Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Rahasia Novia #2


__ADS_3

Hari ini Novia diperbolehkan pulang oleh dokter. Sikap nya masih sama berbedanya, di tengah malam ia masih sering menangis dan memeluk erat tubuh suaminya. Dan keceriaan yang nampak ketika awal menikah kini pudar tergantikan oleh sikap diam nya. Novia saat ini lebih banyak diam dan seakan tak seceria dulu. Hal itu yang membuat Andra makin sedih dan bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya.


Setelah selesai berkemas barang, Novia dan Andra meninggalkan rumah sakit. Asisten nya Faris sudah standbay di pintu depan rumah sakit untuk menjemput kedua majikannya itu. Novia duduk dibelakang dengan Andra, lalu barang barang dibawa mobil satu lagi yang berisi para bodyguard pribadinya yang selalu setia menemani Andra kemanapun Andra pergi.


"Kamu sudah baik baik aja kan sayang?" tanya Andra cemas.


"Sudah mas," jawab Novia singkat.


Mendengar jawaban singkat istrinya Andra hanya diam seribu bahasa, namun otaknya terus berfikir keras untuk mendapatkan jawaban dari diamnya sang istri. Setelah sampai di mansion mereka, Andra memapah istrinya menuju kamar. Andra memapah sang istri karena Novia tak mau digendong, karena menurutnya ia masih kuat untuk berjalan.


Sesampainya di kamar Andra merebahkan tubuh istrinya di kasurnya. Lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai mandi ia lalu berganti pakaian di ruang ganti. Setelah keluar dari ruang ganti, Andra terkejut bukan kepalang melihat istrinya sudah tak ada di kasur.


"Sayang....." ucap Andra memanggil nama istrinya.


"Sayang kamu dimana?" tanya Andra semakin panik.


Andra terus memanggil nama istrinya, lalu ia turun ke bawah untuk melihat apakah istrinya ada dibawah atau tidak. Dicari cari nya sosok sang istri, namun Andra tak kunjung menemukan sosok wanita yang amat dicintainya itu. Sampai ia ke paviliun belakang untuk menanyakan istrinya kepada bik sumi dan para asisten lainnya. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil mereka semua pun tak tau keberadaan Novia.


Andra sangat panik dan kalut saat itu, hingga ia naik keatas untuk mengambil kunci mobil. Ketika membuka kamar, terlihat istrinya yang baru saja keluar dari ruang gantinya dengan rambut yang masih di tutupi handuk.


"Kamu kenapa mas?" tanya Novia heran melihat suaminya yang nampak panik.


Tanpa menjawab sepatah katapun Andra langsung memeluk erat Novia, membuat Novia semakin bingung.


"Mas...........are you okay? Tanya Novia lagi memastikan.


"Mas kira kamu kemana, mas khawatir sayang." Memeluk Novia dengan erat.


Novia terkekeh melihat tingkah suaminya. "Aku tadi mandi mas, aku gerah ini baru ganti baju," ujar Novia.


"Kamu kenapa si sayang?" tanya Andra sembari melepaskan pelukannya.


"Aku gak apa apa kok mas," ucap Novia dengan tenang, seraya mengelus lembut bidang dada Andra.

__ADS_1


"Kalo ada apa apa cerita sama mas sayang, jangan disimpan sendiri. Mas ini suami kamu, apapun yang terjadi sama kamu mas harus tau karena kamu tanggung jawab mas," ucap Andra dengan lembut seraya mencium puncak kepala istrinya.


Tanpa menjawab Novia langsung memeluk suaminya dengan erat, bulir air mata yang selama ini Novia coba tahan di depan suaminya, kini meluncur tanpa dikomando.


"Maaf mas aku menyimpan ini semua dari kamu," ucap Novia sembari sesegukan.


"Kita duduk dulu yuk." Andra menuntun istrinya untuk duduk di sofa yang ada dikamar mereka. "Sekarang ceritakan sama mas, apa yang sebenarnya terjadi. Mas khawatir liat kamu seperti ini, seperti orang yang tertekan," ujar Andra.


"Ibu dan kak Mutia mas, mereka meminjam uang di renternir menggunakan identitas aku. KTP ku diambil mereka lalu mereka mengajukan pinjaman ke lintah darat itu dengan jumlah yang tak sedikit mas, aku bingung harus apa. Lintah darat itu terus meneror aku, dan mengancam akan membunuhku kalau sampai aku gak melunasi hutang hutang mereka," jelas Novia dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


"Kurang ajar!!!!!!!!!!!!!! Mereka memang perempuan laknat!!!!!" umpat Andra seraya menghentakkan meja di depan nya.


