SUAMI NARSIS

SUAMI NARSIS
PERATURAN KONYOL


__ADS_3

"Hei baby twins!! Maafin keegoisan mamah ya? Papah kalian gak salah kok! Dia marah untuk kebaikan kita bertiga, tapi mamah malah bikin papah kamu kesel" ujar Sarah seraya mengelus-elus perut buncitnya


Beberapa kali Sarah menghubungi suaminya namun selalu diluar jangkauan "Masss!! Kamu kemana sih? Jangan buat aku takut kayak ini!?" ujarnya dan kembali terisak


"Baru aja baikan, langsung berantem lagi. Gara-gara jeruk ini aja. Aku janji akan makan jeruk dua biji aja setiap harinya, dan gak akan buat kamu kesel. Aku janji gak akan marah-marah lagi, tapi aku mohon kamu balik mas! Aku gak bisa gak ada kamu! Kamu gak tahu gimana tersiksanya aku kalau kamu tinggal keluar kota, apalagi sekarang mas! Kamu ninggalin aku tanpa pesan!! Maaf mas.. aku jahat!! Aku emang jahat!!!"


Tanpa sadar, tangisannya sedari tadi telah didengar dan diabadikan oleh Zayyan yang berdiri didepan pintu kamar.


*Flash back,


Sebenarnya Zayyan sangat bingung saat menghadapi tangisan istrinya, ia pun memutuskan untuk keluar kamar dan tak sengaja menutup pintu dangan begitu keras. Ia pun pergi menemui mang Ujang (Sopir pribadinya) untuk meminta tolong dibelikan coklat dan juga sebuket bunga tulip.


Setelah itu ia pergi ke dapur untuk mengambil segelas air, bermaksud diberikannya pada Sarah agar tenang setelah menangis nanti. Namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti saat melihat Sarah tengah memandangi jendela kaca, dan mendegar gumaman kecil dari mulut istrinya, lalu mendengarnya memanggil nama bik Endang.


Zayyan pun mengambil kesempatan dalam situasi itu, ia menghadang bik Endang yang hendak menemui Nonanya, lalu memberikan perintah padanya jika istrinya bertanya maka katakanlah iya, dan buatlah kata-kata yang membuatnya sedikit takut agar khawatirnya bertambah. Bik Endang langsung mengerti maksud dari Tuannya dan segera menghampiri Nonanya. Ternyata ucapan bik Endang membuat Sarah benar-benar percaya, terlihat dari raut wajahnya yang mulai murung.


Zayyan diam-diam mengikuti istrinya, beruntung pintu kamar tidak Sarah kunci hingga memudahkannya membuka pintu sedikit, lalu mendegarkan ocehan yang sangat jelas dari mulut istrinya. Ia bermaksud ingin menghampiri karena sudah tak tahan melihat istrinya menangis sesegukan, namun niatnya terurungkan tatkala mendengar kata-kata janji yang diucapkan Sarah. Tak ingin membuang kesempatan, ia pun segera merekam setiap kata-kata yang keluar dari mulut istrinya.


Flash back off*.


Tak lama datang lah mang Ujang menghampiri tuannya, terlihat ia membawa sebuket bunga tulip berwarna putih dan merah muda juga coklat kesukaan Nonannya.


"Tuan!" panggil mang Ujang sedikit berbisik


Zayyan langsung berbalik menghadap mang Ujang "Mana?!"


"Ini tuan" ujar mang Ujang sambil menyerahkan pesanan tuannya


Zayyan segera mengambilnya "Makasih mang!"


"Sama-sama tuan, saya permisi"


Zayyan segera melangkah masuk kekamar setelah kepergian mang Ujang


"Sayang!" ujarnya pura-pura kaget


Sarah langsung berbalik saat mendengar suara orang yang sedari tadi ditangisinya, matanya terlihat sembab akibat menangis "Mas!!"


Zayyan menghampiri Sarah lalu memeluknya "Sayang, kamu kenapa?"


"Mas jangan pergi! Maafin aku mas, maaf!" ujar Sarah, ia kembali menangis disela-sela pelukannya


"Sstttttt.. Udah..udah.. jangan nangis lagi, apa gak kasihan ama mata cantik kami yang udah bengkak gara-gara nangis?"


Sarah pun menghentikan tangisannya "Mas jangan pergi lagi!" pintanya

__ADS_1


"Siapa yang pergi?"


"Kamu lah mas!!"


"Aku gak ada kemana-mana, dari tadi cuman bediri diluar pintu"


Sarah langsung melepas pelukannya dan menatap tajam suaminya "Bohong!! Jelas-jelas aku lihat mobil kamu tadi keluar, mana bisa jalan sendiri"


"Itu mang Ujang yang keluar. Aku tadi nyuruh beliau minta beliin ini nih" ujar Zayyan sambil memperlihatkan buket bunga dan sebuah coklat


Senyum Sarah tiba-tiba merekah, dengan segera ia mengambil semuanya dari tangan Zayyan "Makasih mas!!" ucapnya begitu senang, seakan lupa dengan tangisannya


Zayyan begitu gemas melihat tingkah istrinya, ia mengacak-acak rambut Sarah "Jangan nangis lagi ya?"


