
Sesampai nya dirumah novia langsung bergegas membertahu papa dan ayah nya bahwa nanti malam pak Satrio akan datang memenuhi undangan dari pihak keluarga Novia. Waktu menunjukkan pukul 17.00 Novia segera bersiap diri untuk nanti menyambut kekasih hatinya.
Saat sedang bersiap tiba-tiba handphone Novia berdering.
"Assalamualaikum, hallo?"
"Wa'alaikumsalam, iya mas ada apa?"
"Enggak,, gak apa-apa aku cuma mau kasih tau ke kamu kalo nanti malem ibu aku dan adik adik aku ikut kerumah kamu."
"Oh...............iya mas, ngapain musti ngomong segala aku malah seneng banget kali mas kalo keluarga mas ikutan dateng."
"Hehe, ya aku ngomong gini supaya kamu gak kaget."
"Oh...........yasudah aku mau siap siap sholat magrib dulu ya."
"Iya aku juga nih mau sholat magrib dulu."
"Oke....... assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Tut.......... tut............ tut
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 wib.
suara mobil keluarga satrio pun terdengar di halaman.
"Assalamualaikum," ucap Satrio memberi salam.
"Wa'alaikumsalam," jawab keluarga Novia.
"Silahkan masuk." Papa Novia mempersilakan masuk.
"Iya pak terimakasih," ucap Satrio dengan sopan.
Novia menyambut keluarga Satrio.
"Apa kabar bu? bersalaman.
"Alhamdulillah baik sayang." Ibu Inggit memeluk Novia.
Dua keluarga ini pun saling bersalaman melempar senyum ramah dan saling memperkenalkan diri.
"Ini ibu nya Satrio?" tanya papa Novia.
"Betul pak saya ibu nya Satrio, dan ini adik-adik nya Satrio."
"wah ibu nya punya bodyguard banyak ya" ayah Novia melempar candaan kepada ibunya Satrio.
"Iya ini alhamdulillah." tersenyum.
__ADS_1
Sebelum ke acara inti nya mereka saling melempar candaan dan saling tertawa kelihatan akrab walau baru saling bertemu tapi sudah seperti keluarga yang sudah lama kenal. Setelah saling melempar candaan dan saling mengakrabkan diri, barulah ke acara inti nya.
"Begini bu saya selaku wakil dari orang tua adinda Novia yang dimana saya ini sudah seperti orang tua kandungnya Novia." ucap papa Novia, pak Hermanto.
"Iya pak," jawab ibu Inggit dengan ramah.
"Jadi begini bu, kami sekeluarga dari pihak Novia sudah berunding dan mempertimbangkan atas maksud baik anak ibu kemarin yang datang kerumah dan bermaksud untuk melamar putri kami. Kami sekeluarga setuju dan merestui niat baik anak ibu untuk melamar putri kami. Dan saya juga sudah menanyakan kepada Novia yakin dan siap atau tidak nya dia dilamar dan alhamdulillah Novia berkata siap."
"Alhamdulillah," ucap keluarga Satrio, dengan raut wajah bahagia.
"sebelumnya saya berterima kasih kepada keluarga Novia yang sudah mau menerima Satrio dan keluarga nya ini, untuk acara lamaran mungkin bisa dilangsung kan dalam waktu dekat ini," ucap ibu Inggit.
"Iya bu saya setuju, lebih cepat juga lebih baik tapi juga jangan terlalu terburu-buru. mari kita tentukan tanggal nya bersama," ucap pak Hermanto.
"Iya pak silahkan ditentukan saja tanggal nya kami keluarga nya Satrio mengikuti kapan bisa nya acara lamaran putra putri kita diselenggarakan." ibu Inggit menyerahkan semua nya kepada keluarga Novia.
"kalau menurut saya, saya sebagai ayah kandung Novia akan lebih baik jika bulan depan tanggal 15 saja agar tidak terlalu terburu buru untuk mempersiapkan ini semua," ucap pak Rudi, ayah kandung Novia.
"Iya pak, saya setuju bagaimanapun acara ini kan pasti banyak yang harus dipersiapkan apalagi Satrio ini kan anak pertama saya jadi saya mau yang terbaik untuk dia."
"Iya saya juga setuju, Novia juga putri bungsu keluarga ini jadi ya memang harus yang terbaik untuk mereka berdua," Ucap pak hermanto menyetujui.
"alhamdulillah, jika kedua belah pihak sudah sama sama setuju tinggal dipersiapkan saja apa-apa yang harus dipersiapkan," ucap pak Hermanto.
