SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
MAKAN MALAM DUA KELUARGA BESAR


__ADS_3

Malam ini, para keluarga besar Raditya dan juga Atmaja berkumpul dikediaman Zayyan dan Sarah mereka semua diundang untuk menghadiri acara makan malam.


"Ini kamu semua kamu yang masak baby?" tanya Momi Sabrina saat melihat meja makan yang penuh dengan berbagai hidangan diatasnya


"Iya mom!"


Momi Sabrina benar-benar tak percaya, bagaimana mungkin putrinya bisa memasak sebanyak ini sendiri apalagi masakannya benar-benar kelihatan berkelas padahal baru beberapa bulan Sarah bisa memasak "Serius kamu!?" tanyanya penuh telisik


"Heee... Ya becanda lah mom! Mana mungkin aku bisa masak sebanyak dan sebaik ini. Apa lagi aku—" ucapan Sarah tiba-tiba terpotong saat mendengar Zayyan berdehem dan memberikan isyarat agar tidak melanjutkan pembicaraannya. "Astaga!! Untung gak kecoplosan" gumamnya dalam hati


"Apa lagi apa baby?" tanya Momi Sabrina yang penasaran akan lanjutan dari ucapan putrinya


Kedua bola mata Sarah bergerak kiri kanan sedang sibuk mencari jawaban "Eem- anu- itu .. apa lagi aku.. Aku baru belajar memasak mom mana mungkin secepat ini bisa membuat semua" ujarnya lalu terkekeh


Momi Sabrina mengerutkan kedua keningnya merasa heran dengan jawaban putrinya yang penuh kebingungan "Terus siapa yang masak?"


"Master Chef aku mom, yang ngajarin aku memasak selama beberapa bulan yang lalu. Jadi aku nyewa jasa mereka buat minta dimasakin"


"Oohh" ujar Momi Sabrina singkat sambil menganggukkan kepalanya


"Ayo Mom kita makan! Aku mau panggil yang lainnya dulu diluar" ujar Sarah dan berlalu


Zayyan yang sedari tadi mendegarkan percakapan antar ibu dan anak itu seketika menghela nafas lega saat Sarah tidak jadi memberitahukan alasan sebenarnya "Untung aja gue awasin! Kalau enggak, bisa benar-benar kecoplosan tuh orang. Dia kan kalau ngomong suka gak ada remnya" gumamnya dalam hati


^^


Mereka semua kini telah berkumpul diruang tamu karena hanya tempat itu yang cukup untuk menampung dua keluarga untuk berduduk santai sembari menikmati hidangan penutup berupa cemilan dan minuman teh hangat juga softdrink


"Selamat ya Sarah atas pencapaian penjualan kamu selama hampir tujuh bulan ini. Papah lihat bisnis kamu benar-benar meroket, bahkan beberapa istri dari kolega bisnis papah katanya seneng belanja ditempat kamu" ujar Papah Wildan


"Makasih pah atas ucapannya. Apa papah ngasih tau mereka?"


"Iya! Bahkan papah sempat promosikan jualan kamu" ujar Papah Wildan begitu bangga

__ADS_1


"Oww..Pantes aja, banyak kalangan kelas atas yang beli ditempat aku"


"Iyalah sayang. Kami semua dengan bangga promosikan jualan kamu. Kami juga gak nyangka, awalnya mereka pada nyoba eh tau-taunya ketagihan. Apa lagi produk-produk kamu selalu update dan harga juga gak jauh beda kalau beli diluar negeri, makanya orang-orang pada seneng belanja ditempat kamu" ujar Mamah Dessy menimpali


Kedua bola mata Sarah mulai berkaca-kaca, ia tak menyangka ada peran orang-orang terdekat yang membantu bisnisnya "Makasih banyak ya semua. Sarah gak akan bisa seperti sekarang kalau bukan bantuan dari kalian semua" ujarnya begitu haru, begitu pun yang dirasakan Zayyan, ia benar-benar tak menyangka.


"Sama-sama sayang! Jadi gimana rencana kamu kedepan? Apa kamu mau coba buka toko biar gak online doang?" tanya Mamah Dessy


"Aku ada rencana ke sana sih mah tapi—" ucapan Sarah kembali terpotong saat mendengar deheman dari mulut Zayyan "Ngeselin banget sih mas Zayyan nih, kapan coba ngomong kenyataannya kalau aku lagi hamil" gumamnya dalam hati lalu menatap suaminya dengan sangat tajam


Momi Sabrina semakin curiga dengan pasutri didepannya, karena sedari tadi Zayyan selalu berdehem jika Sarah ingin menyampaikan alasan sebenarnya "Ini ada apa sih sebenarnya, kayak ada yang mereka tutupin" gumamnya dalam hati


"Tapi apa Sayang!?" tanya Mamah Dessy juga mulai penasaran


"Tapi gak bisa sekarang mah!" ujar Zayyan menimpali


Mamah Dessy mengarahkan pandangannya kearah Putranya "Kenapa Zay?"


