SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
MASALAH TERATASI


__ADS_3

"Ini ada apa, Nad?!" Tanya Sarah sambil berbisik ditelinga temannya itu.


Sebelum menjawab Nada segera membuka ponselnya dan mencari email yang masuk sekitar 1 jam yang lalu "Coba lihat ini"


Sarah mengambil ponsel Nada, dan membaca surat peringatan yang dikirim oleh pihak HRD melalui email kepada seluruh karyawan PT. Asphaltindo, Tbk.


...'Jika masih terdengar desas desus negatif mengenai calon istri CEO Rad's Holding atau membicarakannya, atau hal lain sesamanya baik didalam mau pun diluar lingkungan PT. Asphalt Indo Tbk., maka orang tersebut segera di DIBERHENTIKAN SECARA TIDAK HORMAT dan namanya akan di BLACKLIST'...


Kedua bola mata Sarah terbelalak saat membaca inti dari surat peringatan tersebut "Oh My! Apa ini perbuatan Zayyan! Ini sungguh mengerikan, seenaknya saja mengeluarkan peringatan konyol seperti ini." Batinnya


"Sarah!" panggil salah satu karyawan yang berdiri diantara kerumunan tersebut


Pandangan mata Sarah menoleh pada orang yang memanggilnya "Ada apa?"


"Kami ingin meminta maaf atas perkataan kami yang tidak mengenakkan" ucapnya sembari menundukkan kepala


Sarah yang semula tak enak, jusrru beraluh mengangkat sedikit sudut bibirnya "Hmm.. Tapi sepertinya ini tidak lah buruk! Walapun surat yang dikeluarkan Zayyan tidak berdasar, tapi atasan tetaplah berkuasa atas segalanya. Baiklah... Aku akan memanfaatkan situasi ini" batinnya, kemudian dengan tenang berkata "Bagaimana jika aku menjelaskan terlebih dahulu? Setelah itu kalian bisa menentukan apakah permintaan maaf itu pantas ditujukan untukku atau pada kalian"


"Kami akan mendengarkanmu!"


"Dengar baik-baik! Entah kalian percaya atau tidak, aku hanya tidak ingin muncul stigma negatif lagi tentang ku setelah ini — (Sarah mulai menceritakan awal pertemuan Zayyan dan bagiamana ia akan berakhir dipelamainan dengan cerita yang singkat)— Itulah kenyataanya, bahkan aku saja baru mengetahui hari ini jika calon suamiku adalah CEO yang merupakan Induka perushaan kita, karena yang kutahu selama kni dia hanyalab seorang konsultan Pajak" jelas Sarah


"Astaga, Sarah! Maaf kan kami. Jujur saja sempat timbul tanda tanya besar mengenai dirimu. Belum lagi suasana diperkeruh dengan timbulnya desas desus yang sedikit menyimpang dari sifat baikmu yang selama ini kami tahu. Membuat kami bimbang" Terang salah satu karyawan tersebut sembari mengatupkan kedua tangannya


Sarah tersenyum "Aku maafkan. Tapi ada baiknya saat kalian hendak menilai seseorang, cari tahu terlebih dahulu. Jangan sampai kalian yang pintar akan dicap sebagai orang bodoh karena percaya terhadap katanya dari pada faktanya"


"Terimakasih, Sarah! Kami sungguh menyesali ini"


"Aku juga berterimakasih karena kalian mau mendengarkan, dan maaf jika surat yang bernada ancaman itu membuat kalian sedikit takut. Aku juga baru membacanya disini"


"Kami pantas mendapatkannya, Sarah!"


"Kalau begitu masalah kita clear. Aku harap setelah aku kembali bekerja kita sudah bisa rukun kembali seperti biasanya. Oh ya, aku mohon do'a restu kalian, besok aku sudah mulai tidak masuk bekerja untuk persiapan pernikahanku, jangan lupa datang!" Pinta Sarah


"Pasti! Kami pasti akan datang, kapan lagi kami melihat langsung pesta pernikahan sang CEO"

__ADS_1


Senyum Sarah kembali mengembang "Kalau begitu aku permisi" pamitnya. Diiringi dengan dan Reza yang juga melangkah keluar.


"Syukurlah! Sepertinya masalah ini tidak akan berkembang biak sampai cicitnya" ucap Nada setelah mereka tiba di parkiran.


