SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
WEDDING DAY — MALAM RESEPSI


__ADS_3

Tepat pukul tujuh malam, Zayyan telah rapi dengan setelan tuxedo berwarna khaki, berlapis rompi dengan warna senada, juga kemeja putih sebagai dalamnya. Tak lupa dengan tambahan aksesoris lainya seperti jam tangan, neck tie, dan pocket square. Potongan rambut comb over dengan polesan pomade, membuatnya begitu terlihat rapi dan maskulin.


'Mama dimana ya? Aku tidak akan bisa keluar dari kamar ini jika Mama tidak memberi penilaian' Batin Zayyan, netranya terus tertuju pada daun pintu berharap Mama Dessy datang


"Zay!"


Zayyan segera menoleh kebelakang saat merasa namanya dipanggil. Pandangannya tak luput memperhatikan Sarah dari atas sampai ujung kepala. Model rambut sanggul kepang dengan tambahan sebuah aksesoris yang sudah dipesan khusus berupa mahkota tiara dan sepasang anting berlian. Balutan gaun berwarna putih dengan lace detailed disetiap sisinya, illussion sleeves yang pendek membuat penampilannya begitu all out dan elegan ditambah dengan bagian bawah gaun yang lebar membuat tampilannya anggun. Riasan make up yang natural tak membuat penampilannya berkurang. Jangan lupakan hand bouqet berupa bunga tulip putih yang melambangkan cinta sejati, membuatnya tampil bak seorang putri raja.


"Cantik!" Satu kata berhasil lolos dari mulut Zayyan. Pujian tersebut tentunya membuat wanita yang ada dihadapannya ikut tersenyum.


Tak ingin larut dalam suasana, Zayyan segera melihat jam dipergelangan tangannya "Ayo, kita keluar! Kita harus secepatnya ke lokasi acara"


Sarah hanya mengangguk, dengan pelan ia berjalan mendekat ke arah suaminya itu kemudian bergandengan tangan keluar.


Diluar kamar sudah ada Kedua orang tua Zayyan, Momi Sabrina, serta Paman Hendri yang menunggu mereka untuk menjadi pengiring menuju lokasi acara.


****


Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinksi Jakarta.


Sebuah Mobil Limousine Chrysler 300 berhenti tepat didepan pintu utama hotel. Beberapa pengawal sudah banyak yang berjaga untuk meghadang para awak media yang berusha untuk menjadikan berita utama. Kedua mempelai pun segera turun dari mobil disambut dengan bentangan karpet merah yang bertaburkan kelopak bunga mawar.


"Bagimana, Ma? Apa aku sudah tampan?" tanya Zayyan sedikit berbisik pada Mama Dessy sembari melangkah


"Apa pun yang kau gunakan, tak akan mengurangi ketampananmu, Zay! Apa lagi kau mengenakan tuxedo pilihan Mama, sudah dipastikan"


Zayyan yang mendengar penuturan mamahnya langsung menarik sedikit sudut bibirnya "Terimakasih, Ma. Aku tahu aku memang tampan, tapi aku juga perlu mendapat pujian"


Kepala Mama Dessy menggeleng pelan saat mendengar penuturan Putranya itu 'Anak ini, sampai akan akan selalu narsis seperti itu' batinnya.


Sedangkan Sarah, matanya tak lepas memandangi keindahan dekorasi sepanjang koridor menuju ballroom. Dipenuhi dengan bunga-bunga bernuansa putih berpadu dengan dedaunan hijau, serta kehadiran beberapa kuntum pampas grass membuat kesan yang sedikit liar dan natural, beberapa keindahan sepanjang koridor menjadi pembuka yang lebih lagi didalam ballroom.

__ADS_1


Mereka semua pun tiba, dan pintu segera dibuka oleh petugas WO. Sarah sempat menghentikan langkah kakinya saat memandangi dekorasi pernikahan yang sama seperti impiannya.


Dekorasi yang sudah dipesan khusus dari salah satu dekorator papan atas di dalam negeri, mengusung konsep kolonial modern. Terdapat sebuah konservatori yang didalamnya dipenuhi dengan bunga tulip putih memancarkan cahaya, sehingga begitu mencuri perhatian diantara elegannya dekorasi ruangan. Namun pandangan akan segera teralihkan saat melihat keindahan dekorasi pelaminan. Penuh dengan bunga-bunga putih dan pink muda sebagai latar, berpadu dengan barisan tiang-tiang berwarna keemasan, yang dihiasi dengan rangkaian bunga-bunga bernuansa peach, dan ungu, membuatnya begitu terkesan glamour dan elegan.


Berbeda dengan dekorasi outdoor, terletak pada taman hotel yang langsung terakses melalui ballroom. Mengusung tema garden party. Dekorasi yang dipenuhi dengan bunga-bunga bernuansa putih berpadu dengan dedaunan hijau. Ada yang tertata memanjang diatas meja dan ada pula yang menggantung. Lampu hias dan juga tirai-tirai berwarna putih, memberikan nilai tambah sehingga membuat suasana malam begitu romantis.