Sarah sudah tidak menghiraukan omongan suaminya, ia sibuk membuka pembungkus coklat, terlihat begitu tidak sabar untuk melahap isinya


"Emmmm.. Enaknyaaaa kamu mau mas? gak usah ya, kasihan dedenya nanti gak kebagian" ujar Sarah sambil menikmati coklat tersebut


"Enggak kok, pelan-pelan aja makannya aku gak gitu suka sama coklat"


"Iya gak usah suka ama coklat, sukanya sama aku aja mas" ujar Sarah lalu terkekeh dan diikuti dengan Zayyan


"Oh ya mas, kalau kamu gak keluar, kenapa bik Endang bilang kamu udah pergi dan wajah kamu bener-bener gak ramah kelihatannya"


"Kenapa"


"Aku mau lihat reaksi kami"


"Ih kamu jahat mas!! terus Aku nangis-nangis dari tadi kamu kemana aja"


"Kan udah aku bilang, kalau aku ada diluar pintu, dan dari tadi cuman dengerin kamu ngoceh"


"Jadi mas denger semua?"


"He'em"


"Coba ulang apa kata-kata aku"


Zayyan pun segera mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah rekaman video dari ponselnya "Lihat!!"


Sarah pun segera melihat video tersebut, ada sedikit malu menyelimuti perasaanya "Yaa ampunn, jadi aku segini sedihnya tadi. Kok lupa ya?" gumamnya dalam hati, ia mencoba mengelak pada dirinya sendiri. "Pasti kamu edit kan mas?" tanyanya


"Bilang aja kamu malu! Iya kan? Ngaku deh?! Ha.ha.." ujar Zayyan penuh menggoda


"Apaan sih! Ngeselinn!!" ujarnya, lalu memalingkan wajah dan mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Cieee ngambekk—" baru saja Zayyan ingin melanjutkan menggoda istrinya tiba-tiba terdengar suara bik Endang memanggil dari luar kamar sambil mengetuk pintu.


"Tuan, saya membawakan susu untuk nona" ujar bik Endang


"Masuk aja bik"


Bik Endang pun segera melangkah masuk dan meletakkan segelas susu diatas meja "Permisi tuan!" pamitnya


"Bik tunggu!!"


"Ia Nona?"


"Kenapa tadi Bibik bilang kalau Mas Zayyan keluar?" tanya Sarah penuh telisik


Bik Endang langsung mengarahkan tatapannya pada Tuannya, ia bingung harus menjawab apa


"Kan udah aku bilang, kalau aku yang nyuruh!!" ujar Zayyan segera


"Jadi beneran bik Mas Zayyan gak keluar tadi?"


"Ma-maaaf non! Saya hanya menjalankan perintah" ujar bik Endang terbata-bata sambil menundukkan kepalanya


Sarah langsung meraih tangan bik Endang kemudian tersenyum hangat "Bik. Maaf ya? Bibik harus berbohong gara-gara masalah kami" ujarnya begitu lembut


"Saya yang harusnya minta maaf non"


"Gak. Bibik gak salah kok, kan bibik cuman ngikutin perintah aja. Ya udah bibik boleh keluar sekarang, selamat istirahat ya bik"


"Terimakasih Non. Saya permisi dulu" pamit Bik Endang lalu melangkah keluar "Alhamdulillah.. Aku pikir Nona bakalan marah, soalnya selama mengandung sikapnya banyak yang berubah" gumamnya dalam hati sambil mengelus dadanya


Zayyan memperhatikan sikap Sarah yang tidak berubah jika berhadapan dengan orang lain "Kok baru sadar ya? Selama ini bini gue cuman marah-marahnya sama gue doang, tapi sama yang lain biasa-biasa aja. Kayaknya, gue harus ngajarin anak-anak nantinya biar gak punya sikap kayak gue, supaya pas istrinya hamil gak jadi korban sikap sendiri" gumam Zayyan dalam hati, sambil menghembuskan nafasnya secara kasar


"Hebat banget kamu mas!" ujar Sarah penuh sindiran setelah kepergian bik Endang


Zayyan langsung terkekeh "Udah.. jangan dibahas lagi. Sekarang kamu minum susunya! Terus kita istirahat"


Tanpa menjawab Sarah segera meneguk habis susu tersebut, dan kembali menikmati coklat pemberian suaminya. Sedangkan Zayyan dengan asik mengelus-elus lembut perut istrinya


"Hei baby twins! Kali ini Papah akan kasih tau kalian sebuah peraturan. Jangan mengambil kasih sayang Mamah yang selama ini untuk Papah! Kalian boleh bermanja-manja, tapi jangan berlebihan!!"


Sarah mengerutkan kedua keningnya mendegar ucapan suaminya "Hei! Peraturan macam apa itu!?"


"Aku cuman gak mau Ra nantinya lo lebih perhatian ke anak-anak, dan lupa kalau aku juga butuh kamu. Kalau anak kita cewek, kamu gak boleh cemburu kalau dia sayang sama aku, dan kalau cowok, kamu gak boleh cinta melebihi cinta kamu sama aku!!"


Sarah langsung mencubit bahu Zayyan, ia benar-benar merasa gemas dengan peraturan konyol yang baru saja dibuat suaminya "Ih! Dasar kamu Mas!"

__ADS_1


__ADS_2