Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Bertemu Part 2


__ADS_3

Novia sedikit lega melihat respon dari papah nya Andra yang sangat ramah, akan tetapi ia juga masih takut karena ibunya masih diam dan sibuk dengan ponselnya.


"Mah kok asik sendiri aja sih." Andra menegur mamahnya yang sedari tadi asik dengan ponsel yang ada ditangan nya itu.


"Mamah harus gimana terus? Kalo mau nikah yaudah mamah mah terserah kamu. Kamu kan sudah besar bisa memilih sendiri kan yang mana yang baik dan enggak," ucap nya seperti tak perduli dengan hubungan Andra dan Novia.


"Papah juga setuju kok Ndra, papah serahkan semua nya sama kamu. Papah percaya pilihan kamu sudah yang terbaik." Tersenyum seraya memegang pundak Andra.


"Iya pah makasih," ucap Andra lega namun sedikit kecewa dengan respon ibunya yang acuh dan tetap sibuk dengan ponsel dan media sosialnya.


"Yasudah papah tinggal dulu ya, papah ada urusan sebentar dengan rekan kerja," ucap papah Andra seraya bangkit dari tempat duduknya.


"Mamah juga ikut, nanti kamu ajak aja Novia keliling rumah, kalo butuh apa-apa panggil bibik aja," ucap ibu Helena dengan ekspresi nya yang datar itu.


"Iya mah," jawab Andra.


Andra pun Mengajak Novia untuk berkeliling rumah nya. Mereka menuju taman belakang rumah dan terdapat sebuah paviliun cukup besar disana, Novia juga melihat ada tempat pendaratan helikopter disana.


"Itu tempat pendaratan helikopter ya sayang?" tanya Novia dengan wajah imutnya.


"Iya sayang, itu untuk keperluan bisnis aja. Kalau aku harus pergi keluar kota mendadak aku pake itu, tapi kalau ke luar negeri aku pake pesawat." Terus berjalan menggandeng tangan Novia.


"Sampai kapan sayang kamu harus bergantung sama kedua orangtua kamu? Aku kepengen kita nanti hidup mandiri, hidup sederhana juga gak apa-apa kok tapi aku pengen kita hidup mandiri tanpa harta orangtua," ucap Novia sedikit ragu ia takut salah bicara.


"Iya sayang aku tau semua aset ini adalah milik keluarga, tapi untuk sementara atau entah kapan aku seperti nya belum bisa membangun perusahaan sendiri. Bukan soal modal sayang, tapi kalau aku meninggalkan perusahan papah itu gak mungkin. Adikku belum bisa sepenuhnya aku andalkan dia masih belum bisa mandiri dan bertanggung jawab terhadap perusahaan. Jangankan perusahan, bertanggung jawab untuk dirinya sendiri aja dia belum bisa sayang. Jadi aku mohon kamu sabar ya sayang, tetap temani aku apapun kondisinya aku janji suatu saat nanti kita akan benar-benar hidup mandiri dan membangun perusahaan kita sendiri," ucap Andra dengan lembut kepada Novia.


"Iya sayang, aku faham kok kamu sayang sama papah kamu. Aku juga tau papah kamu kondisi nya saat ini sudah sakit-sakitan dan butuh banyak istirahat, cuma kamu harapan satu-satunya keluarga ini sayang. Aku juga janji akan nemenin kamu terus apapun kondisinya," jawab Novia seraya mengelus lembut pundak kekasihnya.


Andra tersenyum bahagia mendengar pernyataan kekasihnya itu. Setelah selesai berkeliling rumah Andra yang begitu luas dan melihat perkebunan yang ada di belakang rumahnya, Andra mengajak Novia masuk kerumahnya untuk bersantai di ruang keluarga.


"Sayang........haus ya? Sebentar ya," tanya Andra dengan lembut.

__ADS_1


"Bik......tolong bawakan minuman ya 2 untuk saya dan calon istri saya," pinta Andra kepada asisten rumah tangga nya.


"Baik tuan muda," jawab yati asisten rumah tangga di rumah Andra.


"Mas asisten rumah tangga kamu banyak banget aku lihat dari tadi," ujar Novia heran melihat banyaknya art yang ada dirumah Andra.


"Oh........ Iya sayang itu karena aku dan keluargaku punya asisten rumah tangga masing masing, dan untuk soal masak dan bersih-bersih rumah itu beda lagi makanya deh kelihatan banyak hehe."


"Oh begitu." Mengangguk faham.


"Sayang aku boleh nanya?" ucap Novia lembut.


