
Sudah enam bulan berlalu semenjak terjadinya kecelakaan tersebut, dan tepat lima bulan yang lalu Sarah telah melakukan serah kerja jabatan yang berarti ia secara resmi telah resign dari tempatnya bekerja. Ia juga sempat mengadakan acara perpisahan dengan rekan-rekannya, tak sedikit yang merasa kehilangan dan juga sedih akan sosok Sarah—Wanita yang lugas, paling mudah diajak berdiskusi, dan selalu berpikiran tenang jika dihadapkan pada sebuah masalah, sehingga membuat mereka berat untuk melepasnya.
Terhitung lima bulan lamanya sudah, Sarah menekuni bisnis barunya yaitu Online Shop (Toko Online) ia menjual barang-barang branded. Awalnya Sarah hanya menjual tas akan tetapi, ia tak mau membuat pelanggannya bosan. Ia pun memberanikan diri menjual produk fashion Pria dan Wanita. Penjualannya disambut baik dan tak menunggu waktu lama untuk mendapatkan kepercayaan dari para konsumen.
Semakin hari ia semakin disibukkan dengan aktifitasnya, sehingga membuatnya harus memperkerjakan dua Orang Customer Service, empat orang bagian Packing, dan dua orang kurir yang selalu siap mengantarkan pesanan. Bahkan Sarah sudah memiliki website resmi sendiri dengan nama "ZAYRA" yang dia ambil dari singkatan Zayyan dan Sarah. Sengaja ia buat karena meningkatnya minat pembeli, bahkan kalangan artis papan atas pun banyak yang telah menjadi pelanggannya.
Sarah benar-benar tak menyangka akan seperti ini, namun ia terlihat begitu menikmati perannya. Apalagi mengenai produk-produk terbaru, ia tidak akan bisa lagi ketinggalan, karena melakukan kerja sama langsung dengan pihak distributor resmi berkat bantuan dari Mamah Dessy.
Mengikuti kelas Tata Boga yang dulu sempat ia rencanakan pun sudah selesai tiga bulan yang lalu. Kini Sarah sudah sangat pandai dalam hal memasak dan meracik-racik bumbu, bahkan membuat kue pun bukalah masalah yang rumit lagi baginya. Zayyan benar-benar senang dengan perubahan istrinya yang bisa menyeimbangkan kewajibannya sebagai istri dan juga hobi.
^^
Sarah yang kala itu sedang asik chatting-an dengan Nada tiba-tiba merubah raut wajahnya "Mas!" panggilnya
Zayyan yang terlihat sibuk dengan laptopnya langsung mengalihkan pandangannya "Ia sayang?"
"Mas. Nada hamil!!"
Zayyan langsung mengerutkan kedua keningnya "Lah! Terus kenapa kalau hamil? Kan wajar, dia udah nikah kok!!"
Ya, Nada sudah menikah dua bulan yang lalu dengan Reza. Tak sedikit drama yang mereka lalui, namun akhirnya berlabuh jua di pelaminan.
Sarah tertunduk lesu, menatap perutnya yang rata lalu menaruh tangannya diatas perut dan mengusap-usapnya "Hemm.. Aku kapan ya? udah lebih setengah tahun tapi belum ada tanda-tanda" ujarnya kembali murung
"Sabar ya sayang. Kan kita selama ini sama-sama sibuk, mungkin itu juga salah satu penghalangnya" ujar Zayyan. Ia pun bangkit dari duduknya dan mendekati Sarah lalu memeluknya.
"Tapi aku sudah gak sabar mas, aku udah pengen banget punya anak" ujar Sarah dan mulai menitikkan air mata yang sudah tidak dapat ia bendung lagi saat Zayyan memeluknya.
"Sabar Ra! Kok kamu jadi melankolis gini? Biasanya kami yang selalu nyuruh aku sabar" ujar Zayyan begitu lembut
"Aku takut mas"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Takut kalau suatu saat kamu ninggalin aku karena aku belum hamil-hamil juga" ujar Sarah sambil terisak
Zayyan menciumi pucuk kepala istrinya dan mempererat pelukannya "Kita harus bersabar dan tawakal. Ingat Ra! Banyak yang diluar sana sampai berpuluh-puluh tahun baru memiliki anak tapi mereka masih tetap langgeng. Aku gak mungkin seegois itu Ra, mau ninggalin kamu. Pleasee jangan mikir macam-macam lagi ya?" pintanya
"Iya mas" ujar Sarah. Perasaannya sedikit tenang saat mendengar pernyataan dari mulut suaminya.
Zayyan perlahan melepaskan pelukannya "Ra kita ngerujak yuk!?"
