
Zayyan dan Sarah sudah berada didalam studio foto. Hari ini mereka akan melakukan sesi foto prewedding, dengan mengusung tema langsung dari pantai dan juga beberapa dari dalam studio.
30 menit berlalu. Sarah telah selesai dirias, dengan segera ia keluar dari ruang makeup mencari sosok lelaki yang datang bersamanya tadi pagi "Zayyan"
Zayyan yang seperti biasanya sibuk dengan ponselnya segera menoleh saat mendengar Sarah memanggilnya. Pandagannya tidak bisa terlepas saat melihat sosok wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. Pakaian adat khas Betawi menjadi busana pertama Sarah dalam melakukan sesi pemotretan, hiasan yang dikenakannya tidak berlebihan sehingga membuatnya tampil cantik alami "Ya Tuhan! Cantik sekali!!" batinnya
"Bagaimana Zay?" tanya Sarah yang sudah berputar-putar dihadapannya
"Bagus!" ucap Zayyan singkat
Sarah yang mendengar seketika mencebikkan bibirnya "Hanya begitu? Apa kecantikanku tidak dipuji?"
Perkataan Sarah spontan membuat Zayyan terkekeh "Kau ini sudah cantik, untuk apa lagi minta penilaianku?"
"Aku tahu, tapi aku juga butuh dinilai biar semakin percaya diri"
Zayyan kembali menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan calon istrinya yang juga senang dipuji itu "Baiklah, aku akan memberikanmu nilai A+ karena kecantikanmu yang memang alami. Makeup yang kau gunakan itu hanya sebagai riasan tambahan agar wajahmu serasi saat mengenakan pakaian adat ini. Intinya kau cantik"
Senyum Sarah mengembang "Benarkah?!"
"Ck. . . Kau ini! Apa masih tidak percaya?"
"Ah. . . Tidak-tidak! Aku sudah sangat percaya, karena aku memang cantik"
"Yasudah kalau begitu, tunggu aku sebentar. Aku harus menemui penata busana, untuk meminta tolong merapikan baju ini" pamit Zayyan sembari melangkah pergi meninggalkan Sarah
10 menit berlalu, Zayyan keluar dari ruangan dengan pakaian yang terlihat rapi dari sebelumnya.
"Bagaimana, Sarah?" Giliran Zayyan bertanya tentang penampilannya
Tak bisa terelakkan, Sarah terpana melihat penampilan Zayyan yang begitu menarik walau hanya memakai baju adat. Matanya pun tak henti memuja "Ya Tuhan! Mimpi apa aku sampai bisa memiliki pasangan setampan dia?" batinnya
Zayyan yang menyadari jika wanita yang ada dihadapannya itu tengah mengaguminya menarik sedikit sudut bibirnya "Apa aku sebegitu menariknya sehingga kau tak bisa mengatupkan bibirmu?" godanya
Lamunan Sarah tiba-tiba buyar "Eh. . . Bagus"
Kening Zayyan berkerut, ia pikir akan mendapatkan penilaian yang heboh karena melihat ekpressi Sarah yang begitu tersanjung akan dirinya "Hanya itu saja?"
"Kau mau seperti apa?"
"Kau tidak ingin memujiku seperti aku tadi memujimu?"
"Eenggg. . ." Tiba-tiba Sarah melongo mendengar ucapan Zayyan "Apa pujian begitu berarti untukmu?"
"Aku hanya butuh penilaian, seperti yang kau katakan percaya diri bisa tumbuh saat kita mendapat penilaian bagus"
"Haus pujian sekali" cetus Sarah
__ADS_1
"Seperti kau tidak saja"balas Zayyab tak mau kalah
Tiba-tiba seorang fotografer datang menghampiri, sehingga memecah perdebatan kecil dianatara mereka berdua "Tuan dan Nona, apa semuanya sudah siap?"
"Sudah!" jawab Sarah antusias
"Kalau begitu silahkan ikut saya!" Pinta sang fotografer tersebut.
Zayyan segera meraih telapak tangan Sarah dan menggandengnya, mengikuti langkah sang fotografer memasuki salah satu studio tempat mereka berdua akan melangsungkan pemotretan dengan konsep adat Betawi.
.
.
Cukup lama mereka melakukan sesi foto karena raut wajah Zayyan yang selalu terlihat dingin tanpa memberikan senyum sedikit pun saat ditangkap layar kamera, sehingga membuat sang fotografer dengan sabar dan terpaksa mengulang-ulangi pemotretan tersebut. "Jika saja dia bukan Putra dari Rad's Holding, sudah sedari tadi aku memarahinya karena telah banyak menyita waktuku!" batinnya
Sarah merasa tidak enak dengan sang fotografer saat raut wajahnya mulai tertekuk, kemudian ia berbisik ditelinga Zayyan "Aku sudah sangat lelah, menghabiskan waktu untuk berfoto didalam studio ini"
"Yasudah hentikan saja!" jawab Zayyan dengan santainya
"Kau ini! Apa kau tahu mengapa kita selama ini didalam studio?" Tanya Sarah
"Untuk mengambil sebuah gambar yang sempurna"
"Kau tahu jawabannya, lalu apa yang kau lakukan?"
