Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Bertemu Part 1


__ADS_3

Sudah 3 bulan lama nya Andra dan Novia berkenalan dan menjalin hubungan. Andra berfikir bahwa kini saatnya ia untuk mempublikasikan hubungan nya kepada semua orang, terutama kepada orang tua dan keluarga nya. Andra ingin serius dengan Novia, maka dari itu ia tidak ingin hubungan nya terus seperti ini. Andra tau mungkin orang tua nya akan bersikap tidak suka dengan hubungan nya dengan Novia, akan tetapi Andra sudah siap menerima apapun konsekuensi yang harus ia terima demi menikahi Novia.


Sedangkan Novia yang masih terus berseteru dengan kakak nya tetap kekeh mempertahankan Andra. Karena Novia berfikir selama ini ia sudah banyak mengalah dan bersabar kepada ibu dan kakaknya itu. Kini saat nya Novia untuk bersikap tegas untuk memerjuangkan hubungannya. Sementara itu papa dan mama nya yang tidak lain adalah kakak dari ibunya sendiri itu pun sudah mengetahui hubungan Novia dengan Andra dan sempat melarang Novia untuk menjalin hubungan dengan kekasihnya itu. Namun, Novia seperti tak mengindahkan larangan dari papa mama nya tersebut. Sampai pada akhirnya papa dan mama nya menyerah dan membiarkan saja hubungan mereka bertahan.


Minggu pukul 8 pagi Novia bersiap untuk pergi, rencananya pagi ini Novia akan diajak oleh Andra bertemu kedua orang tua Andra. Namun, suara ketukan pintu yang terdengar sangat keras tiba-tiba menghentikan aktifitas nya yang sedang memoles wajah mulusnya itu. Novia pun bejalan menuju pintu, wajahnya langsung berubah malas dan tak bersemangat ketika melihat seseorang yang berada di depan pintu kamarnya tersebut. Seseorang itu adalah Mutia, kakak kandung yang suka mencari-cari kesalahannya. Rasa malas dan lelah Novia melihat kakaknya yang pastinya akan mengajak nya debat kembali itu seketika muncul dari raut wajah Novia.


"Ada apa?" tanya Novia dengan malas.


"Gue capek ribut sama lo terus," ucap Mutia dengan nada yang sinis.


"Yang ngajak ribut juga siapa? Gue perasaan selama ini diem, yang ngajak ribut duluan kan lo sendiri," jawab Novia dengan santai.


"Intinya gue udah gak perduli lagi sama hubungan lo dan juga Andra!!!!! Gue udah dapet laki-laki yang jauh lebih hebat dari pada cowo lo itu!!." ucapnya dengan penuh penekanan.


"Ya alhamdulillah dong, gue ikut seneng karena lo udah gak perlu lagi sensi-sensi kalo gue jalan sama kak Andra," jawab Novia dengan nada yang santai tapi penuh penekanan.


Tanpa menjawab sepatah katapun Mutia meninggalkan Novia seraya menghentakkan kakinya ke lantai lalu pergi menuju kamar ibunya. Novia sudah faham pasti kakak nya itu akan bercerita aneh-aneh kepada ibunya, Novia pun hanya bisa mengelus dadanya dan menggelengkan kepalanya seraya menutup pintu kamarnya kembali.


Setelah selesai bersiap Novia mengirim pesan singkat kepada Andra bahwa ia sudah siap untuk dijemput. Lalu dengan cepat Andra langsung menjemput kekasihnya itu menggunakan mobil mewahnya.


Setalah sampai di depan rumah Novia Andra langsung menelfon kekasihnya dan tak lama Novia keluar dari rumah nya dan langsung pergi bersama Andra tanpa berpamitan kepada ibu dan kakaknya terlebih dahulu. Karena Novia tau kakaknya pasti akan membuat masalah lagi yang akan membuat kepalanya pusing.

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, suasa hening hanya ada suara lagu yang terdengar lirih. Novia menoleh ke Arah Andra mendapati kekasihnya itu sedang serius menyetir, di pandangi wajah kekasihnya yang tampan itu. Merasa diperhatikan Andra pun langsung menoleh ke arah Novia, dan seketika Novia pun reflek langsung memalingkan wajahnya.


