SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

Setelah 1 minggu lamanya sarah berada diruang rawat inap, atas izin dari dokter kini ia sudah kembali dikediaman orang tuanya.


Sarah yang melihat Momi Sabrina sedang bersantai sambil menonton televisi, segera ia datangi dan duduk sembari bergelayut manja dilengan Momi


"Mom!" Panggil Sarah dengan begitu manja


Momi Sabrina yang tengah asik menonton acara televisi segera mengalihkan pandangannya "Iya, Sayang?"


"Besok, aku masuk bekerja ya? plisssss!!"


"Tidak bisa!" Sahut Zayyan yang baru saja tiba, dan segera duduk diatas sofa tepatnya berhadapan dengan kedua wanita tersebut. Kemudian dengan tatapan yang tajam dan nada suara yabg dingin ia melayangkan ucapan "Apa kau lupa dengan janjimu!?"


Sarah langsung menunduk dan mengerucutkan sedikit bibirnya "Iya. . . Aku berjanji untuk tidak masuk bekerja selama satu minggu setelah pulang dari rumah sakit"


Melihat ekspressi Sarah yang begitu menggemaskan membuat Zayyan segera mendekat dan mengacak-acak rambutnya "Good Girl! NmSabar dan nikmatilah dulu waktu liburmu!


"Baiklah!" Dengan suara yang lemah Sarah menurut tanpa perlawanan.


Momi Sabrina menghela nafas lega saat mendengar putrinya mengurungkan niatnya untuk mulai kembali bekerja besok. Yah. . . Karena bagaimana pun, Sarah masih tidak diizinkan melakukan aktivitas yang dapat membuatnya lelah.


"Apa kau sebegitu bosannya, sampai-sampai ingin sekali masuk bekerja?"


"Aku sebenarnya tidak bosan! Aku hanya teringat dengan pekerjaan yang kutinggalkan sebelum kejadian penculikan itu" Ujar Sarah, sembari menatap Zayyan dengan memelas. Berharap laki-laki yang ada didepannya ini berubah pikiran.


Zayyan merasa tidak puas dengan jawaban Sarah, dengab segera ia bersandar pada sofa sembari bersedekap dada dan menaikkan satu alisnya "Lalu!?"


"Sebenarnya, saat ini aku sedang dipromosikan. Jika terkaku lama tidak bekerja, aku khawatir posisi yabg dipromosikan untukku akan jatuh pada kandidat lain"


"Tenang saja! Aku sudah memberikanmu izin untuk tidak bekerja"


"Seperti dia sajanyang punya perushaan!" Gumam Sarah namun masih dapat didengar oleh Zayyan


Bibir Zayyan sedikit tertarik saat mendengar gerutu kecilndari mulut wanita yang tengah bermuka masam dihadapannya itu "Perushaan itu memang bukan milkkku, tapi milik Papa. Namun perushaan itu sudah berada dibawah kepemimpinanku" batinnya, kemudian berkata "Lagi pula, pihak perushaan jelas memaklumi dengan kondisimu yang sekarang. Siapa yang mau diculik dan disakiti sepertimu, sampai berakhir dirumah sakit, menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk pulih"


sarah menghela nafas beratnya "Kau benar, Zay"


"Apa yang harus kulakukan agar wanitaku tidak bosan seperti sekarang" batin Zayyan, kemudian ide-ide brillian tiba-tiba menghampirinya "Besok kau mau ketaman?"


Senyun Sarah mengembang tatkala mendapat penawaran yang tidak biasa dari Zayyan "Sungguh!?"


"Bercanda"


"Zayyannnn!" Sembur Sarah dengan begitu kesal sembari menepuk pelan lengan Zayyan.

__ADS_1


"Tak usah berteriak! Aku ada didekatmu"


"Kau menyebalkan!!" Dengan bibir yang mengerucut, ia segera membelakangi Zayyan sembari bersedekap dada.


Suara kekehan dari mulut Zayyan keluar tatkala gemas melihat tingkah calon istrinya itu "Kau mau atau tidak?"


"Tidak!" Sergah Sarah


"Baguslah kalau begitu"


Sarah kembali menghadapkan tubuhnya, dan dengan segera melayangkan cubitan ringan pada lengan Zayyan "Kau ini tidak pandai sekali membujuk! Aku menolaknya bukan berarti benar-benar tidak mau, itu hanya rajukan saja"


Tawa Zayyan memenuhi isi ruangan itu, dengan gemas ia segera menarik hidung mancung milik calon istrinya itu "Kau ini! Kenapa menggemaskan sekali!"


Momi Sabrina yang sedari tadi sibuk menonton televisi hanya menggelengkan kepalanya dan mengangap angin lalu saat melihat tingkah pasangan yang berdebat disampingnya


"Sakit!" Pekik Sarah sembari memegangi hidungnya yang jadi sedikit berwarna kemerahan itu.


