berjalan mendekat kearah April. Membuat kaum hawa banyak mengalihkan pandangannya saat melihat laki-laki itu, tidak terkecuali dengan April yang sudah memberikan ultimatum, terlihat dari sorot matanya yang semakin menajam. Laki-laki itu tak takut, justru memberikan senyum termanisnya, membuat April hampir saja ikut luluh saat melihat itu.


Laki-laki itu menarik kursi sedikit keluar dari meja, dan segera mendudukkan tubuhnya tepat dihadapan April. Mejalah yang menjadi pembatas diantara keduanya, perlahan ia melepas kaca matanya hitamnya, dan lagi-lagi hampir saja April terjebak oleh pesona ketampanan laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.


"Selamat siang, Nona Aprillia Mahveen. Maaf atas keterlambatan saya" Sapanya, sembari menundukkan sedikit kepala sebagai tanda permintaan maaf.

__ADS_1


April sedikit menggebrak meja, kemudian melototkan tajam kedu bola matanya, dengan ketus berkata "Tuan Reza! Kau telah membuatku menghabiskan 2 gelas jus karena terlalu lama menunggumu!"


Ya. . . Seseorang yang tengah ditunggu April adalah Reza. Saat ia mengetahui jika Reza sangat menyukai Sarah dan sempat menembaknya, membuat April menemukan ide untuk mengajaknya bekerja sama. Ia segera mencari kontak Reza dari orang suruhannya, kemudian setelah mendaptkannya tanpa basa basi ia mengajak Reza untuk bertemu disebuah Restoran siang ini.


Lagi-lagi Reza tersenyum dan sedikit menundukkan kepalnya yang hampir memperlihatkan gigi putihnya karena merasa lucu dengan protes yang dilayangkan wanita didepannya saat ini "Suatu kehormatan bagi saya, karena ditunggu oleh Nona Muda dari keluarga Mahveen"


"Tidak usah banyak basa basi! Aku kemari ingin mengajakmu kerja sama"


Tiba-tiba raut wajah Reza berubah, dan menatap April penuh keseriusan "Kenapa tidak dibicarakan dikantor saja, Nona. Mengapa harus disini?"


"Terserahku!" Sahut April, sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi dan bersedekap dada.


Reza menghela nafas beratnya, bagaimana pun ia tahu jika putri dari keluarga Mahveen memilki aturan tersendiri, dan tidak bisa terbantah sekalipun itu kedua orang tuanya "Baiklah. . . jadi, kerja sama apa yang ingin anda tawarkan?"


"Ini tentang perasaan"


Kening Reza berkerut ia gagal mencerna ucapan April, namun sebisa mungkin ia berusaha meluruskan maksud perkataan wanita yang terus menatapnya dengan tajam itu, walapun salah "Maaf, tapi apa maksud anda? Apa anda ingin bekerja sama mengikat sebuah perasaan dengan saya??"


Reza kembali menghela nafasnya, kemudian bersandar pada kursi dan ikut mensedekapkan dadanya lalu menatap April penuh pertanyaan "Lalu?"


"Aku ingin kau menikahi Sarah!"


Baru saja ia mencoba rileks dengan menyandarkan sedikit punggung pada kursi, kini ia harus terkejut dan menarik kembali tubuhnya yang semula bersandar kini mendekat menatap April "Apa maksud anda? Mengapa anda membawa-bawa nama bawahan saya??"


"Kau tahu! Aku adalah kekasih Zayyan. Selama kurang lebih 6 bulan belakangan ini aku berada di Jepang, dan saat aku kembali ke Indonesia aku mendapat kabar jika Zayyan berselingkuh dengan wanita yang kau cintai"


"Nona, tolong jaga bicara anda! Sarah adalah wanita baik-baik. Jikalau anda ingin marah, maka marahilah kekasih anda, sudah tahu memiliki kekasih tapi masih saja mengejar wanita lain"

__ADS_1


April mulai berakting dengan memasang tampang yang menyedihkan "Tapi Zayyan tidak mudah jatuh cinta terhadap wanita manapun selain aku! Aku yakin Nona Sarah telah merangkak naik keatas ranjangnya dan meminta untuk dinikahi"


Dengan nafas yang sudah naik turun Reza mencoba menahan emosinya "Jaga ucapan anda, Nona!"


"Ucapan mana yang harus aku jaga! Hiks. . ." Ia melanjutkan akting dengan menititkkan air mata rubahnya "Jika tidak melakukan hal serendah itu, lalu bagaimana mungkin Nona Sarah bisa bekerja diperusahaan anak cabang Raditya. Sedangkan untuk masuk diperushaan itu, hanya orang-orang yang memilki skill dan prestasi yang sangat baik"


Kening Reza berkerut "Apa maksud wanita ini? Apa hubungannya Tuan Zayyan dengan perushaan? Ah. . . Aku ingat nama CEO baru Rads Group adalah Zayyan Raditya. Oh. . . Jadi pria itu adalah anak pemilik Rads Group. Asataga. . . Kenapa aku baru menyadari ini" batinnya


Kemudian menatap April dengan tajam "Sarah telah memilki itu semua. Dengar, Nona! Dia bekerja diperushaan Raditya sudah hampir 4 tahun, dan mengenal Zayyan baru sekitar beberapa bulan belakangan ini. Bagaimana mungkin anda bisa berpikiran dia merangkak naik keatas ranjang Tuan Zayyan?"


April mulai gelabakan mencari alasan ditambah lagi air matanya yang sudah mengering dari beberapa detik yang lalu "Ya. . . Bisa saja! Dia memanfaatkan situasinya untuk mendapatkan promosi jabatan"


"Maaf, Nona! Sarah telah dipromosikan 8 bulan yang lalu, dan dalam beberapa bulan kedepan ia akan serah terima jabatan baru, dan sekali lagi saya ingatkan itu bukan karena Tuan Zayyan!" Reza mempertegas kata-katanya


"Baiklah. . .Maafkan aku, Tuan Reza. Aku hanya ingin kita bekerja sama untuk mendapatkan kebahagiaan kita saja"


"Tidak, Nona. Maaf saya, menolak!"


"Kenapa?"


"Cinta tidak bisa dipaksakan! Tingkat perasaan cinta tertinggi adalah ketika kita mampu melepaskan, dan merelakan ia bahagia dengan pilihannya. Lagi pula mereka sebentar lagi akan menikah, aku tidak ingin menjadi perusak hubungan orang"


April memutar malas kedua bola matanya sembari berdecih "Ck. . . Naif sekali!"


"Nona! Jangan memaksakan suatu kehendak yang tidak bisa anda miliki. Karena itu hanya akan membuat anda dan dia tersiksa"


"Aku tidak bituh Ceramahmu!" Cetus April sembari mengalihkan pandangannya kesembarang arah karena tidak tahan dengan tatapan Reza yang sedari tadi sangat mengintimidasi.

__ADS_1


Reza memejamkan singkat kedua bola matanya, dengan cepat ia meraih kacamata yang sempat diletakkan diatas meja dan menggunaknnya kembali. Ia segera bangkit dari duduknya "Kalau begitu saya permisi!"


April tak mau menjawab, ia membiarkan Reza pergi begitu saja "Haissssh. . . Sialan sekali!" Hampir saja gelas jus itu menjadi korban sasaran kemarahannya, beruntung ia cepat sadar jika ini adalah tempat umum. Kemudian ia mencoba menangkan dirinya dengan menetralkan nafasnya yang sudah naik turun begitu cepat "Baiklah. . .! cara ini tidak berhasil, aku akan mencoba cara kedua"


__ADS_2