SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
RENCANA MANIS


__ADS_3

Kini Sarah sudah kembali kerumahnya, setelah dokter melakukan observasi pada kondisi tubuhnya pasca operasi kuret yang dijalaninya selama 2x24 jam di Rumah Sakit.


Pasangan suami istri itu sedang asik berbaring didalam kamar, menikmati nyamannya kasur yang mereka tinggal selama dua hari.


"Ingat kata dokter ya Ra! Jangan terlalu capek dan jangan beraktifitas yang berat-berat selama satu bulan ini!!" pinta Zayyan.


"Iya Mas. Aku juga khawatir sama kondisi aku yang sekarang. Harus ekstra hati-hati"


"Good!!"


"Emm.. oh iya mas. Aku kayaknya mau resign aja deh dari kantor"


Zayyan yang sedang asik terpejam, seketika membuka matanya dan memperbaiki posisi berbaringnya dengan menyamping, ia memasang dengan baik indera pendengarannya "Resign!?" tanyanya seakan tak percaya lalu mengerutkan keningnya


Sarah pun ikut memperbaiki posisinya sehingga tatapan mereka bertemu untuk memperjelas keinginanya "Iya mas"


"Serius?!" tanya Zayyan seolah tak percaya


"Iya mas. Serius!!"


"Bukannya bekerja adalah bagian dari hidup kamu?"


"Aku nggak enak mas, dikit-dikit ijin nggak masuk kerja. Gunjingan mengenai "Mentang-mentang istri Presdir" bakalan lebih sempurna karena absen kehadiran aku selama satu periode ini buruk banget" ujar Sarah menjelaskan


"Ra!! Semua orang tahu kok, kalau kamu gak masuk kerja gara-gara apa? Gak akan ada yang mau Ra ngalamin hal kayak kamu, termasuk kamu juga. Gak usah diambil pusing sama apa yang orang pikirkan. Apa perlu aku buat peraturan lagi!!"


Sarah pun tersenyum "Jangann! Kasihan mereka diancam terus. Lagian ya Mas, semua ini sudah aku pikirkan baik-baik. Aku juga mau fokus pada kesehatan ku, biar bisa secepatnya hamil lagi" ujarnya lembut


"Tapi Ra, kamu gak perlu harus resign kayak ini segala. Kalau Allah berkehendak pasti secepatnya lo bakalan hamil lagi"


"Aku tahu mas. Keputusan aku ini sudah bulat. Bukannya kamu dulu pernah nyuruh aku resign? Naah... mungkin ini lah saatnya" ujar Sarah dan kembali tersenyum


"Gue sih sebenarnya seneng banget denger Sarah mau resign, soalnya dari dulu impian gue cuman mau ngurung dia dirumah aja. Tapi kalau dia mau berhenti gara-gara keseringan gak masuk, ya gue jelas gak enak lah. Ini semua kan gara-gara masalah gue, dan dia yang selalu kena imbasnya" gumam Zayyan dalam hati

__ADS_1


Sarah yang merasa tidak mendapat jawaban langsung menarik hidung mancung milik suaminya "Mas!!" ujarnya dengan gemas


Seketika Zayyan tersadar akan lamunannya "Aku jadi gak enak sama kamu. Gara-gara masalah aku, kamu harus nanggung semuanya, dan sekarang malah mau merelakan impian kamu." ujarnya sedikit lesu


"Mas! Pleasee!! Jangan nyalahin diri kamu. Ini semua keputusan aku. Aku mau jadi istri yang sepenuhnya bisa berbakti buat kamu. Walaupun nanti aku dirumah, aku nggak akan bosen selama kamu tinggal kerja."


"Emang mau ngapain?" tanya Zayyan begitu penasaran


"Kan followers aku nambah terus tuh, renacananya mau aku manfaatin buat ngelapak olshop branded" ujarnya sambil tersenyum membayangkan


"Emangnya orang bakalan percaya Ra? Orang juga mikir kalau mau beli barang branded sama lapak olshop"


"Mas tenang aja. Semenjak orang-orang pada tahu aku menantu Raditya, mereka sedikit banyaknya sudah menaruh kepercayaan tentang kehidupan serba mewah menantu konglongmerat. Apalagi kalau masalah barang berkelas, itu sudah jelas gak diragukan lagi. Terus postingan-postingan aku terdahulu sebelum kita kenal dan menikah, barang-barang aku kan sudah yang berkelas semua jadi gak mungkin para followers aku ragu" ujarnya begitu percaya diri


"Iya deh aku percaya"


"Tuh kan!! Mas aja udah percaya, apalagi yang lainnya haha.." ujar Sarah tertawa


"Terus apalagi kerjaan kamu selain jualan?"