Novia melihat itu langsung ketakutan, tubuhnya gemetar, tak pernah ia lihat suaminya semarah itu. Sadar akan tindakan nya yang membuat istrinya takut Andra langsung menatap istrinya dan membawanya dalam pelukan hangat dan menenangkan.


"Astagfirullah, maaf maaf sayang mas emosi. Mas minta maaf membuatmu takut." mencium kening Novia dengan lembut.


Novia tak henti hentinya menangis meratapi nasib nya yang kian hari dibuat kacau oleh keluarga nya sendiri. Saat ini suaminya lah satu satunya tempat untuk bersandar dan sekaligus pelindung dirinya dari kejamnya kelakuan keluarganya.


"Apa sayang? Katakanlah." Mengusap punggung istrinya.


"Cincin berlian lamaran aku dan mas Satrio hilang," ucap nya sembari menangis. "Aku tau mereka mas yang mengambilnya karena yang tau aku menyimpan cincin itu hanya ibu hiks hiks hiks," ujar nya menangis sesegukan.


Tangan Andra terkepal menahan amarag yang sudah memuncak, ingin rasanya ia menghabisi dua wanita yang mambuat hidup istrinya penuh dengan goresan trauma.


"Kamu tenang ya sayang biar mas yang mengurusnya, cincin itu akan kembali ke tanganmu." Mencium kening Novia dengan lembut.


Andra menangkup wajah Novia. "Kamu dengar mas ya, gak usah mikir apapun yang membuat kamu stress. Masalah ini semua biar mas yang tangani, berapa semua hutang mereka?" tanya Andra dengan lembut agar istrinya tak takut.


"250 juta mas," ucap Novia sedikit ragu.


"Tenang ya, itu hal kecil untuk seorang Andra. Kau tau suamimu ini hebat loh, jangankan hanya 250 juta 20 milyar pun akan mas keluarkan untuk membereskan masalahnya," goda Andra mencoba mencairkan suasana agar istrinya tak sedih lagi.


"Ah mas ini masalah serius," protes Novia melihat suaminya yang malah mengajaknya bercanda.

__ADS_1


"Mas juga serius sayang, apapun yang kamu butuhkan mas akan berusaha membuat kamu bahagia dan tetap nyaman dan tenang disisi mas," ucap Andra.


"Yasudah istirahatlah sayang, kalau butuh apa apa minta sama bik Lasmi ya. Mas pergi dulu untuk menyelesaikan masalah ini, jangan lupa kirimin nomor lintah darat itu ya akan mas selesaikan semuanya hari ini." Mengecup puncak kepala Novia.


"Mas hati hati ya," ucap Novia.


"Iya sayang."


Andra menuju kantornya untuk menemui Faris. Setelah sampai di kantornya Andra langsung menuju ruangan nya dan memangil Faris ke ruangan nya.


"Iya ada apa tuan memanggil saya," ucap Faris.


"Bagaimana? Informasi apa yang sudah kamu dapat?" tanya Andra.


"Saya mendapatkan informasi bahwa mertua dan kakak ipar tuan terakhir melakukan penarikan uang di daerah Bali tuan," jawab Faris


"Jadi mereka sekarang sedang ada dibali?" tanya Andra tersenyum licik.


"Iya tuan, karena penarikan itu baru saja tadi pagi kemungkinan mereka masih ada disana."


"Biadab!!!!!!!!! Kurang ajar mereka!!!!!!!!!!" kesal Andra menggebrak meja, membuat Faris terkejut.


"Kamu hubungi orang ini!! Selesaikan pinjaman atas nama istriku yang mereka gunakan pastikan data data istriku aman atau mereka yang akan kuhabisi!!! Dan satu lagi!! Tetap awasi dua wanita kurang ajar itu!! Aku tak akan membuat hidup mereka tenang setelah ini!!!" Andra tak perduli lagi dibilang menantu durhaka, karena ia benar benar sangat kecewa dan marah atas tindakan ibu mertuanya yang semena mena terhadap istri nya.


"Baik tuan saya permisi, saya akan urus semua nya hari ini," ucap Faris yang tak mau menatap boss nya karena wajahnya saat ini seperti singa lapar yang siap memakan mangsanya.


"Bagus!! Pergilah."


.


.


Hay reader, jangan lupa like dan komen ya supaya Outhor tambah semangat update nya 💚

__ADS_1


__ADS_2