SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
PAGI PERTAMA


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Zayyan perlahan membuka kedua bola matanya yang masih sangat berat, karena merasa terganggu dengan suara dengkuran dan beban yang sedikit berat diatas perutnya. 'Astaga, wanita ini! Cantik-cantik tapi mendengkur keras juga saat tidur, bahkan kakinya sampai naik diatas perutku. Benar-benar liar sekali saat tidur' gumamnya dalam hati, lalu mencoba menurunkan perlahan kaki istrinya itu.


Namun tiba-tiba Sarah terbangun saat merasa ada yang menyentuh kakinya, lalu tanpa sadar ia menguap dengan suara yang begitu nyaring. Sedikit demi sedikit ia mulai tersadar dari rasa kantuknya dan betapa terkejutnya saat mendapati Zayyan tengah memperhatikannya dengan posisi berbaring menyamping "Astaga! Sejak kapan kau bangun?!"


"Sejak kau mendengkur begitu keras!" Ejek Zayyan dan sedikit menarik sudut bibirnya


'Apa?! Jangan-jangan saat aku tertidur, jurus jarum jam juga keluar? Oh My.. Ini sungguh memalukan!!' Batin Sarah, kemudian berkata "Tak usah mengarang cerita! Wanita cantik, tidurnya juga pasti cantik" sanggahnya


Lalu Zayyan mengambil ponselnya dan mencari sebuah rekaman video yang sempat ia abadikan melalui ponselnya "Aku bicara berdasar fakta dan bukti yang ada. Lihat lah!" pintanya sembari memperlihatkan rekaman video tersebut


Kedua bola mata Sarah terbelalak saat menyaksikan betapa liar dan mengerikannya saat ia tertidur. Ia pun tersenyum kikuk pada suaminya itu "Hehe.. Aku percaya! Akan lebih baik jika rekaman ini kau hapus" pintanya dengan lembut


"Tidak bisa!"


"Ku mohon, Zay!" Rengek Sarah sembari mengatupkan kedua tangannya


"Aku tidak suka bantah, sayang" ucap Zayyan tak kala lembut, namun penuh penekanan


Hal tersebut membuat Sarah mendengus dan mencebikkan bibirnya 'Baiklah, tak ada pilihan lain!' gumamnya. Kemudian ia mendekat kearah Suaminya berusaha untuk merebut ponsel tsrsebut, namun usahanya sia-sia tatkala Zayyan dengan cepat mengunci tubuhnya, saat posisinya berada diatas tubuh Zayyan "Za-zaay" ucapnya terbata-bata


Zayyan menyunggingkan senyumnya, tanpa menjawab ia segera memutar posisi tubuhnya. Kini ia yang berada duatas tubuh istrinya "Apa kau sudah siap?"


Kening Sarah mengerut gagal mencerna ucapan suaminya "Maksudmu?!"


"Maksudku, sama seperti apa yang ada didalam pikiranmu. Tadi malam kita sampai melewatkan malam pertama karena kelelahan, dan pagi ini tenaga kita sudah banyak terkumpul" Jelas Zayyan sembari mengelus lembut pipi istrinya itu.


Kedua bola mata Sarah terbelalak, ia sudah sangat faham maksud dari suaminya itu. Rasanya ia belum siap, namun ia teringat akan pesan dari Daddynya.


Zayyan memandangi bibir tipis berwarna merah muda itu dan segera mendaratkan ciuman lembut pada bibir istrinnya. Sarah hanya terdiam karena terlalu terkjut menerima serangan dadakan hingga tanpa sadar kini tubuhnya sudah polos tidak terbalut sehelai benang pun. Dirinya tersadar saat Zayyan ikut menanggalkan pakaiannya. Perasaan malu menyelimuti, namun ia memasrahkan segalanya karena inilah hak suaminya.


"Apa kau sudah siap?" tanya Zayyan dengan nafas yang sudah ter engah-engah setelah selesai melakukan foreplay yang cukup lama, tanpa menjawab Sarah langsung menganggukkan kepalanya


"Kau harus menahannya, Sayang. Kata orang melakukan untuk yang pertama kali akan sedikit sakit, akan tetapi setelahnya kau akan mengerang nikmat"


Sarah begitu terkesiap akan ucapan suaminya itu, dengan gemas ia mencubit lengan Zayyan "Sempat-sempatnya kau berbicara seperti ini, sungguh membuatku sangat malu!"