Sarah menaikkan salah satu alisnya merasa heran dengan ajakan suaminya. Karena sudah lebih dari satu bulan ini Zayyan selalu saja mengajaknya makan rujak dan hampir setiap hari, padahal yang ia tahu selama ini Zayyan sangat jarang sekali mau diajak makan rujak "Emang mas gak takut sakit perut? Ngerujak melulu!!"
"Rujak buatan kamu nagih banget Ra, aku jadi ngiler kalau ngingatnya" ujar Zayyan sambil membayangkan nikmatnya cocolan sambal kacang yang berpadu dengan manisnya gula merah dan pedasnya cabai
"Ya udah tunggu disini!! Aku bikinin dulu!!" pinta Sarah, dan Zayyan pun mengangguk menyetujui
"Jangan lama-lama ya!!" ujarnya sambil berteriak agar Sarah mendengar yang sudah berada diluar kamar
"Aneh banget sih mas Zayyan!! Melebihi orang ngidam aja, mau makan rujak melulu tiap hari. Coba aja ada laki-laki hamil, sudah dipastikan dia orangnya haha.." gumam Sarah sambil mengupas buah mangga muda dan nanas madu, karena hanya buah itu yang diinginkan Zayyan
^^
"Bilang aja mas kalau masih mau dibuatin! Gak usah fitnah segala!!" ujar Sarah tak terima, karena buah yang dia makan dapat dihitung menggunakan jari.
Zayyan pun terkekeh "Tau aja sih. Masih mau buatin kan?!" pintanya
"Gak!!"
"Maaf deh Ra jangan marah dong! Salah sendiri buatnya dikit banget, jadi cepet abis kan." ujar Zayyan masih dengan alasan yang tidak bisa diterima Sarah
"Mas! Kamu udah makan satu piring besar kayak gini masih dibilang sedikit!! Besok lagi makannya, hari ini cukup!!!" pinta Sarah penuh penekanan
"Tapi Ra"
"Gak ada penolakan!! Kalau nolak selamanya gak akan aku buatin lagi!!!"
__ADS_1
"Yaudah!! Kalau gak mau di bikinin lagi, besok aku beli diluar aja."
"Ngeselin!! Awas aja ya kalau sampai beli diluar, kita pisah kamar satu Minggu!!! Mau?"
"Selalu aja ngancem" ujar Zayyan mulai melemah
"Ini kan ajaran dari kamu mas!?"
"Iya iya.. Besok lagi deh, janji ya buahnya di banyakin!"
"Iya!" ujar Sarah begitu singkat dan jelas.
"Ra!"
"Apa lagi? Gak usah minta macem-macem?!"
"Galak amat sih! Aku jadi tambah gemesss!!" ujar Zayyan sambil mencubit kedua pipi istrinya
"Lepas!!" pinta Sarah disela-sela cubitan yang diterimanya "Sakit tau!!" ujarnya kembali sambil memegangi kedua pipinya dan menatap Zayyan tak ramah
"Hehe.. Viss!! Aku cuman mau minta dibuatin Korean Garlic Cheese Bread" pinta Zayyan, lalu membayangkan nikmatnya roti yang bercampur keju dan aroma bawang putih membuatnya merasa semakin lapar.
Sarah kembali menaikkan satu alisnya, ia kembali dibuat heran dengan keinginan suaminya "Apa mas Zayyan gak takut gemuk? Udah beberapa hari ini aku perhatiin kerjaannya mau ngemil melulu. Aku aja masih kenyang banget abis makan siang tadi" gumamnya dalam hati "Aku pesenin aja ya mas! Ribet bikin itu"
"Gak!! Aku lebih suka buatan kamu"
"Tapi mas—" ucapan Sarah tiba-tiba terpotong
"Aku gak suka dibantah!!" ujar Zayyan membalas perkataan Sarah
Sarah pun menghembuskan nafasnya secara kasar "Ya udah!! Tapi kamu sabar ya. Soalnya ngebuat ginian agak lama"
"Siip! Maaf ya Ra!! Bukannya aku mau bikin kamu capek, tapi entah kenapa aku cuman mau kamu yang masakin, kalau makan diluar rasanya hambar" ujar Zayyan, mencoba meluruskan agar istrinya tidak berpikir macam-macam
__ADS_1
Sarah pun tersenyum "Aku seneng banget mas kalau kamu lebih memilih makan masakan aku daripada harus beli diluar. Aku tambah semangat mau terus belajar resep baru biar kamu gak bosan!" ujarnya begitu semangat
"Makasih ya Ra" ujar Zayyan dan balas tersenyum