"Tidak! Kau sama sekali seperti orang yang tidak ikhlas, sedari tadi kau tidak pernah tersenyum saat difoto"
Zayyan mendengus "Aku hanya kesal dengan fotografer itu, berani sekali dia menyentuh tanganmu, belum lagi saat dia menyuruhmu bergaya ini itu"
"Apa?!" Sarah terkejut dengan pernytaan Zayyan, ingin sekali rasanya ia tertawa, menertawakan kecemburuan calon suaminya yang benar-benar tidak masuk akal itu "Kau ini bagaimana? Dia itu adalah fotografer, kau jelas tahu kan apa saja tugasnya. Dia seperti itu karena tidak ingin mengecewakan customernya dan hanya membantu untuk menghasilkan gambar yang baik" terangnya
Zayyan terdiam tanpa menjawab, membuat Sarah memijat halus bagian pelipisnya "Bagaimana lagi caranya untuk menjelaskan kepada manusia yang cemburunya tidak rasional ini" batinnya, kemudian berkata "Baiklah! Jika kau terus-terusan seperti ini, dia juga tak akan berhenti menyentuh tanganku. Apa kau mau?!"
Ancaman Sarah sepertinya bekerja, otak Zayyan segera memberikan feedback-nya "Lebih baik kita ganti fotografer, aku ingin wanita saja!"
Ucapan Zayyan hampir saja menimbulkan dua tanduk dikepala Sarah, ia segera bangkit dari duduknya seraya berkacak pinggang "Aku tidak mau!" Sergahnya
"Kenapa?"
"Karena kau akan disentuh-sentuh oleh wanita lain!"
"Apa bedanya denganmu?!"
"Baiklah! Batalkan saja semuanya!!" Pinta Sarah dengan segala kekesalannya
Kedua bola mata Zayyan terbelalak, ia tak percaya dengan keputusan Sarah "Apa kau bercanda?"
__ADS_1
"Apa aku terlihat bercanda?"
"Tidak" Jawab Zayyan tanpa dosa
"Yadusah! BA-TAL!!" Tegas Sarah, ia segera melangkah keluar dari studio namun langkahnya terhenti saat tangan kekar Zayyan menghalanginya.
"Sarah! Maafkan aku, baiklah aku akan mengikuti keinginanmu"
Tanpa menoleh Sarah menjawab dengan begitu dingin "Aku lelah!"
"Astaga! Jika sampai ia benar membatalkannya, ini benar-benar gawat. Mama pasti akan sangat marah denganku, dan pastinya aku akan mendapat hukuman" batin Zayyan, dengan segera ia memeluk erat Sarah dari belakang, membuat sang pemilik tubuh tak bisa bergerak
"Lepaskan, Zayyan! Nanti ada orang yang melihat!!" Pekik Sarah, beruntung saat itu sang fotografer sedang keluar
"Aku tidak peduli! Aku akan seperti ini sampai kau berhenti marah kepadaku dan berjanji tidak akan membatalkan foto prewed ini"
"Baiklah-baiklah aku tidak akan marah dan berjanji akan melanjutkan sesi pemotretan ini. Sekarang lepaskan aku!" Pinta Sarah dengan nafas yang tidak beraturan
Zayyan pun melepasnya, membuat Sarah segera membalik tubuhnya dan menatap Zayyan yang sedang tersenyum manis itu dengan tatapan yang tajam "Dasar laki-laki menyebalkan!" batinnya
Perang dingin itu segera berakhir tatkala sang fotografer kembali masuk kedalam studio "Bagaimana semua, apa sudah siap?"
"Siap!"
Mendengar jawaban Zayyan yang sangat antusias itu, membuat sang fotografer mengerutkan keningnya "Baiklah, silahkan berdiri disini dengan posisi pria yang berdiri tegap dibelakang dan wanita duduk dengan posisi manja" pintanya
Dengan cepat Zayyan menurut, ia bahkan tanpa terpaksa memberikan senyum indahnya membuat sang fotografer lagi-lagi tak mempercayainya "Keajaiban apa yang terjadi saat aku pergi meninggalaknnya sebentar" batinnya
.
.
Hampir satu hari mereka menghabiskan waktu untuk sesi foto prewedding yang berada didua lokasi berbeda. Pertama didalam studio dan yang kedua berada dibibir pantai tempat mereka dulu meresmikan jadian.
Tak sedikit Zayyan terbakar cemburu saat menyaksikan sang fotografer menyentuh tangan wanitanya, namun sebisa mungkin ia tetap berusha tenang dan bersabar karena khawatir jika Sarah akan benar-benar membatalkan ini.
****
Kini mereka berdua sudah berada didalam mobil, meuju arah pulang setelah seharian menghabiskan waktu pemotretan. Sarah neberapa kali memijat bagian punggung lehernya "Zayyan, aku lelah sekali!" Rengeknya
"Maafkan aku Sarah telah membuatmu lelah, jika saja aku tersenyum sedari tadi kita tidak akan selama ini" sesal Zayyan
"Syukurlah kau sadar!"
"Terimakasih karena kau tak membatalkannya"
"Aku juga berterimakasih karena kau sudah mau diajak bekerja sama" Jawab Sarah
__ADS_1
Kemudian mereka berdua saling melemparkan senyum, dan Zayyan segera mengakhirinya kemudian fokus melanjutkan kemudinya.