Hadirnya beribu-ribu tamu undangan, mulai dari kalangan pejabat hingga seluruh karyawan grup perusahaan. Membuat acara dilaksanakan di dua tempat yang sama yaitu indoor dan outdoor hotel. Belum lagi souvernir pernikahan berupa emas mulia senilai 10 gram untuk semua tamu undangan dan beberapa doorprize seperti mobil dan barang-barang mewah lainnya, bagi tamu undangan yang beruntung. Tidak ada pembedaan anatara tamu VIP dan umum, srhinggamembuat acara tersebut benar-benar nyaman dan lebih santai.


"Sarah, apa kau akan terus mematung disini?" bisik Zayyan


Seketika lamunan Sarah buyar, tanpa menjawab ia segera melangkah masuk. Live musik instrumen, menjadi pengiringnya menuju pelaminan, sehingga menghadirkan suasana yang begiti romantis. Semua tamu undangan yang sudah hadir pada malam itu, mengalihkan pandangannya saat melihat dua insan yang baru saja tadi pagi resmi sebagai pasangan suami istri itu melangkah menuju pelaminan. Mereka semua berdiri menyambutnya dengan hangat dan bermacam-macam pujian.


Setelah kedua mempelai duduk, susunan acara pun dimulai oleh petugas WO. Semua berjalan begitu lancar, hingga tibalah pada acara selanjutnya yaitu pelemparan bunga. Beberapa rekan Sarah ikut meramaikan dalam acara tersebut tak lupa dengan kehadiran Lyra dan juga Reza.


"Berisap ya, kami hitung sampai tiga. Satu.. Dua.. Tiga..!! ujar Sarah, namun ia tidak melempar bunga justru berjalan mendekat kearah Reza dan memberikan bunga tersebut "Semoga sukses!" ucapnya sedikit berbisik


"Terimakasih, Sarah!" Balas Reza


Peristiwa yang disaksikan banyak orang, tentunya membuat Lyra semakin yakin dengan keseriusan Reza. Apa lagi selama ini, kekasihnya itu yang selalu menutup rapat hubungannya dan kini berani ia publish didepan umum. Dengan mata yang berkaca-kaca ia mengangguk dan menerima bunga tersebut.


Reza segera bangkit dan mengelurakan sebuah kotak berukuran kecil yang didalamnya terdapat sebuah cincin berlian yang kemudian segera ia pasangkan dijari manis sebelah kiri Lyra, dan segera memeluknya "Terimakasih, sayang!"


'PROK... PROK....' Riuh suara tepuk tangan para penonton yang menyaksikan momen haru tersebut. Termasuk Zayyan yang menarik sedikit sudut bibirnya, walau tadi ia sempat kesal karena tidak mengetahui maksud istrinya memberi bunga.


.


.


Setelah acara dansa berakhir, tiba saatnya untuk berjabatan tangan dan berfoto-foto sebagai sesi akhir dalam acara resepsi.


Terlihat sekali kedua mempelai begitu kelelahan seakan sudah tak sanggup menerima jabatan tangan dari setiap orang yang menaiki pelaminan tersebut. Tiba-tiba Zayyan memasang wajah dinginnya saat melihat sosok Reza menaiki pelaminan bersama Lyra.

__ADS_1


"Zay, berhenti menekuk wajah saat melihat Pak Reza. Apa kau ingin kalah tampan darinya saat difoto nanti?!"


Tentunya ucapan Sarah sangat mempengaruhi perasaanya, dengan semangat ia tersenyum sumringah menghadap istrinya "Aku hanya kelelahan, sayang" bantahnya


"Terserah! Aku hanya ingin kau tetap terlihat berwibawa walau sudah terlalu lelah. Karena kita berdua sama saja. Jika kau menekuk wajahmu lagi, jangan harapa tidur satu kamar denganku malam ini!"


Tak ada pilihan lain Zayyan pun tersenyum hangat menyambut laki-laki yang menurutnya rival tersebut.


"Selamat ya! Semoga rumah tangga kalian diberkahi dan cepat mendapatkan momongan" ujar Reza sambil mengulurkan tangannya.


Zayyan pun segera membalas jabatan tersebut dan tersenyum "Terimakasih atas do'anya, semoga rencana kalian lancar sampai hari H"


"Terimakasih!"


"Nona Sarah, aku turut bahagia atas pernikahan kalian. Semoga sakinah, mawaddah, warahmah" Do'a Lyra


"Terimakasih, Lyra. Semoga do'a mu terijabah, dan begitu pula denganmu semoga lancar menuju hari H"


"Sudah-sudah! Jangan terlalu lama, tamu antrian masih banyak" Timpal Zayyan pada sekretarisnya itu.


Sarah langsung melototkan kedua bola kearah suaminya itu.


"Ehm.. ba-baiklahh! Lanjutkan saja, mereka semua bisa mengerti" ujar Zayyan dengan nyali yang sudah menciut


Reza dan Lyra menarik sedikit sudut bibirnya saat menyaksikan hal tersebut.


"Ayo kita berfoto terlebih dahulu!" Ajak Reza mencoba mencairkan suasana.


Akhirnya mereka berempat pun berfoto, dengan yang terpaksa Zayyan tersenyum.


****

__ADS_1


Pukul dua belas malam, pesta pun berakhir. Kini Sarah dan Zayyan sudah sudah berada didalam kamar hotel. Mereka saling merebahkan tubuh diatas ranjang, setelah tadi berganti pakaian. Dengan perasaan yang sama-sama lelah, tanpa melakukan apapun mereka langsung tertidur dengan begitu pulas.


__ADS_2