"Ya sudah besok kita ketaman, disana banyak jajanan. kau bisa makan sepuasnya" ujar Zayyan berusaha membujuk.


"Kau berjanji!?"


"Ucapan laki-laki sejati dapat dipegang"


"Baiklah! terimakasih, Zayyan"


Raut wajah Zayyan berubah menjadi tak bersahabat saat mendengar nama Reza disebutkan. Sarah yang mengetahui segera bertanya "Ada urusan, Bi?"


"Saya tidak menanyakannya, Nona. Akan tetapi Tuan Reza datang bersama seorang perempuan"


"Baiklah lah, Bi. Terimakasih ya, tolong sekalian dibuatkan minum" pinta Sarah denhan lembut.


Bibi Ratna hanya mengangguk dan berlalu pergi kedalam dapur


****


Mereka kini telah berkumpul diruang tamu. Zayyan tak henti melemparkan tatapan tajamnya, sedangkan Reza selalu membalasnya dengan senyum.


Tatapan itu semakin dipertajam saat melihat sebucket bunga tulip putih yang ada diatas meja "Dia mau apa kemari? Membuat moodku jelek saja! Cih. . . Bunga itu benar-benar menyakiti pandanganku!!" batinnya


Hembusan nafas berat Reza mengudara "Dimana ada Sarah itu ada manusia batu es ini. Aku sungguh tidak bisa bebas untuk berbicara dengan Sarah" batinnya.


Sedangkan wanita yang dikatakan datang bersama Reza ternyata adalah Nada—teman satu tim. Ia yang sedari tadi melihat perang dingin itu segera membuka suara "Sarah! Bagaimana keadaanmu? Aku sungguh merindukanmu hampir satu bulan kita tidak bertemu"

__ADS_1


"Aku sudah sangat baik, Nada. Akan tetapi minggu depan aku baru bisa kembali bekerja, karena dokter masih tidak menyarankanku untuk bearktivitas terlalu lelah"


"Tidak apa-apa, itu semua agar kau cepat pulih"


"Aku hanya mengkhawatirkan pekerjaanku yang sempat aku tinggalkan"


"Tenang saja, semua job pendingmu aku yang handle"


"Terimakasih, Nada"


"Tidak usah berterima kasih, kau hilang karena aku. Jika saja, dahulu aku tak mengajakmu ke toilet kau pasti masih aman sampai sekarang" Sesal Nada


Sarah segera meraih telapak tangan Nada, dengan lembut berkata "Jangan menyalahkan dirimu! Ini semua memang sudah direncanakan. Kebetulan saja waktunya memang sangat pas"


Nada menghembuskan nafas leganya, karena ia merasa begitu bersalah semenjak hari dimana Sarah diculik "Terimakaish, Sarah"


"Semoga cepat sembuh, Sarah. Dan secepatnya kembali bekerja, teman-teman juga sudah tidak sabar menanti kahadiranmu" Timpal Reza


"Terimakasih, Pak Reza. Aku pun sudah sangat merindukan semuanya" Jawab Sarah sembari tersenyum


Zayyan yang melihat percakapan singkat itu sedikit terganggu dan dengan cepat berdehem keras.


"Sepertinya akan sangat bahaya jika berlama-lama disni. Jika bukan bunga yang melayang pasti meja, lebih baik aku pulang saja" Batin Nada, kemudian berkata "Pak Reza, sepertinya kita tidak bisa berlama-lama disini. Bukankah masih ada satu tempat yang harus kita kunjungi? Aku khawatir jika tokonya akan tutup. Lagi pula aku sudah sangat tenang saat melihat Sarah sudah pulih seperti semula"


Reza pun menyingsing sedikit lengan bajunya untuk melihat jam dilengannya, ia membenarkan perkataan Nada. "Baiklah kalau begitu, kami harus undur diri dulu"


"Terimakasih Nada dan Pak Reza telah menyempatkan waktu untuk menjengukku! Berhati-hatilah dijalan" Ucap Sarah


.


.


Setelah kepergian tamu tak diundang tersebut, Zayyan segera mengambil bunga yang sempat diletakkan Reza diatas meja "Ck.. bunga??"


"Kau mau apakan, Zay?"


"Buang!!"


Sarah mengerutkan keningnya "Zayyan! Aku tahu kau tidak suka dengan Pak Reza, tapi setidaknya hargailah pemberiannya"


"Lalu, kau mau apakan bunga ini? Mau kau simpan!?" Ketus Zayyan


"Tidak! Aku berencana akan memberikannya Pada Momi atau Bibi Ratna, mereka semua sangat menyukai bunga tulip"

__ADS_1


"Terserah saja! Yang penting bukan kau yang menyimpanya"


"Tenang lah! Kau ini" ucap Sarah yang begitu gemas


__ADS_2