Zayyan hanya terkekeh, tanpa menjawab ia pun mulai menyatukan tubuhnya dengan susah payah.


.


.


Seluruh tubuh Sarah seakan meledak-ledak saat berhasil mencapai puncaknya, begitu pula yang dirasakan Zayyan. Kemudian mereka pun mengakhirinya, lalu Zayyan berbaring disamping istrinya. Suara helaan nafas mereka seakan berlomba untuk mendapatkan oksigen.


Zayyan tersenyum lalu mengusap lembut wajah Sarah yang masih dibasahi dengan keringat, dan mengecup hangat kening istrinya. "Terimakasih, sayang. Kau telah menjaganya dan mempersembahkan untukku" ujarnya tulus


Tanpa menjawab Sarah langsung memeluk dan membenakan wajahnya pada dada bidang miliki suaminya, ia tak ingin memperlihatkan wajahnya yang mulai merona.

__ADS_1


"Kau tak usah malu lagi. Kita sudah sah menjadi suami istri, dan sudah sepantasnya melakukan hal seperti ini. Lagi pula mulai hari ini dan seterusnya aku akan sering melihatmu berpenampilan seperti sekarang"


Sarah kembali mengencangkan pelukannya saat mendengar penuturan dari mulut suaminya itu. Sehingga membuat Zayyan terkekeh.


'KRUCUKK...' Tiba-tiba terdengar bunyi ditengah heningnya dua insan yang masih sibuk mengumpulkan oksigen.


"Sepertinya cacing yang ada didalam perutmu sedang berbahagia, apa kau tidak ingin memberikannya hadiah berupa sarapan pagi?" Ujar Zayyan dengan sindiran yang halus


Sarah hanya mengangguk didalam pelukan suaminya


"Ya sudah! Lebih baik sekarang kau mandi, aku akan memesan sarapan untuk diantar kesini"


Lagi-lagi tanpa menjawab Sarah melepaskan pelukannya dan segera bangkit. Baru saja hendak melangkah tiba-tiba saja terhenti saat merasakan nyeri di daerah selangkangannya "Aawww.." pekiknya


Zayyan yang baru saja ingin mengangkat ganggang telpon tiba-tiba terkejut saat mendengar rintihan istrinya "Sayang, kau kenapa?!" tanyanya begitu panik, dan langsung merangkul tubuh istrinya tersebut.


"Sakit" rintih Sarah


Tanpa bertanya, Zayyan segera segera menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju kamar mandi, lalu mendudukkannya didalam bathup. "Maafkan aku sayang telah membuatmu kesakitan seperti ini" ucapnya begitu tulus


Sarah tersenyum sembari mengenggam tangan suaminya, dengan lembut berkata "Tidak apa, Zay. Bukankah ini sudah kewajibanku, lagi pula kita sama-sama menginginkannya"


"Terimakasih, sayang. Oh ya, apa kau mau mandi dengan air hangat?"


Anggukan kepala Sarah menjadi tanda ia menyetujui saran suaminya.


"Apa kau juga mau kubantu mandi?"


Melihat ekspressi istrinya yang menggemaskan, sontak membuat Zayyan terkekeh "Baiklah! Jika sudah selesai, panggil aku!" pintanya sembari mengacak-acak rambut istrinya, kemudian berlalu meninggalkan Sarah didalam kamar mandi.


****


Setelah mereka membersihkan diri masing-masing dan menyelesaikan sarapannya, kini mereka kembali berada diatas kasur. Sarah berbaring disamping Zayyan sambil memainkan kancing baju milik suaminya itu.


"Sayang"


Sarah mendongakkan kepalanya saat mendengar namanya dipanggil "Ada apa, Zay"


"Kau ingin bernulan madu kemana?"


"Pilihannya apa saja?"


