
Hari itu Zayyan menerima laporan dari orang kepercayaannya tentang pertemuan Sarah dengan April. Maksud hati ingin memantau keseharian Sarah dikantor, karena takut jika Reza masih menganggu, justru yang didapatkannya adalah berita yang membuat emosinya naik.
"Shit! Wanita gila ini ternyata sudah kembali." umaptnya sembari menggebrak meja
"Tunggu sebentar!" Kening Zayyan berkerut "Mengapa April bisa mengetahui tentang Sarah? Cih. . . sudah bisa dipastikan ia selalu memantau gerak gerikku. Tapi ini sungguh aneh, mengapa Sarah tahu jika April berbohong, padahal jika dilihat dsri aktingnya April sangat alami. Apa jangan-jangan Sarah juga diam-diam mencari tahu tentang wanita yang ada disekelilingku?" kemudian menarik sedikit sudut bibirnya
"Yah. . . ku akui aku memang menarik." Pikirannya mulai narsis, namun ia segera menepis dan kembali berpikir "Ah. . . lebih baik aku langsung menyanyakan hal ini saja pada Sarah nanti. Tapi sebelumnya ada dua orang yang harus aku interogasi lebih dahulu yaitu Lyra dan Zahra kedua wanita itu sangat suka sekali bergosip, aku curiga jika mereka yang mengatakannya"
Zayyan segera megenggam ganggang telepon yang ada diatas meja kerjanya kemudian menekan nomor ekstensi yang menghubungkannya langsung dengan Lyra. "Masuk keruangan segera!" pintanya, tanpa menunggu jawaban dari sekretarinya, ia langsung memutuskan panggilan
Tak menunggu waktu lama, pintu ruangan Zayyan terbuka nampaklah sosok Lyra yang berjalan sembari membawa ipad ditangannya. Nyalinya sedikit menciut tatkala mendapat perintah masuk dengan begitu dingin ditambah lagi yang saat ini Zayyan tengah menunjukkan ekspressi yang dingin sembari memainkan pulpen kesayangannya "Tuan Zayyan mengerikan sekali! Ini pasti masalah besar" batinnya, kemudian mencoba tersenyum "Selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Apa kau menceritakan tentang April pada Sarah?" Tanya Zayyan to the point
Tentunya pertanyaan Zayyan kembali menciutkan nyali Lyra, roh didalam tubuhnya terasa hendak melayang akibat pertanyaan yang sangat mengerikan itu "Astaga! Bagaimana ini!? Apa Nona Sarah menlaporkan kami berdua? Oh. . . tidak! Sudah dipastikan bulan ini aku tidak akan menerima gaji, karena sebelumnya aku telah berjanji kepada Tuan Zayyan jika sampai bercerita tentang Nona April dihadapan Nona Sarah, aku akan kehilangan gajiku bulan ini"
Zayyan yang tak kunjung mendapat jawaban, langsung menggebrak meja "Jawab!?"
"Oh Astaga!" Lyra terjingkit kaget sembari memegang dadanya akibat suara gebrakan meja itu, kemudian segera mendundukkan kepalanya "Sebelumnya saya minta maaf, Tuan. Saya kecoplosan menyebut nama Nona April, dan Nona Sarah yang sudah terlanjur mendengar memaksa untuk minta diceritakan siapa wanita itu. Lalu Nona Zahra langsung menyambar dan menceritakan semuanya, akhirnya saya juga terjebak untuk ikut mengiyakan dan menjelaskan lebih detailnya lagi tentang sifat Nona April"
Zayyan mangut-mangut, sikapnya yang meneganggkan beberapa menit lalu, tiba-tiba tergantikan dengan mode normal membuat Lyra mengerutkan keningnya "Dasar boss aneh!"
"Pantas saja Sarah begitu santai" gumam Zayyan, yang masih dapat didengar oleh Lyra
"Maksud anda, Tuan?"
"Ah, bukan kau! Terimakasih, Lyra berkat kau bebanku sedikit berkurang"
Lyra kembali mengerutkan keningnya ia benar-benar gagal memahami maksud Bossnya dari tadi "Apa anda tidak marah tuan?"
"Tidak! Mulut embermu membawa hikmah tersendiri bagiku"
__ADS_1
"Hah!?"
"Tidak apa kembalilah bekerja!"
"Em. . Tuan!?" panggil Lyra yang ragu-ragu
Zayyan tersenyum tentunya ia tahu maksud dari skretarisnya itu "Apa lagi? Apa kah mau menanyakan tentang gajimu yang akan diterima bulan ini atau tidak!?"
Lyra nyengir "He. .he. . Lalu apa jawabannya, Tuan"
"Ck. . . Kau ini! Tenang saja, kau akan menerima gaji bulan ini, jadi tak usah sedih"
"Terimakasih, Tuan. Oh ya Tuan, hampir saja saya terlupa lagi"
"Apa itu?"