"Iya pak,tapi mohon maaf ya pak tolong jangan tersinggung. Jadi begini, keluarga kami ini kan punya gedung jadi saya mau mengusulkan bagaimana kalau acara lamaran anak anak kita ini di gedung itu saja. Jadi tidak usah repot- repot lagi untuk masalah tempat dekorasi dan lain lain, biar keluarga kami yang mempersiapkan. Tapi ini hanya usul saya saja pak, silahkan jika ingin dipertimbangkan," ujar ibu Inggit memberi usul.
"Ya kalau masalah itu saya kembalikan ke orang tua kandung Novia, bagaimana kamu setuju?" tanya pak hermanto kepada ayah dan ibu kandungnya Novia.
"Saya setuju-setuju saja, bagaimana baik nya saja," jawab pak Rudi.
"Iya bu, seharusnya keluarga ini yang berterimakasih karena sudah dibantu untuk mempersiapkan acaranya," ucap pak Rudi.
"Iya pak sama-sama, lagian ini acara bahagia putra putri kita jadi saya ingin mereka bahagia di hari lamaranya. Tersenyum.
Setelah berunding masalah lamaran Satrio dan Novia kedua keluarga itu pun mengobrol santai sembari menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh keluarga Novia.
"Ini adik adik nya Satrio sudah pada kerja semua bu?"
"alhamdulillah sudah pak."
Terus lanjut mengobrol sampai waktu menunjukkan pukul 21.00 wib.
"Pak sebelum nya saya ingin mengucapkan banyak terimakasih karena sudah diterima di keluarga ini dengan baik.
karena waktu sudah malam saya dan keluarga izin pamit pulang, terimakasih juga atas sambutan yang hangat dan jamuan nya yang luar biasa," ucap Satrio dengan raut wajah bahagia.
"Iya nak, anggap keluarga ini seperti keluarga mu sendiri karena sebentar lagi kamu akan jadi mantu keluarga ini. Dan bapak minta kepada keluarga nak Satrio untuk bisa juga menerima Novia seperti bagian keluarga kalian," ucap pak Hermanto.
"Iya pak itu pasti, Novia ini anak yang baik," ucap ibu Inggit seraya tersenyum.
Tak terasa waktu berlalu kini sudah larut malam, Satrio dan keluarga nya pun pamit undur diri kepada keluarga Novia.
__ADS_1
"Kalau begitu pak saya sekeluarga pamit undur diri ya." Satrio mewakili keluarga nya berpamitan.
"Iya nak." jawab pak Hermanto.
"Assalamualaikum," ucap keluarga Satrio memberi salam.
"Wa'alaikumsalam," jawab keluarga Novia.
Keluarga Satrio pun pulang karena hari sudah malam. Setelah keluarga Satrio pulang, Novia pun membereskan sisa-sisa makanan dan gelas gelas bekas minuman yang disajikan untuk keluarga Satrio tadi. Papa dan mama nya tidak langsung pulang, mereka berunding sekeluarga untuk membahas acara lamaran Novia.
Setelah selesai membereskan ruang tamu, Novia langsung masuk ke kamar untuk istirahat Novia tidak ikut berunding dengan keluarga nya. Novia langsung berganti baju tidur lalu merebahkan tubuhnya ke kasur dan menyalakan ac.
"Alhamdulillah ya Allah akhirnya kelar juga acara nya, badanku capek banget," gumam Novia.
Tak lama handphone novia berbunyi, ketika dilihat ternyata pak Satrio yang menelfon.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam mas, ada apa ya?" tanya Novia heran.
"Enggak, aku cuma mau nyampein kalo besok kamu disuruh kerumah sama ibu."
"Hem........ Novia memang ada salah apa ya sama ibu kok disuruh kerumah." Gugup.
"Enggak kamu gak salah apa-apa tapi besok kamu mau diajak ibu untuk cari baju buat acara lamaran kita." Terkekeh mendengar penyataan Novia dengan nada bicara yang sangat lucu.
"Oh.......... kirain aku ada salah apa, udah deg-degan tau hehe." Menghela nafas lega.
"Kurang-kurangin tu terlalu overthinking nya," ledek satrio.
"Biasa lah perempuan emang suka gitu." Terkekeh.
"Oh iya mas besok ikut cari baju juga?"
"Ya iyalah sayang," jawabnya dengan nada yang lembut dan penuh penekanan.
"Hehe kirain kan yang bawa mobil nanti supir kamu."
"Emang kamu mau lamaran supir aku?" ledek Satrio.
"Ya enggak lah." Tertawa lepas.
"Yaudah gih istirahat udah malem besok aku jemput jam 9 pagi."
"Oke mas, kamu juga istirahat jangan begadangan."
"Iya iya bawel," ledek Satrio.
"Ih rese deh, yaudah assalamualaikum selamat istirahat."
"Wa'alaikumsalam, selamat istirahat juga sayang," ucap Satrio dengan manis.
__ADS_1
Tut....... tut........ tut.....
Mereka pun saling beristirahat.