SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
SARAH VS APRIL


__ADS_3

Hello Cafe n Resto


Sudah dua hari berlalu semenjak liburannya bersama kekasih hatinya. Siang ini Sarah pergi kesebuah Restoran yang berada tepat diseberang kantor ia bekerja. Ia melangkah memasuki ruang VIP, perlahan mendorong pintu masuk yang terbuat dari bahan kaca itu, dan nampaklah seorang wanita yang sedang duduk dengan wajah sendunya.


Sarah yang melihat itu sedikit menarik sudut bibirnya, kemudian melepas ganggang pintu yang sempat ia pegang untuk menahan pintu, dan melangkah mendekat kearah wanita itu. Tanpa dipersilahkan duduk, Sarah berinisitif senddiri untuk menarik kursi dan segera duduk berhadapan dengan wanita tersebut.


"Selamat siang! Apa benar anda Nona Aprillia Mahveen" Sapa Sarah dengan lembut, sembari tersenyum.


Benar, wanita itu adalah Aprillia. Pagi tadi dia menelpon Sarah untuk megajak bertemu perihal berita penting mengenai Zayyan, tentunya Sarah dengan senang hati menerima ajakan tersebut. Terlebih lagi ini menyangkut calon pria masa depannya dan momen ini jugas tidak bisa dilewatkan Sarah, karena sangat penasaran akan sosok Aprillia.


Demi melancarkan aktingnya, dengan terpaksa April balas tersenyum pada sosok wanita yang ia anggap telah mengambil kekasihnya itu "Benar, Nona. Senang bisa bertemu anda"


"Saya pun demikian. Oh ya, tadi pagi anda mengatakan jika ada hal penting mengenai CALON SUAMI saya. Apa itu Nona?" tanya Sarah yang sengaja menekankan kata-katanya untuk memancing April


Benar saja, rahang April langsung mengeras jangan ditanyakan lagi tentang sorot matanya yang mulai tak bersahabat dan menajam menatap Sarah, sedangkan yang mendapat tatapan hanya tersenyum "Perlu anda tahu, Nona Sarah. Jika Zayyan adalah kekasih saya. Kami sudah lama menjalin hubungan, namun setelah kepergianku selama 6 bulan ke Jepang, dia malah dijodohkan dengan anda"


"Lalu masalahnya dimana? Zayyan tidak keberatan, kami saling mencintai. Lagi pula, kenapa anda harus pergi ke Jepang selama itu? Jelas membuat cinta kalian berdua luntur bukan??"


"Tidak seperti itu, Nona. Sampai sekarang kami masih berkomunikasi dengan baik. Hampir setiap malam dia selalu menelponku dan mengeluh akan dirinya yang sebentar lagi akan mengikat janji suci dengan anda, padahal ia terpaksa karena tidak ingin melawan pada orang tuanya. Ku mohon Nona bantu kami, kami telah saling mencintai sejak lama" April mulai memasang tampang menyedihkannya sembari mengatupkan kedua tangannya


"Benarkah dia terus menelponmu!?"


"Benar, Nona. Bahkan ia sempat meminta izin untuk berlibur ke Pulau Xxx, itu semua karena paksaan dari Mamanya yang menyuruhnya untuk membawa anda berlibur kepulau itu"

__ADS_1


Sarah sedikit terkecoh dengan ucapan April, ia mencoba tenang rengan menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara kasar. Ia pandangi wajah April yang terlihat tak menyembunyikan suatu kebohongan pun didalam kedua bola matannya "Apa benar yang dikatakan, Nona April. Kami memang baru saja pulang dari pulau Xxxx? Ah. . .Tidak. . . tidak. . .! Ini pasati tipu muslihatnya saja. Lyra dan Zahra telah memperingatiku kemarintentang kegilaan wanita ini, hampir saja aku termakan oleh dustanya. Lebih baik aku meladeninya saja dulu" Batinnya.


Demi melancarkan aktingnya, Sarah mulai dengan mata yang berkaca-kaca, membuat April yang menyaksikan menarik sedikit sudut bibirnya "Ck. . Mudah sekali tertipu!" batinnya


"Nona, anda sedang bercanda bukan?" Tanya Sarah yang sudah membanjiri kedua pipinya dengan air mata kelincinya.


"Bagaimana mungkin aku bercanda? Kalian sebentar lagi akan menikah, dibagian mananya aku membuat canda? Nona, aku berkata jujur, ini masalah hati yang tidak bisa dibawa bercanda"


Sarah langsung menangis sejadi-jadinya, yah aktingnya itu benar-benar mengalahkan April Sungguh ruang VIP direstoran saat itu hanyalah penuh dengan kebohongan yang benar-benar membuat waktu Sarah habis terbuang sia-sia "Tapi kenapa Zayyan tidak terlihat tertekan?"