"Bebas"


Senyum Sarah mengembang saat Zayyan memberikan kebebasan dalam memilih bulan madunya. Tentunya ia tak akan melewatkan kesempatan bagus ini "Kalau begitu aku ingin ke Jepang"


"Tapi bulan september, di Jepang sedang musim gugur apa tidak masalah?" tanya Zayyan

__ADS_1


"Justru itu, aku belum pernah ke Jepang saat musim gugur. Aku ingin menikmati keindahan kota Kyoto saat musim gugur"


"Baiklah! Besok jika tidak ada halangan kita akan berangkat"


"Sungguhhh?!" Tanyanya berusaha meyakinkan


"Aku tidak sedang bercanda, Sayang? Bukankah waktu cutimu tinggal 3 hari lagi? Kita bisa menghabiskan waktu selama 5 hari disana, dan 2 hari perjalanan pulang pergi"


"Itu berarti 7 hari, Zay!"


"Tidak apa, kau bisa minta tambahan cuti 4 hari lagi"


"Seenaknya saja! Apa kau tahu?! Selama 2 bulan belakangan ini nilai absensiku dikantor sangat berantakan. Padahal aku baru saja menjabat jadi manajer"


"Tenang saja, aku akan mengurusnya"


"Seperti dia saja yang punya perusahaan" Sungut Sarah, membuat Zayyan menarik sedikit sudut bibirnya.


Sesaat Sarah terdiam mencoba mengingat sesuatu "Oh ya, Zay"


"Ada apa, Sayang?"


"Aku baru tahu jika kau adalah CEO Rad's Holding"


Kening Zayyan mengerut "Kau baru tahu?"


Sarah mengangguk membenarkannya "Jika saja tidak ada kasus mengenai undangan kemarin, mungkin aku tidak akan pernah tahu. Oh ya, aku ingin mengucapkan terimakasih atas ancamanmu yang tidak berdasar itu, namun sangat membantu"


"Apa maksudmu?!"


"Bukankah kau telah memerintahkan pihak HR Departemen untuk mengirim memo kepada seluruh karyawan PT. Aspahlt Indo, Tbk., agar berhenti menceritakanku? Jika masih berlanjut kau akan memecat dan melakukan black list pada orang yang masih berani bersuara" Terang Sarah


'Aneh?! Itu sama sekali bukan gayaku, mana mungkin aku mencampuri urusan pribadi dengan pekerjaan. Lebih baik aku mencari tahu dulu' batin Zayyan, kemudian tersenyum lalu berkata "Syukurlah jika memo itu berhasil! Aku sudah sangat kebingungan mencari jalan pintasnya. Apa lagi masalah menjelekkan seseorang, cepat sekali menyebarnya, jadi aku tidak tidak punya pilihan lain"


"Tak apa, Zay. Mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama"


"Tapi aku masih tidak percaya jika kau baru tahu bahwa aku adalah CEO dari Rad's Holding?"


Sarah menggeleng "Aku bersumpah, sama sekali tidak tahu. Selama ini tahu jika kau adalah salah satu owner Zayyan and Friend's dan aku selalu lupa untuk bertanya apa pekerjaanmu sekarang, karena banyaknya masalah yang selalu datang"


Suara tawa Zayyan menggema "Astaga Sarah! Kau lucu sekali. Bagaimana bisa mau menikah denganku tetapi tidak mencari tahu status pekerjaanku terlebih dahulu. Beruntung aku adalah CEO, bagaimana jika aku jauh lebih rendah daripada yang lebih rendah jabatannya?"


"Aku akan tetap menerimamu, bagiku materi tidaklah masalah. Kita bisa mencarinya bersama-sama. Aku hanya tahu kita adalah dua insan yang sudah saling mencintai"


"Tapi semua tidak bisa diukur dengan cinta, Sayang. Mungkin diawal kau akan senang, tetapi setelahnya itu sama sekali tidak menjamin. Aku bukan bercerita masalah matrealistis tapi ini realistis. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang" Jelas Zayyan dengan lembut.


"Kau benar! Tapi.. tak apa. Nyatanya kau adalah CEO bukan? Aku sepertinya tidak akan mempermasalahkan soal uang. Aku hanya perlu menjaga hatimu" ujar Sarah Sarah sembari tersenyum

__ADS_1


Ditengah-tengah obrolannya Zayyan langsung berada diatas tubuh Sarah, dengan tatapan mendamba. "Aku ingin lanjut!!" ujarnya dengan berbisik halus ditelinga istrinya.


Tak ada pernolakan, membuat Zayyan memulai kembali pergerumulan tersebut, yang entah berapa lama.


__ADS_2