SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
AKHIR HIDUP YANG PAHIT


__ADS_3

Pagi ini Papah Wildan kembali berkunjung menemui April disebuah kebun binatang miliknya dan terdapat sebuah gedung khusus yang disediakan untuk musuhnya


"Bagaimana April? Apa kamu sudah tidur pulas tadi malam" tanya Papah Wildan sambil menyeringai


April hanya bisa duduk dan tertunduk lesu, tidak ada kekuatan lagi dalam dirinya, bahkan untuk sekedar berkata pun ia sudah tak sanggup.


"Pasti sudah bukan, jelas terlihat dari raut wajah kamu yang segar. Itu berarti kita siap bermain sampai game over hari ini" ujarnya kembali


"Ya Tuhan!! Maafkan aku, selama aku hidup aku tidak pernah berbuat baik pada siapa pun. Mungkin ini balasan yang pantas untukku, tapi Tuhan jangan siksa aku lagi diakhirat setelah apa yang aku alami didunia ini" gumam April dalam hati, air matanya terus mengalir membasahi kedua pipinya, namun itu semua sudah tidak arti.


"Mario, cepat perlihatkan berita pagi ini!!"


Dengan cepat Mario membuka laptopnya lalu mencari berita melalui aplikasi XXX, kemudian ia sambungkan dengan Proyektor, dan mengarahkannya pada dinding sehingga April dengan leluasa melihat.


April terkesiap dan membelalakkan kedua bola matanya saat melihat berita kehancuran keluarganya. Papahnya masuk penjara akibat pencucian uang dan masalah pemalsuan lainnya, sedangkan Mamahnya sudah mendekam di RSJ pagi ini akibat stress berat yang dialaminya karena tidak percaya semuanya lenyap begitu saja.


Ia terus menangis dan mengutuki keegoisannya "Mah, Pah, maaf!! April memang gak pantas hidup. Semua ini terjadi karena keb*dohan yang aku perbuat" gumamnya dalam hati.


Dengan sekuat tenaga April mengeluarkan suaranya "Om ini semua bohong kan? Ini semua hanya rekayasa om aja supaya aku tambah bersalah. Iya kan??" tanyanya


"Berita keluarga kamu hari ini menjadi trending topik bagaimana mungkin saya berbohong"


"Om.. Plisssss om bebasin mereka, aku rela mati yang penting mereka bisa hidup layak kembali" pinta April dengan memohon


"Terlambat!! Saya hanya ingin kamu mati dengan penuh penyesalan Ha..ha.."


"Kalau gitu bu*uh saja sekarang aku om. Aku udah gak sanggup menahan sakit pada seluruh tubuhku"


Papah Wildan kembali menyeringai "Bagaimana dengan sakit yang dialami menantuku dan juga calon cucuku yang kini sudah tidak ada Hah!! Kamu harus merasakan sakit itu sebelum kamu hilang tanpa jejak ha..ha.."


"Bu*uh aku om.. !! Bu*uh saja aku... !! Aku sudah gak sanggup lagi"


"Baiklah!! Saya juga sudah muak melihat wajah iblis mu. Mario!!"


"Iya tuan?"


"Lempar tubuhnya hidup-hidup pada singa yang sudah mengaung-ngaung kelaparan! Bereskan seperti biasanya!!" pinta Papah Wildan


April membelalakkan kedua bola matanya, ia benar-benar tak sanggup menghadapi maut yang mengerikan seperti itu "Bisakah kalian membunuhku saja dulu? Lalu melemparkan tubuhku pada singa, agar sakitnya tidak begitu terasa" pintanya memohon pada Mario sesaat setelah tuannya beranjak pergi yang menunggunya dikandang singa


"Maaf Nona, sakit ini hanya sebentar. Setelah ini Nona akan tenang dialam sana. Semoga dikehidupan selanjutnya, Nona akan lebih baik lagi" ujar Mario lalu mengangkat tubuh April yang sudah lemah dan tidak berdaya, segera membawanya ke kandang singa.


Pagi itu yang terdengar hanyalah jeritan tangis dipenuhi rasa sakit sebelum suara itu perlahan menghilang tergantikan oleh suara singa yang berlomba berbut makanan. Papah Wildan yang menyaksikan hanya menyeringai, tidak ada sepercik penyesalan dalam dirinya melainkan kepuasan.


Dan inilah akhir tragis dari seorang April, karena keegoisannya dan kecerobohannya, menjerumuskan dirinya sendiri pada akhir yang pahit.


^^

__ADS_1


"Mas jadi bener ini rencana April untuk mencelakakan kita" tanya Sarah. Ia baru mengklarifikasi tentang pernyataan adik iparnya, karena tadi malam bukan saat yang tepat untuk bertanya saat melihat Zayyan masih emosi dengan kelakuan adiknya.


"Iya Ra. Kamu tahu dari mana?"


"Tadi malam Zahra yang ngasih tau"


"Owww.." jawab Zayyan singkat, ia benar-benar bingung harus menjawab apa "Awas Lo Zahra!! kalau sampai ngomong macam-macam tentang keluarga kita" gumamnya dalam hati


"Jadi, apa dia kembali masuk penjara?"


"Emang Zahra gak cerita?"


Sarah menggelengkan kepalanya "Tadi malam dia mau jawab pertanyaan aku, tapi keburu kamu datang dan marah-marah jadi gak dilanjutin deh" ujarnya menjelaskan


"Iya Ra. Apa kamu takut dia berkeliaran lagi?" tanya Zayyan. Ia menghela nafas lega saat mendengar pernyataan istrinya "Berarti Zahra gak ngomong macem-macem. Syukurlah malamnitu gue segera datang, kalau enggak. Ah aku nggak tahu gimana!!" gumamnya dalam hati


"Enggak mas, bukannya takut. Aku cuma mau ketemu dia aja, pengen bicara dari hati ke hati" ujar Sarah


Zayyan yang kala itu sedang meneguk air putih tiba-tiba batuk, ia begitu terkejut saat mendengar keinginan istrinya "Apa? Apa aku gak salah denger?? Kamu mau ketemu April!! Mau bicara hati ke hati???"