"Karena ini!!" ujar Zayyan sambil meletakkan sebuah amplop berwarna putih diatas meja


Momi Sabrina mengerutkan kedua keningnya saat melihat raut yang tak biasa pada besannya itu "kamu kenapa jeng?"


"Sarah hamil Sis. Coba lihat ini!"


Momi Sabrina pun mengambil kertas tersebut dan mulai membacanya, raut wajahnya sama seperti besannya "Ini beneran kan Zay?!" tanyanya seakan tidak percaya


"Iya Mah, Mom. Ini hasil USG nya, dan bayi kami kembar!!" ujar Zayyan begitu semangat, sambil meletakkan lembar USG diatas meja. Raut kebahagian pada wajahnya sudah tidak bisa disembunyikan lagi


"Alhamdulillah!! Terimakasih ya Allah kau memberikan kembali kepercayaan bagi cucu kami untuk mengandung" ujar Omah Bianca yang tak kalah haru saat mendengar berita tersebut, ia langsung memeluk Sarah yang kebetulan duduk disampingnya.


Papah Wildan dengan segera mendekat kearah putranya dan langsung memeluknya "Selamat Boy!! Jaga istri kamu baik-baik. Ada dua penerus Raditya didalam sana" pintanya sembari menepuk ringan kedua bahu putranya setelah tadi berpelukan.


"Makasih Pah! InsyaAllah Zay akan jaga baik-baik Sarah"

__ADS_1


Seluruh keluarga saling berpelukan, suasana haru menyelimuti, mereka begitu bersyukur karena Allah memberikan gantinya dua kali lipat dari apa yang telah Ia ambil.


"Baby!! Sudah berapa lama kamu nyembunyiin kabar bahagia ini dari kita!?" tanya Momi Sabrina sedikit ketus, merasa tidak terima karena baru mengetahui kabar kehamilan putrinya


"Kemarin Mom! Andaikan aku gak pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit mungkin aku gak akan tahu kalau lagi hamil"


"Kamu pingsan!?"


"Iya Mom. Kata mas Zayyan kita kasih kejutan aja buat orang tua kita, kasihan kalau kalian harus ke Rumah Sakit segala soalnya kami gak sampai nginap juga disana" ujar Sarah menjelaskan


"Baiklah Momi bisa terima alasan kamu! Emang kamu gak ada gejala mual atau muntah gitu baby, sampai gak tahu kalau lagi hamil?"


Sarah menggelengkan kepalanya "Gejala hamil aku justru ada sama Mas Zayyan" ujarnya lalu menoleh kearah suaminya


"Zayyan ngidam!?" Tanya Mamah Dessy ikut menimpali


"Iya Mah" ujar Sarah lalu tersenyum


Zayyan menatap tajam istrinya "Astagaaa Sarahhhh!!! Pakai acara buka aib suami segala. Malu-maluin banget" gumamnya dalam hati. Sedangkan Sarah yang mendapat tatapan tidak ramah itu pun hanya balad tersenyum penuh ejekan pada suaminya.


Orang-orang yang berada didalam ruangan itu seketika tertawa kecuali Zahra, ia tidak tahu menahu apa yang harus ditertawakan "Cieee Zayyan!! Ketahuan kan cinta banget sama Sarah" goda Papah Wildan


Zayyan langsung mengerutkan kedua keningnya "Emang papah tahu seputar suami ngidam?"


"Ya iyalah.. Papah kan dulunya juga gitu pas Mamah ngandung kamu. Bahkan Papah lebih parah Zay. Ngak bisa lihat matahari langsung lemes, mual muntah udah jadi temennya sehari-hari untung cuman dua bulan aja" ujar Mamah Dessy begitu heboh


"Sama aja nggak usah ngeledek!" ujar Zayyan sedikit ketus pada Papahnya lalu tertawa penuh ejekan


"Mamah! Kok dibongkar sih?" ujar Papah Wildan tidak terima


Mamah Dessy memutar malas kedua bola matanya "Gak usah malu!! Udah tua juga" ujarnya tak kalah ketus


Dan mereka semua kembali tertawa saat mendengar perdebatan ringanan antar dua insan yang mulai ditumbuhi rambut putih itu.

__ADS_1


^^


Cukup lama mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol satu sama lain hingga akhirnya mereka semua berpamitan untuk pulang, karena mengingat kondisi Sarah yang harus segera beristirahat.


__ADS_2