"Hari sabtu kemarin saat anda baru saja pergi meninggalkan kantor, Nona April datang kemari"
"Kenapa kau baru mengatakannya?"
Zayyan menghela nafas beratnya "Baiklah, tak apa, semua sudah berlalu. Apa dia membuat onar lagi!?"
"Nona April memaksa untuk bertemu dengan anda, ia tidak percaya jika anda sudah pulang, dan akhirnya saya mengatakan jika anda sedang sibuk bersiap untuk acara makan malam romantis. Perkataan saya membuat Nona April murka"
"Tapi kau tidak kenapa-napa kan?"
"Tidak apa-apa, Tuan" Jawab Lyra berbohong, padahal jelas-jelas ia sempat disakiti, namun demi menjaga kode etikdalam perusahaan ia lebih memilih untuk tidak mengatakkan hal-hal yang menjelekkan.
"Syukurlah! Kembalilah bekerja, ada hal penting yang harus aku urus"
Lyra pun hanya mengangguk dan segera berlalu. Setelah sekretarisnya itu keluar Zayyan segera membuka rekaman CCTV ruangan bagian luar tempat Lyra bekerja, rahangnya mengeras tatkala melihat perlakuan April yang begitu kasar terhadap Lyra
__ADS_1
"Dasar wanita sin*ting! Berani-beraninya dia berbuat kasar terhadap sekretarisku!! Aku saja selalu berusaha membuatnya nyaman, tapi dia justru dengan mudahnya berlalu kasar seperti itu, benar-benar tidak bisa ku biarkan!" gerutu Zayyan.
****
Zayyan and Friend's
Siang itu, Zayyan berkunjung kekantor lamanya. Ia melangkah dengan wajah yang penuh amarah, siapa pun yang melihat tak berani menyapa. Sampailah ia pada salah satu ruangan pendiri perushaan tersebut, dengan kasar ia mendorong pintu
"Aprillia!?"
April yang sedang asik bersantai menyilangkan kakinya diatas meja sembari bermain ponsel, mengalihkan pandangannya pada sang pemilik suara yang selalu ia rindukan "Zayyan!" Sapanya sambil tersenyum
Dengan semangat ia bangkit dari duduknya lalu memdekat kearah Zayyan, niat hati ingin memeluk namun orang yang dituju justru dengan cepat menghindar.
"Zayyan! Apa kau tidak merindukanku!? 6 bulan aku meninggalkanmu, biarkan sejenak aku melepas kerinduan ini dengan memelukmu" ujar April merengek manja
"Cukup April! Aku datang kemari bukan karena rindu, tapi aku ingin memberikan peringatan kepadamu! Jauhi Sarah, atau kau akan menanggung akibatnya!!" ancam Zayyan dengan begitu dingin
April menarik sudut bibirnya kemudian bersedekap dada, tatapannya menjadi tak sebaik pada menit pertama pertemuan "Oh. . Jadi ja*lang itu sudah melaporkan perihal pertemuan kami?"
"Jangan mengatainya ja*lang! Dia bahkan sangat jauh lebih baik darimu!"
"Dia memang ja*lang. Dia telah merebutmu dari sisiku. Aku tidak sudi kau dengannya, karena kau hanya milikku!"
"Cih. . . Sejak kapan kau dan aku menjalin hubungan!? Bangunlah dari mimpimu, berhenti berkahyal tentang aku yang menjadi kekasihmu! Ingat, kita HANYA TEMAN dan PATNER BISNIS!!" Zayyan menegaskan kata-katanya
"AKU TIDAK PEDULI! Kau hanya milikku dan selamanya hanya milikku!! Jika aku tidak bisa maka jal*ang itu juga tidak akan bisa!!!" Pekiknya
Zayyan menarik dalam-dalam nafasnya kemudian membuangnya dengan kasar "Jika aku terus disini, aku sama saja akan menjadi gila, lebih baik aku pergi" batinnya. Kemudian melangkah tanpa menjawab kata-kata April
"Zayyan! Dengarkan aku!! Kau tidak akan bisa bahagia, akan ku pastikan sebelum hari pernikahanmu semuanya akan kacau, karena diantara kalian berdua harus ada yang mati!" Ucap April yang semakin meninggikan suaranya tatkala Zayyan mulai menghilang dibalik pintu.
__ADS_1
April mengacak-acak rambutnya, kemudian dengan kasar ia membuang senua dokumen yang ada diatas meja "Arghhh! Sialan!!"
Ponsel yang ada diatas meja pun tak luput menjadi sasaran keamarahnnya. Ponsel yang baru saja ia beli kini bernasib sama dengan ponsel yang lama. Layarnya hancur setelah berhasil mengenai tembok. Lemari-lemari kaca yang ada didalam ruangannya sudah tak berbentuk, yah. . . April akan benar-benar sangat puas jika ia menghancurkan segala benda yang ada disekitarnya.