SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
KE TAMAN


__ADS_3

Bertepatan dengan weekend pagi ini Zayyan benar-benar menepati janjinya tadi malam untuk mengajak Sarah ketaman. Kini ia telah berada dikediaman calon mertuanya menunggu sang pujaan hati keluar, dan turun dari kamar.


"Zayyan" Panggil Sarah yang baru saja berhasil melangkahi beberapa anak tangga, dan dengan segera menghampiri calon suaminya yang sedang duduk menunggu.


Zayyan mengerutkan keningnya saat melihat wanita yang saat ini dihadapnnya mengenakan pakaian sporty "Apa kau juga mau jogging?"


"Tujuanku ketaman bukan hanya untuk memburu jajanan, aku juga ingin jogging denganmu, Zay"


"Aku mengkhawatirkan kakimu"


"Tenanglah! Lagi pula aku sudah merasa sangat baik"


"Baiklah! Tapi kau hanya boleh berlari-lari ringan dengan waktu 1/10 menit. Bagaimana?" Zayyan mencoba membuat penawaran


"Tidak!" Sergah Sarah


"Lalu!?"


"Kau tahu tujuan jogging untuk apa?"


"Membakar kalori, mengurangi jaringan lemak, menjaga kesehatan jantung" Jawab Zayyan dengan santainya


"Berapa minimal waktu yang dibutuhkan untuk membakar semua lemaknya?"


"30 menit"


"Lalu mengapa kau menyuruhku hanya 1 menit ?Bagaimana bisa aku berkeringat!" Sembur Sarah begitu ketusnya


Zayyan menyandarkan kepala pada belakang sofa sembari bersedekap dada "Memangnya tadi malam aku mengatakan untuk jogging?"


Sarah membisu sebelum kemudian ia tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Memang tidak ada. Tapi aku sendiri yang berinisiatif untuk jogging"

__ADS_1


"Sudah jelas bukan?"


"Ah. . . Tapi aku juga ingin berlari-lari, Zay" Rengek Sarah


"Jika kau ingin berlari, ikuti saja permintaanku!"


"Emmm... bagaimana jika 5/5"


"2/5, jika menolak kita batal"


Kedua bola mata Sarah terbelalak tak percaya dengan kesepatakan waktu yang diberikan Zayyab "Hah!! Selalu saja mengancam" gumamnya


"Kau tidak mau?!"


"Ehh. . . i-iya, aku mau. Sekarang kita pegi! Langsung saja, Momi sedang kepasar bersama Bibi"


Zayyan pun menarik sedikit sudut bibirnya saat melihat tingkah Sarah yang selalu tidak berkutik saat mendaoat ancaman dari dirinya. Tanpa menjawab ia langsung bangkit dari duduknya dan lebih dulu melangkah keluar dengan gaya sok cool-nya, diikuti dengan Sarah dari belakang, layakanya anak bebek yang mengikuti induknya.


Sarah sejenak menghentikan langkahnya saat melihat sebuah mobil sport Lambor*ghini dengan type Centenario berwarna silver begitu menarik mata kaum hawa yang memandangnya, kini terparkir dihalaman rumahnya "Ini mobilmu, Zay?"


"Menghabiskan uang saja! Lebih baik uangnya kau simpan untuk membangun rumah"


Seketika Zayyan terkekeh mendengar penuturan wanitanya itu "Sepertinya jiwa akuntansinya keluar. Mulai memperhitungkan segalanya" batinnya, kemudian berkata "Sekali-kali sepertinya tidak apa-apa, bukan? Apa lagi untuj orang yang spesial Sudahlah! Tak usah banyak omong atau protes, ayo masuk!" pintanya yang sudah lebih dulu berada didalam mobil dan membukakan pintu untuk Sarah


****


Mereka pun telah tiba disebuah taman yang ada di Ibu Kota. Pagi itu terlihat sangat ramai dengan pengunjung yang sedang berolahraga. Ada yang berlari-lari kecil, ada yang mengijakkan kakinya diatas bebatuan khusus, ada pula yang meramaikannya dengan senam bersama. Suasana pagi yang sungguh menyehatkan.


Kedua sejoli itu juga sedang asik berlari-lari kecil mengelilingi taman tersebut, dan tak lupa Zayyan menggunakan stop watch diponselnya untuk menghitung waktu Sarah yang berlari hanya boleh dua menit dan waktu istirahat lima menit.