Zayyan langsung tersenyum, ia begitu senang mendengarnya "Serius!?" tanyanya seakan tak percaya


"He'em" ujar Sarah sambil menganggukkan kepalanya


"Aku dukung banget!! Setidaknya kamu gak akan ngerasa bosan diam dirumah doang setelah nanti resign. Apalagi bermanfaat banget mau bikin suasana hati dan perut suami senang" ujar Zayyan begitu semangat


Sarah langsung terkekeh mendengar pernyataan suaminya "Bisa aja kamu mas. Makasih ya udah ngijinin" ujarnya, lalu mendekat kearah Zayyan dan segera memeluknya


Zayyan pun balas memeluk istrinya "Oh iya Ra. Kenapa kamu tiba-tiba pengen belajar memasak?"


"Semenjak jadi istri, aku baru tahu keseruannya memasak itu kayak apa. Rasanya nagih banget, jadi pengen kedapur terus" ujar Sarah begitu semangat


"Syukurlah!! Gue pikir lo bakalan jera berada didapur karena kuku-kuku lo pasti patah, dan wajah lo udah gak bisa di komen apa-apa kalau udah ngelihat tepung nempel dijidat lo" gumam Zayyan dalam hati, ia menghela nafas begitu lega "Semoga bisa menikmati aktivitas baru kamu nanti ya! Tapi sekarang kamu mesti istirahat dulu" pintanya disela-sela pelukan

__ADS_1


"Siappp mas" ujar Sarah.


Perlahan Zayyan melepas pelukannya lalu memandang istrinya begitu dalam, Sarah yang menyadari ada gelagat aneh pada suaminya langsung mengerutkan keningnya "Kamu kenapa mas? Jangan macam-macam ya! Ingat kata dokter!! Kita dilarang berhububgan badan selama 14 hari!!!!" ujarnya menegaskan


Zayyan terkekeh dibuatnya "Aku benar-benar gak tahan kalau dekat sama kamu. Coba kami rasain ini, junior gue udah bangun" ujarnya sambil meraih tangan Sarah dan meletakkan pada benda miliknya yang mulai mengeras


"Sabar ya mas!!" ujar Sarah begitu lembut sambil membelai rambut suaminya berusaha menenangkan


"Ra, kamu mau gak lewat mulut? Pleasee gue gak mau ini terbuang sia-sia" ujar Zayyan memohon


"Emmm.. gimana nih? Aku sebenarnya gak gitu suka, soalnya bikin nafas mau abis, tapi kasihan juga sama Mas Zayyan yang udah melas gitu mukanya" gumam Sarah dalam hati. Karena ia tidak tega melihat suaminya yang terlihat mulai tersiksa, akhirnya Sarah pun mengiyakannya "Yaudah mas, sini aku bantu" ujarnya, dan segera bangkit dari pembaringannya, diikuti Zayyan yang juga ikut bangkit


"Kita foreplay dulu Ra!" pinta Zayyan


Sarah pun mengangguk setuju dengan permintaan suaminya, mereka pun memulai aktifitas tersebut. Hingga akhirnya mereka masing-masing merebahkan tubuh diatas ranjang, terlihat begitu kelelahan setelah Zayyan berhasil mencapai puncaknya berkat bantuan istrinya.


"Makasih ya Ra. Maaf aku udah bikin kami capek, padahal aku sendiri tadi yang nyuruh kamu istirahat" ujar Zayyan dengan nafasnya yang masih ngos-ngosan


"Gak apa-apa mas biar sekalian capeknya" jawab Sarah yang juga masih sibuk mengumpulkan oksigen


Zayyan terkekeh dibuatnya, ia meraih tubuh istrinya dan membenamkan pada dada bidang miliknya, lalu menghujaninya dengan kecupan dipucuk kepala Sarah "Enggak lagi Ra. Aku bakalan sabar nunggu selama 14 hari" ujarnya disela-sela pelukannya


"Good!!" jawab Sarah. Lalu mereka berdua pun kembali terkekeh


"Gue bersyukur banget punya bini kayak elo, gak pernah marah atau nolak. Gue harus berterimakasih sama kedua orang tua lo yang berhasil ngedidik lo jadi perempuan penurut kayak ini" gumam Zayyan dalam hati. "Yaudah kamu istirahat ya!" pintanya


Sarah hanya mengangguk, saking nyamannya berada dalam pelukan suaminya. Ia benar-benar tidak sadar jika sudah berada di alam mimpi.


Zayyan tersenyum saat merasakan nafas istrinya mulai teratur diiringi dengan sedikit suara dengkuran "Dasar *****!!" gumamnya dalam hati sambil mempererat pelukannya dan ikut hanyut dalam mimpi.


_________________


Jika kalian suka dengan novel karya author, jangan lupa vite, like,serta komentar positif yang membangun untuk karya author selanjutnya ya. 😘

__ADS_1


♥


__ADS_2