"Dia memang pandai menyembunyikan raut wajahnya. Tapi percayalah! Setiap malam ia selalu menelponku dan mengeluh, karena semakin dekat hari pernikahnnya"


Rambut indah Sarah terpaksa ia jadikan korban dengan mengacak-ngacaknya agar terlihat mulai frustasi "Astagaa! Ini sungguh membuatku gila!! Bagaimana mungkin aku akan menikah dengan seseorang yang telah memilki kekasih, dan tidak pernah mencintaiku!?"


"Dasar wanita gila! Berani-beraninya ia berbohong sampai sejauh ini!!" Batin Sarah. Perlahan ia melepas genggaman tangan April dan mulai menghapus air matanya sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar "Baiklah. . . .! Saya sudah mengerti! Saya berjanji tidak akan membatalkan pernikahan ini"


Kedua bola mata April terbelalak, dengan nada yang meninggi dan sedikit hentakan pada meja ia berkata "Apa maksudmu!?"


Sarah menyeringai, tak mau kalah jahat dengan wanita yang ada didepannya saat ini "Sudah jelas bukan!? Saya adalah calon istrinya, dan anda hanyalah kekasih. Oops! Bukan kekasih tapi lebih tepatnya teman. TEMAN BERBISNIS"


"Nona apa kau tidak mengerti perasaan sesama wanita?"


"Justru anda yang tidak mengerti perasaan sesama wanita! Bisa-bisanya menyuruh kami berdua berpisah, padahal kami jelas-jelas saling mencintai. Saya tahu apa yang anda ucapakn semuanya hanyalah kebohongan semata untuk memprovokasiku dengan Zayyan, bukan!?" Sarah tak kalah ketus sembari menggebrak sedikit meja, sebagai bentuk perlawanan

__ADS_1


April kemudian menyeringai "Rupanya kau telah mengethuiku?"


"Tentu!"


"Cih. . Kalau begitu, kuperingatkan sekali lagi! Tinggalkan Zayyan!! Dia hanya milikku, dan selamanya milikku"


"Apa hak anda? Anda hanyalah sebatas teman saja, itu pun tidak dekat! Jadi, saya peringatkan pada anda untuk menjauhi Zayyan karena dia adalah CALON SUAMI saya!" sembur Sarah yang tak mau kalah ngeri


April segera bangkit dari duduknya, dan menunjuk Sarah dengan kasar "Kau mau menentang ku, hah. . .!? Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah Nona dari keluarga Mahveen, aku bisa melakukan apa saja untuk menyingkirkanmu!"


Tanpa takut dengan ancaman April, dengan santainya ia justru menyadarkan tubuhnya pada kursi sembari bersedekap dada dan tersenyum "Lakukanlah semau anda! Tapi saya tidak akan mundur"


Dengan perasaan yang membara, April mengambil gelas yang berisikan air minum dan melemparkannya keatas lantai "Prang!" terhamburlah pecahan kaca itu, namun lagi-lagi sama sekali tak membuat Sarah takut.


"Kau telah melawanku, Nona! Ku pastikan kau dan Zayyan tidak akan bersama selama-lamanya seperti pecahan kaca itu yang tidak akan bisa kembali lagi menjadi utuh! Karena sebelum pernikahan itu terjadi, akan kupastikan diantara kalian akan ada yang pergi!!"


Sarah menghela nafas beratnya, ia benar-benar bosan mendnegar ancaman gila yang terus menerus keluar dari mulut wanita itu "Terserah anda, Nona April."


"Kau akan menyesalinyaa!!" Pekik April, dengan kasar ia meraih tas jinjingnya dan berlalu meninggakkan Sarah yang masih duduk dengan tenangnya.


Ia pandangi punggung April yang semakin menghilang dibalik pintu, dan kembali menghela nafas beratnya "Sungguh wanita yang malang! Aprillia Mahveen adalah seorang putri dari keluarga yang berpengaruh dikota ini, tapi mengapa dia justru mengejar-ngejar laki-laki biasa seperti Zayyan, padahal dia itu cantik dan terlihat sangat pintar, sudah jelas banyak anak konglongmerat yang menginginkannya termasuk keluarga Raditya. Ah. . . . Sungguh disayangkan!" batinnya sembari menggelengkan pelan kepalanya.


Ya. . . Sarah benar-benar tidak sadar akan ucapannya, itu karena ia tidak tahu jika Zayyan adalah putra penerus Rads Group, yang selama ini ia tahu hanyalah seorang pendiri konsultan pajak, dan tidak pernah tahu diperushaan apa Zayyan sekarang bekerja.

__ADS_1


__ADS_2