"Waktu habis!" ujar Zayyan

__ADS_1


Sarah segera menghentikan larinya dan menatap kearah Zayyan berharap diberikan tambahan waktu, namun tatapan itu tak digubris oleh sang pengendali waktu jogging.


Zayyan menarik lengan Sarah dengan lembut dan menuntunnya untuk segera duduk diatas kursi taman. "Duduk yang manis disini, jangan kemana-mana! Aku akan ketoko itu membeli air minum"


Sarah hanya mengangguk tanpa menjawab, dan memperhatikan Zayyan yang semakin melangkah jauh meninggakannya. Beberapa kali ia menghembuskan nafasnya secara kasar "Huh! Aku benar-benar tidak merasa lelah. Jika seperti ini terus, yang ada hanya lelah duduknya saja" gumamnya. Tanpa ia sadari, bahwa ucapannya didengar oleh Zayyan yang sudah berdiri tepat dibelakangnya.


"Minum dulu, Sarah!" Pinta Zayyan yang sudah duduk disebelah wanita yang sedari tadi menggerutu sedikit kesal itu, dan segera memberikan sebotol air mineral


Sarah tersenyum, dan dengan segera ia menerima botol yang beirisi air mineral itu "Terimakasih, Zay!"


Setelah merasa cukup melihat Sarah minum, Zayyan berniat ingin melanjutkan larinya, namun tanpa diduga ia langsung berjongkok tepat dihadapan Sarah yang masih duduk, kemudian meraih telapak tangan calon istrinya dan menggenggamnya sedikit erat.


Tentunya peristiwa tersebut benar-benar mebuat Sarah terkejut sekaligus malu, karena aksi Zayyan telah mengundang lirik mata para pengunjung taman yang sedang berlalu lalang "Zay! Kau sedang apa?"


"Aku sedang ingin meminta maaf?"


Kening Sarah berkerut ia gagal mencerna ucapan Zayyan "Apa maksudmu? Kau meminta maaf kenapa?? Apa kau berselingkuh?!"


Dengan gemas Zayyan menarik hidung Sarah "Jelak sekali pikiranmu!"


"Sakit!" Pekik Sarah sembari memandangi Zayyan dengan tajam karena tak terima saat hidungnya ditarik, dengan ketus berkata "Lalu apa?!"


Zayyan terkekeh melihat tingkah Sarah yang menurutnya selalu menggemaskan. Ia kembali meraih telapak tangan wanita pujaanya itu dan menatapnya dengan serius "Tenanglah! Aku hanya ingin meminta maaf karena sudah seenaknya mengatur-ngaturmu selama hampir 2 minggu ini. Sebenarnya, aku tidak ingin seperti ini, akan tetapi kau sedang masa pemulihan. Jika hanya Bibi yang diandalkan, aku yakin kau akan banyak tingkah dan melawan segala aturannya. Oleh karena itu aku juga turun tangan. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa, Sarah. Aku tidak ingin masa pemulihanmu terganggu"


Ucapan Zayyan benar-benar meluluhkan hati Sarah, rasa suntuknya yang sedari tadi menyelimuti seakan menghilang entah kemana. Dengan segera ia memeluk calon suaminya itu, begitu hangat tanpa memperdulikan lagi rasa malu yang sempat menyergap dirinya saat orang-orang kembali memperhatikannya "Terimakasih, Zayyan. Maafkan aku yang terlalu egois, selalu saja ingin memaksakan kehendak sendiri. Padahal kalian semua melakukan ini untuk kebaikanku"


Zayyan membalas pelukan itu. Setelah sepersekian menit, perlahan ia melepas pelukan wanitanya, dan segera bangkit sesaat setelah merasa kakinya mulai kesemutan akibat jongkok yang terlalu lama "Aku menyayangimu, Sarah!" ucapnya sembari mengecup singkat kening calon istrinya, kemudian dengan lembut berkata "Aku melanjutkan lariku dulu. Tunggu lah disini sebentar! Aku harus membakar lemak lama, setelah itu kita mengisi lemak baru " Pintanya sembari mengacak-acak rambut Sarah


"Siappp!! ujar Sarah dengan semangat saat mendengar kata makan dari mulut Zayyan


.

__ADS_1


.


Setelah Zayyan menghabiskan waktu 15 menit untuk berlari, ia memutuskan untuk segera berhenti karena tidak tega meninggalakn wanita pujaanya terlalu lama duduk sendiri dibangku taman. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat menyadari dengan siapa saat ini Sarah bersenda gurau "Reza?!" gumamnya


__ADS_2