SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
KAU MEMILIKI LIPSTIK?


__ADS_3

Zayyan menatap intens lekuk wajah Sarah dan mengelus lembut pipinya, kemudian dengan nada suara yang menggoda ia berkata "Untuk apa lagi aku membawamu kemari jika tidak dengan satu tujuan"


"Apa maksudmu?!"


"Kita sebentar lagi akan menikah, sepertinya tidak masalah untuk memulai malam pertamanya duluan"


Kedua bola mata Sarah terbelalak, ia ingin memukul dada Zayyan namun apalah daya tangannya berhasil dikunci "Apa kau gila, hah?!" pekiknya


"Yah. . . Aku gila dan sungguh gila. Melihatmu dengan Reza bersenda gura seperti tadi membuatku sangat cemburu" Ujar Zayyan dengan santainya sembari mengelus pipi Sarah sampai menuju leher jenjangnya


Singkatnya Sarah memejamkan kedua bola matanya saat tangan Zayyan mengelus lembut bagian lehernya namun sebisa mingkin ia tahan "Hentikan, Zayyan!"


Gerakan tangan Zayyan terhenti kemudian tersenyum melihat raut wajah Sarah yang ketakutan. Dengan segera ia mengecup singkat keningn wanitanya itu sebelum akhirnya ia kembali memperbaiki posisi duduknya, diikuti dengan Sarah yang sedang sibuk merapikan rambutnya.


Zayyan memegang bahu Sarah dan menatapnya dengan intens "Maafkan aku!"


"Kau sungguh menyebalkan!" Sembur Sarah dengan ketusnya sembari melayangkan tatapan kekesalannya.


Melihat raut wajah Sarah, membuat Zayyan terkekeh "Maaf. Akan tetapi, apa yang aku ucapkan tadi, akan benar-benar terjadi jika kau mengulanginya kembali!"


Kening Sarah berkerut saat otaknya gagal mencerna ucapan Zayyan "Apa maksudmu?!"


"Jangan lagi bersenda gurau dengan laki-laki manapun, termasuk REZA!!" Pinta Zayyan penuh penekanan


"Astaga, Zayyan! Aku tertawa karena lucu mendengar kisah kasihnya dengan Lyra. Apa aku salah?!"


"Aku tidak peduli!" Sergah Zayyan


Sarah menghela nafas beratnya, kemudian dengan suara yang melemah ia berkata "Baiklah. Maafkan aku!"


Tentunya ucapan Sarah yang begitu lembut selalu berhasil membuat Zayyan luluh. Ia segera meraih telapak tangan wanitanya dengan lembut dan bertanya "Kumaafkan. Apa kau juga memaafkan kelakuanku tadi?"


"Aku tidak memaafkan jika kau benar-benar melakukannya"


"Aku hanya ingin kau tahu, jika hanya aku laki-laki yang boleh bersamamu sekalipun ajal telah memisahkan kita"


"Aku mencintaimu, Zayyan! Maafkan aku yang masih belum begitu mengerti dengan aturan ikatan cintamu, sehingga membuatmu begitu kesal"


"Tapi kau sekarang sudah mengerti bukan, jadi jangan mengulanginya lagi" Pinta Zayyan


"Aku berjanji" Sarah segera memeluk Zayyan.


Cukup lama mereka berpelukan sehingga kesunyian menyergap diantara keduanya, mengundang keinginan Zayyan untuk membenamkan ciuman pada bibir wanitanya. Tentunya keinginan itu disambut baik oleh Sarah, sehingga bibir mereka mulai balas membalas menimbulakan suara decakan, namun ciuman itu segera berakhir saat mendengar suara bel berbunyi.


Segera Zayyan membuka pintunya dan menerima paketan yang sudah ia pesan berupa makanan junk food. Ia membawa bingkisan itu menuju Sarah "Makanlah! Kau pasti lapar bukan?"


Kedua bola mata Sarah terbebelalak melihat bungkus makanan yang sudah hampir satu bulan lamanya tidak ia makan "Oh astaga. . . Ini burger mekdi!"

__ADS_1


"Makanlah!"


"Zayyan aku sungguh menyukai burger ini. Terimakasih" ucap Sarah penuh haru


Tingkah Sarah, membuat Zayyan terkekeh melihat ekpressi yang berlebihan itu "Kau ini, seperti sedang menemukan kotak harta karun saja!" ucapnya sembari mengacak-acak rambut Sarah "Ini sebagai ganti, karena aku tidak menepati janji untuk makan jajanan yang ada ditaman"


"Tidak apa, Zay. Aku juga menyukai ini. Terimakasih!"


"Kalau begitu, makanlah!"


Sarah mengangguk, dan segera memasukkan roti berlapis daging, daun selada, keju, dan tomat itu kedalam mulutnya "Oh astaga! Aku tidak bisa menjelaskan rasa yang sempurna ini" ujarnya sembari mengunyah, membuat Zayyan menggelngkan kepalanya.


.


.