"He'em" ujar Sarah sambil menganggukkan kepalanya


"Gak usah ngaco' Ra. Kamu mau di jambak ama dia pas nanti ketemu?"


"Aku bisa kok kalau cuman nanganin itu. Pokoknya saat nanti aku keluar dari sini aku mau ketemu sama dia. Aku gak mau diantara kita menyimpan dendam sampai anak cucu" Ujar Sarah


"Oh iya gue lupa, Sarah kan jago bela diri. Gue bilang apa ya supaya bini mengurungkan niatnya? Sarah kan udah gak hamil, kalau gue ancam sedikit pasti nurut" gumam Zayyan dalam hati "Aku gak ngizinin!!" ujarnya mulai ketus


"Aku gak suka di bantah!!"


"Tapi...." ucapan Sarah langsung terpotong


"Ra ini semua demi kebaikan kamu. Kalau kamu mau jadi istri yang baik. Pleasee!! dengerin apa kata suamimu"


Sarah mencebikkan bibirnya "Iya deh mas" ujarnya lalu menunduk


"Good Girl!!" ujar Zayyan lalu tersenyum dan mengacak-acak rambut Sarah "Syukurlah Sarah gampang nurut. Apa jadinya kalau sampai dia tahu April disekap?" gumamnya dalam hati


"Mas!!"


"Iya Ra?"


"Kenapa aku gak ada dapat kabar ya seputar penangkapan April? Cuman berita Papah Mamahnya aja, dia sama sekali gak ke ekspos?"


"Waduhhh!! Gue jawab apa nih? Kenapa gue gak kepikiran ya??" gumamnya dalam hati, matanya bergerak kekiri dan kekanan seakan menyusun sebuah jawaban


"Masss!!"

__ADS_1


"Ehh.. Ya mana aku tau Ra. Aku juga cuman denger kabar itu dari Papah kalau April udah mendekam di penjara" ujar Zayyan sedikit bingung


Sarah mengerutkan keningnya, ia merasa heran dengan sikap suaminya yang tak seperti biasanya saat ditanya "Kok mas Zayyan kayak nyembunyiin sesuatu ya sama aku? Ah mungkin cuma perasaan aku aja" gumamnya dalam hati, ia mencoba menepis pikiran buruk tentang suaminya. "Oohhh... Semoga aja dia benar-benar sadar kali ini, dan suatu saat aku bisa ketemu dia" ujarnya


"Iya Ra, terserah kamu, yang penting bukan dalam waktu dekat ini!!" pinta Zayyan


"Siap!!"


"Ya udah kamu istirahat dulu!! Aku mau balik keruangan, ngantuk banget rasanya abis minum obat" pinta Zayyan


"Kamu gak mau tidur disamping aku?" tanya Sarah sedikit menggoda sambil menepuk kasur yang berisi sedikit ruang kosong


Zayyan menyunggingkan senyumnya, ia mulai mendekatkan wajahnya pada Sarah "Jangan coba menggoda iman aku, Ra"


"Hehe.. becanda mas. Mana cukup kamu disini, kamu kan tahu sendiri aku tidurnya kayak gimana"


"Makanya jangan mancing-mancing. Aku cepet bereaksinya" bisik Zayyan tepat ditelinga istrinya sambil meraih tangan Sarah dan meletakkannya pada area intimnya


Sarah membelalakkan kedua bola matanya saat menyentuh suatu benda yang keras "M-mas ja-jangan macam-macam ini rumah sakit" ujarnya mulai gugup


"Aku cuma minta satu macam" dan dengan cepat Zayyan mendaratkan bibirnya tepat pada bibir milik Sarah, dan terjadilah sebuah ciuman yang begitu hangat. Karena takut menuntut lebih mereka mengakhiri aktifitas tersebut


"Aku udah dapat vitamin pagi ini. Makasih ya Ra. Aku mau ke ruanganku dulu" ujar Zayyan, lalu mengeecup kening istrinya. Kemudian melangkah pergi menuju ruangannya.


Setibanya dalam ruangan Zayyan segera mengambil ponsel dan menghubungi Papahnya, sebenarnya ngantuk hanyalah alasan untuk menghindari pembicaraan tentang April yang lebih jauh lagi


📞


"Iya Boy


"Pah. April gimana?"


"Baru aja masuk ke kandang Leo n: (nama singa peliharaan kesayangan Zayyan)"


Zayyan membelalakkan kedua bola matanya, ia tak percaya akan apa yang baru saja ia dengar "kenapa secepat itu pah?"


"Dia yang minta. Papah juga udah muak ngelihat mukanya"


Zayyan memijat-mijat pelipisnya yang mulai sakit "Ya Tuhan!! Terus gimana nanti aku bilangnya sama Sarah, Pah?" ujarnya sedikit khawatir


"Kamu tenang aja boy, itu urusan Papah. Kamu bilang aja dia udah masuk penjara. Sisanya papah yang atur"


"Baiklah pah. Kalau gitu Zayyan tutup dulu ya"


Panggilan mereka pun berakhir "Sebaiknya gue istirahat dulu, kepala gue rasanya bener-bener sakit" gumamnya, lalu melangkah menuju gatch bed dan segera merebahkan tubuhnya.


_________________

__ADS_1


Jika kalian suka dengan novel karya author, jangan lupa vite, like,serta komentar positif yang membangun untuk karya author selanjutnya ya. 😘


♥


__ADS_2