Sarah menagnggukkan kepalanya "Aku pun sangat senang. Setidaknya aku tidak akan memikirkan masalah ini, karena harua fokus untuk pernikahanku. Tapi... Aku benar-benar tak habis pikir dengan ancaman Zayyan yang membuat nyali orang seketika menciut"


"Ancaman yang dikeluarkan Tuan Zayyan pasti sudah sangat dipertimabangkannya. Jadi, aku rasa tidak perlu diperbesar lagi. Lagi pula, semua sudah tahu faktanya bukan?" Timpal Reza


"Iya, Pak Reza benar juga. Oh ya.. Aku ingin berterimakasih pada klian kalian berdua, karena sudah sangat setia menemani ku disaat aku kondisi saat tercekik seperti tadi"


"Itulah gunanaya teman" ujar Nada


Sarah pun segera memeluk Nada dengan erat, pelukan pertemanan yang selama ini terjalin. Kemudian Sarah melihat jam dipergelangan tangannya setelah pelukan mereka berdua lepas "Sudah jam 6, sepertinya aku harus segera pulang, Momi pasti sudah mencariku. Kalian berdua jangan lupa datang saat akad nikahku!"


"Pasti! Berhati-hatilah, semoga semuanya lancar" ucap Reza tulus sembari melayangkan senyum manisnya


"Bye!" Sarah melambaikan tangannya, dan segera masuk kedalam mobilnya. Begitu pula Reza dan Nada mereka berpisah untuk menuju mobil masing-masing.


****


"Eh Momi" Sapa Sarah sembari tersenyum kikuk


"Tak usah banyak basa basi! Kau dari mana?!" Tanya Momi Sabrina dengan ketusnya sembari bersedekap dada.


"Aku dari kantor, Mom!"


Momi Sabrina memicingkan bola matanya, menatap tajam putrinya "Kau bohong! Biasanya kau selalu pulang tepat jam 5 lewat 20 menit. Tapi sekarang ini sudah jam berapa? Hampir jam 7 malam kau baru saja tiba. Kau pasti bertemu Zayyan, kan?! Oh My Babby! Sudah berapa kali Momi katakan kalian tidak boleh bertemu dulu sampai hari H —" Ocehan Momi Sabrina terhenti tatkala Sarah segera memanggilnya


"Mom!"


"Apa?!"


"Mom! Bisakah momi memberikanku kesempatan untuk menjelaskan? setelah itu jika Momi ingin marah ya silahkan!" Sembur Sarah yang tak kalah ketusnya


"Kalau begitu jelaskan! Mengapa kau baru saja pulang?!"

__ADS_1


"Sarah banyak pekerjaan dikantor, Mom. Belum lagi mengajari salah seorang rekan karena ?harus menyerahkan job pendingku padanya" jelas Sarah, ia tak ingin mengatakan masalah terbesarnya


"Momi masih tidak percaya! Sudahlah lebih baik kau masuk sekarang. Mandi dan segera makan malam, karena kau akan mulai dipiare malam ini!" pinta Momi Sabrina


Sarah menghela nafas beratnya, tak ingin berdebat panjang ia lebih memilih jalur aman "Baiklah Mom"


"Tunggu!"


Langkah Sarah kembali terhenti "Iya Mom?"


"Berikan ponselmu!"


"Hah!" Sarah melongo kebingungan


"Cukup sekali Momi, berkata!"


"Tapi untuk apa, Mom?!"


"Momi tak mengizinkanmu untuk menghbungi Zayyan sampai hari H" Jelas Momi Sabrina


Kedua bola mata Sarah terbelalak ia tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya "Apa?!"


"Sepertinya Momi harus membawamu ke dokter THT memeriksakan pendengaranmu!"


"Tidak Mom. Bukan begitu, maksudnya kenapa harus dilarang berhubungan?"


"Ini adalah tradisi pengantin. Gunanya untuk mempuk rindu, membangun rasa kepercyaan, kesabaran, dan terpenting terhindar dari mara bahaya." Jelas Momi Sabrina


"Tapi, Mom Ada yang ingin aku tanyakan pada Zayyan"


"Nanti saja setelah menikah" Sergah Momi Sabrina


"Tapi—" Ucapan Sarah terpotong


"Tolong, dengarlah permintaan Momi!"

__ADS_1


"Baiklah...." Sarah pun menyerahkan ponselnya "Padahal aku ingin bertanya soal kejadian hari ini. Tapi baiklah... nanti saja setelah menikah. Leboh baik mengalah saja memberikan ponselku karena aku malas sekali mendengar momi yang selalu marah-marah" batinnya


__ADS_2