Setelah memakan waktu 20 menit lamanya, Sarah sudah menghabiskan 1 buah burger, ayam kentucky, kentang goreng, minuman bersoda, serta donat. Membuat matanya sedikit berat karena mengantuk akibat banyaknya makanan yang masuk kedalam perutnya


"Zayyan aku sangat mengantuk!" Rengek Sarah


Zayyan yang sedang memainkan ponselnya beralih menatap Sarah yang benar-benar terlihat sangat mengantuk itu "Masuklah kedalam kamar itu, tidurlah sebentar, karena nanti siang kita akan pergi kesuatu tempat"


"Baiklah aku akan tidur terlebih dahulu"


"Kau tidak ingin mengajakku?" Goda Zayyan


Seketika saja Sarah menoleh dan melayangkan tatapan tajam pada Zayyan "Tak usah macam-macam! Kecuali kau ingin berakhir dirumah sakit!!" ancamanya


"Aku tidak peduli!" Sergah Sarah


"Baik-baiklah! Pergi tidur sekarang!"


Tanpa menjawab Sarah segera berbalik dan melanjutkan langkahnya yang begitu berat menuju kamar


.


.


Waktu sudah menujukkan pukul 11 siang, namun tidak ada tanda-tanda jika Sarah telah bangun, membuat Zayyan sedikit ragu untuk masuk. Setelah beberapa kali ia menyambungkan panggilannya kenomor Sarah, dengan terkasa ia masuk kedalam kamar tersebut.


Benar saja! Selimut yang terjuntai kebawah dan 2 bantal guling sudah berada diatas lantai, membuat Zayyan sedikit teekejut dengan tingkah Sarah yang begitu ekstrem saat sedang tidur.


"Sarah!"


"Sarah, bangunlah!"


"Sarah, bangunlah! Kita harus pergi!!"

__ADS_1


Namun tidak ada jawaban dari Sarah, membuat Zayyan berinisiatif mengambil air dari dari dalam kamar mandi dan memercikkannya sedikit-sedikit tepat pada wajah Sarah


"Hujan!" Pekik Sarah, ia segera terbangun dari pembaringannya setelah ia merasa dihujani dalam mimpi.


"Hei! Tenanglah, ini aku"


Sarah yang masih belum bisa berpikir jelas segera mengambil bantal dan mengantamkannya pada wajah Zayyan "Sialan! Kau siapa?! Berani sekali masuk kedalam kamarku? Hah!!"


"Sarah hentikan! Ini aku Zayyan!!"


Benar saja, Sarah segera berhenti memukulkan bantal saat mendnegar pengakuan jika laki-laki itu adalah Zayyan. Dengan tenang ia menatap "Astaga! Zayyan apa yang kau lakukan didalam kamarku, hah?!"


"Sepertinya aku yang harus bertanya seperti itu. Sedang apa kau didalam kamarku?"


Kedua bola mata Sarah menyapu seisi ruangan kamar yang didominasi dengan warna abu-abu itu, ia mulai mengingat-ngingat kejadian sebekum tidur, sebelum akhirnya ia tersenyun dengan malu "Maafkan, aku. Hehe. . ."


"Apa kau semengerikan ini saat tertidur?" tanya Zayyan sembari mengedarkan pandangannya pada situasi kamar yang kacau


"Mana mungkin, ini pasti ulahmu kan?!" Sergah Sarah, walau sebenarnya ia sadar itu adalah kelakuannya


Zayyan menggeleng, melihat semua kejadian dikamar yang sudah cukup membuatnya tak bertanya lebih jauh "Yasudah! Sekarang kau mandi, dan ganti bajumu dengan yang sudah tersedia didalam lemari itu"


Raut wajah Sarah berubah menajdi sedikit tak bersahabat "Apa kau selalu membawa wanita kemari, sehingga kau menyiapkan baju wanita dilemarimu?!"


"Astga! Jelek sekali pikiranmu!!" Zayyan segera menyentil hidung Sarah "Aku telah menyiapkan semuanya tadi malam agar tidak kerepotan. Kau ini!"


"He. . . Maafkan aku, yad sudah aku harus mandi dulu"


20 menit berlalu . . . .


Kini arah sudah siap dengan balutan dress berwarna peach bermotif bunga, sesekali ia memandangi dirinya didepan kaca dinding "Bagus! Tapi aku sedikit pucat karena tidak memakai lipstik" batinnya.


Dengan segera ia melangkah mencari sosok yang telah menyuruhnya bersiap-siap tadi "Zayyan!"


Pandangan Zayyan berakih dari ponselnya, melihat Sarah yang begitu anggun menggunakan dress pilihan pramuniaga butik langganan Mamanya, belum lagi wajahnya yang telihat sangat natural tanpa polesan make up membuatnya terpana.


Merasa tak mendapat jawaban Sarah kembali memanggilnya, membuat Zayyan tersadar dari lamunanya "Eh. . Ada apa?"


"Apa kau memilki lipstik?"


"Apa kau bercanda?"


"Tidak?"


"Apa maksudmu menanyakan benda itu kepadaku? Kau pikir aku lelaki yang suka memakain lipstik, hah?!" Tanya Zayyan dengan begitu ketusnya


Sarah memutar malas kedua bola matanya "Ck. . . Aku bertanya seperti itu karena kau berkata telah menyiapkan segalanya, dan mungkin saja kau kau juga telah menyiapkan alat make up untukku"

__ADS_1


"Tidak, ada!"


"Ya sudah! Santai saja, tak usah mengaktifkan mode galakmu!" balas Sarah


__ADS_2