"Ih kamu curi-curi pandang ya," ledek Andra membuat pipi Novia sukses merah merona.


"Ih siapa juga, orang aku tadi lagi liatin tukang bakso yang ada disebrang situ tadi," jawab Novia dengan menahan malu karena ketahuan memandangi wajah kekasihnya itu.


Andra hanya tersenyum melihat tingkah laku kekasihnya yang imut karena menahan malu. Tak terasa mereka sudah tiba di rumah super megah milik keluarga Andra. Mobil pun mulai memasuki halaman yang super luas dengan air mancur dan patung kuda yang terletak di depan teras yang megah bergaya eropa. Andra pun memakirkan mobilnya di teras dan langsung dengan sigap membukan siftbelt miliknya dan Novia. Bodyguard yang sedari tadi berdiri di depan rumah Andra pun dengan sigap langsung membukakan pintu mobilnya.


"Silahkan tuan," ucap slah satu bodyguard seraya membungkukan badanya mempersilahkan masuk kedalam rumah yang megah itu.


Novia berjalan menghampiri Andra dan seperti biasa Andra meminta untuk Novia menggandeng lengan kekarnya itu. Novia masih tercengang melihat rumah yang begitu megah bahkan lebih megah dari rumah keluarga Satrio. Novia masih tidak menyangka seberuntung itukah ia secara berturut-turut mendapat pasangan yang begitu menyayanginya dan berasal dari keluarga yang tak biasa.


"Yuk masuk," ucap Andra seraya membawa kekasihnya yang sedari tadi menggandeng tangan nya itu masuk kedalam.


"Duduk dulu sayang disini," ucap Andra dengan lembut.


"Bik tolong panggil kan papah dan mamah ya, bilang ada calon menantunya dateng," pinta Andra kepada salah satu asisten rumah tangganya.


"Ih kamu kok ngomong nya gitu si, aku kan gak enak," ucap Novia dengan wajah gugupnya.


"loh kenapa? Kan bener kamu calon menantu keluarga ini sayang," ucap nya dengan lembut.

__ADS_1


Tak lama muncul sepasang suami istri yang terlihat seperti dari kalangan kelas atas menuruni tangga mewah berlapis emas. Jika dilihat dari outfit nya Novia bisa menebak bahwa yang dipakai itu pasti jumlahnya mencapai puluhan juta.


Jantung Novia mulai tak karuan semakin terpompa dengan tidak stabil. Tangan nya yang semula hangat kini berubah menjadi dingin. Novia ******* ***** tangan nya yang pertanda iya sedang sangat gugup, Andra yang melihat hal itu langsung memegang tangan kekasihnya itu dan mengelus punggung tangan nya untuk menenangkan.


"Tenang ya sayang, ada aku," ucap Andra dengan lembut membuat Novia sedikit tenang.


Novia mengangguk patuh, walau dalam hati nya masih gugup. Akan tetapi, semua itu sedikit mereda karena sikap lembut Andra kepadanya.


Kini sepasang suami istri itupun duduk di hadapan Andra dan Novia. Novia mulai gugup kembali, namun Andra dengan sigap menenangkannya.


"Oh mamah kira siapa," ucap ibu Helena yaitu ibu kandung Andra, dengan nada datar.


"Novia kuliah dimana nak?" ucap ayah kandung Andra dengan nada yang ramah.


"Novia kuliah di Universitas Negeri B om," jawabnya dengan gugup.


"Jangan panggil om, panggil aja papah sama mamah gak apa-apa nak," ucap nya dengan ramah.


"Iya om.....eh pah maksudnya." Novia semakin gugup, namun Andra terus memegang tangan nya dan membantu Novia untuk beradaptasi dengan kedua orang tuanya.


"Novia ini sudah semester akhir pah," jelas Andra memberitahu papahnya.

__ADS_1


"Oh......iya nak? Bagus kalau begitu," jawabnya dengan ekspresi yang jauh dari kata tidak suka.


__ADS_2