"Mau tanya apa sayang? Tanya aja jangan sungkan." Tersenyum manis dan lembut.


"Kalau mamah kamu beneran gak suka sama aku gimana?" tanya nya dengan wajah sedih nya.


"Aku yang akan buat mamah suka sama kamu, pokoknya kamu tenang aja aku akan tetep sama kamu pendirian aku gak akan berubah sayang." Tersenyum lembut seraya memegang kedua tangan Novia.


Mereka pergi ke mall diiringi oleh beberapa mobil yang berisikan bodyguard pribadi Andra untuk standar keamanan, karena Andra pengusaha yang sukses dan hebat tantunya memiliki saingan bisnis yang banyak. Tak jarang saingan bisnis itu bertindak nekat membayar orang untuk mencelakai Andra, oleh sebab itu standar keamanan itu perlu untuk kepentingan bisnis juga. Namun, Novia merasa aneh dengan kehadiran para bodyguard Andra. Karena biasanya ia pergi ke mall seperti biasa selayaknya orang biasa yang tanpa pengawalan yang berlebihan seperti itu.


"Sayang, memangnya harus ya kita memakai bodyguard sebanyak itu?" tanya Novia dengan heran seraya menunjuk mobil yang mengikuti mereka dari belakang.


Andra pun tersenyum seraya mengelus kepala kekasihnya itu.


"Iya sayang, itu semua untuk kepentingan bisnis," jawab Andra dengan lembut.


"Oh begitu." Mengangguk patuh.


"Nanti habis dari mall kita jalan-jalan ya, aku mau mengajak mu ke suatu tempat sayang," pinta Andra dengan lembut.


Novia hanya mengangguk patuh kepada Andra.

__ADS_1


"Kita sudah sampai tuan muda," ucap sang supir.


Para bodyguard pun dengan sigap langsung turun dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil Andra dan juga Novia. Mereka menjadi pusat perhatian, karena ketampanan dan karisma yang dimiliki oleh Andra.


"Bukan nya itu Andra ya CEO perusahaan kontraktor terbesar itu kan?" ucap salah satu pengunjung mall kepada temannya.


"Iya itu Andra, wah ganteng banget ya." terperangah melihat Andra yang begitu tampan.


"Itu wanita disamping nya siapa ya? Cantik sekali seperti orang belasteran arab aku jadi iri," ucapnya sambil memperhatikan Novia.


"Itu mungkin calon istri nya, karena dengar-dengar CEO tampan itu mau menikah," ucapnya dengan pandangan masih terfokus kepada Andra dan Novia.


Andra mengajak Novia ke salah satu store brand ternama. Disana para pelayan langsung menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan duduk di sofa khusus tamu penting.


"Tuan Andra, silahkan duduk tuan ingin cari apa?" tanya salah satu pelayan toko.


"Terimakasih, duduk sayang." Andra menyuruh kekasih nya itu duduk disampingnya.


"Saya ingin mencarikan tas, sepatu, dan baju untuk calon istri saya," ucap Andra dengan lembut.


Andra memang terkenal sebagai pengusaha yang lembut, dermawan dan tak sombong. Namun, dibalik sikap lembutnya dia juga bisa tegas dalam menangani suatu masalah. Itu yang membuatnya di sukai banyak rekan-rekan bisnis nya dan banyak pula client yang mau bekerja sama dengan perusahaan nya baik dalam negeri hingga ke luar negeri. Namun, tak sedikit juga yang tak suka dengannya dan ingin menjatuhkan perusahaannya. Biasanya kebanyakan adalah saingan bisinis yang kalah tender dengan perusahaan Andra.


"Baik tuan sebentar saya carikan," ucap pelayan lainnya seraya pergi mencari barang-barang yang Andra minta.


Setelah semua nya cocok Andra langsung menuju kasir untuk membayar semua total belanjaannya. Novia tidak boleh beranjak Andra meminta Novia untuk tetap duduk, karena Andra tak mau kekasihnya nanti terlalu lelah karena banyak berjalan. Se sayang itu dan seperhatian itu Andra kepada Novia.


"Berapa mba totalnya?" tanya Andra seraya membuka dompet mahalnya dan mengeluarkan kartu berwarna hitam.


"Semua totalnya jadi 205.500.000 tuan," ucap sang kasir.


Andra menyerahkan kartu berwarna hitam kepada kasir itu. Setelah selesai semua nya Andra mengajak Novia ke suatu tempat yang disebutkan Andra pada saat awal perjalanan tadi.

__ADS_1


__ADS_2